Home Tags Indonesia
SQUAD
Player Position Nationality Age
Rudolof Yanto Basna Defender Indonesia 24
Ricky Fajrin Saputra Defender Indonesia 24
Stefano Lilipaly Midfielder Indonesia 29
Ilija Spasojević Attacker Indonesia 32
Irfan Haarys Bachdim Attacker Indonesia 31
Yustinus Pae Defender Indonesia 36
Andik Vermansyah Midfielder Indonesia 28
Zulfiandi Midfielder Indonesia 24
Gregory Junior Nwokolo Attacker Indonesia 33
Albeto Goncalves Da Costa Attacker Indonesia 39
Awan Setho Raharjo Goalkeeper Indonesia 22
Wahyu Subo Seto Midfielder Indonesia 26
Rizky Ahmad Sanjaya Pellu Midfielder Indonesia 27
Muhammad Syamsuddin Rachmat Attacker Indonesia 31
Dedik Setiawan Attacker Indonesia 25
Ruben Karel Sanadi Defender Indonesia 32
Hansamu Yama Pranata Defender Indonesia 24
Achmad Jufriyanto Defender Indonesia 32
Febri Haryadi Midfielder Indonesia 23
Andritany Ardhiyasa Goalkeeper Indonesia 28
Rizki Ramdani Lestaluhu Midfielder Indonesia 28
Novri Setiawan Midfielder Indonesia 26
Rico Simanjuntak Midfielder Indonesia 27
Manahati Lestusen Midfielder Indonesia 26
Evan Dimas Darmono Midfielder Indonesia 24
Rizky Rizal Ripora Midfielder Indonesia 30
Teja Paku Alam Goalkeeper Indonesia 25
Arthur Barrios Bonai Midfielder Indonesia 28
STANDINGS
-
Club GP W D L GD Pts
See Complete Standings
FIXTURES

Tag: Indonesia

Inilah Reaksi Para Pelatih Timnas Usai Indonesia Ditunjuk Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-21 2021

Vivagoal – Liga Indonesia – Indonesia sudah dipastikan jadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Presiden FIFA, Gianni Infantino, dalam acara FIFA Council di Shanghai, Tiongkok, Kamis (24/11).

Tak ayal, berbagai reaksi langsung diungkapkan para pelaku sepakbola Indonesia. Termasuk para pelatih timnas Indonesia kelompok berumur. Mulai dari Bima Sakti (Indonesia U-16), Fakhri Husaini (Indonesia U-19), dan Indra Sjafri (Indonesia U-22).

Baca juga: Jamu Persija di I Wayan Dipta, Persib Targetkan Tiga Poin

Ketiga pelatih itu mengucapkan rasa syukurnya atas terpilihnya Indonesia di akun instagram masing-masing. Fakhri, misalnya. Dia memposting pesan singkat sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria kepada dirinya soal Indonesia terpilih sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20.

“Pelatih, KITA MENANG, hanya 3 kata WA Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria dari Shanghai ke saya..Alhamdulillah, Allah mengabulkan doa KITA semua. Terima kasih, bu Tisha, atas segala pengorbanan, perjuangan, semangat yang tidak kenal lelah, rasa percaya diri yang tinggi, sehingga mampu menyakinkan FIFA untuk menetapkan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun 2021, “tulis Fakhri, dalam akun instagramnya @coachfakhri.

“Terima kasih atas dukungan & doanya, Bismillah..Insya Allah Indonesia BISA,” tambahnya.

Di sisi lain, Bima Sakti juga mengatakan rasa optimisme tinggi setelah berhasil membawa Indonesia U-16 lolos ke Piala Asia U-16 2020.

Baca juga: Ezechiel Tak Masuk Line Up, Begini Alasan Pelatih Persib

“Alhamdulillah … Bismillah semoga ini menjadi semangat baru dan momentum kebangkitan sepakbola Indonesia, Aamiin YRA,” kata Bima.

Sementara itu, Indra memposting ulang unggahan PSSI berupa video saat Infantino mengumumkan secara resmi Indonesia terpilih sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Pelatih UEA Anggap Indonesia Hanya Kurang Beruntung Di Kualifikasi Piala Dunia 2022

Vivagoal – Liga Indonesia – Pelatih Uni Emirat Arab, Bert van Marwijk, menilai Timnas Indonesia hanya kurang beruntung di dua laga awal kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia. Oleh karenanya, ia mengaku tidak menganggap enteng skuat Garuda Merah di laga malam ini.

