Tag: Robert Lewandowski

Syarat Penting Agar Lewandowski Sah Sebagai Pemain Terbaik Dunia

Vivagoal – Liga Champions – Penampilan apik Robert Lewandowski sepanjang musim 2019/20 ini membuat banyak yang menilai Ia pantas menyandang predikat sebagai pemain terbaik dunia. Namun ada satu hal yang membuatnya belum sepenuhnya pantas menyandang sebagai yang terbaik.

Legenda sepakbola Brasil, Rivalo menilai performa Lewandowski saat ini belum bisa dikatakan sebagai yang terbaik. Menurutnya Lionel Messi masih jadi yang terbaik untuk sementara waktu.

Perkataan Rivaldo ini merupakan respon dari pernyataan Legenda Jerman, Lothar Matthaus yang menyebut Robert Lewandowski lah yang merupakan pesepakbola terbaik saat ini.

Matthaus mengatakan laga antara Bayern Munich melawan Barcelona nanti, merupakan laga dimana Messi berhadapan dengan suksesornya sebagai pemain terbaik, yakni Lewandowski.

Namun menurut Rivaldo, belum ada yang bisa menyaingi Messi sebagai yang terbaik karena La Pulga bisa secara konsisten tampil gemilang, setidaknya dalam satu dekade terakhir. Tetapi Ia menilai andai Lewy mampu membawa Bayern singkirkan Barcelona, bisa saja Ia menjadi pemain terbaik di musim 2019/20.

“Lewandowski berada dalam form yang mengagumkan dan pantas berada dalam daftar pemain terbaik di tahun 2020. Tapi dia belum bisa mengalahkan pemain terbaik saat ini. Akan sangat menarik melihat bagaimana penampilan keduanya Jumat nanti,”ujar Rivaldo dilansir Goal.

“Seperti yang kita tahu, Messi selalu tampil di panggung besar dan meningkatkan permainannya saat dibutuhkan. Lewandowski telah cetak 50 gol lebih musim ini dan sangat ingin mencapai semifinal.


Baca Juga:


Sehingga menurut Rivaldo siapapun yang bisa melaju lebih jauh di Liga Champions ini bisa mendeklarasikan dirinya sebagai yang terbaik. Sepanjang musim ini penampilan Messi memang sedikit meredup, sedangkan Lewandowski tampil sangat tajam.

“Siapapun yang bisa melangkah ke babak selanjutnya diantaranya keduanya, bisa menyebut dirinya sebagai yang terbaik di tahun 2020,”tegasnya.

Musim ini Lewandowksi memang tampil tajam dengan total mencetak 53 gol di semua ajang. Meski gagal meraih trofi sepatu emas Eropa, Lewy berhasil menyumbangkan dua trofi, yakni Bundesliga dan DFB-Pokal.

Berbanding terbalik, Messi sejauh ini gagal memberi trofi bagi Barcelona. Mereka kalah dari Real Madrid di La Liga dan harus menyerang dari Athletic Bilbao di perempatfinal.

Selalu update berita terbaru seputar Liga Champions hanya di Vivagoal.com

Prediksi Bayern vs Barcelona: Die Roten Unggul Mutlak, Messi Bisa Jadi Pembeda

Vivagoal Liga Champions – Laga Barcelona vs Bayern Munchen dalam lanjutan babak perempatfinal Liga Champions akan tersaji di Estadio Da Luz, Lisbon, Portugal, Sabtu (15/8/2020) dinihari WIB. Kedua tim adalah mantan juara Liga Champions yang masih tersisa hingga saat  ini.

Skuad Bayern dan Barcelona diisi oleh para pemain elite dunia dari sektor penjaga gawang hingga penyerang. Yang paling seimbang adalah di lini depan, sementara dari sisi lini pertahanan dan tengah, bisa dibilang Die Roten masih sedikit unggul dari Blaugrana.

Barcelona diprediksi masih akan mengusung formasi 4-3-3 dengan mengandalkan trio MSG (Messi-Suarez-Griezmann). Trisula ini layak tuk diandalkan mengingat sepanjang musim ini ketiganya telah mengemas total 66 gol dan mengkreasikan 43 assist di seluruh ajang.

Selain itu, masih ada dua senjata rahasia Barcelona dalam diri Ousmane Dembele yang sudah pulih dari cedera dan pemain masa depan tim Catalan, Ansu Fati yang keduanya bisa sangat diandalkan karena memiliki kecepatan untuk mengacak-acak lini pertahanan Die Roten.

