Home Tags Genoa
SQUAD
Player Position Nationality Age
Federico Valietti Defender Italy 21
Peter Svarrer Ankersen Defender Denmark 30
A. Favilli Attacker Italy 23
M. Perin Goalkeeper Italy 28
F. Marchetti Goalkeeper Italy 37
A. Paleari Goalkeeper Italy 28
L. Zima Goalkeeper Czech Republic 26
G. Agostino Goalkeeper Italy 18
C. Zapata Defender Colombia 34
Domenico Criscito Defender Italy 34
E. Goldaniga Defender Italy 27
M. Bani Defender Italy 27
D. Biraschi Defender Italy 26
P. Ghiglione Defender Italy 23
A. Masiello Defender Italy 34
D. Zappacosta Defender Italy 28
Luca Pellegrini Defender Italy 21
L. Czyborra Defender Germany 21
L. Lerager Midfielder Denmark 27
V. Behrami Midfielder Switzerland 35
M. Zajc Midfielder Slovenia 26
P. Brlek Midfielder Croatia 26
L. Schöne Midfielder Denmark 34
I. Radovanović Midfielder Serbia 32
F. Melegoni Midfielder Italy 21
C. Micovschi Midfielder Romania 21
S. Sturaro Midfielder Italy 27
F. Cassata Midfielder Italy 23
M. Badelj Midfielder Croatia 31
N. Rovella Midfielder Italy 19
V. Parigini Midfielder Italy 24
Steeve-Mike Eboa Ebongue Midfielder France 19
G. Scamacca Attacker Italy 21
G. Pandev Attacker North Macedonia 37
Mattia Destro Attacker Italy 29
G. Caso Attacker Italy 22
M. Pjaca Attacker Croatia 25
J. Asoro Attacker Sweden 21
E. Shomurodov Attacker Uzbekistan 25
D. Males Attacker Switzerland 19
M. Curado Defender Argentina 25
F. Jagiełło Midfielder Poland 23
Asencio Attacker Spain 22
A. Pinamonti Attacker Italy 21
STANDINGS
2020-21 Serie A
Club GP W D L GD Pts
Atalanta 3 3 0 0 8 9
AC Milan 3 3 0 0 7 9
Sassuolo 3 2 1 0 6 7
Juventus 3 2 1 0 6 7
Inter 3 2 1 0 4 7
See Complete Standings
FIXTURES
Genoa
Inter
Sat, 24/10 04:00 WIB
Sampdoria
Genoa
Sun, 1/11 07:45 WIB
Genoa
Torino
Wed, 4/11 04:00 WIB
Genoa
AS Roma
Sun, 8/11 02:00 WIB

Tag: Genoa

11 Pemain dan 3 Staf Genoa Positif Virus Corona

0

Vivagoal Serie A – Sebuah laporan mengejutkan datang dari Serie A terkait perkembangan pandemi Covid-19. Disebutkan ada 11 pemain Genoa yang positif terjangkit Covid-19, enam nama diantaranya tampil melawan Napoli.

Napoli tampil garang kala menjamu Genoa dalam laga pekan ke-2 Serie A yang diselenggarakan pada Minggu (27/9/2020) kemarin. Klub berjuluk Il Partenopei tersebut menang telak dengan skor 6-0 atas tamunya.

Namun kemenangan tersebut dihantui oleh kabar suram. Dikabarkan ada 11 pemain Genoa yang terpapar Covid-19 usai melakukan tes swab pasca pertandingan. Langkah tes swab setelah pertandingan terpaksa dilakukan setelah Mattia Perin dinyatakan positif Covid-19 pada tes swab sebelum laga.

Dan pada Senin malam (28/9/2020) waktu setempat, atau 24 jam setelah pertandingan, Genoa mengumumkan terdapat 14 orang dari kubu mereka yang positif. Tiga di antaranya adalah staf tim, seperti yang dilaporkan Sky Sport Italia.

Dari total 11 pemain yang positif, enam diantaranya tampil melawan Napoli. Namun tidak disebutkan secara detail keseluruhan pemain yang terdampak virus tersebut.


Baca Juga:



Pihak Genoa dikabarkan juga akan kembali melakukan tes swab. Hal ini setelah ada beberapa pemain dari klub berjuluk Il Grifone tersebut yang menunjukkan gejala-gejala Covid-19.

