Tag: Rasisme Romelu Lukaku

Pindah ke Italia, Bomber Inter Sudah Prediksi Bakal Terima Rasisme

0

Vivagoal Serie A – Romelu Lukaku sudah memprediski dirinya bakal mengalami kasus rasisme kala memutuskan hengkang dari Manchester United ke Inter Milan di bursa transfer musim panas kemarin. Sepak Bola Italia memang merupakan Negara yang kerap bermasalah terhadap orang-orang dengan kulit berwarna. Hal tersebut dapat dilihat dari bermuculannya kasus rasisme dalam beberapa kesemaptan.

Kala bertanding melawan Cagliari beberapa waktu lalu, Lukaku mengalami sasaran pelecehan rasisme dari fans Cagliari kala ingin mengeksekusi penalti. Namun sebelum hal tersebut terjadi, ia mengaku sudah siap dengan konsekuensi yang bakal dihadapinya kelak.

“Saya sudah siap untuk itu, karena sebelum datang ke sini saya berbicara dengan beberapa teman yang bermain di Serie A dan mereka memperingatkan saya akan hal tersebut,” ungkapnya seperti dinukil Goal International.  “Di Cagliari, itu adalah momen yang sulit. Serie A dan UEFA harus berbuat lebih banyak.”

Eks striker Everton ini juga berharap UEFA, selaku otoritas tertinggi sepakbola Eropa bisa segera mengambil sikap guna meminimalisir hal yang sama terulang kembali, khususnya di sepakbola Italia. Bahkan menurutnya, berbagai kampanye yang dilakukan untuk mencegah kasus serupa tak berjalan efektif andai tak ada tindakan tegas.

Baca Juga: Duo Manchester Tertarik Boyong Bintang Baru Inter Milan

“UEFA harus bertindak. Kita bisa mempromosikan kampanye ‘Tidak Untuk Rasisme’, tapi jika kami tidak melakukan apa pun untuk melawan fenomena tersebut, itu tidak masuk akal,” pungkasnya.

Sejauh ini, Lukaku sudah mencetak Sembilan gol di berbagai ajang yang ia mainkan bersama Inter Milan. Saat ini, La Beneamata berada di peringkat kedua di bawah Juventus dengan perbedaan satu poin.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Nyanyian Monyet Tak Selamanya Rasis, Ini Kata Presiden Lazio

Vivagoal Serie AClaudio Lotito selaku Presiden Lazio telah memberikan pernyataan yang konyol. dia mengungkapkan bahwa nyanyian monyet tidak selamanya harus diartikan dengan tindakan rasis terhadap seseorang.

Claudio Lotito mengungkapkan bahwa hal seperti itu juga terkadang ditujukan untuk pemain yang memiliki kulit putih.

Ada beberapa insiden rasis yang memalukan terjadi di Italia belakangan ini. Kalidou Koulibaly dan Romelu Lukaku termasuk di antara yang mendapatkan ungkapan rasis dari para penonton selama pertandingan.

Sedangkan Lazio akan melakoni satu pertandingan tanpa penonton sebagai hukuman atas nyanyian rasis yang ditunjukkan kepada salah satu pemain andalan AC Milan, Tiemoue Bakayoko dan Franck Kessie pada musim lalu.

Baca Juga: Dianggap Rasis, Cuitan Bernardo Silva ke Benjamin Mendy Berbuah Sanksi

Saat ini, Presiden Lazio muncul dengan membuat pernyataan yang sangat konyol untuk membenarkan perilaku yang pernah dibuat oleh pendukungnya saat itu.

“Nyanyian monyet tak selalu sesuai dengan tindakan diskriminatif atau rasis terhadap seseorang,” ucap Lotito dilansir dari ANSA.

“Saya teringat ketika saya masih kecil sering kali pemain bola yang tidak memiliki kulit berwarna atau yang memiliki kulit putih normal biasanya membuat nyanyian tersebut untuk mencegah lawan agar tidak mencetak gol didepan penjaga gawang,” imbuhnya.

Mereka memang harus diperlakukan secara individual. Kami mempunyai pemain yang berkulit hitam di klub kami. Saya tak memikirkan Lazio membedakan warna kulit di antara para pemain,” lanjutnya.