Laga UEA vs Indonesia bakal dilangsungkan di Stadion Al Maktoum, Dubai, Kamis (10/10/2019) malam waktu setempat. Skuat Garuda melakoni laga tandang ini dengan modal yang kurang meyakinkan.

Baca juga: Indonesia Disanksi FIFA, Begini Komentar Malaysia

Pasalnya, pada dua laga awal mereka di penyisihan Grup G kualifikasi piala Dunia 2022 semuanya berakhir dengan kekalahan, yakni kalah 2-3 dari Timnas Malaysia dan tumbang 0-3 dari Timnas Thailand. Di laga melawan Malaysia, anak asuh Simon McMenemy bahkan sudah sempat unggul dua kali.

Di sisi lain, UEA baru bertanding sekali melawan Malaysia. Di pertandingan itu, Walid Abbas menang 2-1, dan sementara menempel Thailand di Grup H, di mana Indonesia sementara menjadi juru kunci tanpa raihan satu poin pun.

Van Marwijk, yang sempat membawa Timnas Belanda menjadi runner up Piala Dunia 2010, menganggap Indonesia hanya kurang beruntung hingga harus menelan dua kekalahan. Menurutnya, Hansamu Yama dkk sedianya sudah berhasil merepotkan Malaysia dan Thailand sebelum akhirnya kalah.

“Dua hal yang paling penting untuk pertandingan nanti adalah kita jangan meremehkan Indonesia dan menjadi diri kita sendiri,” ucap Van Marwijk, yang dilansir dari The National.

Baca juga: Alasan Aji Santoso Mundur Sebagai Pelatih Los Galacticos Liga 2

“Pertandingan akan berjalan sulit, sebab Indonesia sudah kalah dua kali. Tapi, saya pastikan mereka kalah karena hanya kurang beruntung. Sempat punya kans menang atas Thailand, dan memimpin 2-1 saat menghadapi Malaysia. Jadi Ini takkan mudah. ​​Kami harus konsentrasi 100 persen di laga nanti.” tegasnya.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Kesulitan Timnas Jelang Kualifikasi Piala Dunia Zona Asia

Vivagoal – Liga Indonesia – Timnas Indonesia harus puas satu grup dengan Vietnam, Thailand, Malaysia dan Uni Emirate Arab. Sebelum memulai laga perdananya, pelatih timnas Indonesia mengaku menghadapi beberapa kesulitan.

Simon menilai persiapan skuat Garuda akan berjalan lebih sulit ketimbang tim-tim lain di Grup G. Menurutnya, persiapan yang berbarengan dengan jalannya liga menyulitkan dirinya untuk melakukan persiapan secara maksimal. Meski demikian Simon akan berusaha untuk membuat para punggawa timnas dalam kondisi terbaik di babak kualifikasi.

“Rencana ke depan adalah membuat para pemain siap saat kualifikasi tiba. Namun pada kenyataannya akan lebih sulit karena kompetisi kita sedang berlangsung. Mungkin Thailand dan Malaysia sedikit lebih baik karena liga mereka sudah hampir selesai,” jelas Simon dilansir laman PSSI.

Baca Juga : Begini Kisah Soeratin yang Jatuh Bangun Dirikan PSSI

Meski demikian Simon tak gentar dengan kondisi ini. Menurutnya ini adalah tantangan yang perlu dihadapi dan mencari peluang untuk timnas. Ia pun berharap saat persiapan nanti para punggawa timnas bisa daam kondisi yang baik.

“Hal ini bisa menjadi tantangan sekaligus peluang untuk kita. Saya harap para pemain sedang dalam kondisi yang baik,” tutup Simon.

Selain Malaysia dan Thailand, Simon mewaspadai satu-satunya tim asal timur tengah di Grup G, UEA. Menurutnya pertandingan melawan UEA akan sangat penting.

