Tag: Luis Enrique

Mengenang Momen Keganasan Trio MSN Kala Membantu Barcelona Meraih Treble

VivagoalLa Liga – Tepat tanggal 6 Juni, 5 tahun silam Barcelona mengukir sejarah dengan menjadi klub pertama yang bisa meraih treble winners dua kali. Prestasi itu tidak lepas dari peran trio mereka, Lionel Messi, Luis Suarez dan Neymar (trio MSN) yang punya kontribusi besar dalam gol-gol Blaugrana.

Setelah memenangi persaingan dengan Real Madrid di ajang LaLiga Spanyol, Barcelona lantas mengungguli Athletic Bilbao untuk merebut trofi Copa Del Rey. Namun sebelum itu, mereka lebih dulu melibas Juventus dengan skor 3-1 di partai puncak Liga Champions musim 2014/2015.

Menghadapi Barcelona di Olympiastadion, Berlin, Sabtu (6/6/2015), Juve sejatinya sempat bisa mengimbangin keganasan Barcelona usai menyamakan skor pasca tertinggal lebih dulu lewat gol yang dicetak Ivan Rakitic dan Alvaro Morata bisa membuat gol di babak kedua.

Sayang, Juve gagal membendung keganasan trio MSN. Alhasil, mereka pun harus kalah dengan skor mencolok 3-1 setelah Luis Suarez mencetak gol di menit ke-68 memanfaatkan bola muntah hasil tendangan Messi dan Neymar yang melesakkan gol penutup di masa injury time.

Kejadian Barcelona meraih treble winners, sebuah ulangan keberhasilan atas apa yang sudah mereka raih bersama Josep Guardiola musim 2008/2009 silam. Namun, Barcelona ini tentunya tidak sama dengan Barcelona-nya Pep Guardiola enam tahun lalu. Selain pelatih yang berbeda, perubahan besar juga terjadi dalam gaya bermain Barcelona yang lebih senang bermain lebih direct dibawah asuhan Luis Enrique.


Baca Juga:



Skema ini tercatat punya tingkat keberhasilan tinggi karena keberadaan trio MSN di lini depan. Enrique berhasil memadukan Messi, Suarez dan Neymar jadi trio penyerang paling menakutkan di dunia saat itu. Tengok saja jumlah gol ketiganya pasca memastikan diri meraih treble winners, mencapai 122 gol.

Tiga penyerang ini bahkan berhasil mematahkan rekor trio pemain tersubur di Eropa yang sebelumnya dipunya Real Madrid, kala Cristiano Ronaldo, Karim Benzema dan Gonzalo Higuain ketika masih bersama. Trio tersebut berhasil melesakkan 118 gol di sepanjang musim 2011/2012.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Kesamaan Luis Figo dan Luis Enrique Saat Masih Aktif Bermain

0

VivagoalLa LigaRivalitas Real Madrid dan Barcelona kerap berujung pada perebutan pemain bintang. Kendati begitu, tak banyak yang tahu kalau ternyata ada transfer yang pernah melibatkan kedua raksasa ini secara langsung, baik dari Madrid ke Barcelona atau sebaliknya, Barcelona ke Madrid.

Pertama, Luis Enrique yang jadi sedikit pemain yang dibesarkan oleh Madrid tapi bisa bertransformasi menjadi legenda di Camp Nou. Lima musim berseragam Los Blancos, tepatnya pada tahun 1991 hingga 1996, Enrique lalu membelot ke Barcelona.

Enrique sendiri memilih untuk hijrah ke Barcelona dengan alasan sederhana, yakni kontraknya yang tak diperpanjang manajemen El Real. Akibatnya, ia pun hengkang ke Blaugrana dengan status free transfer.

Bersama Los Cules, Enrique sukses menjadi idola publik Camp Nou karena mampu menyumbangkan tujuh gelar juara selama 8 musim berkostum tim Catalan.

Luis Figo

Setelahnya ada Luis Figo yang hijrah dari Barcelona ke Real Madrid pada musim panas tahun 2000. Sayangnya transfer pemain asal Portugal ini jadi salah satu yang paling kontroversial dan menjadi yang paling diingat publik Camp Nou.


