MPL Fantasy

Tag: Michael Owen

Man United Diminta Tak Sering Mainkan Greenwood, Kenapa?

Vivagoal Liga Inggris – Rio Ferdinand meminta Manchester United untuk tidak menaruh beban besar pada pundak Mason Greenwood. Hal tersebut bisa membuatnya berada dalam tekanan besar seperti Michael Owen.

Greenwood sejauh ini sudah mengemban peran yang lebih banyak dari musim kemarin setelah cedera yang dialami Marcus Rashford. Sang pemain kini sudah membukukan 32 penampilan di semua kompetisi berbanding dengan musim lalu yang hanya 3 laga saja.

Baca juga: Susun Tim Terbaik di MPL Liga Fantasi dan Dapatkan GoPay

Melihat kondisi ini, Ferdinand meminta United untuk tidak memforsir tenaga yang dimiliki oleh Greenwood.

“Anak itu [Greenwood] merupakan seorang pencetak gol yang hebat. Untuk pemain seusianya, dia selalu mudah mencetak gol. Dia bermain dengan kedua kakinya, dia talenta yang fantastis, tapi dia perlu diasuh dengan cara yang benar,” ujar Ferdinand kepada BT Sport.

“Anda tak bisa mengharapkan dia bermain di setiap pertandingan karena cederanya Marcus dan kemudian menaruh semua beban di pundaknya,” tambahnya.

Ferdinand kemudian berkaca pada perjalanan Owen. Saat itu ia menjadi andalan Liverpool dan dimainkan terus menerus sebelum akhirnya ia cedera parah.

Baca juga: Pasif di Bursa Transfer, Chelsea Harus Lebih Hati-Hati!

“Contoh bagus yang bisa dilihat adalah Michael Owen. Dia muncul sebagai wonderkid, ekspektasi besar ditaruh pada dia dan dia terlalu banyak bermain untuk pemain usia muda,” tutur Ferdinand.

“Saya rasa itu merupakan faktor besar mengapa dia kemudian menderita cedera parah dalam kariernya, membuatnya melambat. Itu contohnya, untuk memastikan kita tak membuat kesalahan yang sama dengan Mason, asuh dia dengan benar,” tukasnya.

Lebih lanjut Ferdinand mengatakan jika Greenwood harus didampingi oleh orang yang berpengalaman. Pemain 18 tahun itu harus bebas dari beban berat di pundaknya.

“[Mengatasi tekanan] akan sulit jika ada tidak ada orang berpengalaman di sekelilingnya untuk membimbingnya,” kata Ferdinand.

Baca juga: Walau Terus Dikritik, Premier League Tetap Pakai VAR

“Anda berharap dia memiliki pemain atau staf yang bisa membantu dan membimbingnya melewati periode itu dan membuatnya bisa memahami bahwa tekanan tak ada pada dirinya. Dia terlalu muda,” lanjutnya.

“Ada pemain lain yang bisa mengatasi tekanan di pundak mereka dan sudah berpengalaman melakukannya. Terserah orang lain untuk melakukannya,” tandasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Owen Sebut Mantan Timnya Miliki DNA Juara

Vivagoal Liga InggrisPerkataan Michael Owen tersebut berdasarkan hasil pada laga melawan Aston Villa. Semangat yang tak pernah mati membuat Liverpool layak disebut sebagai kandidat juara Premier League musim ini.

Pertandingan melawan Aston Villa pekan ke-11 Premier League hari Sabtu (2/11) lalu sempat disebut akan menjadi kekalahan perdana Liverpool musim ini. Pasalnya mereka begitu kesulitan membalikkan keadaan setelah tertinggal satu gol di babak kedua. Namun jelang akhir pertandingan, Liverpool menjawab dengan dua gol yang masin-masing dicetak oleh Robertson dan Sadio Mane. Liverpool akhirnya pulang dengan raihan tiga poin sempurna.

Momen tersebut bukan kali pertama terjadi. Hal senada pernah terjadi pada Manchester United, 2009 silam.  Saat masih dilatih Sir Alex Ferguson, MU sempat tertinggal 1-2 dari Aston Villa. Namun situasi berubah setelah Cristiano Ronaldo mencetak gol pada menit ke-80 dan disusul Federico Macheda di masa injury time. MU pun akhirnya juara di akhir musim tersebut.

