Tag: Presiden Napoli

Musim Depan, Serie A Akan Berjalan Layaknya Sebuah Film!

Vivagoal Serie A Menurut Presiden Napoli Aurelio De Laurentiis, Serie A musim 2019/20 akan sulit diprediksi dan bakal berjalan layaknya sebuah film. Mengapa ia berani mengeluarkan pernyataan tersebut?

Seperti diketahui, per musim depan, kompetisi tertinggi sepak bola Italia bakal disuguhkan kedatangan dua sosok yang cukup taktikal yakni Maurizio Sarri dan Antonio Conte. Keduanya resmi membesut Juventus dan Inter Milan.

Untuknya, kedua sosok ini hadir untuk menjadi suksesor pelatih sebelumnya. Sarri bakal melanjutkan tongkat estafet dari Max Allegri. Sementara Conte ditugaskan memperbaiki kinerja Luciano Spaletti yang dianggap kurang memuaskan pada musim kemarin.

Kebetulan pula, kedua pelatih ini pernah menangani Chelsea dan sama-sama memberikan dari trofi mayor untuk the Blues.

Baca Juga:  Presiden Napoli Umumkan Icardi Tak Akan Bergabung ke Klubnya, Kenapa?

Menilik kehadiran dua sosok pelatih dengan reputasi besar tesebut. De Laurentiis pun buka suara. Presiden Napoli itu mengungkapkan jika musim depan, Serie A bakal berjalan layaknya film.

“Ini seperti sebuah film yang belum kami ketahui naskahnya. Ini akan tertulis sebagaimana perjalanannya,” tutur De Laurentiis kepada Corriere dello Sport.

Pria berusia 70 Tahun juga mengungkapkan jika taktik yang diterapkan kedua pelatih  akan menyuguhkan sesuatu yang cukup segar. Sarri akan bermain dengan skema Sarri-ball yang dikombinasikan dengan possesion serta direct football. Sementara Conte akan tetap bermain skema grinta yang menekankan pada semangat tinggi dan berjuang hingga detik terakhir pertandingan.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Bukan Allegri, Melainkan Ronaldo yang Disebut Menjadi ‘Pelatih’ Juventus

VivagoalSerie A – Presiden Napoli, Aurelio De Laurentiis , mengungkapkan bahwa megabintang Juventus, Cristiano Ronaldo, adalah orang yang berjasa kepada Si Nyonya Tua musim ini daripada Massimiliano Allegri.

Bahkan, Pria yang juga sutradara film ini menyebut sosok berkebangsaan Portugal itu sebagai pelatih.

Pernyataan itu ia ungkapkan kepada Corriere dello Sport, bahwa kehadiran Cristiano di ruang ganti Juventus lebih berharga daripada apa yang telah dilakukan Max Allegri musim ini.

Hal itu ia tegaskan bukan tanpa sebab. De Laurentiis meyakini kehadiran pemain bernomor punggung 7 ini membuat skuad La Vecchia Signora percaya diri.

“Cristiano (Ronaldo) sangat berkharisma. Dia adalah pelatih Juventus sebenarnya. Memang, apa yang sudah dilakukan Allegri musim ini?” puji De Laurentiis seperti yang dikutip berita sports, Football Italia.

Secara tersurat, De Laurentiis memuji Cristiano sebagai motivator ulung. Ia menyebut bagaimana mantan pemain Real Madrid ini lebih aktif ketimbang pelatih-pelatihnya. Bahkan hal itu ditunjukkan olehnya saat membela Portugal pada gelaran Euro 2016.

“Cristiano adalah motivator sebenarnya (dibandingkan Allegri). Ketika saya melihatnya bersama Portugal (di final Euro 2016), ia duduk di bangku cadangan dan tak berhenti berteriak kepada para pemain di lapangan,” imbuhnya.

Cristiano sendiri baru didatangkan pada awal musim 2018/19 dari Real Madrid. Kehadirannya memang membuat Juventus kian menakutkan di kancah domestik.

Buktinya, ia berhasil menjaringkan 21 gol di musim pertamanya di negara Pizza tersebut. Bahkan ia mampu meraih gelar liga yang menjadikannya satu-satunya pemain yang mampu meraih gelar juara liga Inggris, Spanyol dan Italia.

Selalu update berita bola terkini seputar sepakbola dunia hanya di vivagoal.com

Ronaldo Seorang Diri Tak Kan Bisa Bawa Juventus Juara Champions League

VivagoalSerie A – Presiden Napoli, Aurelio De Laurentiis menilai jika seorang Cristiano Ronaldo sendirian tak akan mampu membawa Juventus juara Liga Champions. Dibutuhkan dukungan termasuk peningkatan kualitas seluruh tim tuk bisa melakukannya.

Ambisi besar Juventus untuk bisa meriah trofi ketiga mereka di Liga Champions terlihat menggebu di awal musim ini. Pembelian pemain-pemain berkelas dilakukan salah satunya dengan mendatangkan Cristiano Ronaldo.

Pemain yang sudah meraih lima trofi Liga Champions bersama Manchester United dan Real Madrid tersebut didatangkan dari Santiago Barnabeu dengan mahar mencapai 100 juta euro berikut bonus hingga 12 juta euro.

