Tag: Michael Owen

Owen Marah kepada Liverpool, Ada Apa?

Vivagoal Liga Inggris – Michael Owen mengaku sangat kecewa dan marah karena Liverpool gagal untuk mendatangkan Timo Werner dari RB Leipzig dalam beberapa waktu yang lalu.

Diketahui Liverpool lebih memilih Divock Origi dan Takumi Minamino daripada Timo Werner. Hal tersebut karena Origi telah baru saja menandatangani kontrak baru. Sedangkan Takumi Minamino baru saja bergabung dengan Liverpool.

“Apakah Takumi minamino dan Divock Origi merupakan pemain yang harus dipertahankan oleh Liverpool musim depan? Saya merasa mereka berdua masih akan dipertahankan,” ujar Owen dikutip dari Premier League Production.

“Hal ini bisa dilihat karena Divock Origi baru saja menandatangani kontrak baru bersama Liverpool dan Minamino baru saja bergabung pada musim ini,” lanjutnya.

Mantan pemain Liverpool tersebut menilai bahwa sangat tidak setuju untuk memperpanjang kontrak Divock Origi. Ia mengungkapkan bahwa Divock Origi merupakan striker yang tidak cukup baik sebagai pengganti Roberto Firmino di lini depan.

“Untuk musim depan baik Minamino ataupun Origi akan tetap bertahan di Liverpool. Namun, bukan berarti menandatangani kontrak jangka panjang di Liverpool maka dia sudah layak berada di sana. Pihak klub rasanya sudah sangat loyal dan cocok bersamanya,” imbuhnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Owen Tak Ragu Sebut Zidane Pesepakbola Terbaik Sepanjang Masa

VivagoalLa Liga – Semasa aktif sebagai pesepakbola, Michael Owen sudah pasti pernah bermain dengan banyak pemain hebat. Namun diantara mantan rekan setimnya, Owen menilai Zinedine Zidane bak dewanya sepak bola.

Michael Owen pernah merasakan bermain bersama Zidane selama semusim tepatnya pada 2004-2005 di Real Madrid. Saat itu Owen kerap kali dimanjakan oleh umpan pria asal Prancis tersebut.

Sayang, kebersamaan keduanya berakhir setelah Madrid memutuskan melego Owen ke Newcastle United dengan banderol sebesar 25 juta euro pada musim panas 2005/2006. Kepindahannya ke The Magpies membuat Owen menjadi pemain termahal di Liga Inggris saat itu.

Owen sendiri ternyata masih ingat betul masa-masa dirinya bermain dan berlatih bersama Zidane. Menurutnya, pelatih Real Madrid tersebut adalah dewanya sepakbola. Owen mengaku dirinya begitu takjub dan kagum dengan skill yang dimiliki Zidane, mulai dari cara dribble-nya, gocekan bolanya hingga visi bermainnya.

“Zidane adalah pemain yang paling berbakat dibandingkan yang lain. Dia seolah dilahirkan dengan bola di kakinya. Dia adalah dewanya sepakbola.” ucap Owen seperti dilansir dari Mirror.


Baca Juga:



“Zidane melakukan semuanya dengan sangat alami, kedua kakinya sama-sama baik dalam mengontrol bola. Dia juga sangat lihai dalam membaca permainan, termasuk mencetak gol indah. Semasa di Madrid, saya tak pernah melewatkan sesi latihan untuk melihat skill-nya.” tutur Owen.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Kisah Michael Owen ‘The Wonder Man’ Dicampakkan Real Madrid

VivagoalLa Liga – Penyerang legendaris asal Inggris, Michael Owen adalah salah satu pesepakbola top yang pernah mentas di muka bumi. Salah bukti sahih kehebatannya adalah keberhasilannya meraih trofi Ballon d’Or 2001.

Beberapa diantara klub elite Eropa yang pernah disinggahinya adalah Liverpool, Real Madrid, Manchester United, Newcastle United dan pensiun di Stoke City.