Melihat perjalanan Liverpool musim ini, Owen kemudian melihat jika mereka sudah memiliki mental dan juga garis takdir untuk bisa menjadi juara Premier League.

“Liverpool takkan pernah mati. Anda akan selalu menjagokan mereka. Saya pikir apa yang Don Hutchison katakan bahwa begitu Liverpool mencetak satu gol, anda akan mengunggulkan mereka menang, itu adalah hal yang sangat tepat,” tutur Owen kepada situs resmi Premier League.

“Itu [Vs Aston Villa] adalah laga yang membuat mereka frustrasi,” lanjut Owen. “Tapi entah bagaimana Liverpool bisa mengatasinya, terus mendapatkan poin,” sambungnya.

Baca Juga: Liverpool Akan Kesulitan Jika Memiliki Masalah Seperti Man City

Selanjutnya Liverpool akan menjamun Manchester City pada hari Minggu (10/11/2019) mendatang.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Liverpool Diprediksi Akan Menang Lawan MU, Ini Alasan dari Owen!

Vivagoal Liga InggrisLiga Primer Inggris akan menyajikan laga paling bergengsi pada akhir pekan ini. Dalam hal ini, Manchester United akan menjamu rival abadinya, Liverpool di Old Trafford.

Perlu diketahui bahwa Liverpool saat ini masih kokoh bertengger di puncak klasemen sementara Liga Premier Inggris yang mana mereka belum sekalipun mengalami kekalahan dalam delapan pertandingan terakhir. Sedangkan untuk Manchester United mereka justru mendekam di posisi ke-12.

Terkait prediksi laga Manchester United melawan Liverpool, Michael Owen memperkirakan bahwa anak asuh Jurgen Klopp mempunyai peluang yang lebih besar untuk mendapatkan poin penuh di Old Trafford.

Baca Juga: Klopp Punya Rencana Besar untuk Wonderkid Liverpool, Apa itu?

“Tim Manchester United hanya memenangkan dua dari 13 pertandingan di liga terakhir mereka. Sedangkan saat ini Liverpool akan menyamai rekor Manchester City dari 18 kemenangan Liga Premier Inggris berturut-turut bila mereka menang di Old Trafford,” ucap Owen dilansir dari BetVictor.

“Jurgen Klopp telah memiliki keberuntungan pada beberapa pekan terakhir ini. Namun, saya mengharapkan mereka memiliki kecepatan dan agresivitas para pemain untuk mengalahkan Manchester United,” jelasnya.

“Kendati demikian, Ole Gunnar Solskjaer akan berharap bahwa dirinya mendapatkan keberuntungannya setidaknya beberapa pemain kuncinya yang mengalami cedera turut ikut bermain dan kembali di Old Trafford,” ungkapnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Liverpool Mulai Terbiasa Lakukan ‘Fergie Time’

Vivagoal Liga InggrisMichael Owen yang pernah bermain untuk Liverpool dan Manchester United melihat ada sebuah transformasi taktik yang terjadi. Liverpool kini mulai akrab dengan taktik Fergie Time milik Manchester United.

Musim ini Liverpool melaju begitu kencang di ajang Premier League. Delapan laga awal berhasil mereka lakoni dengan kemenangan. Raihan 24 poin membuat mereka nyaman di puncak klasemen unggul delapan angka dari Manchester City di peringkat kedua.

Liverpool juga disebut telah memiliki mental juara yang dulunya dimiliki oleh Manchester United. Skuad Jurgen Klopp itu mampu mengunci tiga poin di penghujung laga seperti yang mereka lakukan saat menang 2-1 dari Leicester.

Owen pun melihat jika hal tersebut membuat Liverpool kini tak ubahnya menjelma seperti Manchester United di era keemasannya bersama Alex Ferguson. Hal tersebut bisa kian melekat jika mereka terus melakukannya.

Baca Juga: Liverpool Ingin Cari Penerus dari Lovren

“Ya, saya kira kita sudah melihat ini [menang di menit akhir] berkali-kali selama bertahun-tahun. Itu merupakan karakter hebat dalam banyak tim. Saya kira, ketika Anda mengingat masa kejayaan MU, hampir semua orang mengeluhkan ‘Fergie Time’ dan jumlah gol yang mereka cetak di menit akhir pertandingan,” tutur Owen kepada Express.

“Begitu Anda berhasil melakukan itu satu atau dua kali, Anda mulai meyakini bakal ada sesuatu yang terjadi. Lama-lama hal itu akan menjadi kebiasaan.”