Fakta bahwa Lotito adalah presiden dari salah satu klub raksasa di Italia dan juga anggota dewan untuk Liga. Namun sayang dia menutup Mata terhadap masalah rasisme. Jelas, ini sangat mengkhawatirkan untuk sosok sekelas presiden Lazio.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Gara-Gara Ejek Lukaku, Komentator Italia Ini Tak Boleh Tampil Lagi

Vivagoal Serie ASebuah program olahraga Italia telah menangguhkan cendekiawan Luciano Passirani setelah dia membuat komentar rasis di udara tentang striker Inter Romelu Lukaku.

Passirani membuat komentar tentang TopCalcio24 pada hari Minggu sambil memuji penampilan Lukaku yang tampil gemilang di Inter musim ini. Diketahui bahwa tim Nerazzurri meraih kemenangan ketiga pada pertandingan Serie A dengan mengalahkan Udinese 1-0.

Sebuah video telah dibagikan di media sosial dan Passirani saat ini telah dilarang tampil di acara itu.

“Mr Passirani saat itu tengah “memuji” Lukaku ia menggunakan metafora yang ternyata rasis,” ucap direktur program Fabio Ravezzani.

“Saya pikir itu adalah kurangnya kejernihan sesaat yang mengerikan. Saya tidak bisa mentolerir kesalahan apapun, bahkan jika sesaat.”

Baca Juga: Lukaku Diprediksi Bakal Lebih Tajam Dibandingkan Ronaldo

Lukaku pindah ke Inter dari Manchester United pada bulan Agustus lalu dan telah mencetak dua gol dalam tiga pertandingan Serie A sejauh ini.

Tak hanya itu, pada bulan Agustus, Lukaku menjadi sasaran pelecehan dalam kemenangan Inter atas Cagliari.

Nyanyian monyet dapat didengar ketika striker Belgia akan menembak penalti dalam kemenangan Inter atas Cagliari dengan skor 2-1. Usai kejadian itu, Lukaku memposting ceritanya di Instagram.

“Sepak bola adalah permainan yang bisa dinikmati dan kita tidak boleh menerima segala bentuk diskriminasi. Hadirin sekalian, ini tahun 2019 – alih-alih maju, kita malah mundur lantaran perkataan rasis dan diskriminasi.”

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Rasisme dalam Sepakbola Harus Segera Ditangani Serius

Vivagoal Serie A – Romelu Lukaku telah mengulangi seruannya agar lebih banyak yang harus dilakukan untuk memerangi rasisme dalam sepak bola setelah ia menjadi sasaran nyanyian monyet dalam pertandingan di Cagliari.

Pada penampilan keduanya di Serie A untuk Inter, Lukaku menjadi sasaran pelecehan rasis saat bersiap untuk mengambil penalti, yang ia konversi untuk memenangkan pertandingan dengan skor 2-1.

Romelu Lukaku menggunakan media sosial untuk meminta pihak berwajib dan pemain sepakbola untuk “menyatukan” dalam melawan rasisme. 

Tak hanya Lukaku, di Cagliari ada  insiden serupa yang melibatkan Blaise Matuidi dan Moise Kean dalam beberapa tahun terakhir.

Rasisme juga menjadi masalah dalam minggu-minggu awal saat pembukaan Liga Premier yang berdampak pada Paul Pogba, Kurt Zouma dan Marcus Rashford. Di antara mereka ada yang menjadi sasaran pelecehan di media sosial.

Ditanya apakah pemain harus meninggalkan lapangan jika ditargetkan rasisme oleh penggemar, Lukaku mengatakan kepada Rolling Stone: “Tidak. Tapi saya pikir dia harus mengambil sikap, ya.

“Karena rasisme adalah sesuatu yang harus dijawab. Lihat di Inggris, dimana beberapa hal telah terjadi pada pemain dari Manchester United dan Chelsea dalam beberapa pekan terakhir: pertanyaan itu harus diatasi,” jelasnya.