 

Harga mahal yang dikeluarkan berhasil ditebus CR7 dengan penampilan yang tak bisa dikatakan buruk. Tercatat ia kini berhasil menjadi top skor tim dengan 26 gol di semua ajang.

Kontribusi di Liga Champions juga cukup masif. Namun sayang dua golnya saat bertemu dengan Ajax tak kuasa membawa Juventus lolos ke babak semifinal lantaran Juventus akhirnya kalah agregat 3-2.

De Laurentiis sendiri mengaku tak kaget dengan kinerja Ronaldo yang begitu meyakinkan terutama di Liga Champions. Hanya saja ia sangat menyayangkan kerja keras bintang Portugal itu tak dibarengi dengan perkembangan yang dilakukan ole tim secara menyeluruh.

“Cristiano Ronaldo seorang diri tak membantu Juventus memenangi Liga Champions. Kinerja tim lah yang membawa Anda menuju kemenangan,” ujar De Laurentiis seperti dikutip Football Italia.

Kekecawaan Ronaldo juga terlihat dari penuturan sang mama, Dolores Aveiro. Ia menyebut sang putra begitu kecewa hingga tak lagi memiliki kepercayaan diri seperti sebelumnya.

“Ronaldo mencetak gol, tapi dia tidak bisa melakukan lebih banyak lagi untuk Juventus. Dia bilang dalam kondisi sedih, dia begitu ingin lolos ke final. Ronaldo akan mencobanya lagi pada kesempatan selanjutnya,” ungkap Dolores Aveiro diutip dari Gazette dello Sport.

“Apa yang dia katakan kepada saya? Ibu, saya tidak bisa membuat keajaiban dan itulah yang terjadi,” tambahnya.

Setelah tersingkir dari Liga Champions, praktis kini Ronaldo hanya berkesempatan meraih satu gelar bersama Juventus. Ronaldo berpeluang menghapus kesedihannya dengan memastikan gelar Serie A musim ini ketika Juventus bertemu dengan Fiorentina pada akhir pekan nanti.

Selalu update berita bola terkini seputar sepakbola dunia hanya di vivagoal.com

De Laurentiis: FFP Selalu Berhubungan Dengan Politik

0

VivagoalSerie A – Presiden Napoli, Aurelio De Laurentiis menyebut jika FFP yang diterapkan oleh UEFA tidak berjalan sebagaimana mestinya dengan mengandung politik untuk kepentingan sebagian klub.

Sejak tahun 2011, klub-klub kaya raya sudah tak bisa lagi semena-mena dalam mendatangkan para pemain incaran mereka. Adalah peraturan terkait keseimbangan neraca keuangan dari UEFA bernama Financial Fair Play (FFP) yang menjadi ‘penghalang’ bagi mereka.

FFP sendiri sejatinya menjadi langkah UEFA untuk menjaga persaingan antar klub tetap terjaga. Sebagai contoh klub-klub papan bawah dengan kekuatan keuangan yang minim pastinya sulit bersaing dengan klub-klub sekelas PSG, Manchester City serta Real Madrid yang bisa saja mengeluarkan uang pribadi dari sang pemilik klub untuk belanja pemain.

Peran FFP di sini adalah sebuah klub harus memiliki pemasukan dan pengeluaran seimbang di setiap tutup buku atau akhir musim. Dengan demikian setiap klub harus memperhitungkan secara pasti jumlah pemasukan mereka satu musim sebelum mendatangkan pemain dengan total pengeluaran selangit.

UEFA sendiri akan melalui Badan Pengawas Keuangan Klub UEFA (CFCB) akan mengeluarkan daftar klub yang neraca keuangannya tidak seimbang pada akhir tahun dengan anggapan mereka bisa memaksimalkan enam bulan berikutnya untuk menutup kekurangan pemasukan klub.

Namun FFP sendiri bukan berarti tanpa celah. Beberapa tahun belakangan banyak klub yang mengakali dengan menyuntikkan dana pribadi dari sang pemilik melalui sponsor-sponsor yang ada seperti baru-baru ini yang dikabarkan dilakukan oleh PSG dan Man City.

Melihat hal tersebut De Laurentis menilai jika FFP sebenarnya tidak berjalan seperti yang diharapkan. Banyak permainan politik yang menguntungkan beberapa pihak terkait modal belanja yang mereka miliki di setiap musim.

“FFP tidak berjalan seperti seharusnya, itu tidak diterapkan dengan benar,” kecam De Laurentiis melalui laman TuttoNapoli. “Jika itu benar-benar diterapkan, maka lebih dari separuh klub Serie A akan kolaps.”

“UEFA sudah melakukan apa yang mereka bisa, tapi itu selalu tentang isu politik dan siapa pun yang mengambil keputusan benar-benar menjengkelkan.”

Perlu diketahui di dalam mengambil keputusan UEFA sendiri akan melakukan pembicaraan dengan beberapa pihak termasuk dengan European Club Association (ECA). ECA sendiri adalah asosiasi klub-klub Eropa yang bertugas secara langsung mewakili klub sepak bola, melindungi, dan membela kepentingan mereka terkait masalah sepak bola klub Eropa yang diketuai oleh Presiden Juventus, Andrea Agnelli.

Selalu update berita bola terkini seputar sepakbola dunia hanya di vivagoal.com

LATEST NEWS

- Advertisement -

HOT NEWS