Tag: Antonio Rudiger

Pujian Rudiger Tuk Dua Bek Liverpool

Vivagoal Liga Inggris – Meski bermain untuk kubu rival, namun Antonio Rudiger tak segan melontarkan pujiannya kepada dua bek Liverpool yakni Virgil Van Dijk dan Andrew Robertson.

Sebagai seorang bek, jelas Rudiger perlu belajar dari beberapa pemain lain baik yang sudah pensiun maupun yang saat ini bermain sebagai rival. Ia pun menyebut ada dua bek lawan di Premier League yang membuatnya terinspirasi untuk terus berkembang.

Bek Chelsea tersebut menyebut Van Dijk sebagai terbaik dalam dua tahun terakhir. Menurutnya Van Dijk adalah sosok bek tengah yang begitu konsisten yang mampu mendongkrak permainan tim secara menyeluruh.

“Dalam dua tahun terakhir, dia [Van Dijk] jelas telah membuktikan bahwa dia merupakan salah satu yang terbaik, bahkan mungkin yang terbaik di dunia saat ini. Dia monster,” buka Rudiger kepada Sky Sports.


Baca Juga:


“Anda selalu mengamati pemain-pemain seperti itu, sebab dua bek ini [Van Dijk dan Ramos], pada saat ini merupakan yang terbaik, jadi jelas Anda ingin mempelajari sesuatu dari mereka.”

“Setiap pemain punya gayanya sendiri, tapi Anda bisa belajar dari mereka,” sambungnya.

Tidak hanya Van Dijk, Rudiger juga mengagumi kinerja Robertson. Dia merasa bek kiri The Reds itu merupakan paket lengkap, tangguh saat bertahan dan bisa memberikan umpan silang presisi saat naik menyerang.

“Pria ini [Robertson] tidak berhenti berlari, dia aktif sepanjang laga, maju dan mundur,” lanjut Rudiger.”

“Dia sangat bagus dalam memberikan umpan silang dan secara keseluruhan, baik saat bertahan maupun menyerang, dia melakukan pekerjaan yang sangat baik,” tandasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Rudiger Kaget Sang Bintang Barcelona Mau Bertukar Jersey Dengannya

Vivagoal Liga Inggris – Bek Chelsea, Antonio Rudiger mengetahui hal tersebut setelah Cesc Fabregas berkata jika Lionel Messi juga ingin memiliki jerseynya.

Rudiger yang merapat ke Chelsea pada 2017 perlahan menjadi sosok penting di jantung pertahanan The Blues. Meski kerap diterjang badai cedera, namun ia masih mampu tampil menjanjikan.

Bermain untuk klub sekelas Chelsea, Rudiger jelas beberapa kali harus berhadapan dengan para pemain bintang. Salah satu lawan yang sepertinya tidak mungkin bisa dilupakan olehnya adalah Lionel Messi.

Selain karena kualitasnya dalam mengolah bola, Rudiger tak menyangka jika pemain terbaik di dunia tersebut tertarik untuk bertukar jersey dengannya. Kejadian tersebut berlangsung saat keduanya bertemu di Liga Champions.

“Saya punya kostum Lionel Messi ketika kami melawan Barcelona di Liga Champions beberapa tahun lalu. Sebuah kehormatan besar bagi saya untuk bermain menghadapi pemain sekelas dia,” buka Rudiger di Chelseafc.com.

“Jadi saya meminta kostumnya setelah pertandingan ketika kami bersalaman. Saya berpikir bahwa dia pasti tidak tertarik dengan kostum saya, tapi Cesc Fabregas yang ada di dekat saya berkata: ‘beri dia kostummu, dia juga menginginkan kostum mu’.”


Baca Juga:



Jersey menjadi sesuatu yang berharga bagi semua orang terutama Rudiger. Hal ini mengingat jersey pertama yang ia kenakan adalah buatan sendiri kala itu.

“Kostum sepak bola pertama saya? Itu adalah kostum yang saya buat sendiri. Orang tua saya tidak punya banyak uang, jadi saya membuat sendiri, kostum nomor 9, George Weah,” sambung Rudiger.

“Itu sebenarnya kaus biasa dan saya menulis nama serta nomornya di belakang,” tutupnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Terkait Rasisme Rudiger, Mourinho Buka Suara

Vivagoal Liga Inggris – Pelatih Tottenham Hotspur, Jose Mourinho buka suara terkait rasisme yang menimpa Antonio Rudiger. Mou merasa hal tersebut seharusnya tak terjadi lagi di lapangan hijau.

Dalam laga Chelsesa kontra Tottenham Hotspur, Minggu (22/12) Rudiger memang terlibat friksi dengan Son Heung-min. Ia pun sempat terkena tendangan dari punggawa asal Korea Selatan itu. bahkan pasca laga, ia melaporkan kepada Cesar Azpilicueta selaku kapten Chelsea bahwa ia mendengar ejekan rasis.