Kabar tersebut bisa berdampak pada perhelatan laga Serie A yang akan dilaksanakan akhir pekan ini. Pada Sabtu (3/10/2020) malam, diketahui bahwa Genoa bakalan bertemu dengan Torino di Stadio Luigi Ferraris.

Atas kasus Covid-19 tersebut, laga Napoli kontra Juventus, yang digelar pada Senin (5/10/2020) kemungkinan besar akan ditunda. Saat ini, para pemain Napoli sedang menjalani isolasi mandiri dan melakukan tes swab secara berkala.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Berkaca Pada Bundesliga, Serie A Tak Perlu Takut Gulirkan Lagi Kompetisi

Vivagoal Serie A – Pelatih Genoa, Davide Nicola, cukup yakin kesuksesan Bundesliga menggelar kembali kompetisi akan menular di Serie A.

Serie A sendiri terpaksa dihentikan pada awal Maret kemarin karena pandemi corona yang menyerang Italia. Kekhawatiran pun melanda setelah penyebaran virus begitu cepat dan tanpa pandang bulu.

Kini setelah penyebaran mulai terkontrol, pemerintah dan pihak penyelenggara memutuskan untuk kembali melanjutkan musim kompetisi pada bulan ini. Segala protokol pun sudah dipersiapkan guna menjamin keselamatan semua pihak.

Namun pro kontra masih saja muncul. Tak sedikit yang menyambut gembira kabar tersebut namun banyak pula yang masih ketakutan kembali ke kehidupan normal.

Nicola pun meminta semua pihak untuk tidak terlalu cemas dengan keselamatan mereka. Hal ini melihat dari keberhasilan Bundesliga Jerman dalam melanjutkan kompetisi sejak Mei mendatang dan sampai sekarang tidak ada masalah yang datang.

“Kita tidak perlu khawatir dan memikirkan alasan untuk terus menunda kompetisi Liga Italia,” ucap Nicola seperti dilansir dari Football Italia.

“Saya telah melihat pertandingan sepak bola dimulai di negara Jerman karena Bundesliga adalah kompetisi pertama di Eropa yang kembali bergulir. Begitu banyak kondisi mereka [saat bertanding] yang mirip dengan apa yang kami akan alami ketika kompetisi Liga Italia dimulai lagi.”


Baca Juga:



“Stadion kosong, ada jarak antar pemain di bangku cadangan, dan tidak ada perayaan saat kami mencetak gol.”

Nicola juga mengatakan secara perlahan semua pihak akan beradaptasi dengan kondisi tersebut. Tidak hanya itu, gaya permainan akan kembali normal seperti sedia kala termasuk di Italia nantinya.

“Ini adalah situasi luar biasa dan kita harus beradaptasi dengan keadaan ini sebab Bundesliga juga telah melakukannya.”

“Sepak bola di Jerman selalu meraih kemenangan dengan serangan balik, tendangan bebas yang cepat, dan tempo permainan yang cepat pula. Mereka juga tetap perlu beradaptasi ketika bertanding dan setelah itu, Bundesliga akan kembali bermain dengan gaya permainan seperti semula.”

“Lalu saya berpikir, hal yang sama juga akan berlaku untuk kompetisi Liga Italia,” kata pelatih berusia 47 tahun itu.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Klub Serie A Ini Menyesal Gagal Datangkan Lewandowski

Vivagoal Serie ASetelah dua tahun mengawali karier di Znicz Pruszkow pada 2006, Lewandowski kemudian hijrah ke Lech Poznań. Pada 2010, bomber asal Polandia tersebut kemudian menarik perhatian Genoa. Keduanya bahkan sudah mencapai kesepakatan personal.

Namun  mantan Direktur Olahraga Genoa, Stefano Capozucca mengungkapkan kesalahan fatal dilakukan oleh Genoa. Sang Presiden, Enrico Preziosi, menghentikan operasi transfer sang bomber.

“Kesepakatan secara personal sudah tercapai untuk Lewandowski pada 2010. [Gian Piero] Gasperini tahu kemampuannya. Dia masih harus menjalani tes medis, tapi kemudian Presiden tiba-tiba membatalkannya,” tutur Capozucca kepada Radio Sportiva, seperti dikutip Football Italia.


Baca Juga:


Lewandowski kemudian berpaling dan memilih Borussia Dortmund dengan nilai transfer sekitar €4,5 juta. Empat musim di sana, Lewandowski menjelma menjadi mesin gol dengan torehan 103 gol dalam 187 penampilan.