Di LaLiga, pasukan Quique Setien jadi tim tersubur dengan 86 gol dari 38 pertandingan. Sayangnya, catatan menjebol gawang lawan di Liga Champions, relatif biasa saja, yaitu dengan 13 gol dari 8 laga.


Baca Juga:



Di lain pihak, Bayern Munchen datang ke Lisbon dengan catatan gol yang mengerikan. Dari 8 laga yang sudah dilakoni di UCL musim ini, skuad besutan Hansi Flick telah melesakkan 31 gol, yang artinya, mereka rata-rata membuat 3.8 gol per game.

Pulihnya Niklas Sule usai mengalami cedera panjang juga membuat Bayern makin percaya diri. Meski diyakini tidak akan bermain sedari menit awal, namun bek timnas Jerman itu diprediksi akan coba dimanfaatkan dalam momen-momen krusial.

Adu Tajam Messi vs Lewandowski

Berdasarkan catatan Whoscored, Robert Lewandowski berada di urutan teratas pencetak gol terbanyak Liga Champions musim ini dengan torehan 13 gol. Sementara Messi tertinggal jauh karena baru mencetak 3 gol. Catatan gol penyerang asal Polandia itu bahkan setara dengan total jumlah gol keseluruhan Barca di UCL.

Meski demikian, bukan berarti permainan bakal sepenuhnya menjadi milik Die Roten dan Lewandowski. Pasalnya, menengok catatan Messi sepanjang musim ini, penyerang asal Argentina itu sudah berkontribusi sebesar 53% dari total gol Barca musim ini.

Artinya, pemain 33 tahun masih menunjukkan pengaruh besarnya untuk Barcelona. Bahkan berdasarkan catatan UEFA, Messi jadi pemain dengan kemampuan terbaik kedua dalam hal melewati lawan musim ini setelah Neymar, yakni dengan 16 dribel sukses.

Catatan ini membuat gelandang Die Roten, Leon Goretzka sampai mengatakan bahwa untuk mematikan Messi, penggawa Bayern harus bekerja keras dan bermain secara kolektif dalam menggalang pertahanan.

“Satu-satunya cara menghentikan Messi adalah secara kolektif. Semua orang tahu bakatnya, dia mampu menemukan banyak solusi dalam situasi sesulit apapun.” tegas Goretzka.

Prediksi Bayern vs Barcelona

Jika berdasarkan data head to head kedua tim, dari 10 pertemuan terakhir di kompetisi UEFA, Bayern unggul jauh dengan meraih 6 kemenangan berbanding 2 milik Barcelona, dengan dua laga lainnya berakhir imbang. Bahkan dalam lima laga terakhir kedua tim, Bayern mampu meraup 4 kemenangan, Barcelona hanya satu. 

Tapi, Bayern diyakini akan sulit mengulang semua cerita indah itu, karena berdasarkan catatan UEFA, dari 6 laga terakhirnya, Bayern hanya bisa menang sekali saat melawan tim asal Spanyol. Sementara itu, Barcelona tak tersentuh kekalahan dalam 6 laga terakhir melawan klub-klub asal Jerman. Rinciannya, 4 menang dan 2 imbang.

Oleh karenanya, merujuk pada performa kedua tim yang sama-sama belum terkalahkan dalam 8 laga UCL hingga saat ini, dan berdasarkan rekor pertemuan kedua tim, Bayern memang masih layak dijagokan menang di laga ini. Namun, faktor keberadaan Messi yang kerap bisa jadi pembeda, tak menutup kemungkinan akan membawa timnya ke semifinal.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Champions hanya di Vivagoal.com

Ada Lewandowski, Bayern Pede Singkirkan Barcelona-nya Messi

Vivagoal Liga Champions – Legenda Bayern Munchen, Lothar Matthaus sangat yakin mantan klubnya akan bisa menyingkirkan Barcelona di Liga Champions musim ini. Pasalnya, Die Roten memiliki penyerang terbaik di dunia, Robert Lewandowski.

Barcelona vs Bayern Munchen bakal berhadapan pada Sabtu (15/8/2020) dinihari WIB dalam lanjutan babak perempatfinal Liga Champions. Karena pandemi virus Corona, pertandingan akan digelar di tempat netral, Lisbon, Portugal da hanya sekali leg.

