Tag: Ricardo Kaka

Kaka kepada Milan: Tiru Timnas Jerman, Bukan Arsenal!

Vivagoal Serie A – Kaka menyambut positif proyek AC Milan yang menggabungkan pemain tua dengan pemain muda. Ia berharap mantan klubnya tersebut bisa meniru kesuksesan Timnas Jerman bukan Arsenal.

Perpaduan pemain tua dan muda mulai terlihat ketika Zlatan Ibrahimovic tiba di San Siro pada Januari 2020 kemarin. Didatangkan saat berusia 38 tahun, Ibra mampu mendongkrak permainan tim baik secara personal maupun mentalitas.

Ya, dengan pengalaman segudang yang dimiliki, Ibra berhasil menyuntikkan mentalitas juara kepada para pemain muda. Milan kemudian berhasil mengakhiri musim di zona Liga Europa dan menargetkan Liga Champions musim ini.

Kaka kemudian puas dengan proyek yang dibangun oleh manajemen Milan saat ini. Menurutnya kehadiran pemain senior akan membantu perkembangan para pemain muda mereka.

“Mereka memiliki campuran pemimpin dan anak muda. Ketika saya datang di sana, saya masih muda dan saya menemukan struktur yang sama untuk membantu saya,” kata Kaka kepada La Gazzetta dello Sport.

“Penting untuk melanjutkan. Bagi saya, Elliott fund telah menemukan jalan yang benar, garis yang dipertahankan oleh CEO [Ivan] Gazidis,” serunya.

“Pekerjaan [Paolo] Maldini dan [Zvonimir] Boban juga sangat penting,” tambah Kaka.


Baca Juga:


Kaka kemudian mengaitkan program Milan tersebut dengan skema yang juga dipakai oleh Timnas Jerman. Mereka berhasil menggabungkan kekuatan pemain senior dan mereka yang masih muda untuk bisa meraih gelar juara Piala Dunia 2014.

Namun Kaka berharap Milan tidak melakukan tindakan ceroboh seperti yang dilakukan Arsenal. Menurutnya klub asal Inggris itu gagal menyeimbangkan skuad muda dan tuanya.

“Kami memikirkan model yang dimiliki Jerman, tim nasional dari 2014. Saya suka pembaruan Milan tapi belajar dari para veteran itu fundamental,” tegasnya.

“Mari kita pikirkan model Arsenal. Itu bagus, tapi mereka belum pernah menang dalam beberapa tahun terakhir. Kita perlu sedikit lebih konkret. Bagi saya ini bekerja lebih baik: pemimpin dan pemain muda untuk masa depan yang berkualitas,” tandas Kaka.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Miliki Sosok Pemain Tua, Jadi Kunci Kebangkitan AC Milan

Vivagoal – Serie A – Ricardo Kaka merasa keberadaan pemain berpengalaman di tubuh AC Milan saat ini jadi salah satu kunci kebangkitan mereka sejak akhir musim lalu, satu diantarnya adalah Zlatan Ibrahimovic.

Kaka memuji langkah mantan timnya itu ketika kembali memulangkah Ibrahimovic pada Bulan Januari lalu. Sejak kedatangan Ibra, Milan lambat laun bisa kembali tampil secara impresif di Serie A.

Menurut Kaka, Ibra memiliki pengaruh yang sangat kuat bagi para pemain Milan lain. Ia yakin jika pemain berusia 39 tahun itu bakal terus memberikan perbedaan di atas lapangan.

“Dia menaikan level semua pemain. Ibra memotivasi mereka dan memiliki kualitas. Itu sangat membantu pemain muda untuk berkembang,”ujar Kaka dilansir Football Italia.

“(Ibra) mengajarkan pemain lain untuk tetap berada di level tertinggi dan mengabaikan tekanan. Perebutan juara akan panjang dan sulit, saya bertaruh dia akan membuat perbedaan hingga akhir.”