Pada 2014, Lewandowski kemudian menyeberang ke kubu rival, Bayern Munchen dengan nilai transfer €50 juta. Hingga memasuki musim keenamnya bersama Bayern, Lewandowski sudah mencetak 230 gol dalam 275 penampilan untuk sang raksasa Bavaria.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Menyoal Kelanjutan Serie A, Begini Respon Presiden Genoa

Vivagoal Serie ASerie A menjadi kompetisi di Eropa pertama yang memutuskan untuk menunda kompetisi. Hal ini berkaitan dengan keputusan pemerintah untuk me-lockdown warganya demi mencegah penyebaran virus Corona.

Pihak FIGC sendiri awalnya sepakat untuk menunda liga hingga Mei mendatang. Namun jadwal tersebut masih mungkin akan mundur tergantung dengan kondisi di Italia. 


Baca Juga: 


Presiden Genoa, Enrico Preziosi, optimis Serie A akan kembali bergulir setelah penyebaran Covid-19 mereda. Meski demikian, dia tak tahu pasti kapan situasi akan menjadi lebih baik dan sepak bola akan kembali dimainkan. 

“Kami tahu, mungkin untuk menunda Euro 2020 dan itu adalah keputusan yang tepat. Saya tidak tahu berapa biaya yang hilang untuk penundaan ini, tapi ini diperlukan jadi kami bisa menyelesaikan liga-liga domestik dan kompetisi Eropa.

“Terus terang sulit untuk membuat prediksi saat ini, karena kami berharap virus tidak menyebar lebih gila lagi. Saya menilai, keputusan lockdown dari pemerintah mungkin akan diperpanjang sampai lewat Paskah.

“Lega Serie A dan FIGC menyepakati tanggal 9 Mei, izin [penangguhan] virus corona. Para pemain perlu berlatih kembali untuk mendapatkan bentuk terbaik mereka, jadi perlu beberapa pekan lagi sebelum liga kembali bergulir,” jelas Preziosi.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Kalah Dari Genoa, Pioli; Milan Kurang Determinasi

Vivagoal Serie A – Pelatih AC Milan, Stefano Pioli tak ingin banyak alasan saat kalah 1-2 dari Genoa. Ia menyebut tim bermain dengan determinasi yang kurang sehingga tampil buruk.

Laga melawan Genoa itu sendiri menjadi laga lanjutan Serie A. Digelar di San Siro, Minggu (8/3/2020), Milan berhasil mendominasi pertandingan meski laga berlangsung tanpa penonton.

Baca juga: Serie A Siap Dihentikan Jika Ada Pemain yang Positif Corona

Milan mendominasi tamunya dengan 23 percobaan (4 on target), sedangkan Genoa memiliki 11 percobaan (3 on target).

Namun sayang, Milan tak mendapat hasil yang diinginkan. Mereka tertinggal dua gol lebih dahulu yang masing-masing dicetak oleh Goran Pandev dan Francesco Cassata. Tuan rumah kemudian hanya mendapat satu gol hiburan dari Zlatan Ibrahimovic.  

Menanggapi kekalahan memilukan tersebut, Pioli tak ingin banyak alasan. Ia menyebut timnya tampil tanpa determinasi tinggi.

“Kami tidak memerlukan alibi atau pembenaran, tidak juga karena kami bermain tanpa penonton, ataupun masalah internal di dalam klub [pemecatan Zvonimir Boban]. Kami seharusnya memiliki determinasi lebih dalam momen-momen kunci di pertandingan,” tegas Pioli usai laga kepada DAZN.

Baca juga: Mantan Pemain Liverpool dan Juventus Jadi Suspect Corona

“Kalau Anda kebobolan satu gol saat ada lebih banyak pemain kami di kotak penalti daripada mereka, itu artinya ada kesalahan,” lugas Pioli.

“Saya tidak bisa bilang kami tidak bermain baik, karena kami bermain tapi terlepas dari 22 tembakan, hanya ada beberapa yang mengarah tepat ke gawang. Saya ingin kami lebih memiliki determinasi di momen-momen tertentu dan kemudian kami membuat kesalahan sehingga kebobolan dua gol.”

“Kami tidak mempunyai alasan, kami mestinya tampil lebih baik dari ini. Sulit mengatakan ketika Anda tidak bermain bagus ketika Anda menghabiskan sebagian besar waktu pertandingan di daerah pertahanan lawan dan memiliki 22 tembakan. Itu bukan karena pengaruh teknik atau taktik, itu hanya kurang determinasi,” imbuh dia.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Sembilan Klub Serie A Lakukan Pelanggaran Soal Tiketing

Vivagoal Serie A – Pengamat sepakbola Italia membuka data mencengangkan. Disebutkannya sembilan klub elite Serie A melakukan pelanggaran soal tiketing di Liga Domestik. 

