MPL Fantasy

Tag: Jurgen Klopp

Libas United, Klopp: Hasil Yang Sangat Memuaskan

VivagoalLiga Inggris – Manajer Liverpool Jurgen Klopp mengatakan jika kemenangan 3-1 atas Manchester United di Anfield, Minggu (16/12) menjadi salah satu kemenangan paling sempurna ya ia rasakan bersama The Reds.

Sadio Mane dan brace Xherdan Shaqiri berhasil menjadi kunci kemenangan Liverpool atas Manchester United yang hanya mampu membalas melalui gol Jese Lingard pada bentrok pekan 17 Liga Primer Inggris.

Melihat performa anak asuhnya yang begitu mendominasi pertandingan, Klopp pun mengaku bangga. Ia bahkan mengatakan jika laga tadi merupakan salah satu yang terbaik yang pernah dimainkan anak asuhnya.

“Sangat, sangat [puas]. Start yang brilian, salah satu performa terbaik yang kami miliki sejak saya berada di Liverpool,” ujar Klopp pada konferensi pers usai pertandingan dikutip dari Sky Sports.

“Setengah jam pertama luar biasa. Kami mencetak hanya satu gol, tapi saya kira tidak ada yang mengharapkan kami mencetak empat atau lima gol atau apa pun.”

“Bagaimana cara kami bermain adalah sangat sempurna: kami berusaha melakukan passing di area-area yang tepat, kami bermain di belakang garis, dan itu bagus.”

“Kemudian, setelah setengah jam, kami agak kehilangan momentum permainan, mereka mencetak gol namun taka da masalah di babak petama. Bukan karena United mendominasi laga, tapi karena pertandingan menjadi lebih terbuka,”

“Ketika mereka merubah gaya bermain saat Fellaini masuk, itu bukan pertanda baik bagi lawan karena bola begitu sulit dipertahankan. Tapi, kami mendapat dominasi lagi setahap demi setahan dan kemudian Shaq menutup pertandingan.”

Lebih lanjut, catatan kemenangan tersebut terasa begitu spesial mengingat itu merupakan kemenangan pertama Liverpool dalam sembilan bentroknya kontra United dan menjadi yang pertama bagi Klopp sejak menukangi Liverpool.

“Itu sangat bagus dan saya pikir kami layak meraih kemenangan.”

Shaqiri selaku bintang di laga tersebut mengatakan jika ia merasa sangat bahagia dengan hasil yang didapat. Eks Bayern dan Inter tersebut mengatakan jika menjadi pemain cadangan memang sangat sulit, namun saat bermain ia menjanjikan penampilan terbaiknya.

“Semua pemain tentu tidak gembira ketika dicadangkan, itu normal. Tetapi memang hanya 11 pemain yang bisa bermain dan pelatih yang menentukan,” ujar Shaqiri dalam laman resmi klub.

“Namun yang pasti saya selalu berusaha membuat dampak ketika saya masuk atau ketika bermain dari awal. Hari ini dampak yang sangat bagus dengan dua gol, saya gembira.”

Kemenangan tersebut membuat Liverpool nyaman di puncak klasemen dengan 45 poin dan masih belum terkalahkan musim ini. Sedang United tertahan di peringkat enam dengan hanya meraih 26 poin.

Selalu update berita bola terkini seputar sepakbola dunia hanya di vivagoal.com

Klopp Harapkan Magis Anfield Saat Jamu Napoli

VivagoalLiga Champions – Misi berat dihadapi Liverpool di kancah Liga Champions. Untuk bisa lolos Klopp tak hanya akan tampil menyerang di mana ia juga berharap dengan gemuruh penonton di stadion.

Grup C menjadi salah satu grup Liga Champions musim ini yang masih menyajikan persaingan tiket lolos ke fase gugur hingga partai terakhir. Napoli (9), PSG(8) dan Liverpool (6) masih berpeluang lolos. Namun bagi The Reds laga penentuan kontra Napoli layaknya final di kompetisi tersebut.

