
Spalletti Kembali Keluhkan Soal Karakter Punggawa Juventus
Vivagoal – Serie A – Juventus dipastikan harus memupus ambisi mereka kembali mentas di Liga Champions musim depan, yang disebut oleh sang pelatih, Luciano Spalletti merupakan hasil dari kurangnya karakter dan kepribadian para pemain untuk membela Si Nyonya Tua saat ini.
Juventus gagal mengamankan zona Liga Champions pasca bermain imbang melawan Torino dini hari tadi WIB di pekan ke-38 Liga Italia 2025/26. Laga bertajuk Derby della Mole itu berakhir dengan skor 2-2 untuk kedua tim di Stadio Olimpico Turin.
Juventus sejatinya mampu unggul dua gol terlebih dulu lewat Dusan Vlahovic menit ke-23 dan 53. Namun, Torino mampu bangkit dan mengejar ketertinggalan mereka berkat gol dari Cesare Casadei menit ke-59 serta Che Adams menit ke-83.

Hasil ini membuat Juventus berakhir di posisi ke-6 pada klasemen final Liga Italia musim ini dengan 69 poin. Mereka harus merelakan slot pamungkas menuju Liga Champions diambil oleh Como, dan “hanya” akan mentas di Liga Europa musim depan.
Pasca laga usai, Luciano Spalletti menyinggung tentang kurangnya karakter yang ditunjukan oleh anak asuhnya itu sepanjang pertandingan. Ia menyayangkan Juventus gagal mendapatkan poin maksimal, meski menguasai jalannya pertandingan atas Torino.
Baca Juga:
- Fakta Pemain dengan Caps Terbanyak di Piala Dunia
- Gagal Wujudkan Target Juara, Fabio Calonego Yakin Persija Sudah di Jalur yang Benar
- Refleksi dari Fabregas, Setelah Como Lolos ke Liga Champions
- John Herdman Siapkan 2 Tempat untuk Pemain Baru di FMD Juni, Siapa Kandidatnya?
“Saya adalah pelatih yang harus menganalisis apa yang terjadi. Kami sebenarnya sudah menguasai jalannya pertandingan; justru dalam pertandingan-pertandingan seperti inilah karakter para pemain terlihat dan bagaimana sebenarnya di dalam. Pada pertandingan seperti itu, kita mencari sesuatu yang lebih. Memperoleh dua poin lebih banyak atau dua poin lebih sedikit bukanlah hal yang sama,” ujar Spalletti dilansir Football Italia.
Masalah tersebut kini diharapkan dapat mulai dibenahi oleh Juventus jelang bursa transfer musim panas 2026 mendatang. Menurut Spalletti, tim seperti Juventus membutuhkan sosok pemain yang mampu tampil meyakinkan dan menunjukan mentalitas sebagai pemenang, bukan pecundang.
“Itulah yang diharapkan semua orang, dan itu adalah hal yang tepat untuk dilakukan. Kami wajib bermain dengan kepala tegak melawan siapa pun. Tujuannya adalah membentuk tim berkualitas tinggi untuk menutupi kelemahan yang terlihat selama enam atau tujuh bulan terakhir. Menurut saya, karakter selalu menjadi pembeda. Terkadang, kepribadian-kepribadian itu bersatu,” pungkas Spalletti.
“Itu adalah sesuatu yang sama pentingnya dengan kekuatan fisik dan teknik. Mental seorang pesepakbola tidak boleh berubah saat menghadapi tim tertentu. Dia bisa menang atau kalah, tapi harus selalu memiliki sikap yang sama. Setiap orang pasti meragukan penampilannya saat turun ke lapangan. Jika terus terikat pada keraguan ini, kamu akan menjadi ragu-ragu,” tambahnya.
“Jadi, kamu harus melepaskan keraguan itu dan mengambil keputusan. Itulah solusinya. Semua orang punya keraguan, tapi keputusan harus diambil. Jika terlalu banyak ragu, kita tidak memiliki karakter yang cukup. Tak bisa bermain untuk Juventus karena inilah yang membuat perbedaan. Kepribadian tidak bisa diajarkan. Kamu dapat mengajarkan taktik dan teknik, tapi karakter sulit dipelajari. Kami telah mengalami pasang surut.”
Selalu update berita terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com