Dilansir dari Reuters, Juventus, Inter Milan, AC Milan, AS Roma, Lazio, Atalanta, Cagliari, Genoa, dan Udinese terlibat dalam urusan ini.

Dalam laporan itu disebut  tiket terusan satu musim yang mereka rilis bermasalah setelah menyertakan klausul atau kontrak yang dianggap bisa merugikan konsumen.

Baca Juga: De Ligt DIklaim Sebagai Bek Terbaik Dunia, Kok Bisa?

Klausul dalam tiket terusan dikabarkan membebaskan klub untuk mengembalikan uang kepada penonton andai pertandingan gagal dilaksanakan karena sanksi atau penundaan laga lantaran beragam urusan.

Otoritas sepakbola Italia sendiri sebelumnya sudah meminta pihak klub untuk mengubah kontrak tersebut pada Mei 2019 lalu. Namun tidak ada tanggapan serius dari pihak klub.

Football Italia menyebut dari sembilan klub hanya Bologna dan Parma yang diklaim memberikan respons dan sepakat untuk mengubah klausul atau kontrak dari tiket pramusim.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Kesulitan Lawan Genoa, Sarri Rindukan Pemain Satu Ini

0

Vivagoal Serie A – Maurizio Sarri mengaku kurang puas dengan performa anak asuhnya saat Juventus menang 2-1 kontra Genoa dalam laga lanjutan Serie A, Kamis (31/10/2019) dini hari tadi di Allianz Stadium.

Juventus yang bertindak sebagai tuan rumah sejatinya sempat unggul melalui gol Leonardo Bonucci di menit ke-36. Empat menit berselang, giliran Genoa yang menggetarkan jala gawang Juventus berkat aksi Christian Kouame.

Baca juga: Juventus Disinyalir Tengah Pantau Salah dan Son

Skor sama kuat bertahan cukup lama bahkan saat Genoa hanya bermain dengan sepuluh orang pemain setelah Francesco Cassata diganjar kartu merah oleh wasit di awal babak kedua. Gol kemenangan Juventus baru lahir di masa injury time melalui tendangan penalti Cristiano Ronaldo.

Sarri tampak kurang puas dengan performa anak asuhnya pada laga tersebut. Menurutnya para pemain masih kurang maksimal memanfaatkan kesempatan dan mengantisipasi serangan lawan.

“Kemenangan baru datang pada akhir pertandingan, namun saya merasa itu muncul sebagai konsekuensi atas semua pekerjaan yang telah kami lakukan dan kesempatan yang kami ciptakan sebelumnya,” ujar Sarri kepada Sky Sport Italia.

“Pada saat ini, kami tak cukup baik dalam mengubah peluang mencetak gol yang didapatkan dan kami kebobolan gol yang seharusnya sangat bisa kami hindari,” lanjutnya.

Baca juga: Karena Sosok Ini, Milan Bisa Bidik Dua Gelandang Kroasia

Sarri kemudian mengakui merindukan keberadaan sosok Gonzalo Higuain dalam timnya. Menurutnya pemain asal Argentina itu bisa menjadi jawaban atas minimnya kesempatan yang berbuah menjadi gol dari timnya.

“Higuain adalah satu-satunya striker yang tersedia dengan karakteristik penyerang sentral murni, sedangkan lainnya tidak begitu khas,” tambahnya.

“Walaupun mendominasi penguasaan bola, kami selalu memiliki resiko tidak memiliki sosok di dalam kotak penalti tanpa adanya Gonzalo,” tandasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Mantan Pelatih PSG Junior Resmi Tangani Genoa

0

Vivagoal Serie APasca kekalahan telak 5-1 atas Parma, Genoa bergerak cepat guna merespon keterpurukan tim. Mereka memecat Aurelio Andreazzoli dan menggantinya dengan mantan gelandang klub, Thiago Motta.

Motta sendiri bukan nama anyar bagi publik Luigi Ferraris. Ia sempat memperkuat Rossoblu dalam rentang 2008/09. Dalam kurun waktu tersebut, ia sukses mengantarkan klub lolos ke Liga Eropa. Setelah dari Genoa, Motta pun berkelana ke berbagai tim. Barcelona dan Inter Milan dan PSG menjadi klubnya selanjutnya.