Bagaimana tidak PSG cukup diuntungkan setelah mereka hanya akan bertandang ke markas Red Star Belgrade. Napoli hanya perlu unggul saat berkunjung ke Anfield, sedang Liverpool butuh setidaknya dua perhitungan untuk lolos.

Kesempatan pertama mereka adalah menang dengan skor 1-0. Kemasukan gol membuat langkah mereka kian sulit di mana mereka harus menang dengan selisih tidak boleh kurang dari dua gol.

Melihat kans yang cukup berat tersebut Jurgen Klopp pun meminta anak asuhnya untuk tampil seratus persen di laga nanti. Tidak hanya itu ia juga berharap dukungan penuh dari para fans untuk memenuhi Anfield dan ikut meneror sang lawan selama perbandingan.

“Kami tak cukup bagus saat berkunjung ke Napoli, jadi hal pertama yang ingin kami lakukan adalah menunjukkan bahwa kami lebih baik ketimbang saat bermain di sana,” ujar Klopp dilansir dari Liverpool Echo.

“Sekali lagi, kami akan berharap pada Anfield dan meminta para penggemar untuk membantu kami. Ini adalah pertandingan yang sangat besar.”

“Akan sangat keren jika banyak orang berdiri di belakang kami, itu sangat penting terutama untuk para pemain. Saya tahu mereka sudah mempersiapkannya. Kami tahu betapa besar atmosfer yang dapat mereka ciptakan dan kami berharap bisa melihatnya.”

“Kami melakukan segalanya untuk lolos di turnamen ini dan kami tahu kami punya kesempatan untuk lolos dengan hasil tertentu walau Liga Champions musim ini tidak berjalan mulus untuk kami,” tandasnya.

Anfield menjadi jurus tersembunyi bagi penampilan apik Liverpool musim ini. Sebut saja mereka hanya menelan satu kekalahan di 10 laga kandang di semua ajang yakni saat kalah 1-2 dari Chelsea di ajang Piala Liga.

Selalu update berita bola terkini seputar sepakbola dunia hanya di vivagoal.com

Klopp; Saya Tak Pernah Khawatir Dengan Performa Salah

VivagoalLiga Inggris – Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp mengatakan ia sama sekali tidak pernah meragukan performa Salah meski sang pemain sering menjadi sorotan mengingat peformanya tak segemilang musim lalu.

Musim lalu nama Mohamed Salah berhasil menjadi bintang di jagad Eropa. Bagaimana tidak pada musim debutnya bersama Liverpool, Salah berhasil mencatatkan diri sebagai pemain terbaik di Liga Primer Inggris.

Catatan tersebut tidak lepas dari keberhasilan Salah menjadi pemain kunci untuk Liverpool dengan raihan total 44 gol dari 52 penampilan di musim lalu. Ia juga berhasil menjadi top skorer Liga Primer Inggris dengan raihan 32 gol.

Namun keraguan mulai muncul setelah musim ini berjalan. Jelang tengah musim Salah sempat kesulitan memperlihatkan performa terbaiknya dan meraih rentetan gol. Media dan fans pun mulai menyematkan gelar one season wonder.

Terus mendapat sorotan Salah pun terus berjuang. Hasilnya ia berhasil membungkam kritik yang mengalir padanya melalui tiga gol saat Liverpool menggulung Bournemouth dengan skor telak 4-0 akhir pekan lalu.

Melihat pembuktian yang dilakukan, Klopp pun menegaskan jika dirinya sejak awal sama sekali tidak pernah meragukan kinerja Salah. Ia pun melihat jika Media-lah yang sengaja membuat pemberitaan yang menyudutkannya.

“Lihat, anda [media] juga menyulitkan dia tampil dengan performa terbaik, anda harus selalu mengadili momen tertentu,” buka Klopp kepada fourfourtwo.

“Saya tertarik dengan momen tetapi saya tak pernah mengadilinya karena momen hanyalah bagian kecil dari semua hal yang kami lakukan. Jadi saya tak pernah khawatir satu detik pun terhadap performa Salah.”