Owen kemudian melihat jika hal tersebut bisa jadi menjadi pertanda jika Liverpool akan juara musim ini.

“Begitu Anda memiliki karakter itu, saya kira Anda punya senjata rahasia. Melaju sampai akhir, meyakini Anda akan mencetak gol telat adalah sebuah modal besar,” lanjut Owen.

“Tentu saja Liverpool berhasil melakukan itu sekarang. Siapa tahu, itu mungkin menjadi tanda calon juara bagi mereka,” tandasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Owen Berikan Pernyataan Menohok untuk Tim MU!

Vivagoal Liga InggrisMantan penyerang Manchester United, Michael Owen mengatakan jika skuad Manchester United saat ini adalah yang terburuk dalam beberapa dekade terakhir. Ia bahkan menyebut MU hanya akan bersaing di papan tengah.

Ole Gunnar Solskjaer melakukan perubahan yang cukup signifikan di Manchester United musim panas kemarin. Beberapa pemain seperti Romelu Lukaku, Alexis Sanchez dan Ander Herrera ia lepas.

Solskjaer kemudian banting setir dengan mendatangkan para pemain muda berpotensi. Para pemain akademi juga terus ia promosikan. Filosofi klub terdahulu coba ia usung.

Namun sayangnya apa yang coba diterapkan Solskjaer tak seperti yang diharapkan. MU kesulitan berkembang apalagi bersaing di papan klasemen. Mereka kini tercecer di posisi kesepuluh klasemen Liga Primer, 12 poin di belakang pemimpin liga Liverpool.

Baca Juga: Owen Ribut dengan Rekan Setimnya di Twitter

Owen kemudian melihat jika skuad yang ada di MU saat ini merupakan yang terburuk dalam beberapa dekade terakhir. Ia melihat jika kecil kemungkinan mereka bisa bersaing di papan atas dengan skuad yang ada saat ini.

“Ya, saya katakan [Manchester United kini tim papan tengah]. Saya tak berpikir mereka akan berada di enam besar musim ini,” ucap Owen kepada BT Sport.

“Ini menjadi tim Manchester United terburuk dalam beberapa dekade terakhir, bukan? Sejak sebelum Sir Alex Ferguson mengambil alih.

“Ini sudah terjadi selama bertahun-tahun. Mungkin selama lima, enam, tujuh, delapan tahun Anda berpikir ‘ini bisa lebih buruk’, maka terjadilah.

“Poin yang ingin saya sampaikan adalah dalam banyak hak, Ole Gunnar Solskjaer secara sadar telah melemahkan timnya.

“Melepas pemain seperti Lukaku, Herrera, [Matteo] Darmian, Sanchez, [Chris] Smalling. Ia tahu ia bisa meningkatkan timnya dengan para pemain ini, tapi saya pikir ia mengambil pandangan, Anda harus mundur beberapa langkah untuk kemudian maju ke depan. Tapi apakah mereka [para pemain] anyar akan membawa tim ke tempat yang diinginkan? Jawabannya tidak, itulah yang Ole lakukan.”

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Owen Sarankan Youngster City Segera Angkat Kaki, Kenapa?

Vivagoal Liga Inggris – Mantan striker Inggris, Michael Owen menyarankan Phil Foden untuk segera angkat kaki dari Manchester City dengan status pinjaman guna memberikannya menit bermain yang cukup. Eks pemain Stoke City itu juga menyarankan agar Foden tak terlalu memilih klub mana yang akan dibelanya.

Sejauh ini, produk asli akademi Man City itu baru mengemas sepasang laga. Ia bahkan hanya membukukan 11 menit bermain pada awal musim ini. Owen menyayangkan jika bakat Foden akan disia-siakan andai ia bersikeras bermain untuk Man City.

“Saya pikir dia tidak harus menjadi orang yang pilih-pilih [soal klub tujuannya]. Cukup pergi ke sana, buat dia bermain,” buka Owen kepada Talksports.

“Setelah itu, [dia kemudian akan belajar] bagaimana cara untuk menang, bagaimana untuk menyenangkan hati fans dan bagaimana untuk bermain baik ketika itu bukan hari terbaik Anda,” imbuhnya.

Baca Juga: Vincent Kompany Adalah Carles Puyol-nya Manchester City!