Baca Juga:


Bagaimana tidak, Figo adalah sosok yang sangat diidolakan publik Camp Nou.  Namun, rasa cinta suporter Blaugrana ini mendadak berubah jadi kebencian yang luar biasa ketika Luis Figo memutuskan menerima pinangan Presiden El Real, Florentino Perez.

Sejatinya, Figo bisa saja menggagalkan proses transfer tersebut, tapi ia tergiur dengan gaji super besar yang ditawarkan pihak Madrid. Jadilah, hingga sekarang ini Figo dianggap sebagai musuh abadi bagi semua pendukung tim Catalan.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Sebagai Eks Pelatih Barcelona, Luis Enrique Akui Sangat Kagumi Sergio Ramos

VivagoalLa Liga – Rivalitas Barcelona dan Real Madrid disebut-sebut sempat memecah timnas Spanyol. Pelatih La Furia Roja, Luis Enrique mengaku dirinya sebagai mantan pelatih Barcelona tak pernah punya masalah dengan kapten El Real, Sergio Ramos.

Enrique ditunjuk menangani skuad tim Matador pada 2018 lalu, setahun setelah ia memutuskan istirahat pasca tiga tahun sukses melatih Barcelona. Pada awalnya, penunjukan Enrique sebagai pelatih diragukan mengingat persaingan Barcelona dan Real Madrid di pentas LaLiga Spanyol.

Di timnas Spanyol sendiri, Sergio Ramos yang menjabat kapten Real Madrid, juga didapuk sebagai kapten La Furia Roja sejak 2016 silam. Pesepakbola berusia 33 tahun itu pun merupakan salah satu ikon yang tidak tergantikan di skuad timnas Spanyol.

Sejauh ini, Ramos sudah membukukan 170 caps dan menjadi rekor tersendiri. Enrique pun tak malu untuk mengakui dirinya sangat mengagumi Ramos dengan kepribadiannya yang kuat dan piawai dalam memimpin rekan-rekan setimnya.

“Hubungan saya dengan Ramos sangat baik, begitu pula dengan 99,9 persen pemain lain. Sergio adalah kaptennya, saya cuma kenal dia dari referensi dan dari masa-masa bermain melawan dia.” kata Enrique seperti dilansir dari Marca.


Baca Juga:



“Ketika saya berjumpa dengan Ramos, saya terkejut tapi senang. Ada sebuah alasan kenapa dia memegang rekor timnas Spanyol dengan jumlah penampilan terbanyak. Saya pribadi memuji skill kepemimpinannya dan kualitas pribadinya.” tegasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Iniesta Adalah Pemain Dengan Talenta Yang Paling Mendekati Messi

VivagoalLa Liga – Luis Enrique pernah melatih Lionel Messi dan Andres Iniesta saat masih membesut Barcelona. Diantara kedua pemain tersebut, siapa yang paling membuat Enrique terkesan?

Enrique menjadi juru taktik Barcelona dalam kurun waktu tiga musim, terhitung sejak 2014 hingga 2017 silam. Bersama Lionel Messi dan Andres Iniesta, Enrique berhasil memenangkan sembilan trofi, termasuk meraih treble pada musim perdananya, yakni 2014/2015.

Messi sendiri berhasil memenangkan Ballon d’Or pada periode tersebut, sekaligus yang keempat diraihnya saat itu mengalahkan Cristiano Ronaldo. Enrique pun kemudian mengungkapkan kesannya melatih Messi dengan membandingkan Iniesta sebagai salah satu pemain paling krusial dalam skuatnya saat itu.

Menurut Enrique, dirinya sangat terkesan selama melatih Messi. Adapun Iniesta disebutnya sebagai pemain yang paling mendekati kualitas pemain asal Argentina itu.

“Pemain yang paling membuat saya terkesan baik selama berkarier sebagai pemain atau pelatih adalah Leo Messi.” ucap Enrique seperti dilansir dari AS.


Baca Juga:



“Setelahnya, saya bisa menunjuk Andres Iniesta adalah pemain yang paling mendekati kualitas Leo. Tapi dengan segala hormat untuk yang lain, Messi sangat berbeda.” tandasnya.