“Kami terus berkembang dan untuk berkembang lagi setelah 41 gol lebih dalam semusim, semua pemain akan sedikit kesulitan. Bagaimana berkembang lagi setelah melewati itu?”


“Jika Anda mencetak 10 gol dalam lima laga pertama semua akan mengatakan ‘ya itu akan kembali terjadi’. Kemudian di akhir musim mencetak 39 gol, mereka akan berkata ‘Ya, tapi itu tidak sampai 41’. Kita semua harus belajar mengatasi itu, begitu juga dia.”

“Dia tak pernah merasakan musim seperti itu sebelumnya dan ingin merasakan hal yang sama kembali. Tapi, Anda harus melakukan itu tahap demi tahap, itu yang kami lakukan,” tutur Klopp.

Selalu update berita bola terkini seputar sepakbola dunia hanya di vivagoal.com

Liverpol Masih Tak Terkalahkan, Klopp: Itu Tidak Penting

VivagoalLiga Inggris – Manajer Liverpool, Jurgen Klopp mengatakan jika rekor-rekor yang dicetak oleh timnya musim ini tidak begitu penting mengingat target utama tentu tetap meraih sesuatu di akhir musim.

Memasuki musim keempatnya bersama Liverpool, Jurgen Klopp masih belum juga mampu memberikan gelar juara bagi tim asal Merseyside tersebut. Pencapaian terbaiknya mungkin hanya mampu membawa Liverpool menembus final dua kompetisi terakbar di Eropa, Liga Europa dan Liga Champions. Sayang kedua laga penentuan tersebut harus berakhir pahit bagi Si Merah.

Namun mimpi untuk meraih trofi juara musim ini mungkin bisa dikatakan terbuka cukup lebar. Anggapan tersebut tidak lain setelah Liverpool berhasil menjaga konsistensi mereka dan belum pernah merasakan kekalahan hingga pekan 16 ini.

Catatan tersebut menjadi yang terbaik diantara para rival setelah sebelumnya mereka berjalan beriringan dengan Man City dan Chelsea. Chelsea harus tersungkur di pekan 13 dari Tottenham, sedang City baru saja merasakan kekalahan perdana saat berkunjung ke Stamford Bridge.

Catatan tersebut membuat Klopp berhasil membawa timnya menyamai rekor laju unbeaten alias tak terkalahkan terpanjang sejak awal Premier League. Torehan yang luar biasa bagi eks pelatih Borussia Dortmund tersebut.

Namun trauma kegagalan di musim-musim sebelumnya sepertinya membuat Klopp terlalu perduli dengan rekor-rekor yang ada. Ia menegaskan jika kesuksesan di akhir musim menjadi tolak ukur yang jauh lebih penting.

“Saya kira saya sudah mengatakannya beberapa tahun lalu bahwa kami harus mulai mencatat sejarah kami sendiri, jadi jika kemenangan itu adalah bagian dari sejarah maka tentu saja itu penting,” kata Klopp di laman resmi liverpoolfc.

“Namun, itu bukan hal terpenting di dunia bahwa kami telah menyamai rekor dari 30 tahun lalu atau kapan pun itu. Yang lebih penting adalah bagaimana kami bisa sukses sepanjang musim.”

Mimpi juara Liverpool juga terbuka lebar setelah mereka sudah meraih 42 poin, yang biasanya baru mereka dapat di paruh kedua musim-musim sebelumnya.

“Liga ini sangat sulit, tetapi 42 poin biasanya baru saya dapatkan pada bulan April dan sekarang pada Desember. Torehan poin yang masif dan luar biasa, dan itu semua terjadi karena para pemain, mereka layak mendapatkan segala pujian untuk itu karena mereka sungguh berjuang untuk setiap hasil terbaik,” tutup Klopp.

Berikutnya Liverpool dihadapkan dengan lawan berat saat menjamu Manchester United di pekan 16. Mampukah rekor mereka bertambah?

Selalu update berita bola terkini seputar sepakbola dunia hanya di vivagoal.com

Klopp: Salah Seharusnya Bisa Cetak Gol Lebih Banyak

VivagoalLiga Inggris – Manajer Liverpool, Jurgen Klopp buka suara terkait performa Salah. Menurutnya sang pemain seharusnya bisa tampil lebih dingin di depan gawang lawan.