Foden sendiri memang merupakan aset berharga untuk City. Ia pun sudah menandatangani kontrak jangka panjang bersama the Sky Blues. Bahkan terkait seberapa pentingnya Foden, Pep Guardiola, selaku juru taktik City pernah berujar jika Foden adalah bakat terbaik yang pernah dijumpainya.

Meski begitu, Pep tak ingin memberikan youngsternya jaminan bermain reguler setiap minggunya. Pasalnya, skuat City sendiri kini memang dipenuhi oleh sederet nama besar. Owen pun mengamini sulitnya situasi juniornya itu.

“Dia saat ini berlatih bersama sejumlah pemain terhebat di planet ini setiap harinya dan bersama Pep Guardiola, namun di sana tidak ada yang membuatnya menjadi profesional matang sedangkan peminjaman ke klub lain bisa membantu dia jadi pemain lengkap,” pungkas Owen

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

5 Fakta Sang Legenda Michael Owen

Vivagoal5 Fakta – Michael James Owen merupakan legenda sepakbola dari Inggris. Dia adalah striker yang pernah bermain di Liverpool, Real madrid, Newcastle United, Manchester United dan Stoke City.

Legenda timnas Inggris ini pernah menjad pemain andalan ketika bermain dengan The Reds dan sempat mencapai puncak kejayaan ketika berhasil menyabet treble winner pada musim 2000-2001. Ia bahkan sempat menyabet trofi individu sensasional yakni Ballon d’Or pada musim itu.

Usai membele Liverpool, Michael Owen berlabuh ke tim raksasa La Liga, Real Madrid. Akan tetapi, dia hanya bertahan selama satu musim aja. Setelah itu, Owen berlabuh ke tim Liga Premier Inggris, Newcastle United dengan menandatangani kontrak selama 4 tahun.

Baca Juga: 5 Fakta Seputar Perjalanan Karir Sepakbola Ashley Cole

Usai Newcastle United resmi terdegradasi dan berstatus free transfer, Owen didaratkan oleh Manchester United tepat pada bulan Juli 2009.

Usai bermain selama 3 tahun bersama Setan Merah, Legenda dari negara Ratu Elizabeth ini bergabung dengan klub terakhirnya, Stoke City dengan kontrak selama setahun. Akhirnya, Owen memutuskan untuk pensiun pada akhir musim 2012-2013.

Owen adalah satu dari tujuh pemain yang mempunyai catatan gol lebih dari 150 pada ajang Premier League. Owen juga merupakan pemain termuda dalam mencapai 100 gol di Premier League.

Perlu diketahui, bahwa Owen merupakan satu dari tujuh pemain yang memiliki catatan lebih dari 150 gol pada ajang Liga Premier Inggris. Owen juga pernah dinobatkan menjadi pemain paling muda dalam mencapai 100 gol di Liga Inggris.

Tertarik dengan cerita Michael Owen? Berikut VIGO merangkum 5 Fakta Sang Legenda Michael Owen

Michael Owen Sebut Pelatih Italia Rusak Sepak Bola Inggris

Vivagoal Liga Inggris – Mantan striker Timnas Inggris, Michael Owen menyebut jika pelatih Italia, Fabio Capello merupakan orang yang harus bertanggung jawab sebagai perusak karirnya. Selain itu, ia juga menyebut eks pelatih timnas Russia itu merupakan penyebab rusaknya sepak bola Inggris secara umum.

Semasa dilatih Capello, mantan juru gedor Stoke City itu hanya mengemas satu kali penampilan. Ia pun berang karena sang pelatih kerap menepikannya meski ia dalam kondisi yang fit. “Ia telah menyudahi karir internasional saya,” buka Owen kepada Goal International.

“Tidak hanya karena ia menyudahi karier internasional yang diraih dengan susah payah tanpa penjelasan sama sekali, tapi ia juga menjadi salah satu manajer Inggris tidak efektif yang pernah ada.”

Owen menilai Capello merupakan sosok yang menghancurkan sepak bola Inggris. Bahkan pria asli Livepool itu menyebut Capello dibayar mahal untuk merusak sepak bola Inggris.