“Berbicara soal Messi dan Iniesta adalah hal yang berbeda. Sebab ini menyangkut sesuatu yang tidak bisa anda lihat namun Iniesta bisa memberikan keajaiban. Terlepas dari semuanya itu, anda bisa lihat betapa spesialnya Iniesta dengan caranya menyentuh bola.” Enrique menjelaskan.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Enrique Buka Peluang Kans Balikan dengan Barca Karena Hal Ini

Vivagoal La Liga – Pelatih Timnas Spanyol, Luis Enrique tak menapik kans dirinya bkala kembali ke Barcelona andai pekerjaannya bersama timnas Spanyol usai. Ia akan membuka semua pintu kemungkinan untuk hal tersebut.

“Saya pikir saya bisa melatih di mana pun tempat yang pernah saya lakukan [sebelumnya],” ujar Enrique kepada fans dalam sesi Q&A, dinukil Goal International/

“Saya membiarkan pintu-pintu terbuka pada mereka semua. Waktu saya di Barcelona luar biasa dan saya akan selalu bersyukur. Saya sangat beruntung telah berada di klub selama bertahun-tahun yang memberi saya segalanya.”

Sejak mundur karena masalah keluarga, Enrique kembali melajih La Furia Roja. Sebelum menangani Timnas Spanyol, ia mengalami momen-momen indah bersama tim asal Catalan pasca membesut Lionel Messi dan kolega di rentang 2014-2017 lalu.


Baca Juga:


Dalam rentang waktu tersebut, Enrique sempat merasakan manisnya mengangkat sepasang gelar juara LaLiga dan satu trofi Liga Champions. Pasca kepergiannya, Azulgrana tak pernah lagi mengangkat si Kuping Besar.  Selain meninggalkan kenangan manis sebagai pelatih, ia juga menjadi legenda Barca. Selama merumput, Enrique sukses  mengoleksi 109 gol untuk Blaugrana.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Luis Enrique Pertimbangkan Panggil Pemain Asal Brasil Valencia

Vivagoal – La Liga – Pelatih Tim Nasional Spanyol Luis Enrique akan mempertimbangkan pemain bertahan Valencia Gabriel Paulista untuk dipanggil ke Tim Spanyol jika memang memungkinkan untuk melakukannya.

Saat ini, Paulista sendiri tengah dalam proses mendapatkan kewarganegaraan Spanyol. Akhir tahun lalu Ia menyatakan ketertarikannya untuk bisa memperkuat Spanyol jika telah menjadi warga negara Spanyol.

Enrique mengatakan Ia terus memantau proses naturalisasi tersebut. Jika telah rampung, Paulista bisa menjadi opsi tambahan untuk memperkuat lini pertahanan La Furia Roja.

“Saya paham siapa saja pemain yang bisa dipanggil. Paulista saat ini sedang melalui proses itu agar bisa memenuhi syarat,”ujar Luis Enrique dilansir One Football.

Baca Juga: Valverde Kritik Gelaran Supercopa de Espana Musim Ini

Jika Gabriel Paulista pada akhirnya bisa masuk dalam skuat EURO 2020 nanti, Ia akan mengikuti para pemain Brasil yang beralih menjadi Spanyol seperti Diego Costa. Saat itu Costa mendapatkan kewarganegaraan Spanyol menjelang Piala Dunia 2014.

Sejauh ini Gabriel Paulista telah memainkan total 24 laga bersama Valencia di berbagai ajang. Sayangnya, penampilan Paulista di La Liga kurang mengkilap karena baru mendapatkan 2 sapu bersih saja.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Pelatih Spanyol Girang Timnya Terhindar dari Grup Neraka

0

Vivagoal Berita Bola – Pelatih TImnas Spanyol, Luis Enrique mengaku senang timnya tak tergabung dalam grup neraka Euro 2020. Ia pun cukup puas dengan grup yang ditempati La Roja di ajang empat tahunan tersebut

Pengundian grup Euro 2020 sejatinya sudah dilakukan di ROMAEXPO, Bucharest, Rumania, Sabtu (30/11) kemarin. Dalam pengundian tersebut, Spanyol tergabung di grup E bersama Swedia, Polandia, dan pemenang play-off B (Bosnia-Herzegovina, Irlandia Utara, Republik Irlandia, atau Slovakia).