Bersama tim yang disebut terakhir, Motta sukses merengkun 18 trofi dari 6 tahun masa bermainnya dengan Les Parisiens. Ia pun sempat melatih tim junior PSG. Motta pun kerap melakukan pendekatan taktik menyerang dengan skema yang tak biasa yakni 2-7-2.

“Gagasan saya adalah untuk bermain ofensif. Tim yang mengontrol permainan, memberikan tekanan tinggi dan ada banyak pergerakan dengan dan tanpa bola,” ungkap Motta, seperti dinukil Goal International.

Baca Juga : Serie A, Liganya Kakek-Kakek

Dalam formasi tersebut, kiper timnya menjadi bagian pemain tengah saat menguasai bola. “Penjaga gawang dihitung sebagai tambahan dari tujuh gelandang di tengah. Bagi saya, para penyerang adalah barisan pertahanan pertama dan penjaga gawang adalah penyerang pertama,” katanya.

Selalu update Serie berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Meski Menang, Gelandang Milan Tak Begitu Girang, Kenapa?

Vivagoal Serie A – Meski AC Milan sukses mengakhiri rentetan kekalahan dengan menang atas Genoa, gelandang Milan, Giacomo Bonaventura mengaku tak senang melihat performa timnya. Mengapa demikian?

Bermain di Luigi Ferraris, Minggu (6/10) kemarin,  Milan sukses mengunci kemenangan 1-2 melalui gol Theo Hernandez dan penalty Frank Kessie. Tuan rumah sendiri hanya mampu memperkecil satu angka melalui freekick Lesse Schone. Kemenangan tersebut merupakan yang ketiga untuk Rosoneri sepanjang musim 2019/20.

Usai laga, Bonaventura mengaku timnya bisa tampil lebih baik lagi dari laga tadi. Meski begitu, ia tetap senang Milan bisa keluar dari tekanan dari fans dan media. Kedua pihak tersebut memang kerap mengkritisi permainan Milan yang dianggap menurun.

“Ini adalah kemenangan penting, karena beberapa pertandingan terakhir negatif. Jadi kami membutuhkan poin,” kata gelandang itu kepada DAZN.

“Meskipun demikian, kita dapat dan harus tampil lebih baik. Sudah sewajarnya tekanan sampai ke sebuah tim dengan begitu banyak pemain muda, tetapi kita perlu mendapatkan yang terbaik dari diri kita sendiri,” tegas Bonaventura.

Baca Juga: Menang, Milan Disebut Sudah Tunjukan Karakter

Saat ini, Setan Merah Italia masih bertengger di posisi 13 klasemen sementara dengan raihan 9 poin.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Menang, Milan Disebut Sudah Tunjukan Karakter

Vivagoal Serie A – AC Milan sukses memutus tren buruk mereka di Serie A pasca menang 1-2 atas Genoa dalam lanjutan Serie A, Minggu (6/10) dinihari WIB. Menurut pelatih Rosoneri, Marco Giampaolo, timnya sudah menunjukan karakter permainan.

AC Milan sejatinya  sempat tertinggal lebih dulu dari Genoa melalui gol Lesse Schone. Tim Kota Mode pun merespon cepat dengan gol Theo Hernandez dan sepakan 15 Frank Kessie. Kemenangan itu pun sejenak mengamankan posisi Marco Giampaolo dari ancaman pemecatan yang berdengung kencang dalam beberapa hari terakhir.

Baca Juga: Disebut Jadi Suksesor Giampaolo, Legenda Milan Buka Suara

“Ini adalah laga yang sulit. Kami berada di bawah tekanan. Jadi, saya memuji para pemain karena tetap fokus sepanjang pertandingan,” ucap Giampaolo, seperti dinukil Goal International.  “Saya bahkan tidak peduli jika mereka melakukan kesalahan, yang terpenting adalah bagaimana merespons dan menunjukkan karakter,” tutur mantan pelatih Sampdoria itu.

Bermodal kemenangan tersebut, Giampaolo ingin dalam pekan-pekan ke depan, timnya bisa bermain lebih tajam dan menunjukan kualitasnya kembali. Raihan tiga poin Milan membuat mereka  mengakhiri streak kekalahan dalam tiga laga beruntun. Saat ini, Setan Merah Italia masih bertengger di posisi 13 klasemen sementara dengan raihan 9 poin.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

LATEST NEWS

HOT NEWS