Jelang duel ini, baik Barcelona maupun Bayern sama-sama memiliki ujung tombak yang mematikan. Siapa lagi kalau bukan Robert Lewandowski di Bayern dan Lionel Messi di Barcelona.

Lewandowski tampil cukup menggila musim ini. Di Bundesliga, dirinya mencatatkan 34 gol dari 31 penampilan. Sementara di ajang Liga Champions, Lewandowski juga kesetanan dengan sudah bikin 13 gol dan empat assist dari tujuh laga.

Sementara Messi, masih terus jadi mesin golnya Barcelona. Di Liga Spanyol, La Pulga mampu membukukan 25 gol dan 22 assist. Namun di Liga Champions, keran gol Messi sedikit mandek karena baru bisa membuat tiga gol dan empat assist dari tujuh penampilan.

Atas dasar ini, Matthaus sangat yakin Lewandowski bakal bisa mengalahkan pamor di laga Barcelona vs Bayern akhir pekan ini sekaligus mencetak banyak gol dan membawa The Bavaria melangkah lebih jauh di Liga Champions.


Baca Juga:


“Messi akan menghadapi penggantinya sebagai pemain terbaik dunia, Robert Lewandowski. Lewandowski adalah pemain terbaik bukan hanya penyerang terbaik.” sesumbar Matthaus dilansir dari Sport Bild.

“Barcelona saat ini tidak lagi sama seperti sebelumnya. Mereka memiliki Messi tentu saja itu satu keuntungan. Pemain seperti dia selalu jenius di atas lapangan. Tapi kami memiliki Lewandowski, dan Messi tidak akan cukup untuk melawan Bayern.” tegasnya.

Selalu update berita terbaru seputar Liga Champions hanya di Vivagoal.com

Antara Messi dan Lewandowski, Siapa Lebih Baik?

Vivagoal Liga ChampionsDuel Bayern Munchen dan  Barcelona bakal tersaji di ajang perempatfinal Liga Champions, Sabtu (15/8/2020) dini hari di Estadio Da Luz, Lisbon Portugal. Pertandingan nanti sekaligus jadi ajang pembuktian, siapa lebih baik antara Lionel Messi dan Robert Lewandowski.

Lewandowski sendiri saat ini sedang menjalani musim terbaiknya. Dia tercatat sudah mengemas 53 gol di seluruh ajang kompetisi yang diikuti Bayern, 34 di Bundesliga dan 13 di Liga Champions. 

Sebaliknya, Messi musim ini boleh disebut kalah dari Lewandowski. Mengingat, di ajang domestik, dia sempat dibekap cedera di awal musim lalu. Kendati demikian, Messi tetap bisa mencetak 31 gol dan mengkreasikan 27 assist.

Secara keseluruhan, meski catatan golnya jauh dibawah Lewandowski, tapi kontribusi Messi untuk Barcelona sepanjang musim ini jauh lebih besar dari bomber utama Bayern itu.

Dengan torehan 31 gol dan 27 assist, Messi sudah berkontribusi untuk Barcelona sebesar 53 persen dari total 108 gol yang dicetak Barcelona musim ini. Sementara Lewandowski hanya berkontribusi sebanyak 41 persen dari total 147 gol yang dibuat Bayern di seluruh ajang.


Baca Juga: 


Jadi, akankah Lewandowski bisa jadi penentu kemenangan Bayern atas Barcelona. Atau sebaliknya, justru Messi yang berkilau sementara Lewy tampil melempem.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Champions hanya di Vivagoal.com

Mesin Gol Bayern Munchen Pecahkan Rekor Liga Champions, Apa Saja?

Vivagoal Liga Champions – Robert Lewandowski jadi mimpi buruk Chelsea kala tersingkir dari babak 16 besar Liga Champions dengan kekalahan agregat 7-1. Pasukan Frank Lampard kembali menelan kekalahan telak 4-1 pada leg kedua babak 16 besar yang berlangsung di Allianz Arena, Minggu (9/8/2020) dinihari WIB.

Lewandowski  mengambil panggung dalam duel dua leg tersebut. Bagaimana tidak, ia terlibat langsung dalam terciptanya tujuh gol Bayern ke gawang Chelsea. Di leg pertama, Lewandowski bikin satu gol dan dua assist. Berlanjut di leg kedua, penyerang 31 tahun itu menyumbangkan dua gol dan dua asssit.