Spanyol sejatinya terhindar dari Grup F yang beriksikan tiga raksasa besar Eropa seperti Jerman, Prancis dan Portugal. Atas hasil drawing tersebut, Enriquemenyambut sisi positif dari apa yang diraih timnya tersebut.

[irp]

“Saya puas dengan hasil undian dan senang dapat mewakili timnas Spanyol. Kini, mari kita tunggu kompetisi tiba. Jika kami lolos dari fase grup, kami juga terhindar dari mereka sampai fase akhir. Itu juga tidak buruk.” tutur pelatih berusia 49 tahun itu, seperti dinukil Goal International.

Sekedar catatan, putaran Final Euro 2020 akan digelar selama sebulan mulai dari  12 Juni–12 Juli mendatang, Turki dan Italia, yang tergabung di Grup A akan menjadi pembuka gelaran bergengsi se-Eropa itu

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com

Dituduh Tidak Loyal Oleh Enrique, Moreno Murka!

0

VivagoalLa Liga – Luis Enrique kembali ditunjuk menangani Tim Nasional Spanyol. Sayang, dia membawa staf kepelatihan baru dan tak ada nama Robert Moreno didalamnya karena dianggap tak loyal.

“Saya tidak ingin ada orang seperti itu di staf kepelatihan. Kami telah berbicara dan dia ingin terus melatih tim di Euro dan tidak ingin jadi asisten saya lagi, saya pribadi tidak terkejut dengan sikap itu.

“Saya paham dia sudah bekerja keras sampai disana, namun bagi saya itu adalah bukti dia bukan sosok yang loyal. Dan saya tidak mau ada orang dengan kepribadian ambisius seperti itu jadi staff saya,” ucap Enrique seperti dilansir oleh Guardian.

Pembelaan Moreno

Moreno sendir langsung angkat bicara soal tuduhan tersebut. Dalam jumpa pers Kamis (29/11) kemarin, dia menolak disebut tidak loyal. Dia tidak habis pikir mengapa Enrique menuduhnya seperti itu.

“Saya tidak mau jadi sosok yang tercela, apalagi setelah secara personal saya diserang dan dilabeli sesuatu yang tidak benar. Sembilan tahun lamanya saya bekerja dengan Enrique, saya selalu mengikuti dia, selalu loyal kepadanya hingga kariernya menanjak mencapai timnas Spanyol.

Heran, bingung dan kecewa, begitulah yang dirasakan Moreno. Dia menilai Enrique menuduhkan hal yang tidak pantas kepada dirinya. 

“Enrique melabeli saya dengan dua kata buruk, tak loyal dan ambisius, menurut saya itu sangat tidak pantas dialamatkan kepada saya. Saya sudah buktikan selama saya bekerja dengannya saya tidak seperti itu,” tutup Moreno.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Ingin Terus Jadi Melatih Alasan Enrique Depak Moreno Sebagai Asisten

Vivagoal Berita BolaLuis Enrique akhirnya buka suara mengenai kepergian Robert Moreno dari staf kepelatihan timnas Spanyol. Menurut Enrique, mantan asistennya itu ditendang karena tidak loyal.

Moreno sebelumnya menjadi pelatih timnas Spanyol dari Maret 2019 hingga November 2019. Posisi itu dia dapatkan setelah Enrique harus menepi sejenak guna merawat putrinya, Xana yang sakit keras hingga akhirnya meninggal dunia.

Mulanya Moreno diberi jabatan pelatih interim dari Maret sampai Juni 2019 dimana ia sukses memimpin La Furia Roja dalam tiga pertandingan kualifikasi Euro 2020. Setelah itu, federasi sepakbola Spanyol (RFEF) mengontraknya secara permanen.