Sayangnya, berstatus penyerang nomor satu di Liverpool, ia harus menerima kenyataan dicampakkan oleh Los Blancos. Diboyong ke Santiago Bernabeu dari Liverpool pada musim panas 2004 silam dengan banderol sebesar 12 juta euro, Owen diproyeksikan masuk proyek pertama Presiden El Real, Florentino Perez membangun skuad bertabur bintang yang diberi nama Los Galacticos Jilid I.

Owen terpilih masuk dalam Los Galacticos berkat performa impresifnya selama berseragam The Reds. Dari tahun 1997 hingga 2004, Owen adalah mesin gol utama dengan torehan 158 gol dari 297 penampilan. Selama periode itu, Owen dua kali keluar sebagai top skor Liga Inggris dan mempersembahkan masing-masing satu trofi Piala FA, Liga Europa dan Piala Super Eropa.

Pada musim debutnya, The Wonder Man julukan Owen tampil begitu mengesankan di lini depan bersama Ronaldo da Lima dan Raul Gonzales. Ia bahkan tercatat sebagai top skor kedua klub dengan 16 gol dibawah Ronaldo da Lima.

Tidak hanya itu, Owen juga beberapa kali menjadi pahlawan dengan mencetak gol krusial kala melawan Valencia di ajang LaLiga, Dynamo Kiev di Liga Champions dan Leganes di laga Copa Del Rey.

Sayang, Owen ternyata hanya bisa bertahan semusim di El Real. Pada musim panas 2005, ia dipaksa pindah ke Newcastle yang kala itu datang membawa proposal penawaran dua kali lebih besar dari harga beli Owen. Padahal Owen saat itu sudah terlanjur betah dan ingin bertahan lama sebagai pemain Madrid.

Namun, jika uang banyak yang sudah bicara, Owen tidak bisa apa-apa lagi. Guyuran uang yang disodorkan kubu Newcastle saat itu membuat manajemen Los Blancos enggan mempertahankan The Wonder Man. Alhasil, ia pun pulang ke Inggris dengan banderol sebesar 25 juta euro.


Baca Juga:



“Sejujurnya saya kesal karena kehilangan pemain profesional, pemain kelas dunia dan sosok yang selalu positif.” ucap Arrigo Sacchi yang menjabat direktur olahraga Real kala itu.

Sebagai informasi, dana hasil penjualan Michael Owen lalu digunakan Real Madrid untuk mendatangkan dua penyerang sekaligus, yakni Julio Baptista dan Robinho. Owen sendiri, pengalaman yang tidak mengenakkan di Real Madrid membuatnya kapok untuk coba berkarir di luar Inggris lagi.

“Saya sangat ragu ingin bermain di luar Inggris lagi. Dulu saya sangat ingin merasakan pengalaman baru, dan merasakan bagaimana bermain di Liga Spanyol. tapi kini mata saya telah terbuka dan saya merasa lebih senang main di rumah sendiri.” kata Owen seperti dilansir dari BBC, 4 Oktober 2005.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Penilaian Owen Terhadap Ole Gunnar Solskjaer

Vivagoal Liga Inggris – Michael Owen mengatakan jika ia telah salah menilai kemampuan melatih Ole Gunnar Solskjaer di Manchester United.

Manchester United membuat gebrakan dengan memecat Jose Mourinho pada Desember 2018 silam. Selang beberapa hari, manajemen kemudian mengambil keputusan berani dengan menunjuk Ole Gunnar Solskjaer sebagai pelatih caretaker.

Setelah beberapa pertandingan berjalan dengan mulus, Manchester United kemudian mengangkat Solskjaer sebagai pelatih permanen pada bulan Maret 2019.

Namun setelah itu performa Manchester United jeblok. Ambisi meraih musim yang menjanjikan urung terlihat di awal musim 2019/20. Solskjaer kemudian menjadi sorotan.