Bagi para pemain yang telah memasuki masa akhir karir mereka, Serie A memang menjadi salah satu tempat terbaik sejak beberapa tahun silam. Kaka mengatakan jika hal tersebut justru membuat Serie A semakin indah.


Baca Juga:


“Sepakbola Italia lebih dari yang lain. Peduli dengan sejarah para juara. Mereka tidak meninggalkannya di lapangan karena prestasi masa lalu, tetapi karena mereka percaya,”ungkapnya.

“Itu memungkinkan mereka untuk memperpanjang karir mereka dengan rasa hormat. Menurutku itu indah. Ini adalah keuntungan dari sistem. (Pemain) yang paling berpengalaman tidak diam saja selama musim dingin, tapi mengirimkan nilai pasti pada para pemain muda.”

Struktur kolaborasi antara pemain veteran sebagai pemimpin dengan para pemain muda ini, diakui Kaka sangat membantu dirinya ketika pertama kali tiba di Italia tahun 2003 lalu. Mereka memiliki peran yang membuat Kaka menjadi salah satu pemain terbaik dunia beberapa tahun silam.

“Ketika tiba pertama kali, saya masih muda dan menemukan sebuah struktur itu yang sangat membantu. Tanpa mereka yang aku temui di Millanelo, saya tak akan bisa menjadi seperti saat ini,”tambahnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Legenda Milan Yakin Rossoneri Berada di Jalur Kemenangan

Vivagoal – Serie A – Eks Pemain AC Milan, Ricardo Kaka memiliki keyakinan besar jika mantan timnya itu kini tengah berada di jalur yang tepat, untuk kembali meraih kejayaan di masa lalu. Menurut Kaka kolaborasi antara pemain veteran dan muda sangatlah penting.

AC Milan kini memang tengah berada dalam tren positif dengan tak terkalahkan di 15 laga terakhir Serie A. Selain itu hingga pekan ke tiga Serie A musim 2020/21, Rossoneri belum sekalipun bisa dibobol oleh lawan.

Penampilan impresif AC Milan ini berawal di akhir musim lalu yang terus merangkak dari peringkat bawah menuju zona Europa League. Kembalinya Zlatan Ibrahimovic dianggap menjadi salah satu faktor kunci kebangkitan Milan.

Menurut Kaka, komposisi pemain muda dan senior di tubuh Milan sekarang memberikan dampak besar pada performa tim secara keseluruhan. Hal itu pernah pula Ia rasakan ketika tiba di Milan pada tahun 2003 lalu.

“Mereka memiliki pengganbungan antara pemimpin dan pemain muda. Ketika tiba pertama kali, saya masih muda dan menemukan sebuah struktur yang sangat membantu,”ujar Kaka dilansir Football Italia.

“Sangat penting untuk terus berlanjut. Bagi saya, Elliot fund (Grup Pemilik Milan) telah menemukan jalur yang tepat, lalu dipertahankan oleh CEO (Ivan) Gazidis. Kerja dari Paolo Maldini (Direktur Olahraga) dan Boban (Mantan Direktur Olahraga) sangat penting.


Baca Juga:


Pengaruh yang diberikan oleh para pemain berpengalaman itu menurut Kaka memang sangat kuat. Ia menilai para pemain muda harus memiliki sosok pemimpin yang bisa menuntun mereka menjadi pemain matang.

“Kita lihat contoh seperti Tim Nasional Jerman tahun 2014. Saya suka pembaruan dari Milan tapi belajar dari para veteran itu fundamental,”ungkapanya.

“Tanpa mereka yang aku temui di Millanelo, saya tak akan bisa menjadi seperti saat ini. Pemain muda saja tidak cukup.