Total, Lewandowski bisa mencetak tiga gol dan mengkreasikan empat assist dalam dua pertandingan untuk membawa Bayern lolos ke babak perempatfinal untuk menantang Barcelona.

Berdasarkan catatan Opta, Lewandowski jadi pemain pertama dalam 16 tahun terakhir yang bisa membukukan tiga gol dan minimal tiga assist ke gawang lawan dalam semusim di ajang Liga Champions. Sebelumnya ada Luis Figo yang melakukannya ke gawang AS Roma musim 2004/2005 semasa membela Real Madrid.

Performa Lewandowski musim ini memang sangat impresif. Total sudah mengemas 51 gol dalam 43 penampilan, dengan 34 gol ia buat di ajang Bundesliga dan 11 gol di kompetisi Liga Champions.


Baca Juga:


Ketajaman Lewandowski pun diharapkan masih bisa terus berlanjut hingga akhir musim ini untuk membantu Bayern memenangi Liga Champions yang kali terakhir bisa mereka dapatkan tujuh tahun silam.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Champions hanya di Vivagoal.com

Lewandowski: Jurgen Klopp Bermuka Dua!

Vivagoal – Bundesliga –  Striker Bayern Munich, Robert Lewandowski menyebut Jurgen Klopp sosok yang memiliki dua sisi berbeda, selama Ia bersama-sama membela Borussia Dortmund beberapa tahun lalu.

Lewandowski mendeskripsikan Klopp sebagai pria berwajah dua, namun bukan dalam arti negatif. Menurutnya Klopp bisa muncul sebagai ayah yang peduli maupun tampil sebagai sosok pelatih berwibawa.

Klopp merayu Lewandowski untuk bergabung ke Dortmund dari Lech Poznan pada tahun 2010 lalu. Keduanya berkolaborasi bersama di Dortmund selama empat musim.

Pada periode tersebut, Dortmund berhasil memenangkan dua trofi Bundesliga dan mencapai final Liga Champions. Sementara Lewandowski total berhasil menceak 103 gol dari 187 pertandingan.

Namun pada tahun 2014, Lewandowski memutuskan untuk hengkang menuju ke Bayern Munich. Sedangkan Klopp pada akhirnya keluar dari Signal Iduna Park dan melanjutkan karirnya di Liverpool.


Baca Juga:


Meski telah berganti pelatih beberapa kali, Lewandowski tetap menilai Klopp sebagai pelatih terbaik sepanjang karirnya selama ini. Dibandingkan dengan Pep Guardiola, Ia tetap lebih memilih Klopp sebagai nomor satu.

“Klopp berwajah dua. Kamu bisa melihat dia sebagai pelatih yang baik, tapi bagian keduanya, sebagai pelatih hebat. Dia bisa memberitahu kamu apa saja. Ini bukan soal hal baik dan hal buruk,”ujar Lewandowski dilansir Goal.

“Juga untuk pemain, dia merupakan motivasi yang besar. Dia membuat ini sempurna, karena tahu dimana posisi yang harus dapat porsi lebih ataupun tidak.

“Penampilannya sebagai pelatih luar biasa. Tak hanya sebagai pelatih tapi juga seorang pria hebat.

Saat ini baik Lewandowski maupun Klopp tengah menikmati masa produktif bersama masing-masing klub. Striker Polandia itu terus menjadi mesin gol tajam di Eropa sementara, Klopp baru saja memecahkan puasa gelar Premier League 30 tahun Liverpool.

Selalu update berita bola terbaru seputar Bundesliga hanya di Vivagoal.com

CEO Bayern Munchen Naik Pitam Dengar Ballon d’Or Dibatalkan

Vivagoal BundesligaBallon d’Or 2020 resmi  ditiadakan tahun ini. Majalah France Football menjadikan pandemi Covid-19 sebagai alasan utamanya. Keputusan itu  langsung menuai protes keras dari CEO Bayern Munchen, Karl-Heinz Rummenigge.

Penyelenggara beranggapan andai penghargaan tersebut dilanjutkan bakal menjadi tidak adil lantaran beberapa kompetisi tak bisa diselesaikan. Namun, alasan ini dinilai Rummenigge tidak tepat dan dia tanpa ragu menyerang France Football. 

Kekecewaan sang CEO memang cukup beralasan. Pasalnya, penyerang Bayern Munchen, Robert Lewandowski berpeluang untuk memenangi penghargaan bergengsi tersebut. 