Owen menjadi salah satu pihak yang meragukan kapasitas Solskjaer kala itu. Namun perlahan ia sadar jika pelatih asal Norwegia itu tengah membangun sistem baru dalam tim yang perlahan mulai terlihat hasilnya.

“Saya harus mengakui bahwa saya adalah salah satu yang mempertanyakan penunjukkan Solskjaer sebagai manajer MU, karena saya merasa tim ini tidak berkembang di bawah asuhannya,” ujar Owen kepada ESPN FC.


Baca Juga:


“Sekitar satu atau dua bulan yang lalu, sebelum kompetisi dihentikan, saya mulai berpikir bahwa apa yang ia [Solskjaer] kerjakan saat ini sudah benar. Ia mulai membangun sebuah tipe tim yang berbeda yang tidak mereka miliki beberapa tahun belakangan ini.” ujarnya.

Sebelum kompetisi dihentikan karena pandemi, Manchester United mencatatkan 11 laga tanpa kekalahan secara beruntun. Tak hanya itu, mereka juga mencetak 29 gol dan hanya kebobolan dua gol saja dari 11 laga tersebut.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Kalah Telak dari Atletico, Owen Malah Puji Liverpool

Vivagoal Liga Inggris – Michael Owen memberikan pujian kepada Liverpool bahwa anak asuh Klopp masih menjadi tim terbaik di Eropa meski baru saja disingkirkan Atletico Madrid di kancah Liga Champions.

Sebagai juara bertahan musim lalu, Liverpool harus angkat koper lebih awal setelah gagal menumbangkan Atletico Madrid di babak 16 besar. Skuad asuhan Jurgen Klopp itu bahkan kalah dalam dua pertemuan bagi di Wanda Metropolitano (1-0) maupun di Anfield (2-3).

Namun demikian Owen melihat jika Liverpool tampil sebagai tim terbaik di Eropa. Mereka memang kalah namun perjuangan selama 120 menit di Anfield adalah hal yang luar biasa. Ia juga mengatakan jika tim-tim lainnya bersyukur karena tak harus melawan Liverpool nantinya.

“Liverpool sekarang sudah tersingkir, tetapi tidak perlu diragukan lagi bahwa setiap tim besar di Eropa senang dengan hal tersebut,” ujar Owen kepada BT Sport.

“Liverpool tersingkir dan saya sama sekali tidak meragukan kualitas mereka sebagai tim terbaik di Eropa. Ya, mereka memang takluk dalam dua leg ini, tapi mereka masih tim terbaik di Eropa.”

“Dan mereka tampil luar biasa selama 90 menit malam ini,” sambungnya.

Liverpool Lebih Unggul dari Atletico

Lebih lanjut Owen mengatakan jika secara keseluruhan Liverpool jelas unggul atas Atletico. Namun satu hal yang membuat laga kurang sempurna adalah beda kualitas kiper kedua tim.

Baca juga artikel-artikel lainnya:

Liverpool Gugur, Klopp Kritik Gaya Bermain Atletico Madrid

Liverpool: Gudangnya Kiper yang Hobi Bikin Blunder

Inilah Kunci Kemenangan Atletico Atas Liverpool!

Rekor Buruk Liverpool di Anfield Lawan Tim Spanyol Bertambah

“Perbedaan antara dua tim ini mungkin ada di posisi kiper. Pemain-pemain Atletico mungkin duduk di ruang ganti, memandang satu sama lain dan berkata: ‘Betapa bagusnya tim yang baru saja kita kalahkan? Kita tidak pernah bermain seperti itu’,” imbuh Owen.

“Liverpool benar-benar menggempur mereka selama 90 menit, tapi dengan ketekunan, kerja keras untuk terus bertahan, apa pun bisa terjadi di sepak bola,” tandasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Man United Diminta Tak Sering Mainkan Greenwood, Kenapa?