Frank Lampard, selaku bos Chelsea pun sudah melaporkan insiden tersebut kepada ofisial Premier League. Sementara di waktu yang bersamaan, Tottenham tengah melakuan menyelidikan lebih lanjut. Mou pun buka suara terkait hal tersebut.

“Saya tidak bisa berkata banyak selain hal ini membuat saya sedih. Saya benci rasisme dalam lingkungan, saya benci rasisme dalam sepakbola. Saya kecewa hal seperti ini masih bisa terjadi, tapi wasit menghentikan permainan. Ia bicara kepada pemain, kapten, ia bicara dengan pelatih,” ungkapnya dinukil dari Goal International.

Baca Juga:  Son Heung-Min, Pemain ‘Paling Kotor’ di Premier League, Ini Penyebabnya!

Mourinho pun menyebut andai insiden tersebut harus menghentikan laga. Ia bisa menerima hal tersebut. Namun ia juga menyebut jika Tottenham akan mencoba semaksimal mungkin menghapus rasisme yang melibatkan mereka.

“Klub ini juga klub yang sangat membanggakan dalam situasi seperti ini dan klub secara internal ingin mengapus rasisme,” pungkasnya

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Hukuman Berat Atas Rasisme Fans Tottenham, Ini Kata Rudiger!

Vivagoal Liga Inggris Tottenham Hotspur berikan janji kepada para penggemarnya yang rasis dengan hukum berat. Fans Tottenham telah mempermalukan diri mereka sendiri di pertandingan Liga Inggris saat melawan kubu Chelsea.

Dilansir dari Capital Football, Tottenham Hotspur dikabarkan telah mengeluarkan sebuah pernyataan terkait hal dugaan insiden rasisme selama laga Liga Premier Inggris usai bek Chelsea, Antonio Rudiger memberitahu wasit bahwa dirinya telah menjadi subyek rasisme dengan nyanyian monyet.

Dalam hal ini, Tottenham Hotspurs malu dan berjanji akan mencari para penggemar Tottenham yang telah mempermalukan pihak klub.

“Menyusul insiden terkait aksi rasisme saat pertandingan melawan Chelsea, klub telah memberikan pernyataan sebagai berikut. Untuk saat ini, kami sedang melakukan investigasi menyeluruh yang mencakup penghubung dengan pihak Chelsea dan pemain mereka untuk mempelajari investigasi selanjutnya,” jelasnya.

Baca Juga: Juventus Terima Penolakan dari Chelsea Untuk Palmieri

“Segala bentuk dari sebuah rasisme sama sekali tidak bisa diterima dan tidak ada toleransi di Stadion baru kami. Kami telah menanggapi dugaan semacam itu dengan sangat serius dan harus mengambil tindakan serius terkait setiap individu. Jika benar ditemukan berperilaku sedemikian rupa, maka dia juga mendapat larangan masuk Stadion.”

Sedangkan beberapa jam usai laga, Rudiger curhat di akun Twitter pribadinya. Pemain bek Chelsea ini bersikeras dan berharap agar para pelaku yang ditemukan nantinya dapat dihukum berat karena tindakan tak terpuji.

“Saya merasa sangat sedih melihat rasisme terjadi di pertandingan sepak bola. Namun, saya memikirkan hal yang sangat penting untuk membicarakannya di depan umum. Jika tidak dibicarakan, kejadian seperti itu akan mudah untuk dilupakan oleh para penggiat sepakbola lagi dalam beberapa hari,” tegas Rudiger.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Daftar Pemain Chelsea yang Suka Joget dan Telat

VivagoalLiga Inggris – Antonio Rudiger membocorkan beberapa kondisi internal skuat Chelsea. Dia membongkar bahwa N’Golo Kante ternyata merupakan pemain yang paling sering telat.

Kante bahkan sering didenda karena keterlambatannya, tetapi gelandang Prancis itu tetap saja tersenyum.

Sebagaimana wajarnya, kondisi internal klub merupakan bahasan yang selalu menarik. Pemain-pemain yang tampil serius di lapangan bisa jadi merupakan sosok yang doyan berkelakar di ruang ganti, juga sebaliknya.

 

Ruang ganti merupakan salah satu faktor krusial yang menentukan penampilan tim. Ruang ganti yang kondusif bakal membantu para pemain tampil lebih baik dalam pertandingan. Mereka bergerak menuju target yang sama dengan memahami satu sama lain.

Siapa sangka N’Golo Kante yang murah senyum itu ternyata selalu terlambat? Rudiger mengatakan bahwa Kante tidak pernah datang tepat waktu, dia selalu terlambat – meski tidak terlampau lama. Bagaimanapun, tidak ada satu pun pemain yang membencinya.