Musi lalu menjadi panggung pertunjukan yang menyenangkan terutama bagi Mohamed Salah. Didatangkan dari AS Roma, ia langsung tampil brilian di musim perdana dengan total mencetak 44 gol di mana 32 gol diantaranya tercipta di Liga Primer Inggris.

Ia pun berhasil memecahkan rekor di Liga Primer Inggris. Tak hanya itu dalam satu musim begitu banyak gelar individu yang ia raih meski ia tentu saja dibuat kecewa karena gagal di final Liga Champions kontra Real Madrid.

Musim ini sendiri berjalan cukup sulit bagi Salah. Dari 20 laga yang sudah ia lakoni total pemain asal Mesir tersebut hanya mampu melesakkan sembilan gol saja. Klopp pun mengaku tidak terlalu khawatir dengan torehan gol Salah musim ini mengingat ia belum tertinggal terlalu jauh dari pemuncak daftar top skorer.

“Saya tidak bisa mempengaruhi penilaian orang terhadap dirinya. Memang sudah seperti ini. Ini dunia yang bebas dan kita bisa berpendapat sesukanya,” ujar Klopp seperti dikutip FourFourTwo.

“Tapi semua baik-baik saja. Saya rasa dia sudah mencetak tujuh gol sejauh ini di liga. Siapa terbanyak? Aubameyang? Dan dia mencetak dua gol di laga terakhir, jadi selisihnya belum ada 15 gol,” sambungnya.

“Setiap musim memang selalu seperti memulai dari awal. Anda tidak bisa bersantai dan menganggap segalanya bakal berjalan mudah.”

Usaha Salah untuk mencetak gol sejatinya jauh lebih baik dibandingkan dengan musim lalu. Whoscored mencatat Salah memiliki rasio tembakan 3,7 shot per laga dan 1,7 dribel per laga musim ini. Statistik ini lebih baik ketimbang musim lalu di mana Salah hanya memiliki rataan sekitar 3,5 shot per laga.

Tidak hanya itu, musim ini Salah lebih banyak beroperasi di area penalti ketika rataan tembakannya di sana, 2,1 shot per laga, lebih baik ketimbang musim lalu yang cuma 1,9 shot per laga.

“Dia seharusnya bisa mencetak gol lebih banyak dengan peluang yang dia punya, tapi saya tidak bisa berbuat apapun.”

“Hanya mencoba mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk setiap laga berikutnya, mencoba yang terbaik dan penilaian akan terjadi di akhir musim, bukan saat musim berjalan. Anda bisa melakukan itu, tapi bagi kami itu tidak begitu penting,” paparnya.

“Selama pemain tetap fit, bebas dari cedera, fokus, dan selalu siap untuk latihan serta bermain, saya sama sekali tidak ada masalah,” tutup Klopp.

Selalu update berita bola terkini seputar sepakbola dunia hanya di vivagoal.com

Pep: Seharusnya Klopp Bisa Lebih Respek Kepada Lawan

VivagoalLiga Inggris – Pep mengaku pernah melakukan hal seperti yang dilakukan oleh Klopp. Ia pun mengaku menyesal karena bertingkah seperti tidak memiliki respek kepada tim lawan.

Nama Jurgen Klopp benar-benar menjadi buah bibir beberapa hari ini setelah selebrasi ‘lebay’ yang ia lakukan saat Liverpool menjamu Everton pada lanjutan pekan 14 Liga Primer Inggris, Minggu (2/12) malam WIB.

Liverpool berhasil membuat seisi Anfield bersorak usai Divock Origi mencetak gol penentu kemenangan timnya pada menit 90+4. Selebrasi dilakukan oleh para pemain tak terkecuali Klopp. Sayang ia melakukannya terlalu berlebihan dan mengarah pada tindakan tidak respek pada lawan.