Semasa bermain, Owen sudah mempekuat beberapa tim seperti Liverpool, Real Madrid, Newcastle, Man United dan Stoke City. Besama timnas Inggris, ia sukses mencetak 40 gol dalam 89 laga. Saat ini, ia tengah berkarir sebagai salah satu pundit di stasiun tv Inggris.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Owen Tak Jagokan Liverpool Jadi Juara

 Vivagoal – Liga Inggris – Manchester City dan  Liverpool diprediksi masih akan merajai Liga Inggris musim 2019/20. Duel keduanya dinilai akan kembali terulang di liga domestik. 

City yang berstatus sebagai juara Liga domestik nampaknya masih akan bersaing bersama Liverpool yang memegang titel juara Liga Champions. Ha itu diakui oleh Michael Owen, mantan penyerang Liverpool.

“Juara Liga Champions, Liverpool, tampaknya akan menjadi penantang utama Manchester City musim depan karena mereka, sampai saat ini, masih berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkan gelar Premier League yang sulit untuk dipahami,” tutur Owen kepada BetVictor.

Baca Juga : Jadi Kandidat Juara, Liverpool Merendah

Lebih lanjut, meskipun Liverpool punya banyak fans setia dan selalu mendukung The Reds  menjadi kampiun. Tapi Owen mencoba jujur dengan menjagokan The Citizen di musim nanti.

The Reds tampil luar biasa dalam perburuan gelar musim lalu dan mereka sudah pasti memiliki suporter yang akan selalu mendukungnya, tapi saya lebih mengunggulkan City dalam pertarungan antara kedua tim hebat ini.

Mereka tetap menjadi tim yang harus dikalahkan, walaupun mereka berhasil mendulang 98 poin musim lalu jika dibandingkan dengan 100 poin di musim sebelumnya,” jelas Owen. 

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggrishanya di Vivagoal.com

Manchester United Jadi Tim Paling Sulit Finis Empat Besar, Kenapa?

Vivagoal Liga Inggris Michael Owen coba memberikan analisanya terkait siapa saja yang akan finis empat besar akhir musim nanti. Melihat sisa laga yang ada, ia menilai Manchester United berada dalam situasi paling sulit.

Hingga pekan ke-35 Premier League, bisa dikatakan Liverpool dan Manchester City akan finis di peringkat satu dan dua. Dengan demikian, terisa dua slot yang masih bisa diperebutkan tim-tim lain guna berlaga di Liga Champions musim depan.

Namun persaingan mencapai kompetisi tertinggi se-Benua Biru tersebut tidaklah mudah. Ada empat tim yang sama-sama masih memiliki peluang besar untuk finis di empat besar. Di peringkat tiga ada Tottenham Hotspur dengan raihan 67 poin. Mereka hanya terpaut tiga poin saja dengan pesaing terjauh alias posisi enam, Manchester United.

 

Sebagian dari mereka menyisakan tiga sampai empat laga. Melihat persaingan yang begitu ketat, kesalahan sedikit saja bisa menjadi bumerang bagi mereka.

Menurut analisa Owen, Tottenham dikatakan jauh diuntungkan dibanding tiga pesaing mereka. Arsenal, Chelsea dan Man United disebutnya memiliki lawan yang sedikit lebih susah di sisa laga musim ini.

“Saya kira Tottenham bagus [kans finis empat besar]. Mereka menghadapi jadwal yang menguntungkan, tiga laga di kandang dan mereka sudah mendapatkan keunggulan poin dari tim-tim lainnya,” tutur Owen kepada Flow Sports dikutip dari Sky Sports.

“Saya bisa merancang skenario untuk ketiga tim lainnya, dengan United yang paling tidak mungkin untuk berada di empat besar.”

“Lihat saja dua laga United berikutnya, Man City dan Chelsea, saya tahu kedua laga itu di kandang mereka sendiri, tetapi mereka membutuhkan keajaiban untuk finis di empat besar,” lanjut dia.

Andai Spurs mengisi posisi ketiga, persaingan masih menyisakan tiga tim lain. Meski demikian Owen cukup sulit untuk bisa menunjuk satu lagi tim yang akan finis empat besar Juni mendatang.

“Di antara tiga tim lainnya, sangat sulit melihat siapa yang paling layak. Di bawah Emery, Arsenal sudah jauh berkembang. Chelsea tampil mengecewakan dengan pemain-pemain mereka. MU sedikit bangkit. Sulit mengatakan siapa yang layak.”

“Akan menjadi pukulan besar untuk tim-tim yang gagal menembus empat besar akhir musim ini,” tutup Owen.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

LATEST NEWS

- Advertisement -

HOT NEWS