“Coba kita lihat model dari Arsenal. Itu bagus, tapi mereka memenangkan banyak hal beberapa tahun terakhir. Kita perlu sedikit lebih pasti. Bagi saya yang lebih baik adalah, pemimpin dan pemain muda untuk masa depan yang berkualitas.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Disamakan Dengan Kaka, Reinier: Masih Terlalu Dini

Vivagoal Bundesliga – Wonderkid anyar Borussia Dortmund, Reinier Jesus angkat bicara soal dirinya disamakan dengan senior asal Brasil, Richardo Kaka. Ia mengaku sangat senang dengan tanggapan tersebut, tapi mantan pemain Real Madrid itu akan lebih senang apabila dikenal dengan kemampuannya sendiri.

Sebelumnya, Reinier merupakan pesepakbola asal klub Brasil, Flamengo. Penampilan apiknya berhasil membuat Real Madrid mendatangkannya ke Santiago Bernabeu pada Januari lalu. Sayang, setibanya di Madrid sang pemain belum mampu menembus skuad utama klub yang ditukangi Zinedine Zidane.

Merasa tak terpakai, Madrid pun meminjamkan Reiner ke Borussia Dortmund. Pemain berusia 18 tahun tersebut di pinjamkan selama dua musim.

“Saya tidak ingin menjadi Kaka. Saya ingin menjadi Reinier,” kata Reinier dikutip dari Goal International.

“Sangat menyenangkan dibandingkan dengan pemain sehebat Kaka, tetapi saya hanya ingin memberi bukti kemampuan sendiri.”

“Saya ingin meraih sukses bersama klub, memenankan gelar sebanyak mungkin dan menyuguhkan kegembiraan pada fans.”


Baca Juga:


Lebih lanjut, Reinier menyampaikan dirinya tak butuh waktu lama untuk memutuskan bermain di Jerman. Dia sangat percaya bermain dengan Haaland dan kolega kemampuannya akan meningkat pesat.

“Saya dan keluarga tidak berpikir panjang,” lanjutnya.

“Dortmund dikenal karena kemampuan mengembangkan pemain. Ketika kesempatan datang, kami tahu ini adalah jalan yang tepat.”

“Saya bisa bermain di posisi manapun di lini serang. Dimana saja pelatih menginginkan saya bermain, saya siap. Saya ingin membantu tim dan melakukan yang terbaik untuk tim.” tutupnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Bundesliga hanya di Vivagoal.com

PSG Juara Liga Champions, Neymar Bisa Kunci Ballon d’Or Tahun Ini

Vivagoal Ligue 1 – Legenda timnas Brasil, Ricardo Kaka sangat yakin Neymar bakal bisa memenangkan Ballon d’Or tahun ini. Akan tetapi, hal itu baru bisa benar-benar terjadi, jika Neymar bisa membawa Paris Saint-Germain keluar sebagai juara Liga Champions.

Sebagaimana yang diketahui, ada banyak spekulasi soal alasan Neymar mau bermain di Ligue 1 Prancis bersama PSG. Salah satunya karena dia ingin lepas dari bayang-bayang Lionel Messi dan berusaha mewujudkan mimpinya meraih trofi Ballon d’Or.

Namun, sejak memutuskan pindah dari Barcelona pada tahun 2017 silam, Neymar masih kesulitan menjemput impiannya jadi pemain terbaik dunia. Pasalnya, dalam dua edisi terakhir Ballon d’Or, Neymar sama sekali tidak mendapat panggung di acara tersebut. Namanya bahkan tidak ada dalam 30 besar daftar finalis Ballon d’Or yang dimenangkan Luka Modric pada 2018 dan Messi di tahun 2019.

Kaka menilai, situasi tersebut dikarenakan minimnya prestasi PSG di level kompetisi benua biru. Oleh karenanya, Neymar berpeluang meraih bola emas tersebut tahun ini jika bisa membantu PSG menjuarai Liga Champions tahun ini.

“Saya pikir Neymar bisa jadi favorit yang kuat. Saya masih yakin bahwa dia salah satu pemain terbaik sekarang ini.” ucap Kaka seperti dikutip dari Globo Esporte.