“Sepak bola adalah sesuatu yang mendunia dan multikultural. Jika Anda benar-benar ingin menarik pemain terbaik di dunia, Anda harus menyambut mereka dengan tangan terbuka, karena pada gilirannya para atlet harus beradaptasi dengan budaya di mana mereka tiba. Oleh karena itu sangat penting untuk tidak membeda-bedakan, dan menghargai sesama.

“Saya pikir itu hal yang hebat bagi klub untuk meluncurkan kampanye seperti BUU – Brothers Universally United. Dan jika mereka menginginkan kontribusi saya, saya akan memberikannya kepada mereka. Jika saya mendengar nyanyian rasis, saya akan menjawab. Tetapi pikiran saya hari ini di lapangan sepak bola, untuk membantu rekan setim saya menang. “

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Thuram Sebut Tak Ada Penyelesaian untuk Kasus Rasisme!

0

Vivagoal Serie AMantan pemain Juventus, Lilian Thuram menyebut jika stakeholder di dunia sepakbola seakan berleha-leha mengurusi kasus rasisme. Teranyar, juru gedor Inter, Romelu Lukaku menjadi korban rasisme anyar di Serie A.

Striker asal Belgia itu menerima hinaan rasial berupa siulan san suara menyerupai Monyet dari fans Cagliari tatkala ia mengeksekusi tendangan penalti di Sardegna Stadium akhir pekan kemarin. Kejadian tersebut dikutuk keras oleh FIGC dan FIFA.

Namun, Thuram menilai respon tersebut adalah omong kosong belaka karena taka da penanggulangan berarti terhadap kasus rasisme dalam sepakbola, terkhusus di Italia.

“Selama bertahun-tahun reaksinya selalu sama. Semua orang bilang ini adalah perkara serius, tapi pada akhirnya tidak ada solusi sama sekali. Itu artinya, ada kemunafikan yang luar biasa,” kata Thuram kepada Corriere dello Sport, seperti dinukil Goal International.

“Di Prancis, wasit bisa menghentikan laga dan mengirim kedua tim ke ruang ganti ketika ada ujaran homofobia dari penonton. Namun di Italia, saya tidak pernah melihat ada tindakan konkret semacam ini.”

Baca Juga: Cagliari Dukung Lukaku, Namun Tak Ingin Dicap Memiliki Fans Rasis

Menurut eks Barcelona itu, superioritas kulit putih masih terjadi di Italia dan Eropa pada umumnya. Ia juga menyebut tak mudah untuk merubah paradigm tersebut. Satu-satunya cara yang bisa dilakukan adalah menerapkan ketegasan terhadap kasus rasial agal hal yang sama tak terulang lagi.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Gelandang Kawakan Ini Beri Solusi Untuk Lawan Rasisme

0

Vivagoal Berita BolaLukaku mendapat serangan rasial saat Inter Milan bertandang ke markas Cagliari pada Senin (2/9/2019) lalu. Pemain asal Belgia tersebut diteriaki monyet oleh segelintir pendukung tim tuan rumah saat hendak mengambil tendangan penalti.

Aksi rasisme itu jadi yang ketiga kalinya terjadi dalam sebulan. Sebelumnya ada Paul Pogba yang mendapat serangan rasial saat gagal mengeksekusi penalti kala menghadapi Wolverhampton Wanderes.

Gelandang kawakan, Marco Verratti pun buka suara soal maraknya aksi rasial belakangan ini. Selain prihatin dengan hal tersebut dia meminta agar pertandingan langsung dihentikan andai rasisme masih terjadi di dalam stadion.

Baca Juga: Icardi Adalah Kejutan!

“Anda harus menghentikan pertandingan karena kalau tidak, kita takkan kemana-mana. Itu adalah langkah besar menurut saya, dan kita harus melakukannya karena kalau tidak, 4-5 orang bodoh itu akan selalu disana.

“Lukaku benar, terserah pada pemain untuk menunjukkan bahwa kami bisa jadi contoh bagi semua kalangan. Kami adalah pesepakbola yang bawa pengaruh besar, kalau itu dimulai dari kami, itu bakal sangat bagus, “tegas Verratti seperti dilansir dari Rai Sport. 

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com

LATEST NEWS

- Advertisement -

HOT NEWS