“Saya yakin, Lewandowski sudah menjalani musim yang fantastis, dan dia telah menampilkan performa yang bisa dibilang terbaik dari dirinya sepanjang karier sepakbolanya.

“Sayangnya, France Football membatalkan Ballon d’Or, sesuatu yang tidak membuat kami senang. Karena pada akhirnya itu terdengar tidak adil. Bukan hanya untuk Bayern tapi juga Lewandowski.” 

“Lewandowski sangat berpotensi menang, dan menurut saya, sangat penting untuk memberikan penghargaan terhadap pesepakbola terbaik di dunia. Karena dia sangat mungkin memenangi gelar itu untuk pertama kalinya,” ucap Rummenigge dilansir dari Goal International.

Kinerja Robert Lewandowski sepanjang musim ini memang sangat sensasional. Penyerang asal Polandia itu sukses mengemas 51 gol di semua ajang dari 43 penampilan. 


Baca Juga:


Gelontoran golnya itu membawa Bayern menjadi juara Bundesliga dan DFB-Pokal, termasuk berpeluang besar lolos ke babak perempatfinal usai menang 3-0 atas Chelsea di leg pertama babak 16 besar Liga Champions.

Selalu update berita bola terbaru seputar Bundesliga hanya di Vivagoal.com                             

Tanpa Ballon d’Or, Mesin Gol Bayern Munchen Jadi yang Paling Merugi

Vivagoal Bundesliga – Penyelenggara Ballon d’Or, France Football memastikan penghargaan Ballon d’Or ditiadakan musim ini sehubungan ada beberapa liga yang tidak melanjutkan kompetisi  akibat pandemi Corona.

Legenda sepakbola Brasil, Rivaldo sangat setuju dengan keputusan tersebut. Menurutnya pembatalan Ballon d’Or 2020 sebagai asas keadilan untuk semua pemain.

“Sudah tepat Ballon d’Or ditiadakan tahun ini. Musim ini adalah musim yang aneh dengan banyak pertandingan dimainkan tanpa penonton dan beberapa pemain seperti yang tampil di Ligue 1 mesti berhenti beraksi karena kompetisi disetop lebih awal,” kata Rivaldo.

Di sisi lain, Rivaldo menilai, keputusan ini bakal terasa sangat menyakitkan buat penyerang Bayern Munchen, Robert Lewandowski. Dengan penampilan impresifnya, menurut Rivaldo, Lewy sejatinya punya kans besar untuk memboyong bola emas tersebut.

“Beberapa pemain mungkin sedikit kecewa dengan keputusan ini, Lewandowski terutama. Dia sudah sangat menakjubkan seirinng sukses Bayern memenangi titel Bundesliga ke-8 beruntun dan masih ada liga Champions. Jadi dia kandidat terkuat meyaingi Messi dan Ronaldo,” ucap Rivaldo dilansir dari Betfair.


Baca Juga: 


Lewandowski memang tampil spektakuler di sepanjang musim 2019/2020 ini. Total ada 51 gol yang sudah ia lesakkan hanya dari 43 penampilan dan sukses membantu Bayern meraih trofi juara Bundesliga Jerman dan gelar DFB-Pokal.

Selalu update berita bola terbaru seputar Bundesliga hanya di Vivagoal.com

Tanpa Ballon d’Or, Empat Pemain Ini Cuma Bisa Gigit Jari

Vivagoal Berita Bola – France Football Magazine memutuskan tidak akan memberi penghargaan bola emas edisi 2020. Artinya, akan ada beberapa pemain yang mengalami kerugian lantaran kesempatan memenangkan Ballon d’Or tahun ini pupus.

Dikutip dari Marca ada penyerang Bayern Munchen, Robert Lewandowski yang harus gigit jari. Pemain asal Polandia ini disebut paling merasakan dampak ditiadakannya Ballon d’Or tahun ini setelah tampil sensasional bersama klubnya.

Lewandowski menjadi sosok penting dalam keberhasilan Bayern menjuarai Bundesliga dan DFB-Pokal musim ini setelah mampu membukukan 40 gol dari 36 penampilan. Bukan hanya itu, Lewandowski juga jadi kandidat teratas pemenang sepatu emas Eropa setelah mampu membukukan 51 gol hanya dari 43 penampilan.