Vivagoal Liga Inggris – Rio Ferdinand meminta Manchester United untuk tidak menaruh beban besar pada pundak Mason Greenwood. Hal tersebut bisa membuatnya berada dalam tekanan besar seperti Michael Owen.

Greenwood sejauh ini sudah mengemban peran yang lebih banyak dari musim kemarin setelah cedera yang dialami Marcus Rashford. Sang pemain kini sudah membukukan 32 penampilan di semua kompetisi berbanding dengan musim lalu yang hanya 3 laga saja.

Baca juga: Susun Tim Terbaik di MPL Liga Fantasi dan Dapatkan GoPay

Melihat kondisi ini, Ferdinand meminta United untuk tidak memforsir tenaga yang dimiliki oleh Greenwood.

“Anak itu [Greenwood] merupakan seorang pencetak gol yang hebat. Untuk pemain seusianya, dia selalu mudah mencetak gol. Dia bermain dengan kedua kakinya, dia talenta yang fantastis, tapi dia perlu diasuh dengan cara yang benar,” ujar Ferdinand kepada BT Sport.

“Anda tak bisa mengharapkan dia bermain di setiap pertandingan karena cederanya Marcus dan kemudian menaruh semua beban di pundaknya,” tambahnya.

Ferdinand kemudian berkaca pada perjalanan Owen. Saat itu ia menjadi andalan Liverpool dan dimainkan terus menerus sebelum akhirnya ia cedera parah.

Baca juga: Pasif di Bursa Transfer, Chelsea Harus Lebih Hati-Hati!

“Contoh bagus yang bisa dilihat adalah Michael Owen. Dia muncul sebagai wonderkid, ekspektasi besar ditaruh pada dia dan dia terlalu banyak bermain untuk pemain usia muda,” tutur Ferdinand.

“Saya rasa itu merupakan faktor besar mengapa dia kemudian menderita cedera parah dalam kariernya, membuatnya melambat. Itu contohnya, untuk memastikan kita tak membuat kesalahan yang sama dengan Mason, asuh dia dengan benar,” tukasnya.

Lebih lanjut Ferdinand mengatakan jika Greenwood harus didampingi oleh orang yang berpengalaman. Pemain 18 tahun itu harus bebas dari beban berat di pundaknya.

“[Mengatasi tekanan] akan sulit jika ada tidak ada orang berpengalaman di sekelilingnya untuk membimbingnya,” kata Ferdinand.

Baca juga: Walau Terus Dikritik, Premier League Tetap Pakai VAR

“Anda berharap dia memiliki pemain atau staf yang bisa membantu dan membimbingnya melewati periode itu dan membuatnya bisa memahami bahwa tekanan tak ada pada dirinya. Dia terlalu muda,” lanjutnya.

“Ada pemain lain yang bisa mengatasi tekanan di pundak mereka dan sudah berpengalaman melakukannya. Terserah orang lain untuk melakukannya,” tandasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Owen Sebut Mantan Timnya Miliki DNA Juara

Vivagoal Liga InggrisPerkataan Michael Owen tersebut berdasarkan hasil pada laga melawan Aston Villa. Semangat yang tak pernah mati membuat Liverpool layak disebut sebagai kandidat juara Premier League musim ini.

Pertandingan melawan Aston Villa pekan ke-11 Premier League hari Sabtu (2/11) lalu sempat disebut akan menjadi kekalahan perdana Liverpool musim ini. Pasalnya mereka begitu kesulitan membalikkan keadaan setelah tertinggal satu gol di babak kedua. Namun jelang akhir pertandingan, Liverpool menjawab dengan dua gol yang masin-masing dicetak oleh Robertson dan Sadio Mane. Liverpool akhirnya pulang dengan raihan tiga poin sempurna.

Momen tersebut bukan kali pertama terjadi. Hal senada pernah terjadi pada Manchester United, 2009 silam.  Saat masih dilatih Sir Alex Ferguson, MU sempat tertinggal 1-2 dari Aston Villa. Namun situasi berubah setelah Cristiano Ronaldo mencetak gol pada menit ke-80 dan disusul Federico Macheda di masa injury time. MU pun akhirnya juara di akhir musim tersebut.