Selalu update berita Liga Indonesia terbaru hanya di Vivagoal.com

Satu Grup dengan Indonesia, Begini Reaksi Pelatih UEA

Vivagoal Liga Indonesia – Indonesia bersiap menghadapi kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia. Timnas Garuda sendiri berada di Grup G bersama Uni Emirat Arab, Vietnam, Thailand dan Malaysia. Hasil drawing ini pun membuat Bert van Marwijk, pelatih UEA untuk berkomentar. 

Marwijk dengan gamblang menyoroti Thailand dan Vietnam yang diakuinya akan menjadi lawan terberat di babak kualifikasi ini. Sedangkan Marwijk sama sekali tidak memperhitungkan Indonesia dan Malaysia yang berada satu grup dengan mereka. 

“Vietnam adalah tim kuat yang memainkan sepakbola menyerang. Mereka sudah menunjukkan level permainan sangat bagus di Piala Asia dan membuat publik sepakbola dunia terkesan.

“Sementara Thailand, mereka juga salah satu yang terkuat di Asia dan paling kuat di Asia Tenggara. Namun kami sudah tahu kekuatan dan kelemahan mereka karena sudah pernah bertemu di pra piala Dunia kemarin” kata van Marwijk dilansir dari Khaleej Times.

Walau begitu, Bert van Marwijk diberi peringatan keras oleh wakil Presiden Asosiasi Sepakbola UEA, Abdullah Naser Al Junaibi. Sang presiden mengatakan persaingan grup Piala Dunia tidak selalu menguntungkan karenanya ia meminta sang pelatih untuk tak jumawa. 

“Hasil undian terlihat bagus, tapi sekarang tidak ada namanya pertandingan mudah atau lawan mudah. Semua tim sama kuatnya, kami hanya harus fokus pada pembenahan diri sendiri.” tegasnya.

Selalu update berita Liga Indonesia terbaru hanya di Vivagoal.com

Bintang AC Milan Soroti Aksi Sepakbola Jalanan Anak-anak Di Bali

0

Vivagoal Serie ABintang AC Milan, Suso menyoroti aksi permainan sepakbola yang dilakukan bocah asal Indonesia. Suso bahkan mengunggah video aksi bocah tersebut di akun instagram pribadinya, @suso.

Dilihat dari akun IG nya, Suso yang punya nama lengkap Jesus Joaquin Fernandez Saenz de la Torre mengunggah ulang video aksi anak-anak yang diketahui berada di Bali itu dari akun Tekkers. Dalam postingannya, Suso menambahkan keterangan, “sepakbola di mana saja.. selalu ada hal yang membuatmu penuh dengan ilusi dan kegembiraan. #milaneverywhere.”

Baca juga : Diincar Tottenham, Begini Peran Suso Andai Gabung The Lilywhites

Salah satu alasan eks pemain Liverpool itu mengunggah video aksi sepakbola jalanan bocah di Bali adalah karena si bocah terlihat mengenakan jersey Milan yang bernomor punggung 8 dan bertuliskan nama Suso.

Bocah yang belum diketahui identitasnya itu nampak berakhir dengan melepaskan sebuah umpan terukur kepada seorang temannya. Dan dengan sigap bola langsung diceploskan ke gawang yang terbuat dari batang bambu.

Tentunya, selain faktor jersey Milan yang dikenakan si bocah, Suso juga pastinya menyorot cara bocah tersebut dalam memberi assist. Saat memberi umpan, bocah itu menggunakan kaki kanan, sementara sang bintang diketahui banyak mengandalkan kaki kiri.

Selain soal kaki, yang menarik buat Suso adalah selebrasi si bocah ketika kawannya sukses menjebol gawang lawan. Dari tayangan video tersebut, si bocah melakukan selebrasi bukan dengan gaya Suso tapi ala Krzysztof Piatek.

Baca juga : Restorasi Skuat, AC Milan Incar Gelandang Potensial Prancis

Unggahan itu sendiri hingga saat ini sudah ditonton sebanyak 689 ribu kali dan menuai hingga 3.273 komentar.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Indonesia Bantai Vanuatu Enam Gol Tanpa Balas

VivagoalLiga Indonesia – Tim Nasional Indonesia menang telak atas Vanuatu di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Sabtu (15/6/2019). Di laga ujicoba itu, tim Garuda menang enam gol tanpa balas.