“N’Golo Kante, dia tidak terlalu terlambat, tetapi dia selalu satu menit telat. Jika kami harus berlatih pada 10.30, dia bakal satu menit terlambat,” kata Rudiger di Sky Sports.

“Dia pendiam, anda tidak bisa membencinya. Orang yang bisa membenci Kante berarti memiliki masalah serius dengan dirinya. Dia sangat baik, sangat bersahabat. Dia selalu tersenyum dan saya tidak pernah melihat dia marah.”

“Jika anda memberi tahu padanya untuk tidak terlambat, dia hanya tersenyum, kemudian anda tertawa dan melupakan itu.”

Lebih lanjut, Rudiger juga membocorkan pemain-pemain terbaik dan terburuk saat diminta berjoget. Menyetel musik di ruang ganti adalah salah satu cara pemain meningkatkan suasana hati jelang pertandingan, dan tidak jarang mereka berjoget mengikuti ritme lagu yang diputar.

Pemain yang berjoget paling oke: “Hudson-Odoi punya beberapa kemampuan joget yang bagus, sejujurnya. Biasanya saya hanya berjoget dengan cara yang lucu. Saya kira saya bisa berjoget tetapi saya hanya melakukannya dengan konyol untuk membuat orang-orang tertawa. Saya kira Odoi lebih bagus.”

Yang Jogetnya paling buruk: “Ross Barkley! Dia tidak punya ritme. Dia juga pria yang besar, pria kuat, dan anda bisa melihat itu tidak alamiah. Sangat buruk [saat berjoget]. Ross tidak bisa berkembang. Tidak ada peluang. Untuk Ross, saya minta maaf,” tandasnya.

Selalu update berita bola terkini seputar sepakbola dunia hanya di vivagoal.com

Kekalahan Telak dari Manchester City Jadi Pembelajaran Terbaik Chelsea

Vivagoal Liga Inggris – Bek Chelsea, Antonio Rudiger menyebut jika kekalahan dari Manchester City lalu membuat semua pihak Chelsea mendapat pelajaran berarti termasuk sang pelatih.

Hancur lebur, itulah kata yang tepat untuk menggambarkan kekalahan yang dialami oleh Chelsea dalam lawatannya ke markas Manchester City di Liga Premier League kemarin. Bagaimana tidak The Blues yang notabene tim besar harus pulang dari Etihad Stadium dengan menelan kekalahan enam gol tanpa balas, kekalahan terbesar dalam sejarah klub asal London tersebut.

Efek dari kekalahan tersebut dirasa begitu besar terutama terkait masa depan sang pelatih, Maurizio Sarri. Tak sedikit media yang menyebut jika Sarri adalah biang keladi dari keterpurukan Chelsea. Ia bahkan diperkirakan tidak akan bertahan lama dan bisa jadi akan dipecat sebelum musim ini berakhir.

Namun kenyataan berkata sebaliknya, Chelsea mulai bangkit dari keterpurukan.

Terbaru mereka berhasil meraih kemenangan 2-1 atas Fulham. Tercatat mereka juga berhasil meraih dua kemenangan beruntun di mana salah satunya melawan tim kuat sekelas Tottenham Hotspur.

Rudiger pun tak ragu menyebut jika timnya berterima kasih kepada Manchester City. Hal ini karena kekalahan tersebut membuat tim belajar banyak termasuk sang pelatih.

“Dia [Sarri] belajar dari kekalahan melawan Manchester City,” tutur Rudiger seperti dikutip dari ESPN. “Kami bermain lebih tinggi, melakukan tekanan, kami ingin mendapatkan bola dan semuanya tahu apa yang harus dilakukan.”

“Dalam hidup, anda harus terus beradaptasi dengan hal baru. Liga ini berbeda dari Serie A; anda harus sedikit menyesuaikan. Saya pikir semuanya telah beradaptasi dengan hal-hal baru, termasuk juga pelatih.”

“Anda bisa lihat cara kami bermain menghadapi Tottenham dan Manchester City [final Piala Liga]. Berbeda dengan gaya bermain kami dalam tiga bulan pertama.”

“Semuanya butuh adaptasi, semuanya butuh pembelajaran dan bagusnya itu semua terjadi pada saat ini,” tandasnya.

Chelsea sendiri kini masih bertahan di peringkat enam klasemen sementara Premier League dengan raihan 56 poin, tertinggal dua poin dari Manchester United di posisi empat. Namun Hazard dan kawan-kawan masih menyisakan satu pertandingan.

Selalu update berita bola terkini seputar sepakbola dunia hanya di vivagoal.com

Menjamu Fulham, Rudiger Ingin Chelsea Tampil Baik

Vivagoal Liga Inggris – Di lanjutan laga Premier League pekan ke-14, Chelsea akan menjamu Fulham di markas kebanggaannya Stamford Bridge, Minggu (2/12/18) malam WIB.