Pemain kedua yang paling dirugikan dengan tidak adanya Ballon d’Or tahun ini adalah Sergio Ramos. Kapten Real Madrid ini menjadi salah satu pemain paling menonjol dalam kesuksesan El Real memenangi gelar LaLiga. Meski posisinya sebagai bek, namun Ramos jadi bek tersubur dalam 15 tahun terakhir di LaLiga Spanyol.

Di urutan ketiga ada Kevin De Bruyne, penampilan pemain asal Belgia itu sungguh luar biasa musim ini usai membuat 18 assist di EPL, hanya kurang dua dari rekor Thiery Henry musim 2003/04.

Saat ini De Bruyne berada di jalur penghargaan pemain terbaik Liga Inggris dan berpotensi jadi pesaing berat di penghargaan Ballon d’Or.

Terakhir, tentu Lionel Messi, walau belum mampu membawa Barcelona juara LaLiga musim ini, tapi kontribusi Messi sepanjang satu musim kalender juga tak bisa dianggap biasa-biasa saja. Dari 86 gol yang dicetak Barca di Laliga, 54,6 persen-nya datang dari Messi usai membukukan 25 gol dan 22 assist.


Baca Juga: 


Tak main-main, selain jadi top scorer LaLiga dalam empat musim beruntun, Messi juga memegang top assist dalam tiga musim berturut-turut. Jika digabung dengan pencapaiannya sebagai top skor Liga Spanyol, Messi adalah pemain tersubur dan assist terbanyak dalam tiga musim beruntun.

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com

Gaya Bermain Berubah, Messi Lepas Sepatu Emas Eropa Musim Ini

VivagoalLa Liga – Lionel Messi keluar sebagai top scorer LaLiga Spanyol musim 2019/2020 setelah bisa mengemas 25 gol. Messi unggul empat gol dari penyerang Real Madrid, Karim Benzema yang menempati peringkat kedua dalam daftar El Pichichi musim ini.

Hanya saja, koleksi 25 gol Messi ini belum cukup untuk membuat bisa mempertahankan sepatu Eropa yang sudah empat musim terakhir dikenakannya. Pasalnya, 25 gol tersebut masih sangat jauh dari torehan top scorer di beberapa kompetisi top Eropa.

Untuk di Serie A Italia, penyerang Lazio Ciro Immobile saat ini sudah mengemas 29 gol dan sementara menempati posisi teratas daftar pemain tersubur Liga Italia. Dengan kompetisi masih menyisakan lima laga lagi, bukan tidak mungkin pundi-pundi gol Ciro Immobile ini masih bisa bertambah lagi.

Sementara di Bundesliga Jerman, ada Robert Lewandowski yang hingga spieltag terakhir mampu mengoleksi 34 gol. Secara otomatis,persaingan perebutan Sepatu Emas Eropa tingga menyisakan tiga pemain lagi, dengan Cristiano Ronaldo di Juventus yang telah mencatatkan 28 gol musim ini.

Kegagalan Messi menyabet sepatu emas Eropa musim ini secara langsung memutus kesuksesannya bisa menyabet Golden Boat dalam empat musim terakhir. Meski demikian, Messi masih tercatat sebagai pengoleksi Sepatu Emas terbanyak di Eropa dengan enam kali keluar sebagai bomber tertajam di benua biru.

Menurut Marca, kegagalan Messi menembus barrier 30 gol musim ini ditengarai karena ada sedikit perubahan dalam gaya bermain La Pulga. Pemain asal Argentina itu disebut tidak lagi fokus mencetak gol dan lebih memilih memberi kesempatan kepada rekan-rekannya untuk melesakkan bola ke gawang.


Baca Juga:



Hal itu sudah dibuktikan Messi musim ini dengan memecahkan rekor sebagai pencetak assist terbanyak dalam satu dekade terakhir di LaLiga dan Eropa, yaitu 22 assist. Capaian Messi ini melampaui catatan Xavi Hernandez yang pernah membuat 20 assist pada musim 2008/2009. Messi juga mematahkan rekor Thiery Henry di Arsenal saat membuat 20 assist musim 2003/2004.

Seiring dengan bertambahnya usia Messi, La Pulga diberitakan lebih pintar dalam mengatur gaya bermainnya, sehingga diyakini oleh Marca, musim depan hal sama juga bakal dilakukan Messi, yakni tidak lagi bernafsu mencetak gol demi meraih Sepatu Emas Eropa.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

LATEST NEWS

HOT NEWS