“Apakah dia akan memenangkan Ballon d’Or itu atau tidak, tergantung pada pencapaian PSG. Kita tunggu saja final Liga Champions di Lisbon, andai Neymar bisa jadi protagonisnya dan PSG jadi juara, maka dia layak memenangi penghargaan pemain terbaik di dunia.” tegas Kaka.


Baca Juga:



Untuk diketahui, selama berseragam PSG, Neymar bukannya kering gelar. Pemain berusia 28 tahun itu sukses merebut 11 trofi juara di kompetisi domestik selama tiga musim bersama PSG. Sayang, di ajang Liga Champions, Neymar dan PSG belum mampu berbicara banyak.

Meski PSG kerap masuk dalam tim unggulan juara Liga Champions tiap musimnya, PSG justru kesusahan berbicara banyak dan baru tahun ini bisa melangkah ke babak perempatfinal setelah tiga musim beruntun hanya bisa sampai babak 16 besar.

Selalu update berita bola terbaru seputar Ligue 1 hanya di Vivagoal.com

Eks Presiden Milan Ingin Boyong Ibra, Kaka dan Maldini ke Klub Serie B

Vivagoal – Serie A – Mantan Presiden AC Milan, Silvio Berlusconi ungkap ambisi besarnya untuk bisa membawa Zlatan Ibrahimovic dan Ricardo Kaka menuju Klub Serie B, Monza. Selain itu Ia berharap pula merayu wonderkid Milan yakni, Daniel Maldini.

Ibrahimovic hampir dipastikan kembali ke Milan untuk menlanjutkan sisa musim 2019/20 ini. Sedangkan Ricardo Kaka telah memutuskan untuk pensiun dari dunia sepakbola sejak tahun 2017 lalu.

Meski begitu, Berlusconi menilai kedua pemain sebagai sosok pemain yang tepat agar bisa membantu Monza menuju papan atas sepakbola Italia. Pasca dihentikan lebih cepat, Monza memang menjadi salah satu tim yang promosi dari Serie C musim ini.

Berlusconi sendiri telah mengkakuisisi Monza sejak tahun 2018, tepatnya setahun setelah dirinya menjual AC Milan ke taipan asal China, Yonghong Li. Kurang lebih 31 tahun Berlusconi menjadi petinggi AC Milan sejak tahun 1986.

Puluhan tahun menjadi salah satu sosok penting di Milan, membuatnya ingin menjadikan Monza sebagai salah satu klub besar seperti Rossoneri. Ia pun siap untuk medaratkan para pemain bintang demi mewujudkan ambisi besarnya tersebut.


Baca Juga:


“Dia (Ibrahimovic) adalah target utama kami, begitupun Kaka. Untuk alasan di luar sepakbola, kami tentu kesulitan. Tapi kamu tak pernah tahu (kedepannya),”ujar Berlusconi dilansir Football Italia.

“Saya tak pernah ragu akan untuk bisa promosi. Kami memulai dari puncak, (lalu) bertahan terus hingga musim dihentikan.

Khusus untuk Daniel Maldini, mantan Perdana Mentri Italia itu cukup optimis bisa memboyongnya menuju Brianteo Stadium. Jaminan waktu bermain yang cukup diprediksi akan menjadi salah satu cara agar Maldini mau bergabung bersama Monza.

“Kami berharap seperti itu, kami harap dia bisa membuktikan dirinya sebagai pemain muda yang bertalenta,”ungkpanya.

Setelah berhasil melaju satu tingkat, menurutnya kini Ia tengah membentuk sebuah tim yang disiapkan untuk bisa bersaing di masa yang akan datang. Pengalaman yang telah dijalaninya bersama Milan, menjadi salah satu senjata utama Berlusconi di Monza.

