
Obrolan Vigo: Tomas Rosicy, Penyihir Kaca dari Republik Ceko
Arsenal dan Cedera

Di musim panas 2006, Arsenal, yang kehilangan sebagian besar pemainnya macam Dennis Bergkamp, Robert Pires, Jose Antonio Reyes hingga Sol Campbell mulai mendatangkan kekuatan anyar dengan mendaratkan Julio Baptista, William Gallas dan Tomas Rosicky. Nama terakhir direkrut dengan mahar 10 juta Euro dari Borussia Dortmund.
Rosicky memakai nomor 7 peninggalan Robert Pires yang putuskan hengkang ke Villarreal. Rosicky lumayan bermain reguler di musim perdananya. Ia mentas dalam 37 laga di lintas kompetisi dan bukukkan enam gol serta lima assist untuk klub.
Di musim kedua, masalah menghantui sang playmaker. Ia mengalami cedera lutut yang lumayan parah. Hal tersebut harus membuatnya absen mulai Januari 2008 hingga April 2009. Setahun lebih sang pemain menderita cedera tersebut. Bahkan di musim 2008/09, ia tak mentas sekalipun untuk Gunners.
Bahkan, ketiadaan Rosicky di Arsenal turut dikomentari Emanuele Adebayor. Mantan penyerang yang habiskan 3,5 musim di London Utara itu mengomentari dengan lucu kehadiran Rosicky yang ada namun tak terlihat dalam tim.
“Jika Chelsea memiliki (Michael) Essien dan (Michael) Ballack di lini tengah, kami memiliki Rosicky. Jika Anda bertanya ‘apa kabar’ kepadanya, dia akan langsung cedera selama dua setengah bulan!”
Pasca cedera panjang tersebut, Rosicky kembali tampil bersama Arsenal. Namun, ia juga kembali mengalami permasalahan cedera lain yang mengganggu karir sepakbolanya bersama Gunners. Setiap musimnya, pemain asal Republik Ceko kerap bolak balik ruang perawatan. Setiap musim, hingga akhir karirnya di Arsenal, ia selalu mengalami masalah pada berbagai bagian tubuhnya.
Baca Juga:
- 5 Fakta Pemain Bintang yang Berstatus Tanpa Klub
- 5 Fakta Tim Kuda Hitam yang Pernah Juara Liga Champions
- 5 Fakta Pemain Kidal Terbaik Sepanjang Massa
- 5 Fakta Pesepakbola Terpendek di Dunia
Kondisi Rosicky yang kurang ideal membuat Gunners pada akhirnya mendaratkan Mesut Ozil dari Real Madrid pada 2013. Untungnya, pemain asal Jerman mampu menutupi kekosongan yang ditinggalkan mantan punggawa Borussia Dortmund itu. Secara permaian, Ozil dan Rosicky memang tak jauh berbeda. Keduanya punya visi bermain yang baik dan sama-sama bisa memimpin tim dalam membangun serangan
Di Arsenal, Rosicky masih bisa berkontribusi bagi tim. Arsenal tak pernah keluar dari zona empat besar. Ia juga pernah membawa tim mendulang sepasang Piala FA dan Community Shield. Meski tak mampu menyumbangkan Premier League, Rosicky mengaku senang bisa mendapatkan kesempatan dengan seragam Arsenal dan mentas di bawah komando Arsene Wenger.
“Arsenal adalah klub yang fantastis. Sebuah kehormatan bagiku bisa memperkuat klub ini. Aku memiliki ikatan yang spesial dengan fans. Mereka tahu, setiap aku bermain aku bermain tak setengah hati. Bermain di Arsenal adalah momen yang indah. Aku selalu menyukai visi bermain Arsenal yang menurutku menakjubkan,” ungkapnya seperti diwartakan Goal Internationa.
Rosicky pun pada akhirnya berpisah dengan Arsenal pada 2016 lalu. Ia meninggalkan banyak memori baik bersama tim. Arsene Wenger pun mengaku senang bisa memiliki Rosicky dalam tim. Bahkan, ia tak ragu menyebut sang pemain adalah sosok yang tepat bagi Arsenal meski dirinya kerap dibekap cedera yang membuat menit bermainnya tereduksi.
“Dia memiliki kualitas untuk memainkan sepakbola yang kita cintai di sini. Saya mengatakan, Tomas Rosicky adalah pemain yang sempurna untuk Arsenal,” tutur Wenger di laman resmi Arsenal.
“Selalu menjadi hal yang menjengkelkan karena dia tidak mendapatkan banyak kesempatan bermain. Tomas adalah talenta yang eksepsional. Secara pribadi, saya menyukai tipe pemain sepertinya. Standing ovation yang ia dapatkan menjelaskan banyak hal.”
“Sedih rasanya bahwa dia akan pergi, tetapi saya harus mengatakan bahwa saya merasa bangga pernah melatihnya. Saat bermain, dia membuat segalanya terlihat mudah. Ketika mendapatkan bola, tiba-tiba alur permainan berjalan lebih cepat, lebih tajam, dan lebih aktif,” terang Wenger.
Pasca Arsenal, Rosicky memutuskan pulang ke Sparta. Ia bermain kembali untuk dua musim bagi tim masa kecilnya. Pasca dua musim tersebut, Rosicky merasa cukup bermain sepakbola. 19 tahun ia habiskan untuk tiga tim. Sparta, Dortmund dan Arsenal. Masing-masing tim tersebut memiliki kisah tersendiri baginya.
Šťastný Narozeniny, Tomas
Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com