Ia kedapatan berlari ke dalam lapangan dan menghampiri Alisson Becker sebelum keduanya berpelukan kendati laga belum berkahir. Setelahnya ia pun kembali ke pos-nya dan merayakan gol bersama pemain cadangan dan staf tim.

Tindakan tersebut mengundang berbagai reaksi salah satunya dari pelatih Manchester City, Pep Guardiola. Ia mengatakan paham dengan emosi yang dirasakan oleh Klopp mengingat ia juga pernah melakukannya.

“Saya pernah melakukan hal yang sama melawan Southampton. Pada saat itu saya begitu emosi. Saya sadar ketika saya melakukannya, dan saya tidak senang melakukan itu,” tutur Pep di fourfourtwo.

“Saya bisa memahami bagaimana perasaan Marco Silva [pelatih Everton], saya bisa memahami perasaan [mantan pelatih Southampton Mauricio] Pellegrini ketika hal itu terjadi, tetapi yang sudah biarlah sudah.”

Ia pun menambahkan jika Klopp harus belajar untuk menahan emosi dan memberi respek kepada pihak lawan meski dipenuhi dengan emosi.

“Ini adalah permainan yang sarat dengan emosi dengan segala hal yang terjadi di hati anda, dan benak anda, dan tubuh anda.,”

“Saya berbicara dari sudut pandang saya tetapi anda harus tetap menaruh respek pada pihak lawan,” tutup Pep.

Usai laga Klopp mengaku sudah meminta maaf pada kubu Everton dan Marco Silva selaku pelatih. Silva sendiri mengatakan tidak menerima permintaan maaf tersebut namun tidak terlalu merasa dilecehkan.

Terkait aksinya tersebut FA dikabarkan menjatuhkan dakwaan kepada Klopp dengan sanksi berupa denda.

Selalu update berita bola terkini seputar sepakbola dunia hanya di vivagoal.com

Andai Mourinho Selebrasi Seperti Klopp, Ia Akan Disanksi 25 Laga

Vivagoal Liga Inggris – Mantan pemain Arsenal, Paul Merson mengatakan situasi berbeda akan didapatkan oleh Mourinho andai ia melakukan aksi serupa Klopp dengan berlari ke dalam lapangan untuk merayakan gol timnya.

Layaknya sebuah derby yang sarat dengan gengsi, semua potensi bisa memancing luapan emosi. Selebrasi gol kemenangan bisa dilakukan cukup berlebihan seperti yang dilakukan oleh pelatih Liverpool, Jurgen Klopp.

Hal itu terlihat ketika pelatih asal Jerman tersebut berlari meninggalkan posnya di pinggir lapangan menyambut gol Liverpool atas Everton. Gol tunggal tuan rumah itu sendiri terjadi setelah Jordan Pickford salah mengantisipasi bola voli hasil tendangan Van Dijk yang membentur mistar gawang dan mengarah ke Divock Origi.

Klopp pun berlari ke dalam lapangan dan memeluk Alisson Becker. Setelahnya ia berlari kembali dengan penuh luapan emosi sebelum merayakan gol tersebut bersama dengan pemain dan juga staf kepelatihan.

Tak ayal hal tersebut mendapat respon beragam dari beberapa pihak dimana mayoritas memandang aksi tersebut cukup sulit untuk bisa diterima. Paul Merson bahkan mengatakan semua bisa saja lebih buruk andai si pelaku selebrasi tersebut adalah Jose Mourinho.

“Itu akan bisa berbuah hukuman 25 laga jika pelakunya adalah Mourinho, saya pikir begitu. Jika itu Jose, dia akan langsung dikirim ke tribun penonton saat dia berjalan menuju area teknik. Seperti saat kemarin ia diusir di markas Southampton hanya karena keluar area teknik,” kata Merson dalam program acara The Debate di Sky Sports.

Klopp sendiri mengaku telah meminta maaf atas apa yang telah ia lakukan ketika merayakan gol. Juga ia telah bertemu pelatih Everton, Marco Silva.