“Sekarang kami akan membangun tim hebat untuk bermain di Serie B. (Untuk) bisa promosi ke Serie A, tergantung oleh banyak faktor. Tapi kami tahu beberapa hal tersebut dan siap untuk melakukan semuanya dengan maksimal,”tambahnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Kaka Beri Tips Khusus Buat Joao Felix Biar Sukses Berkarir Di Spanyol

Vivagoal La Liga – Legenda sepakbola Brasil, Ricardo Kaka memberikan saran kepada penyerang muda Atletico Madrid, Joao Felix agar bisa sukses berkarir di La Liga Spanyol. Ia menyebut, di Spanyol, taktik di lapangan lebih banyak berbicara ketimbang skill individu.

Kaka telah gantung sepatu pada Desember 2017 silam. Sebagian besar karier pria 38 tahun itu dihabiskan di Eropa dengan membela AC Milan dan Real Madrid.

Karier Kaka menanjak di Milan, klub yang dibelanya selama enam musim. Tapi pada musim panas 2009, Kaka memutuskan hijrah ke Spanyol. Tapi Kaka ternyata salah mengambil keputusan karena karirnya di Madrid justru hancur.

Di musim pertamanya berkostum Los Blancos, Kaka langsung mengalami cedera dan mengharuskannya absen panjang. Setelah pulih, Jose Mourinho datang mengambil alih posisi pelatih Madrid tahun 2010. Kaka pun tak diberi kesempatan oleh pelatih asal Portugal itu.

Selama tiga musim, Mourinho hanya memainkan Kaka sebanyak 87 laga dengan hampir separuhnya sebagai pemain pengganti. Total Kaka menyumbangkan 20 gol dan 27 assist di seluruh kompetisi. Tak tahan dengan situasinya di Spanyol, Kaka lantas balik badan ke Milan pada musim 2013/2014.


Baca Juga:


Sayang, comebacknya di Milan tidak berjalan mulus, dan membuatnya mesti pulang kampung ke Sao Paolo, Brasil sebelum akhirnya menutup karier di MLS bersama Orlando City.

Berdasar dari pengalaman buruknya itu, Kaka pun coba memberi petuah kepada wonderkid Atletico Madrid, Joao Felix agar bisa bersinar selama berkarir di La Liga Spanyol.

“Persaingan Real Madrid dengan Atletico sangat panas. Saat saya masih di Madrid, Atletico belum pernah memenangkan trofi juara, tapi mereka berhasil melakukan transformasi besar dengan Diego Simeone sebagai pelatih.” ucap Kaka dilansir dari Goal International.

“Buat Felix, terpenting di Liga Spanyol adalah memahami bagaimana segala sesuatunya bekerja, mempelajari taktik permainannya, karena pasti ada banyak perbedaan. Di Spanyol, taktik lebih penting ketimbang skill individu. Anda harus memahami Atletico karena dia sudah menjelma menjadi salah satu kekuatan di Spanyol dan panggung dunia,” jelasnya.

Tuk diketahui, Joao Felix memang sempat mencuri perhatian di bursa transfer musim panas 2019 kemarin, saat dibeli Atletico dengan banderol 126 juta euro dan menobatkannya jadi pemain termahal sepanjang sejarah klub itu sekaligus jadi pemain termahal keempat setelah Neymar, Kylian Mbappe dan Ousmane Dembele.

Sayangnya, Joao Felix masih tampil melempem di musim perdananya bersama Los Colchoneros. Sebelum kompetisi ditangguhkan karena pandemi virus Corona, Felix yang baru berusia 20 tahun hanya bisa bikin empat gol dari 24 penampilan di semua kompetisi.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Kaka Diklaim Bisa Menjadi Pelatih Top di AC Milan

Vivagoal Serie A – Mendapat gelar sebagai pemain top di AC Milan, Kaka pun didukung untuk melakukannya kembali sebagai pelatih di sana.

Dukungan tersebut datang dari Guido Angelozzi bersamaan dengan ucapan selamat ulang tahun untuk Kaka yang ke-38 kemarin. Pria satu ini cukup mengenal Kaka dengan baik mengingat ia ikut andil dalam kepindahan sang pemain ke San Siro.

