
Paul Pogba: Dulu Pemain Termahal Dunia, Kini Paling Sering Dikritik
Vivagoal – Liga Inggris – Paul Pogba kini jadi salah satu punggawa Manchester United yang justru mendapat hujan kritik dari berbagai pihak. Padahal, saat diboyong dari Juventus, Ia sempat menyandang sebagai pemain termahal di dunia.
Paul Pogba adalah pemain jebolan akademi Manchester United, namun hanya mampu mencatatkan 23 penampilan di seluruh kompetisi pada musim debutnya. Pogba lantas memutuskan hengkang dengan bergabung bersama Juventus pada musim panas 2012 silam.
Bersama Bianconeri, Pogba menjelma menjadi andalan di lini tengah selama empat musim. Hal tersebut membuat Man United memutuskan menariknya pulang dengan embel-embel pemain termahal di dunia pada bursa transfer 2016 lalu.
The Red Devils kala itu memboyongnya dengan harga 105 juta euro yang kemudian dipecahkan Neymar pada 2017 saat hijrah dari Barcelona ke Paris Saint-Germain dengan banderol 222 juta euro.
Bersama Man United, Pogba berhasil memenangi Liga Europa di musim perdananya, meskipun saat itu timnya cuma finish di posisi ke-6 Liga Inggris. Tapi musim berikutnya mulai tak berjalan mulus untuk Pogba.
Baca Juga:
- Harry Maguire Tidak Buruk Hanya Tidak Bagus
- On Fire di Man United, Legenda Arsenal: Saya Keliru Menilai Ronaldo
- Sedari Awal Man United Memang Sudah Salah Merekrut Jadon Sancho
- Ternyata, Maguire Bermain Dengan Kondisi Cedera di Man United
Selain karena faktor cedera, ia juga beberapa kali ditepikan manajer Man United, Jose Mourinho sepanjang musim 2017/2018. Kritikan pun mulai bermunculan. Beberapa kali, Pogba jadi sasaran kritik eks pemain Man United sendiri seperti Paul Scholes, Rio Ferdinand dan Roy Keane.
Mantan manajer The Red Devils, Sir Alex Ferguson sendiri pernah mengatakan di awal kemunculan Pogba pada 2011 lampau bahwa Ia punya potensi besar. Hanya saja Pogba bakal mengalami kegagalan kalau tidak berada di bawah pengawasan orang yang tepat. Klaim itu disampaikan oleh eks kiper Olympique Lyon, Pascal Olmeta.
“Dia (Sir Alex) memberitahu saya, ‘Anda lihat pemain ini, dia bakal menjadi luar biasa, penuh talenta, dan dia bisa mencapai puncak. Tapi dia seorang pemimpi dan jika tak ada orang yang menunjukkan jalannya, dia takkan pernah berhasil,” ungkap Olmeta dikutip dari Metro.
Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com















