Obrolan Vigo: Savio Nsereko, Rekrutan Terburuk yang Pernah Bermain di Premier League

Obrolan Vigo: Savio Nsereko, Rekrutan Terburuk yang Pernah Bermain di Premier League

Heri Susanto - Agustus 4, 2026
Dibaca Normal dengan Waktu Menit

Vivagoal Berita Bola – Banyak sosok yang dikaitkan sebagai rekrutan terburuk yang pernah mentas di Premier League. Terkait siapa yang paling buruk, label tersebut sejatinya amat pantas disematkan pada Savio Nsereko kala dirinya merapat pada 2009 lalu.

Banyak asumsi fans sepakbola yang berasumsi jika mereka yang layak mendapatkan label buruk lantaran harga yang dirasa tinggi namun performa di atas lapangan terbilang biasa atau cedera yang mungkin menjadi hari sial mereka kala merapat ke tim baru atau mungkin kalah bersaing dengan sosok lain.

Beberapa nama seperti Davy Klaassen, Eric Djemba-Djemba mungkin bisa menjadi contih. Keduanya gagal membuktikan ekspektasi layak tampil di top flight sepakbola Inggris namun masih tetap menunjukan tajinya ketika mentas bersama tim lain. Proses adaptasi yang gagal boleh menjadi sumber masalah dari hal tersebut.

Obrolan Vigo: Savio Nsereko, Rekrutan Terburuk yang Pernah Bermain di Premier League
Sumber: x the Guardian

Romelu Lukalu ke Chelsea pada periode keduanya juga menjadi contoh gagalnya ekspektasi. pemain asal Belgia sempat menjadi rekor pembelian the Blues kala diamankan dari Inter Milan pada 2021/22 kemarin. Ia sempat menjadi mesin gol untuk La Beneamata. Namun performa serupa sulit diulang ketika berseragam Chelsea.


Baca Juga:


Di luar hal tersebut, ada sosok yang lumayan menarik perhatian yakni Nsereko. Ia datang di musim dingin 2009. Kala itu, Hammers diarsiteki Gianfranco Zola yang datang pada pada September. Tim asal London baru saja melepas Craig Bellamy ke Manchester City dan Nsereko menjadi sosok yang dibawa untuk menggantikannya.

Dana 9 juta paun dikucurkan sebagai mahar. Pertanyaannya, banyak fans Hammers yang tak mengenal rekam jejak sang pemain meski dirinya sempat menjadi juara Eropa U19 bersama Timnas Jerman yang kala itu memiliki si kembar Bender bersaudara.

Sebelum merapat ke Inggris, pemain berdarah Uganda itu hanya memperkuat Brescia di Serie B. Statistiknya di tim utama terbilang biasa saja. Sosoknya memang menonjol ketika memperkuat tim muda namun mentas di tim senior jelas merupakan lingkup yang berbeda.

Obrolan Vigo: Savio Nsereko, Rekrutan Terburuk yang Pernah Bermain di Premier League
Sumber: thesefootballtimes

Nreseko sempat mentas ketika timnya bersua Hull City. Di laga tersebut, ia belum bisa dibilang tampil menjanjukan. Namun sang pemain memiliki kelincahan sat menguasai bola. Sang pemain jelas bisa menjadi kunci untuk membongkar lini pertahanan lawan.

Namun seiring berjalannya waktu, ia sulit untuk menggeser dua juru gedor West Ham yakni Carlton Cole dan David Di Michele. Praktis, menit bermainnya pun jarang didapatkan. Terlebih, Nreseko juga memiliki fisik yang kurang stabil. Sedikit saja lawan menyentuhnya, ia bisa langsung terjatuh. Kejanggalan pun terlihat jelas di depan mata.


Baca Juga:


Situasi tersebut membuat The Irons kemudian dihadapkan dengan dua piilihan yakni tetap mempertahankan seraya berharap performanya pulih atau menjual ke tim lain dengan resiko valuasinya menurun sedikit dari harga beli. Hammers kemudian memilih opsi kedua. Savio kemudian dipaketkan ke Fiorentina dengan mahar 3 juta Euro plus Manuel da Costa sebagai mahar lain dalam kesepakatan.

Dalam karirnya di London, ia hanya mentas 10 laga dan hanya sekali menjadi starter. Tak ada gol atau assist yang tercipta dalam 6 bulan masa edarnya di Inggris. Memulangkannya ke Italia bisa menjadi langkah bagus bagi karirnya mengingat ia malang melintang di Negeri Pizza. Tuahnya, sekali lagi diharapkan bisa bersinar.

Namun yang terjadi setelahnya, ia malah menjadi kutu loncat. Karirnya seakan tenggelam. Ia berpindah dari satu tim ke tim lain. Karirnya menjadi nomaden, ia sempat bermain di Bulgaria, Rumania hingga dilepas permanen pada 2012 lalu. Di tahun yang sama, masalah hadir. Sang pemain melakukan scam dengan berharap meminta tebusan kepada keluarganya sendiri di Thailand. Situasi tersebut bahkan membuatnya harus mendekam di Penjara selama beberapa pekan.

Seiring dengan menurunnya performa sang pemain hanya beberapa tahun sejak diamankan, ada indikasi Hammers terkena scam lantaran direktur teknis saat itu memiliki kedekatan dengan Brescia. Dalam wawancara pada 2013 pada Bild, Nsereko mengklaim jika dirinya merasa kehilangan pegadangan pada realitas.

Sang pemain memang mendadak kaya dan menjalani gaya hidup jetset. Aksi penculikan palsu yang dikarangnya memang menjadi upaya untuk mendapatkan uang guna melunasi hutang agar tetap hidup dalam hedonisme. Saat ini, Savio sudah pensiun dari lapangan hijau dengan cv yang lebih banyak memperkuat tim gurem dibandingkan tim divisi utama.

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com