Menariknya di laga tersebut, penyerang senior Alberto Beto Goncalves mencetak Quatrick yang masing-masing dicetak pada menit ke-2, 48, 61 dan 65. Selain Beto, dua gol lain disarangkan oleh Evan Dimas Darmono pada menit 19  dan 74.

Sejak menit awal pertandingan pasukan Garuda mendominasi jalannya pertandingan. Terlihat jelas perbedaan kualitas kedua tim, Indonesia yang unggul kecepatan mampu memainkan bola-bola pendek dan merepotkan pertahanan Vanuatu.

Meski Vanuatu unggul postur, mereka tak mampu berbuat banyak. Mereka selalu kalah duel baik di udara ataupun duel satu lawan satu. Terbukti Indonesia masih mampu mencetak gol melalui sundulan Beto Goncalves.

Memasuki akhir babak kedua pelatih timnas Indonesia, Simon McMenemy mengganti hampir seluruh pemain Indonesia. Namun sayang, meski melakukan rotasi hingga peluit panjang pertandingan tak ada gol tercipta.

Kemenangan atas Vanuatu ini diharapkan mampu membangkitkan mental Indonesia yang sebelumnya kalah 4-1 di laga uji coba melawan Jordania. Selain itu, bertandingan malam tadi menjadi ajang persiapan timnas jelang Pra Piala Dunia 2022.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Vietnam Sudah Pakai VAR, Indonesia Kapan?

0

Vivagoal – Vietnam sudah mengumumkan akan segera menggunakan Video Assistant Referee (VAR) pada paruh kedua musim 2019 Vietnam League. Yang menarik kemudian, Liga 1 Indonesia kapan bisa mengikutinya?

Presiden Vietnam Professional Football (VPF), Tran Anh Tu telah mengonfirmasi terkait penggunaan VAR di Liga Vietnam. Dan untuk pemakaian VAR, ada dua opsi yang akan diterapkan oleh VPF selaku pengelola liga.

Opsi pertama adalah Vietnam akan membangun pusat VAR di Hanoi karena punya fasilitas dan koneksi yang bagus untuk menerima sinyal di stadion. Namun, opsi ini dinilai memakan biaya besar yang mencapai 644 ribu hingga 688 ribu dolar Amerikan per tahun.

 

Berikutnya, Tran Anh Tu mengatakan bahwa penggunaan VAR bisa dengan melengkapi sebuah mobil VAN dengan semua peralatan VAR untuk dibawa ke stadion. Setiap van nya akan menelan biaya sebesar 258 ribu dolar Amerika atau sekitar Rp 3,6 miliar.

“Setidaknya, dalam dua pertandingan liga musim ini, VAR akan coba digunakan selama venue tidak terlalu berjauhan. Dan semua peralatan di dalam stadion harus sudah memenuhi standar FIFA untuk sebuah laga resmi.” ungkap Tran Anh Tu dikutip dari Fox Sports Asia.

Jika Vietnam sudah menggunakan VAR, Indonesia sendiri lantas kapan mau ikut menggunakan VAR. Sebab, pemakaian VAR sudah dirasa sangat perlu untuk mengatasi permasalahan sepakbola Indonesia yang kerap wasitnya salah bikin keputusan.

Parahnya, karena suporter cepat mudah terprovokasi akibat keputusan wasit yang mengecewakan. Dan pada akhirnya berujung pada ribut-ribut antar pemain di lapangan.

Selalu update berita bola terkini seputar sepakbola dunia hanya di vivagoal.com

Timnas Indonesia Kalah Bersaing dengan Negara Peringkat 172 FIFA

VivagoalLiga Indonesia – Timnas Indonesia U-23 harus puas menelan kenyataan pahit dalam keikutsertaannya di Kualifikasi Piala Asia U-23 2020 di Vietnam.

Melakoni laga kedua melawan tuan rumah Vietnam, Timnas Indonesia U-23 takluk dengan skor tipis 0-1. Gol Trieu Viet Hung di menit injury time babak kedua, 90+4 pada Minggu (24/03/19).

Kekalahan itu membuat Timnas Indonesia U-23 besutan Indra Sjafri harus tersingkir, karena sudah mengalami dua kali kekalahan. Sebelumnya, mereka takluk dari Thailand dengan skor 4-0 di laga perdana Grup K.