“Namun kita tahu semua orang cinta Jurgen Klopp, tentu selain fans Manchester United. Ini adalah salah satu kasus ‘jangan ulangi lagi’, untungnya tidak ada yang sakit hati dan Marco Silva tidak mempermasalahkan hal itu,” tambah Merson.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di vivagoal.com

 

Tuai Kritik Pedas, Klopp Minta Maaf Atas Selebrasinya

VivagoalLiga Inggris – Klopp pun meminta maaf atas aksinya saat merayakan kemenangan Liverpool atas Everton pada laga lanjutan Liga Primer Inggris pekan 14, Minggu (2/11) malam WIB.

Liverpool berhasil menjaga catatan impresif mereka musim ini dengan belum merasakan kekalahan hingga pekan 14. Terakhir mereka berhasil keluar sebagai pemenang dalam laga bertajuk Derby Merseyside kontra Everton melalui gol tunggal Divock Origi di menit akhir pertandingan.

Gol tercipta akibat blunder yang dilakukan oleh kesalahan Jordan Pickford dalam mengantisipasi bola sepakan spekulasi Virgil van Dijk. Bola membentur tiang gawang, bola liar disambut Origi yang berada paling dekat dengan jatuhnya bola. “Saya tahu bahwa akan terjadi bola liar, lalu kemudian saya hanya mengandalkan insting saya,” tutur Origi dilansir dari ESPN.

Selain rekor tak terkalahkan mereka masih aman, kemenangan tersebut mencatatkan Liverpool yang belum pernah kalah di Anfield dalam 22 pertemuan terakhirnya dengan Everton. Tercatat Liverpool baru merasakan dua kali kekalahan dalam laga-laga kandangnya melawan Everton di Liga Inggris, yakni 1-2 pada musim 1995/1996 dan 0-1 pada musim 1999/-2000.

Namun yang menjadi sorotan pada laga tersebut adalah ekspresi Jurgen Klopp. Sang pelatih tampak meninggalkan posnya dan berlari ke dalam lapangan sebelum memeluk Alisson. Setelah itu ia kembali dan merayakan gol bersama dengan pemain dan staff tim.

Eks bek timnas Inggris, Danny Mills berkomentar keras soal perayaan gol Klopp itu. Menurutnya aksi Klopp tidak menghormati lawan.

“Apa yang dilakukannya benar-benar mengagetkan. Jika hanya menyusuri pinggir lapangan, meninggalkan area teknis, merayakan dengan staf, tidak ada masalah dengan itu,” ujarnya kepada BBC Radio 5 Live.

“Tapi berlari ke tengah lapangan, kalau dia fans, dia akan ditahan pihak berwenang. Saya pikir aksi itu tidak menghormati Everton dan dia tahu itu.”

“Ini memang derby, laga yang panas. Tapi Anda tidak bisa berlari ke tengah lapangan. Entah itu gol menit terakhir atau bukan,” tegas Mills.

Sadar akan aksinya tersebut, Klopp pun langsung mengutarakan permintaan maafnya kepada pelatih dan staff Everton.

“Saya tidak berencana untuk berlari ke dalam lapangan. Saya terbawa suasana dan atmosfer di stadion. Kedua tim sama-sama menampilkan pertandingan dan perjuangan yang luar biasa,” ungkapnya pada Sky Sports.

“Setelah pertandingan, saya menyampaikan permohonan maaf pada Marco Silva, kami saling berbicara dan saya mengatakan padanya bahwa saya sangat menghargai semua hal yang sudah dia lakukan bersama Everton. Menurut saya itu luar biasa,” tutupnya.

Selalu update berita bola terkini seputar sepakbola dunia hanya di vivagoal.com

Tuchel Sebut Klopp Tak Ingin Dapatkan Tekanan

VivagoalLiga Champions – Tudingan Jurgen Klopp terhadap buruknya kepemimpinan wasit di laga PSG kontra Liverpool dianggap hanya sebagai pengalih perhatian oleh seterunya, Thomas Tuchel.

“Menurut saya, itu bukan persoalan besar. Ada lima menit tambahan dan di momen tersebut para pemain kami memang banyak dilanggar,” ujar Tuchel dikutip dari Fourfourtwo.