Meski bekerja untuk Catania, tetapi terlibat aktif membantu wakil presiden AC Milan era dulu, Adriano Galliani. Ia mendorong Galliani untuk mendatangkan Kaka dari Sao Paulo pada 2013 silam.

“Rick adalah pria yang luar biasa. Saya juga membawa saudaranya ke Lecce,” ungkap Angelozzi kepada TMW dilansir dari Football Italia.

“Saya mengambil kesempatan ini untuk mengucapkan selamat ulang tahun kepadanya. Dia adalah seorang jawara yang hebat dan pantas mendapatkan keberuntungan terbaik,” ucapnya.


Baca Juga:


“Dia bisa menjadi manajer hebat, saya ingin melihat dia berduet dengan apik bersama [Ariedo] Braida. Tentu saja di Milan,” tandasnya.

Bersama Milan, pemain bernama lengkap Ricardo Izecson dos Santos Leite itu berhasil membukukan lebih dari 200 laga. Kaka juga berhasil membantu I Rossoneri merengkuh lima trofi bergengsi termasuk trofi Liga Champions 2007 silam.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Ricardo Kaka: Si Religius Penghancur Messi-Ronaldo di Ballon d’Or

Vivagoal Obrolan VigoSejak Ricardo Kaka memenangkan trofi di tahun 2007 lalu, tak ada pemain lain selain Lionel Messi, Ronaldo, serta Luca Modric yang bisa mendapatkan Ballon d’Or. Sejak itu, memang dunia sepakbola berubah cukup drastis, siapapun bisa menjadi pemain termahal di dunia atau tim apapun bisa tampil mengejutkan di ajang bergengsi.

Pada medio 2003-2007 itu, Kaka medominasi ranah sepakbola dunia. Dengan seragam merah hitam milik AC Milan atau kuning khas Tim Samba Brazil, pemain bernama lengkap Ricardo Izecson dos Santos Leite ini sukses tampil menawan sebagai bagian dari lini penyerangan tim.

Namun, keputusannya untuk pindah ke Real Madrid di tahun 2009 menjadi awal dari penurunan atau bahkan petaka dalam karir sepakbolanya. Kaka sepertinya cukup tergiur dengan iming-iming seorang Florentino Perez, Presiden Real Madrid kala itu. Dari sosok juara dunia dan pemain mahal, Kaka justru bertransformasi menjadi pemain “kaca” yang akrab dengan meja operasi.

Manusia Terkahir Peraih Ballon d’Or

Jika hanya melihat apa yang terjadi dengan Kaka selama di Real Madrid, mungkin sangat mudah untuk melupakan betapa hebatnya seorang Kaka di masa lalu. Padahal sebelum Luca Modric di tahun 2018, Kaka adalah “manusia” terakhir yang bisa mengalahkan Messi dan Ronaldo secara bersamaan dalam ajang Ballon d’Or.

“Ini adalah era baru sepakbola. Siklus baru dimulai. Ada pemain-pemain hebat sebelumnya, tapi sekarang para pemain baru mulai membuat sejarah,”ujar Kaka pasca mendapatkan Ballon d’Or di tahun 2007.

Pernyataan Kaka hampir seluruhnya benar, tapi era baru itu terjadi bertahun-tahun setelahnya dan dirinya justru tertinggal dibandingkan para pemain lain. Messi dan Ronaldo yang Ia kalahkan, meninggalkan Kaka jauh dibelakang mereka. Hingga lahir lah ungkapan bahwa Kaka adalah pemenang Ballon d’Or terakhir yang lahir di bumi ini, dimana setelahnya Messi dan Ronaldo dianggap bukan manusia.

 

Jauh sebelum itu semua terjadi, di musim 2006/07 sedikit munafik jika kita tak menyebut Kaka adalah pemain terbaik dunia kala itu. 18 gol serta 10 assists di semua ajang memang terlihat “biasa” jika kita bandingkan dengan masa sekarang.

