Site icon Vivagoal.com

Obrolan Vigo: Xabi Alonso Bukan Pelatih One Season Wonder!

Obrolan Vigo: Xabi Alonso Bukan Pelatih One Season Wonder!

Vivagoal Berita BolaXabi Alonso tengah menikmati bulan madu bersama Bayer Leverkusen. Musim ini. Die Werkself dibawanya tak terkalahkan di lintas kompetisi. Hal tersebut membuatnya menjadi komoditi panas untuk menukangi berbagai tim besar.

Alonso tak memulai karir kepelatihan dari ruang kosong meski ketika bermain, reputasinya sebagai gelandang tengah premium tak terbantahkan. Ia benar-benar memulai karir manajerial dari bawah. Namanya tercatat pernah menukangi Real Madrid U-14, Real Sociedad B hingga dipercaya menjadi pelatih Leverkusen.

Ada tahapan berjenjang yang dilaluinya sebelum menjadi pelatih kepala. Musim lalu, kala memulai debut bersama tim BUMN Jerman itu, ia langsung membuat impresi dengan loloskan tim ke fase semifinal Europa League dan membawa tim finish di urutan urutan 6 klasemen akhir. Padahal di paruh pertama, Leverkusen harus bertarung di zona bawah.

Kegemilangannya musim ini pun terlihat. Ia memiliki intuisi tepat dengan mendaratkan tiga pilar penting dalam skuatnya di bursa musim panas kemarin macam Granit Xhaka, Victor Boniface hingga Alex Grimaldo. Ketiganya memiliki peran masing-masing dalam skuat dan mampu terintegrasi dengan baik bersama Florian Wirtz, Jonas Hoffman hingga Jonathan Tah.


Baca Juga:


Leverkusen memulai start bagus dengan konsisten mendulang kemenangan. Mereka menjadi tim yang solid ketika menyerang maupun bertahan. Pendekatan skema 3-4-2-1 yang mengedepankan penekanan possession yang dikombinasikan dengan counter attack lumayan menyulitkan lawan-lawannya entah di ajang Bundesliga, Europa League maupun DFB Pokal.

Ketika bertahan, tim terbilang solid. Gawang mereka baru bobol 16 kali di ajang Liga. Sementara untuk penyerangan, semua posisi di lini tengah bisa memberikan ancaman ke depan dan alur serangan tim tak hanya memfokuskan diri pada satu atau dua nama saja.

Catatan tersebut pun berbuah manis. Pasca menang 2-1 atas Mainz, 24 Februari lalu, Die Werkself sudah mendulang 33 laga tanpa kemenangan di lintas kompetisi dan mengalahkan rekor Hansi Flick bersama Bayern Munich pada 2020 dan 2021. Reputasinya sebagai pelatih besar pun mulai menanjak. Prediksi Jose Mourinho kepada dirinya di kanal Youtube Top Elevenpada 2019 lalu seakan benar adanya.

“Dia tumbuh seperti saya, sebagai pemain sepakbola dan punya ayah seorang pelatih. Tapi [sebagai pemain], Alonso lebih baik dibanding saya. Dia pemain top di posisinya dan pengetahuannya soal sepakbola sangat tinggi ” kata Mourinho.

“Dia pernah main di Spanyol, Inggris, dan di Jerman. Dia dilatih oleh Guardiola di Bayern, oleh saya dan Ancelotti di Madrid, dan dilatih Benitez di Liverpool. Jadi saya pikir, kalau Anda menyatukan semuanya, Xabi Alonso punya modal untuk menjadi pelatih yang sangat bagus,” tutupnya.


Baca Juga:


Hal tersebut pun seakan menjadi sebuah bukti yang mau tak mau harus diterima. Alonso, dengan catatan gemilang yang dilaluinya, setidaknya dalam dua musim terakhir memang tak bisa dipandang remeh. Menyulap Leverkusen, dari tim yang hanya menjadi kuda hitam menjadi penantang serius Bundesliga dan dua ajang lain di musim ini jelas bukan prestasi main-main. Ia membawa tim unggul 8 angka dari Bayern di Bundesliga. Hantarkan tim melesat ke semifinal DFB Pokal dan masih membawa tim melaju di 16 besar Europa League.

Namanya mulai dikaitkan dengan berbagai tim besar. Tiga mantan timnya terdahulu, Real Madrid, Liverpool hingga Bayern Munich tertarik mempekerjakannya. Untuk Madrid, asa mungkin baru bisa dibuka pada 2027 ketika kontrak Carlo Ancelotti rampung. Sementara dua tim terakhir bisa mengamankan jasanya di musim depan karena mereka tengah mencari juru taktik anyar.

Namun legenda Bayern, Lothar Matthaus tak yakin Alonso bisa berganti klub dengan cepat. Ia merasa sosok asal Basque tengah menikmati momen bersama Leverkusen dan kecil potensinya untuk angkat kaki dari BayArena dalam waktu dekat lantaran hanya ingin menukangi tim yang secara reputasi lebih besar.

“Dalam pandangan saya, ia belum selesai di Leverkusen. Xabi bukan orang yang terbawa dengan nama besar. Ia sudah menikmati kesuksesan sebagai pemain di level klub,” urainya seperti diwartakan Mailsport.

“Saya tak bisa berpikir siapa pelatih terbaik dunia yang bisa melatih Bayern selain Xabi Alonso. Namun saat ini saya yakin ia masih ingin fokus di Leverkisen dan saya rasa hal itu baik. Saya rasa ia inin memenangkan gelar bersama Leverkusen dalam beberapa bulan ke depan,” timpalnya.

Alonso kini tengah dalam perjalanan merubah status buruk die Werkself sebagai “Neverkusen” ‘Eternal Bridesmaids’ atau berbagai sebutan lain sebagai tim yang hampir juara selesai di musim ini. Ada potensi salah satu, dua atau tiga gelar dari tiga kompetisi yang dimainkannya bersama klub bisa dikonversi menjadi gelar dalam beberapa bulan ke depan.

Potensinya menjadi pelatih one season wonder layaknya Andres Villas-Boas, Steven Gerrard hingga Xavi Hernandez kecil terealisasi lantaran pendekatan sepakbola yang sudah dan tengah ia lakukan saat ini benar-benar berjalan. Xabi bisa membangun tim di sekelingnya tanpa bantuan ekonomi yang mumpuni dan hal tersebut tengah ia buktikan saat ini.

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com

Exit mobile version