
Obrolan Vigo: Valencia yang Kian Remuk Redam bersama Crazy Rich Asia
Vivagoal – Berita Bola – Peter Lim datang ke Valencia pada 2014 pasca mengakuisisi 70,4 persen saham tim. Namun yang terjadi, Los Che justru semakin terjerembab lantaran manuver yang dilakukannya seakan menyeret klub ke zona yang seharusnya tak ada dalam rencana jangka panjang mereka.
Biasanya, selalu ada optimisme yang terjadi pasca proses akuisisi berjalan. Sheikh Mansour sukses merubah wajah Manchester City. FSG Group membuat Liverpool kembali bergairah hingga Sheikh Abdullah bin Nasser Al Thani yang sempat memberikan mimpi basah pada Malaga untuk bermimpi meski asa sempat gagal. Hal ini sedikit banyak dirasakan fans Valencia mengingat Lim merupakan pebisnis sukses di Asia. Bahkan, namanya masuk dalam salah satu Crazy Rich Asia.
Di awal kedatangan, Lim sempat memiliki kebijakan nyeleneh ketika memecat Juan Antonio Pizzi untuk menggantinya dengan Nuno Espirito Santo. Ada indikasi hal ini merupakan proyek KKN lantaran Nuno merupakan klien pertama super agen Jorge Mendes. Lim dan Mendes merupakan teman dekat. Untungnya, musim pertama Nuno berjalan prima dan hantarkan tim melaju ke Liga Champions pasca finish di urutan keempat.
Ada hasrat kedatangannya bisa membuat Valencia kembali digdaya di LaLiga maupun kompetisi Eropa melalui campur tangannya kelak. Dua opsi tersebut menjadi hal yang menarik untuk dijajaki sekaligus menyaingi Atletico Madrid yang sudah berlari jauh dari kejaran mereka dalam beberapa waktu belakangan.

Semusim berselang, gairah muncul ketika tim mengamankan berbagai pilar krusial macam Alvaro Negredo, Joao Cancelo, Andre Gomes hingga Zakaria Bakkali. 128 juta Euro menjadi mahar yang dikeluarkan klub. Di sisi lain, Valencia mendapat pemasukan 80 juta Euro dari hasil penjualan pemain, Nicolas Otamendi menjadi nama yang kemudian dilego keluar.
Baca Juga;
- Obrolan Vigo: Mark Viduka, Bunga Terakhir dari Sepakbola Australia
- Obrolan Vigo: Sebastian Giovinco yang Terasing di Italia dan Merekah di Amerika
- Obrolan Vigo: Boxing Day, Hiburan Bagi Penonton dan Neraka Bagi Pemain
- Obrolan Vigo: Mempertanyakan Langkah Jese ke Johor Darul Ta’zim
Dari awal musim, tim sempat mengalami inkonsistensi performa di lintas kompetisi. Nuno Santo, sosok yang sempat hantarkan tim melaju ke Liga Champions dipecat. Lim membuat gebrakan dengan menunjuk Gary Neville sebagai juru taktik. Keduanya memang memiliki relasi yang lumayan erat. Keduanya bermitra dalam kepemilikan tim Salford City yang sahamnya dimiliki jebolan Class of 92.
Namun Neville yang tak memahami sepakbola Spanyol justru membuat Valencia terjerembab. Ia hanya bertahan beberapa bulan dan di akhir musim, Los Che hanya mampu finish di urutan 12. Hal ini jelas menjadi noda tersendiri bagi tim yang sempat menggangu hegemoni Barcelona dan Real Madrid di medio 200oan.

Setelah momen tersebut, Valencia kerap bergonta-ganti pelatih saat hasil buruk menerpa tim. Situasi ini jelas tak ideal bagi para pemain. Posisi mereka juga masih belum mampu keluar dari 10 besar. Lim juga banyak menjual berbagai pemain bintangnya dan tak menggantinya dengan sosok yang sepadan. Fans pun mulai gerah dengan situasi ini.
Marcelino Garcia Toral dan Mateu Alemany datang untuk merubah citra klub. Perlahan namun pasti, Cahaya terang mulai hinggap di langit Mestalla. Dalam dua musim masa baktinya, ia sukses hantarkant im dua kali finish di zona Liga Champions. Ia juga sempat hantarkan tim melaju hingga semifinal Europa League dan hantarkan Los Che menangi Copa del Rey pada 2019. Hal ini menjadi kado manis ulang tahun klub yang ke-100.
Baca Juga:
- 5 Fakta Pemain Premier League yang Seharusnya Cari Klub Baru di Bursa Januari 2025
- 5 Pemain Eks Akademi Bayern Munich yang Tak Pernah Main di Tim Utama
- 5 Fakta Pemenang Ballon d’Or yang Karirnya Berakhir di Tim Kecil
- 5 Fakta Pemain dengan Valuasi Tertinggi di Piala AFF 2024
Namun pesta berakhir lebih cepat. Marcelino dipecat dan Alemany kemudian juga pergi. Hal ini kembali membuat Valencia kembali ke ruang gelap. Pelatih asal Spanyol sempat mempertanyakan mengapa klub menjual Rodrigo ke Leeds United. Penggantinya, Albert Celedes juga tak cukup prima. Momen kehancuran Los Che kembali terbuka pasca Marcelino dan Alemany hengkang.
Sejak saat itu sampai hari ini, banyak pelatih yang keluar masuk Mestalla. Tak hanya juru taktik, pemain pun demikian. Valencia tak pernah tembus ke zona Eropa lagi. Hal ini membuat klub makin terperosok. Fans banyak meminta Lim pergi namun yang terjadi, rezim tersebut masih terjadi sampai saat ini.

Los Che saat ini ditukangi Ruben Baraja. Musim lalu 2023/24 kemarin, mereka mampu menembus peringkat 9 dan ada optimisme tinggi. Namun yang terjadi di musim 2024/25 lebih mengenaskan. Hingga pekan ke-18, Los Che masih duduk di peringkat 19 dengan koleksi 12 angka. Baraja pun dipecat lantaran turbulensi yang menerpa klub. Namun apapun yang terjadi, hal ini nampak bukan masalah bagi pemiliknya jika mengacu pada kutipan Instagram anak Peter Lim, Kim pada 2019 lalu.
“Klub ini adalah milik kami. Beberapa fans Valencia memarahi dan memaki keluarga saya. Apa mereka tak mengerti? Kami bisa melakukan papaun yang kami inginkan. Hadapilah itu,” tulisnya. Kim memang benar. Tapi apa artinya Valencia tanpa kepercayaan fans yang sudah kidung rusak dengan berbagai manuver keluarganya yang seakan membawa klub semakin remuk redam di tier atas sepakbola Spanyol.
Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com