Tak mengherankan ada seorang pemain yang bisa mencetak hinggal 50 gol dalam satu musim. Berbicara adil, di musim itu pula penampilan Kaka sedikit banyak terpengaruh oleh penurunan dari AC Milan sendiri di Serie A.


Baca Juga:


Di musim tersebut AC Milan memiliki skuat seperti, Dida, Cafu, Paolo Maldini, Alessandro Nesta, Andrea Pirlo, hingga Il Fenomeno Ronaldo. Namun, mereka tak mampu berbuat banyak hingga harus berakhir di peringkat empat Serie A. Sedikit banyak hal itu dikarenakan Milan yang ikut terlibat skandal calciopoli sehingga harus memulai musim dengan poin minus.

Tetapi penampilan Rossonerri berbanding terbalik saat berada di Liga Champions. Mereka dengan mulus bisa mendominasi fase grup yang diisi oleh AEK Athens, Lille, dan Anderlecht. Kaka tampil cukup terengginas dengan mencetak lima gol serta tambahan satu assist untuk Milan.

Di fase gugur, Kaka masih menjadi tumpuan utama Milan dalam menggedor lini pertahanan lawan. Mulai Celtic di babak 16 Besar, Bayern Munich di Perempat final, hingga Manchester United di semifinal tak mampu meredam kemilau dari seorang Ricardo Kaka. Sejak melawan Celtic pula, Kaka selalu terlibat dalam kemenangan AC Milan, baik gol maupun assists.

Hingga pada puncaknya, di babak Final mereka harus berhadapan dengan raksasa Premier League Liverpool. Aroma balas dendam pun terasa, mengingat di tahun 2005 Milan harus rela terkena “epic comeback” yang sangat terkenal dari Liverpool. Kaka memang tak mencetak gol, namun Ia kembali berhasil mengemas satu assist matang yang mampu diselesaikan secara sempurna oleh Filipo Inzaghi.

Pada akhirnya, AC Milan berhasil merengkuh trofi “si kuping besar” mereka yang ke enam sekaligus menjadi yang terakhir sejauh ini. Semakin spesial karena di musim 2006/07 itu Kaka menjadi top skor dengan catatan 10 gol nya.

Kaka Jagokan Messi Ketimbang Ronaldo

0

Vivagoal La Liga – Ricardo Kaka dihadapkan pada pertanyaan sulit yakni memilih yang terbaik antara Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.

Kaka menjadi salah satu bintang paling bersinar di masanya. Ia pernah berada di level teratas di atas semua pemain top dunia termasuk Messi dan Ronaldo.

Namun nyatanya Kaka memiliki pilihan tersendiri terkait siapa yang terbaik diantara kedua pemain tersebut. Ia yang pernah bermain satu tim dengan Ronaldo di Real Madrid nyatanya lebih memilih Messi sebagai pemain terbaik. Menurutnya, bintang Barcelona dan Argentina itu adalah sosok yang jenius.

“Saya bermain bersama Cristiano dan dia benar-benar luar biasa, tapi saya akan memilih Messi [sebagai yang terbaik],” ujar Kaka dalam dalam tanya jawab dengan fans di siaran langsung Instagram FIFA, seperti dilansir Marca.

“Dia seorang jenius, bakat murni. Cara dia bermain luar biasa.”

Namun demikian Kaka tak lantas memandang rendah Ronaldo. Menurutnya pemain asal Portugal itu memiliki etos kerja tinggi dan mentalitas di atas rata-rata.


Baca Juga:



“Cristiano adalah mesin. Bukan hanya kuat, dia bertenaga, dan cepat; dia kuat secara mental,” katanya.

“Dia selalu ingin bermain dan meraih kemenangan. Jadi yang terbaik. Bagi saya, itu adalah hal paling luar biasa yang dia miliki.”

“Dalam sejarah olahraga, mereka (Messi dan Ronaldo) jelas ada di lima besar. Kita beruntung menyaksikan mereka berdua,” ucap Kaka.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

LATEST NEWS

HOT NEWS