Kegagalan ini pun membuat Timnas Indonesia U-23 wajib mengevaluasi kinerja tim, khususnya di lini depan yang sangat tumpul.

Dari dua laga yang sudah dimainkan, belum sekalipun mereka mencetak gol. Hal itu berbanding terbalik kala mengikuti ajang Piala AFF U-22 2019, pada Februari lalu.

Sektor penyerangan Timnas Indonesia U-23 sangat tajam, dan bahkan salah satu penyerangnya Marinus Wanewar berhasil menjadi top skor, yang membuat Timnas U-23 berhasil merebuat gelar juara.

Lebih mirisnya lagi, lini depan Timnas Indonesia U-23 yang dihuni pemain sekelas Egy Maulana Vikri yang berkarier di Eropa bersama Lechia Gdanks, kalah tajam dari Kamboja.

Negara peringkat 172 FIFA itu mampu mencetak satu gol, bahkan melawan tim yang lebih tangguh yakni Korea Selatan, di laga kedua Grup H, Minggu (24/03/19). Namun sayang, Kamboja harus dibantai di laga tersebut dengan skor 6-1.

Senasib dengan Timnas Indonesia U-23, Kamboja juga dipastikan tersingkir dari Kualifikasi Piala Asia U-23 2020, karena sudah mengalami dua kekalahan. Yang pertama takluk dari Australia dengan skor 6-0.

Selalu update berita bola terkini seputar sepakbola dunia hanya di vivagoal.com

Costa Pernah Bela Dua Timnas, Kenapa Ezra Tak Bisa Bela Indonesia?

VivagoalLiga IndonesiaDi saat Ezra Walian dilarang untuk membela timnas Indonesia karena sudah pernah membela timnas Belanda U-17, hal yang berbeda justru dialami oleh penyerang Atletico Madrid, Diego Costa dan Kevin-Prince Boateng yang bisa tetap bisa bermain di dua timnas.

Ezra dipastikan gagal membela timnas Indonesia U-23 di babak kualifikasi Piala Asia U-23 2020 karena terkendala masalah administrasi. Status Ezra yang sudah pernah membela timnas Belanda di ajang Euro U-17 membuat FIFA tak memperkenankan Ezra membela Garuda Muda meski telah berada di Vietnam.

Ezra dalam hal ini tidak memenuhi pengecualian yang kemudian tertuang di pasal 8 A Statuta FIFA. Dalam pasal itu, FIFA menyebut seorang pemain punya kesempatan sekali berganti kewarganegaraan dalam hidupnya. Baik itu untuk pemain yang berkewarganegaraan ganda maupun pemain yang berkesempatan mendapatkan kewarganegaraan baru.

“Dia tidak pernah bermain baik penuh maupun tidak di kompetisi resmi pada Kategori A match untuk asosiasinya saat itu, dan pada saat dia bermain secara penuh maupun tidak di laga internasional pada kompetisi resmi dari asosiasinya saat itu, ia telah memiliki kewarganegaraan dari tim yang ia hendak bela (negara baru).” Tulis Statuta FIFA.

Lantas, hal yang membedakan kasus Ezra, Costa, Boateng dan Geoffrey Kondogbia, termasuk Pepe dan Deco yang kelahiran Brasil dikarenakan negara kelahiran mereka mengizinkan warganya memiliki negara ganda.

Costa mendapat paspor Spanyol setelah tinggal lima tahun lebih disana. Dua laga friendly match  yang dilakoninya bersama Brasil lawan Italia dan Rusia bukan laga tipe A menurut statuta FIFA.

Deco dan Pepe juga tinggal di Portugal tapi belum pernah main untuk timnas Brasil. Sehingga bisa membela Portugal. Sementara Boateng, bisa membela Ghana, negara kelahiran Ibunya, meski pernah bermain bersama timnas Jerman di level usia muda.

Lain lagi dengan kasus gelandang Prancis, Geoffrey Kondogbia yang pernah bermain di level junior sampai senior timnas Prancis. FIFA mengizinkan Kondogbia berpindah timnas pada Agustus 2018 karena dia punya dua kewarganegaraan, Prancis dan Republik Afrika Tengah. Selain itu, lima pertandingan Kondogbia bersama Prancis bukanlah laga kategori A.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

LATEST NEWS

- Advertisement -

HOT NEWS