Pada prosesnya, Moreno akhirnya berhasil membantu Spanyol lolos ke putaran final Piala Eropa 2020 sebagai juara grup. Namun secara mengejutkan usai laga kontra Rumania, 19 November lalu, Presiden RFEF, Luis Rubiales mengumumkan Luis Enrique bakal kembali menjadi pelatih timnas.

Baca Juga: Bintang Barca Sumringah Enrique Kembali Melatih

Tapi, comeback-nya Enrique ini sudah dengan staf kepelatihan baru, dan Moreno sudah tidak lagi masuk kedalamnya. Enrique pun lalu menjelaskan alasan di balik keputusannya menyingkirkan Moreno. Enrique berpendapat, Moreno tidak loyal karena ingin terus jadi pelatih Spanyol hingga Euro 2020.

“Saya tidak ingin ada orang seperti itu di staf kepelatihanku. Saya bertemu dengan Moreno 12 September di rumah. Kami bicara setengah jam dan disitu terlihat jelas bahwa dia ingin terus melatih tim sampai Piala Euro dan tidak ingin jadi asistenku lagi, saya pribadi tidak terkejut dengan sikap itu.” ucap Enrique seperti dilansir oleh Guardian.

“Saya paham dia sudah bekerja keras sampai disana, namun bagiku itu adalah bukti dia bukan sosok yang loyal. Dan saya tidak mau ada orang dengan kepribadian ambisius seperti itu jadi stafku.” sambungnya.

“Ambisi itu bagus, tapi ambisi yang berlebihan adalah cacat, Itulah kenapa saya katakan kepadanya bahwa dia tidak bisa saya jadikan lagi orang nomor dua di tim. Dan satu-satunya orang yang bertanggung jawab atas keadaan ini adalah saya, bukan Luis Rubiales atau Jose Molina (direktur teknik RFEF).” Enrique menegaskan.

Selalu update Berita Bola Terbaru hanya di Vivagoal.com

Curahan Hati Moreno Usai Dipecat Setelah Loloskan Spanyol

0

Vivagoal Internasional – Berjasa membawa timnas Spanyol lolos ke putaran final Piala Eropa 2020, ternyata tidak menjamin posisi Roberto Moreno sebagai pelatih. 

Posisi Roberto Moreno sebagaimana yang sudah diketahui baru saja resmi digantikan lagi oleh Luis Enrique. Tentu saja, Moreno dan Enrique adalah dua sosok yang punya kedekatan cukup erat baik di dalam maupun luar lapangan.

Baca juga: Vivagoal Bagi-bagi Jersey Gratis!

Luis Enrique merupakan pelatih Spanyol sebelumnya sementara Moreno adalah asisten pelatihnya. Namun karena persoalan keluarga, membuat Enrique memutuskan mundur dari jabatannya dan digantikan oleh Moreno pada Maret 2019 lalu.

Setelah berjibaku selama sembilan bulan lamanya di fase kualifikasi Piala Eropa 2020, dan berhasil meloloskan Spanyol ke putaran final Juni 2020 mendatang, Moreno malah didepak dari jabatannya sebagai pelatih dengan Enrique ditunjuk kembali oleh federasi sepakbola Spanyol untuk membesut Sergio Ramos dkk.

Situasi tidak adil ini membuat Moreno sangat kecewa. Dia mengaku tidak ingin lagi berada di situasi yang sama seperti ini jika kelak mendapat tawaran melatih, baik klub ataupun timnas sebuah negara.

“Saya berharap situasi ini tidak pernah terjadi lagi. Sekarang Spanyol lolos ke Piala Eropa, tapi hari-hari ku hanya berfungsi untuk mendengar pembenaran dari mereka yang terlibat dengan pemecatanku.” kesal Moreno seperti dilansir dari Marca.

Baca juga: Untuk Jadi Bintang Besar, Wonderkid Real Madrid Hanya Tinggal Menunggu Waktu

“Saya tidak mengerti kenapa ini bisa terjadi. Saya akui mustahil bisa menyenangkan semua orang, tapi saya sudah tulus memberikan semuanya untuk Spanyol, termasuk menghormati semua pendapat.” sambungnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com

LATEST NEWS

HOT NEWS