Pada pekan sebelumnya, Chelsea harus merasakan kekalahan pertamanya di Premier League saat di bungkam Tottenham Hotspurs 1-3 di Stadion Wembley. Kekalahan itu membuat The Blues harus rela turun ke peringkat 4 dengan raihan 28 poin dan Tottenham berada satu peringkat di atas mereka.

Pemain bertahan Chelsea, Antonio Rudiger berharap agar timnya melupakan apa yang telah terjadi di pekan ke-13. Ia juga menegaskan pertandingan melawan Tottenham dijadikan pelajaran untuk dapat bermain lebih baik lagi.

Oleh karena itu,Pemain asal Jerman tersebut ingin rekannya segera bangkit untuk melanjutkan persaingan di papan atas klasemen sementara.

“Sulit untuk mengatakan apa yang salah dari kami. Kadang, hanya ada satu atau dua pemain yang tidak bermain bagus, tapi kali ini seluruh tim. Agak aneh. Sulit untuk dijelaskan tapi jika itu terjadi, Anda akan kalah,” ucap Rudiger.

“Satu-satunya hal yang bisa saya katakan adalah kami harus melihat ini sebagai pelajaran berharga. Kami harus segera bangkit. Pasti, kami harus bisa memberi sebuah reaksi,” tegas Rudiger dikutip dari Four Four Two.

Chelsea yang mendapatkan hasil kurang memuaskan di dua laga terakhir akan mendapatkan perlawanan sengit mengingat Fulham meraih kemenangan pada pekan sebelumnya. Menurut Rudiger, Derby London ini akan menjadi suguhan penting bagi para kedua fans.

“Melawan Fulham adalah derby lokal dan itu akan sangat penting bagi para fans dan juga bagi saya. Ini adalah pengalaman pertama saya. Saya rasa setiap laga penting dan kami ingin menang,” tutup Rudiger.

Selalu update berita bola terkini seputar sepakbola dunia hanya di vivagoal.com

Tak Mampu Tampil Konsisten, Pantang Bagi Chelsea Impikan Juara

VivagoalLiga Inggris – Bek Chelsea, Antonio Rudiger mewanti-wanti timnya untuk melupakan gelar juara Liga Primer Inggris jika masih kesulitan meraih kemenangan.

Sebelum awal musim, Chelsea memang cukup terpinggirkan dari daftar calon juara Liga Primer Inggris musim ini. Pergantian pelatih jelang musim bergulir dan juga catatan minor musim lalu menempatkan mereka sebagai tim penggembira di musim baru.

Namun anggapan tersebut terbantahkan dengan keberhasilan Chelsea berada di papan atas klasemen sementara. Tidak hanya itu tim besutan Maurizio Sarri tersebut masih belum tersentuh sekalipun kekalahan hingga pekan 12 ini.

Hanya saja catatan tersebut bukanlah sebuah prestasi yang bisa terus dibanggakan. Pasalnya dari 12 laga yang sudah dijalani Hazard dkk hanya meraih delapan kali kemenangan dan empat hasil imbang

Alhasil mereka masih menempati peringkat tiga dengan terpaut empat poin dari Manchester City di puncak klasemen yang juga belum pernah kalah sama halnya dengan Liverpool.

“Saya ingin memenangkan pertandingan, namun kami gagal melakukan tugas kami. Jika kami tidak memenangkan pertandingan seperti ini, maka jangan berharap kami bisa menyamai Man City dan Liverpool,” buka Rudiger seperti dikutip Daily Star.

Rudiger pun tampak begitu kecewa dengan raihan hasil imbang Chelsea. Dimana terakhir mereka rasakan saat menjamu Everton. Menurutnya untuk bisa menjaga kans juara The Blues harus bisa meraih kemenangan di laga-laga seperti ini.

“Jika kami ingin meraih sesuatu yang besar di akhir musim nanti, maka kami harus memenangkan pertandingan seperti saat melawan Everton,” kata Rudiger.

Ia menambahkan belum kalahnya Chelsea musim ini memang modal bagus bagi tim. Namun hasil-hasil imbang yang sudah mereka dapatkan tak ubahnya terasa seperti sebuah kekalahan.

“Ya, kami memang belum terkalahkan musim ini dan itu adalah hal yang membanggakan. Namun bagi saya, saat kami kehilangan poin itu terasa seperti kami menelan kekalahan.Kami seharusnya memenangkan pertandingan kandang. Namun tidak peduli laga kandang atau tandang, kami harus memenangkan setiap pertandingan,” tambahnya.

Ia tak ingin jika Chelsea terus kehilangan poin. Seperti yang terjadi musim lalu, dimana Chelsea banyak kehilangan poin dan tak menjadi juara.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di vivagoal.com

LATEST NEWS

- Advertisement -

HOT NEWS