Melihat perjalanan Liverpool musim ini, Owen kemudian melihat jika mereka sudah memiliki mental dan juga garis takdir untuk bisa menjadi juara Premier League.

“Liverpool takkan pernah mati. Anda akan selalu menjagokan mereka. Saya pikir apa yang Don Hutchison katakan bahwa begitu Liverpool mencetak satu gol, anda akan mengunggulkan mereka menang, itu adalah hal yang sangat tepat,” tutur Owen kepada situs resmi Premier League.

“Itu [Vs Aston Villa] adalah laga yang membuat mereka frustrasi,” lanjut Owen. “Tapi entah bagaimana Liverpool bisa mengatasinya, terus mendapatkan poin,” sambungnya.

Baca Juga: Liverpool Akan Kesulitan Jika Memiliki Masalah Seperti Man City

Selanjutnya Liverpool akan menjamun Manchester City pada hari Minggu (10/11/2019) mendatang.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Liverpool Diprediksi Akan Menang Lawan MU, Ini Alasan dari Owen!

Vivagoal Liga InggrisLiga Primer Inggris akan menyajikan laga paling bergengsi pada akhir pekan ini. Dalam hal ini, Manchester United akan menjamu rival abadinya, Liverpool di Old Trafford.

Perlu diketahui bahwa Liverpool saat ini masih kokoh bertengger di puncak klasemen sementara Liga Premier Inggris yang mana mereka belum sekalipun mengalami kekalahan dalam delapan pertandingan terakhir. Sedangkan untuk Manchester United mereka justru mendekam di posisi ke-12.

Terkait prediksi laga Manchester United melawan Liverpool, Michael Owen memperkirakan bahwa anak asuh Jurgen Klopp mempunyai peluang yang lebih besar untuk mendapatkan poin penuh di Old Trafford.

Baca Juga: Klopp Punya Rencana Besar untuk Wonderkid Liverpool, Apa itu?

“Tim Manchester United hanya memenangkan dua dari 13 pertandingan di liga terakhir mereka. Sedangkan saat ini Liverpool akan menyamai rekor Manchester City dari 18 kemenangan Liga Premier Inggris berturut-turut bila mereka menang di Old Trafford,” ucap Owen dilansir dari BetVictor.

“Jurgen Klopp telah memiliki keberuntungan pada beberapa pekan terakhir ini. Namun, saya mengharapkan mereka memiliki kecepatan dan agresivitas para pemain untuk mengalahkan Manchester United,” jelasnya.

“Kendati demikian, Ole Gunnar Solskjaer akan berharap bahwa dirinya mendapatkan keberuntungannya setidaknya beberapa pemain kuncinya yang mengalami cedera turut ikut bermain dan kembali di Old Trafford,” ungkapnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Liverpool Mulai Terbiasa Lakukan ‘Fergie Time’

Vivagoal Liga InggrisMichael Owen yang pernah bermain untuk Liverpool dan Manchester United melihat ada sebuah transformasi taktik yang terjadi. Liverpool kini mulai akrab dengan taktik Fergie Time milik Manchester United.

Musim ini Liverpool melaju begitu kencang di ajang Premier League. Delapan laga awal berhasil mereka lakoni dengan kemenangan. Raihan 24 poin membuat mereka nyaman di puncak klasemen unggul delapan angka dari Manchester City di peringkat kedua.

Liverpool juga disebut telah memiliki mental juara yang dulunya dimiliki oleh Manchester United. Skuad Jurgen Klopp itu mampu mengunci tiga poin di penghujung laga seperti yang mereka lakukan saat menang 2-1 dari Leicester.