Klopp melontarkan kritikan pedas terhadap kepemimpinan wasit asal Polandia, Szymon Marciniak yang di laga tersebut mengeluarkan 6 kartu kuning tuk pemain Liverpool. Selain itu, Klopp juga sangat geram karena para pemain Paris Saint-Germain yang sengaja mengulur  waktu.

Dikonfirmasi terpisah, Tuchel menganggap seperti kebanyakan pelatih pada umumnya, Klopp hanya menjadikan wasit sebagai alasan kekalahan timnya agar dirinya tidak mendapatkan tekanan lebih besar dari para suporter The Reds.

“Jika seorang pelatih mengalami kekalahan dalam sebuah laga krusial, dia akan marah dan menuding pihak lain melakukan kesalahan, agar perhatian tidak terlalu banyak tertuju ke dirinya dan tim,” lanjut Tuchel.

Berbeda dengan Tuchel, ia menganggap jika kinerja wasit sudah cukup baik. Ia pun enggan berkomentar lebih banyak mengenai wasit.

“Bagi saya, kinerja wasit sudah bagus, Anda sebaiknya bertanya ke Klopp soal itu, karena saya lebih ingin membahas soal permainan.” tandasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Champions hanya di vivagoal.com

Kalah Dari PSG, Klopp Sebut Wasit Tidak Siap

VivagoalLiga Champions – Kesempatan Liverpool untuk lolos fase grup Liga Champions kian terancam. Mereka harus menelan kekalahan saat berkunjung ke markas Paris Saint-Germain dini hari tadi.

Persaingan Grup C kian memanas setelah PSG berhasil meraih kemenangan 2-1 saat menjamu Liverpool pada matchday kelima Liga Champions yang digelar di Parc des Princes, Kamis (29/11/2018).

Dua gol tuan rumah dicetak masing-masing oleh Juan Bernat dan Neymar sebelum mampu dibalas satu gol oleh penalti James Milner.

Hasil tersebut jelas merugikan  Liverpool. Kekalahan tersebut membuat kesempatan mereka untuk lolos ke fase gugur terancam setelah menempati peringkat tiga dengan enam poin, tertinggal dua angka dari PSG dan tiga angka dari Napoli.

Dalam konferensi pers usai pertandingan pelatih Liverpool, Jurgen Klopp tampak meluapkan emosinya kepada wasit pemimpin pertandingan, Szymon Marciniak. Wasit asal Polandia tersebut total mengeluarkan delapan kartu kuning dari sakunya untuk kedua tim, enam untuk Liverpool dan dua untuk PSG.

“Saya pikir kami sudah memenangkan penghargaan fair play tiga kali beruntun di Inggris dan hari ini kami dibuat seperti tukang daging,” kecam Klopp dikutip dari Sky Sports.

Klopp menilai keputusan tersebut tidak adil karena membuat pemain bermain tidak lepas. Ia juga mengatakan jika pelanggaran Marco Verratti terhadap Joe Gomez lebih pantas mendapat kartu merah.

“Kami memiliki enam, tujuh, delapan kartu kuning dan kami hampir mendapat kartu merah hari ini. Ya, ada satu atau dua hal yang pantas diberi kartu kuning, namun yang lainnya terutama pelanggaran Verratti sungguh tidak bisa dipercaya,” ujar Klopp.

Lebih lanjut lagi Klopp melontarkan kritiknya terkait keputusan wasit yang tampak ragu saat akan memberikan hadiah penalti usai Mane dilanggar oleh Di Maria di penghujung babak pertama. Marciniak kala itu hampir menunjuk tendangan pojok sebelum mendapat koreksi dari asisten wasit.

“Kami memang mendapat penalti namun wasit seperti tidak mau memberikannya tapi saya tidak tahu dengan pasti bagaimana itu bisa terjadi. Wasit dituntut untuk siap pada pertandingan seperti ini dan ia terlihat tidak siap,” tegas eks pelatih Dortmund tersebut.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Champions hanya di vivagoal.com

LATEST NEWS

- Advertisement -

HOT NEWS