Indra Sjafri

Vivagoal One on One: Syarat Sukses Timnas Indonesia Versi Indra Sjafri

Dimas Sembada - May 20, 2020
Dibaca Normal dengan Waktu Menit

Vivagoal – Liga Indonesia –  Kepada Vivagoal, Indra Sjafri, Direktur Teknik Tim Nasional Indonesia, buka-bukaan soal  kondisi sepak bola tanah air.

Tangan dinginnya mengantarkan Tim Nasional Indonesia menjuarai AFF Cup U-19.  Namanya kini masuk ke dalam daftar pelatih elit Indonesia, empat tahun belakangan ini dia bahkan selalu naik podium dengan Timnas U-19 dan U-22.

Tak hanya itu, dia juga dikenal jeli dalam membina dan menghasilkan pemain-pemain terbaik. Sebelum adanya Elite Pro Academy, Indra rela blusukan mencari talenta terbaik dari Sabang sampai Marauke.

Kondisi pembinaan usia muda kini telah jauh lebih baik dari sebelumnya. Tapi banyak unek-unek yang mengganjal pelatih asal Sumatera Barat tersebut.

Mimpinya untuk mengharumkan skuad Garuda di kancah Internasional tak bisa bergantung pada dirinya seorang. Dibutuhkan sinergi berbagai lini untuk membantu Timnas berprestasi.

Beberapa waktu lalu, vivagoal berbincang panjang soal masa depan Timnas Indonesia bersama Indra Sjafri. Berikut petikan wawancara kami dalam program Vivagoal One on One:

Pendapat Anda soal pembinaan usia muda dulu dan sekarang?

Jauh lebih baik sekarang, karena pada 2011 itu kita mendapatkan pemain bukan melalui kompetisi tapi lewat blusukan. Belum ada pembinaan usia muda yang benar-benar bagus, pada saat itu paling yang paling baik Cuma seperti primavera dan baretti yang sayang di dalam negerinya tidak diputar kompetisi.

Bagaimana cara Anda membentuk pemain supaya punya kualitas dan professional?

Apapun di dunia ini perlu proses, begitupun untuk menjadi pemain sepak bola yang berkualitas sama. Pertama, pembelajaran harus benar, ilmu-ilmu yang diterima harus tepat. Jadi untuk menjadi pemain berkualitas itu tergantung siapa gurunya (pelatih).

Kadang di Indonesia ini muncul pemain yang profilenya tidak jelas. Tiba-tiba dia muncul sebagai pemain dengan berlatih secara alami. Setelah dia bermain di level yang lebih tinggi dia mentok. Intinya semuanya harus dengan proses. Tapi pengetahuan awal tetap harus benar.


Baca Juga:


Seberapa penting kompetisi usia muda di Indonesia?

Jelas, kompetisi ini ibarat ujian. Tapi ujian saja tidak cukup apabila tidak berlatih dengan baik. Ritmenya akan terus berulang, latihan dan kompetisi dengan jeda dan interval untuk memperbaik kulitas tim, pemain secara individu .

Karenanya, kita perlu kompetisi bukan turnamen yang bersifat dadakan yang mempertemukan tim banyak pertandingan dalam satu hari.

Saat ini sudah diadakan, Elite Pro Academy 16,18, dan 20. Untuk Timnas U-16, PSSI melakukan kompetisi 13,15, dan 17. Tahun ini 15 dan 17 sudah berjalan. Sekarang Elite Pro Academy hanya 18.

Perlu diperhatikan, kemenangan Indonesia dari negara lain ialah potensi, luas daerah, jumlah penduduk, dan pesepakbola aktif. Hal ini juga perlu diperhatikan jangan melulu Elite Pro Academy, sehingga ribuan SSB di luar sana tidak diperhatikan.  Sehingga ke depan ini harus dibenahi. Jangan satu lilin dihidupkan tapi lilin lain padam.

Sebenarnya apa sih yang membedakan pemain Indonesia dengan pemain lain?

Timnas Indonesia perlu pemain-pemain yang berkualitas. Untuk mencapai top perform atlet, yang perlu dibenahi itu skill, kemampuan taktikal dan kecerdasan, fisik dan mental. Empat hal ini sangat penting.

https://www.instagram.com/p/CAZn6MFnVr7/?utm_source=ig_web_copy_link

Menyoal Garuda Select, apakah lulusan mereka bisa menjadi pemain utama Tim Nasional?

Kalo kita hanya berharap pada Garuda Select, kita gak akan bisa hebat. Kita harus punya pemain-pemain lain lebih baik dari garuda select dari potensi sepak bola Indonesia yang kita coba kembangkan.

Kedepan, harus banyak program semacam ini yang dibuat klub professional. Setidaknya ada 18 klub professional untuk membina pemain-pemain muda.

Jika hanya satu klub dengan 23 orang yang berangkat ke Inggris, jelas kita akan merugi. Lebih baik klub-klub lokal dipacu melakukan pembinaan melakukan hal sama. Karenanya ketika berbicara industry sepak bola hal semacam ini harus tersentuh. Lebih baik membina pemain ketimbang membeli pemain mahal.

Untuk sepak bola Indonesia lebih baik, harus seperti apa?

Berbicara prestasi, orang selalu mengarahkan gerbongnya ke PSSI. Tapi PSSI bukan hanya di Jakarta, tapi ingat PSSI itu ada di seluruh penjuru dari Asprov, Askab hingga Askot. Saya harap semua bergerak untuk menghasilkan pelatih-pelatih berkualitas, membina pemain, hinggga menyiapkan kompetisi.

Andai ini dilakukan secara simultan di seluruh Indonesia, ini saya yakin sepak bola Indonesia akan lebih maju. Tapi jika sedikit-sedikit hanya PSSI di FX jelas tidak adil. Karenanya semua berperan dari masyarakat PSSI hingga media.

Selalu update berita terbaru seputar  Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com