Owen pun melihat jika hal tersebut membuat Liverpool kini tak ubahnya menjelma seperti Manchester United di era keemasannya bersama Alex Ferguson. Hal tersebut bisa kian melekat jika mereka terus melakukannya.

Baca Juga: Liverpool Ingin Cari Penerus dari Lovren

“Ya, saya kira kita sudah melihat ini [menang di menit akhir] berkali-kali selama bertahun-tahun. Itu merupakan karakter hebat dalam banyak tim. Saya kira, ketika Anda mengingat masa kejayaan MU, hampir semua orang mengeluhkan ‘Fergie Time’ dan jumlah gol yang mereka cetak di menit akhir pertandingan,” tutur Owen kepada Express.

“Begitu Anda berhasil melakukan itu satu atau dua kali, Anda mulai meyakini bakal ada sesuatu yang terjadi. Lama-lama hal itu akan menjadi kebiasaan.”

Owen kemudian melihat jika hal tersebut bisa jadi menjadi pertanda jika Liverpool akan juara musim ini.

“Begitu Anda memiliki karakter itu, saya kira Anda punya senjata rahasia. Melaju sampai akhir, meyakini Anda akan mencetak gol telat adalah sebuah modal besar,” lanjut Owen.

“Tentu saja Liverpool berhasil melakukan itu sekarang. Siapa tahu, itu mungkin menjadi tanda calon juara bagi mereka,” tandasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Owen Berikan Pernyataan Menohok untuk Tim MU!

Vivagoal Liga InggrisMantan penyerang Manchester United, Michael Owen mengatakan jika skuad Manchester United saat ini adalah yang terburuk dalam beberapa dekade terakhir. Ia bahkan menyebut MU hanya akan bersaing di papan tengah.

Ole Gunnar Solskjaer melakukan perubahan yang cukup signifikan di Manchester United musim panas kemarin. Beberapa pemain seperti Romelu Lukaku, Alexis Sanchez dan Ander Herrera ia lepas.

Solskjaer kemudian banting setir dengan mendatangkan para pemain muda berpotensi. Para pemain akademi juga terus ia promosikan. Filosofi klub terdahulu coba ia usung.

Namun sayangnya apa yang coba diterapkan Solskjaer tak seperti yang diharapkan. MU kesulitan berkembang apalagi bersaing di papan klasemen. Mereka kini tercecer di posisi kesepuluh klasemen Liga Primer, 12 poin di belakang pemimpin liga Liverpool.

Baca Juga: Owen Ribut dengan Rekan Setimnya di Twitter

Owen kemudian melihat jika skuad yang ada di MU saat ini merupakan yang terburuk dalam beberapa dekade terakhir. Ia melihat jika kecil kemungkinan mereka bisa bersaing di papan atas dengan skuad yang ada saat ini.

“Ya, saya katakan [Manchester United kini tim papan tengah]. Saya tak berpikir mereka akan berada di enam besar musim ini,” ucap Owen kepada BT Sport.

“Ini menjadi tim Manchester United terburuk dalam beberapa dekade terakhir, bukan? Sejak sebelum Sir Alex Ferguson mengambil alih.

“Ini sudah terjadi selama bertahun-tahun. Mungkin selama lima, enam, tujuh, delapan tahun Anda berpikir ‘ini bisa lebih buruk’, maka terjadilah.

“Poin yang ingin saya sampaikan adalah dalam banyak hak, Ole Gunnar Solskjaer secara sadar telah melemahkan timnya.

“Melepas pemain seperti Lukaku, Herrera, [Matteo] Darmian, Sanchez, [Chris] Smalling. Ia tahu ia bisa meningkatkan timnya dengan para pemain ini, tapi saya pikir ia mengambil pandangan, Anda harus mundur beberapa langkah untuk kemudian maju ke depan. Tapi apakah mereka [para pemain] anyar akan membawa tim ke tempat yang diinginkan? Jawabannya tidak, itulah yang Ole lakukan.”

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

LATEST NEWS

HOT NEWS