Obrolan Vigo: Carlo Ancelotti, Raja Eropa yang Ditugaskan untuk Taklukan Piala Dunia

Obrolan Vigo: Carlo Ancelotti, Raja Eropa yang Ditugaskan untuk Taklukan Piala Dunia

Heri Susanto - Juni 23, 2026
Dibaca Normal dengan Waktu Menit

VivagoalBerita BolaCarlo Ancelotti memiliki tugas baru dalam karir manajerialnya. Pasca mendulang rangkaian gelar di berbagai klub, ia kini menukangi Timnas Brasil dan hal itu menjadi keuntungan bagi Selecao lantaran koneksinya dengan pemain Samba lumayan mumpuni.

Brasil memang tak pernah kehabisan talenta berbakat. Mereka selalu mengorbitkan nama baru yang menjadi rebutan klub Eropa maupun berbagai tim di kolong langit manapun.  Namun untuk urusan pelatih, mereka tak memiliki nama yang cukup mumpuni untuk mengawal tim di Piala Dunia 2026. Nama Carlo Ancelotti kemudian didaulat sebagai juru taktik guna mewujudkan ambisi menjuarai Piala Dunia untuk keenam kalinya.

Carletto tengah merantau di tanah Amerika Latin. Ia diberi beban berat untuk membawa tim Samba merengkuh gelar Piala Dunia setelah terakhir kali juara pada edisi 2002. Sang manajer dipilih oleh CBF bukan tanpa alasan. CV-nya yang dipenuhi dengan rentetan gelar bergengsi Eropa membuat Seleção rela menyerahkan kursi kepelatihannya kepada sosok asal Italia tersebut.

Obrolan Vigo: Carlo Ancelotti, Raja Eropa yang Ditugaskan untuk Taklukan Piala Dunia
Sumber: Bein Sports

Di Benua Biru, namanya harum berkat raihan 5 gelar Liga Champions yang dicapai saat membesut AC Milan dan Real Madrid. Selain itu, Ia tercatat sebagai satu-satunya manajer yang pernah mencicipi gelar liga di lima kompetisi tertinggi Eropa. Meskipun karir manajernya terbilang mentereng, Ancelotti dikenal sebagai sosok yang tak suka neko-neko dan cenderung pendiam.


Baca Juga:


Bahkan dalam karir manajerialnya, ia sempat mengarsiteki lebih dari 40 pemain Brasil dari lintas kelas mulai dari mereka yang kemudian menjadi legenda macam Ronaldo Nazario, Kaka, Cafu, hingga Vini Jr dan Eder Militao juga tak luput menuai tuah dari tangan dingin sosolk asal Reggiolo, Italia Utara itu.

Bersama berbagai nama yang sempat bekerjasama dengannya ia sempat mendulang berbagai gelar liga maupun kompetisi Eropa. Semua gelar di kompetisi Liga mulai dari Serie A, Premier League, Ligue 1, Bundesliga hingga LaLiga sempat direngkuh olehnya. Catatan tersebut jelas menjadi hal prestis dan tak sempat dimenangi rekan seperjuangannya.

Obrolan Vigo: Carlo Ancelotti, Raja Eropa yang Ditugaskan untuk Taklukan Piala Dunia
Sumber: Goal

Selain itu, ia juga memiliki man management yang lumayan mumpuni. Ruang ganti berisikan sosok garang macam Paolo Maldini, Alesandro Nesta, Gennarro Gatusso hingga John Terry, Didier Drogba hingga Sergio Ramos dan Cristiano Ronaldo sudah ia taklukan. Tak ada alasan membuat pemain Brasil yang ada saat ini tunduk pada titahnya.

Carletto paham betul bagaimana bersikap di dalam ruang ganti. Mantan anak asuhnya di PSG, Zlatan Ibrahimovic, memuji kapasitasnya sebagai seorang manajer. “Dia adalah sosok manusia yang luar biasa. Saya pernah memilikinya sebagai manajer, bukan pelatih. Perbedaan antara pelatih dan manajer adalah pelatih akan memberi tahu pemain bagaimana bergerak, ke mana harus pergi, dan bagaimana bermain. Sebaliknya, seorang manajer akan mengelola pemain,” ucap Ibra kepada FoxSports.


Baca Juga:


Sebagai seorang manajer, Ia tergolong adaptif dalam perkara skema. Ketika membesut Los Blancos pada 2013, Ancelotti mengubah skema andalannya dari 4-4-2 menjadi 4-3-3 guna mengakomodasi para pemain alih-alih memaksa mereka bermain dengan skema favoritnya. “Pemain adalah bagian terpenting dan mereka harus merasa nyaman. Bangun sistem di mana pemain dan tim merasa nyaman sehingga mereka dapat menunjukkan kualitas mereka,” ujarnya di podcast TNTSportsFootball.

Kini, Ancelotti sedang sibuk memimpin Timnas Brasil berlaga di gelaran Piala Dunia 2026. Sang manajer sempat membuat kontroversi karena tak mengangkut nama-nama tenar layaknya Joao Pedro, Richarlison, hingga bek veteran Thiago Silva. Ditambah lagi Ia dikritik tajam setelah hasil imbang 1-1 di partai perdana Brasil melawan Maroko. “Pertandingan itu tidak bagus dan saya mengkritik tim. Kita harus menemukan solusinya,” katanya kepada media. Hasilnya, kemenangan 3-0 atas Haiti mampu didapat untuk menjaga asa lolos ke babak 32 besar.

Publik Brasil tentu menaruh harapan besar pada tangan dingin pria Italia itu. Dengan skuat yang ada sekarang, plus kehadiran Neymar Jr sebagai “sosok rentan yang harus dibawa,” ia diharapkan  mewujudkan cita-cita tim Samba menggapai gelar Piala Dunia keenam mereka.

Penulis: Aldo Nugraha

Editor: Heri Susanto

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com