Tag: Sarri

Skema Permainan Sarri Dikritik oleh Mantan Pemain Juventus

Vivagoal Serie A – Medhi Benatia, mantan pemain Juventus mengkritik skema permainan yang terapkan oleh Maurizio Sarri. Bahkan beberapa pemain hebat seperti Pjanic disebut tak bisa mengikuti latihan tersebut.

Dilaporkan bahwa Presiden Juventus, Giovanni Cobolli Gigli mengklaim bawa Pjanic bermain seperti keju mozarella. Hal itu menandakan bahwa Pjanic tampak kelelahan dengan latihan yang diberikan oleh Sarri.

Benatia menuturkan bahwa Pjanic telah berusaha dengan keras untuk beradaptasi dengan skema permainan yang diterapkan oleh pelatihnya saat ini.

Menurut Benatia, permainan Juventus saat ini sangat berubah dan harus menyesuaikan dengan pelatih asal Italia tersebut. Ia merasa permainan itu membuat para pemain sangat kelelahan.


Baca Juga:


“Saya merasa permainan Juventus pada akhir-akhir ini memang sangat berbeda dari biasanya. Para pemain dituntut untuk menyesuaikan skema permainan dari sang pelatih,” ujar Benatia dilansir dari Tuttosport.

“Oleh karena itu, pemain sekelas Pjanic merasa kelelahan. Namun menurut saya, bukan hanya Pjanic namun beberapa pemain Juventus lainnya juga merasakan hal tersebut,” tegas Benatia.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Strategi Khusus Juventus Kalahkan Inter Milan

Vivagoal – Serie A – Paulo Dybala, salah satu pemain andalan Juventus berhasil menorehkan gol saat timnya melawan Inter Milan di pertandingan Serie A pada Senin (9/3/20). Namun, ada yang menarik dalam pertandingan ini. Terlihat pelatih Juventus, Maurizio Sarri memiliki strategi khusus saat mengalahkan Inter.

Pada pertandingan big match itu, Juventus berhasil mendapatkan poin penuh. Paulo Dybala dan kolega telah berhasil mengalahkan Inter Milan dengan skor meyakinkan 2-0 di Allianz Stadium.

Sebagai informasi, Paulo Dybala merupakan pemain andalan Juventus di lini serang. Akhir-akhir ini, Sarri lebih memilih Douglas Costa untuk menjadi starter utama daripada Dybala. Bahkan, saat melawan Inter Milan pun, Dybala tak dimainkan dari awal laga.

Strategi Khusus dari Sarri

Terkait hal tersebut, Sarri pun menerangkan bahwa alasan sang pelatih lebih memilih Douglas Costa daripada Dybala.

“Keputusan ini, telah kami pertimbangkan bersama staf pelatih pada sebelum pertandingan. Kami memulai strategi dengan memainkan Juan Cuadrado terlebih dahulu untuk menerapkan strategi trio penyerang,” jelas Sarri dikutip dari Sky Sports Italia.

“Untuk itu kami harus meninggalkan Dybala untuk sementara dan memainkan Douglas Costa untuk sementara,” imbuhnya.

Sarri mengaku bahwa keputusannya pun sudah dipikirkan secara matang-matang dengan staf pelatih yang lain. Menurut mereka, Dybala merupakan kartu AS bagi Juventus.

“Kami memiliki strategi khusus untuk memainkan Costa terlebih dahulu. Untuk opsi keduanya, Dybala akan menjadi kartu penting untuk dikeluarkan dalam waktu yang tepat. Alhasil, Dybala mampu mengeluarkan performa terbaiknya,” pungkasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Julukan Baru Miralem Pjanic

Vivagoal Serie A – Sebuah kritik pedas dilayangkan kepada Miralem Pjanic. Gelandang Juventus tersebut disebut tampil terlalu lembek seperti ‘mozarella’.

Sejak kepergian Andrea Pirlo, peran di lini tengah Juventus dipegang oleh Pjanic. Ia begitu besar dalam mengontrol aliran bola dari belakang ke depan dan juga tempo permainan tim.

Namun kontribusi Pjanic musim ini tak begitu kuat seperti musim-musim sebelumnya. Bahkan mantan presiden Juventus, Giovanni Cobolli Gigli, menyebut Pjanic telah menjadi ‘selembut mozarrella’.

Penurunan performa Pjanic banyak disebut karena taktik Maurizio Sarri. Namun sang manajer berujar jika sang pemain mengalami kelelahan dan akan kembali ke top performa jika kondisi membaik.

Baca Juga: 5 Fakta Michel Platini, Legenda Juventus

“Dia memulai musim dengan performa yang bagus, saati ini dia menderita karena kelelahan, tapi dia akan kembali ke level terbaiknya. Itu adalah hal normal yang bisa terjadi di tengah musim,” ujar Sarri seperti yang dikutip dari Football Italia.

Lebih lanjut Sarri juga menegaskan bahwa dirinya tidak akan mengubah peran Pjanic demi mengatasi masalah tersebut.

“Tidak, bagi saya posisi terbaiknya adalah yang ia mainkan saat ini. Dia punya kualitas menjadi trequartista, namun dia tidak bermain di posisi itu saat ini,” lanjut Sarri.

Selain menurunnya performa Pjanic, Juventus juga dihadapkan dengan cederanya Douglas Costa. Namun Sarri tak khawatir mengingat timnya diisi oleh skuad yang besar.

“Kami punya skuad besar, yang selalu membuat pelatih Juventus bisa menggunakan sistem lebih banyak. Kami juga telah siap beradaptasi dengan formasi lain dengan memberi penilaian kepada individual,” pungkasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Tak Mainkan De Ligt, Sarri Malah Alasan

Vivagoal Serie A – Maurizio Sarri memutuskan untuk tak memainkan Matthijs de Ligt saat melawan Cagliari. Ia beralasan bahwa ia lebih memilih Merih Demiral sebagai tandem Leonardo Bonucci.

Juventus tampil menjanjikan dengan menggilas Cagliari empat gol tanpa balas pada pekan ke-18 Serie A musim 2019/2020, Senin (6/1/2020) malam WIB di Allianz Stadium. Cristiano Ronaldo menjadi bintang dengan hattrick dan satu assist untuk gol Gonzalo Higuain.

Namun yang tak kalah menarik adalah catatan clean sheet pada laga tersebut setelah tahun kemarin berjalan cukup sulit untuk lini pertahanan Juventus. Salah satu keputusan tepat di balik catatan tersebut sepertinya adalah dibangku cadangkannya De Ligt.

Ya, pemain asal Belanda itu sudah absen di lima laga terakhir Juventus di semua ajang. Namanya digantikan oleh Demiral yang nyatanya memang tampil lebih menjanjikan.

Baca Juga: 5 Fakta Michel Platini, Legenda Juventus

Sarri pun punya alasan sendiri atas keputusan tersebut. Ia mengatakan jika De Ligt masih perlu beradaptasi meski memiliki potensi untuk menjadi bek terbaik di dunia. Sedangkan Demiral menurutnya terus menunjukkan peningkatan performa.

“Saya adalah orang pertama yang yakin bahwa Matthijs de Ligt akan menjadi salah satu pembela terbaik di dunia,” buka Maurizio Sarri dikutip dari Football Italia.

“Selama beberapa bulan pertama ia memiliki masa yang sulit. Dia harus belajar banyak tentang bermain tiga hari sekali. Dia berada di negara baru dan bahasa yang baru.”

“Merih Demiral dalam kondisi sangat baik saat ini, tampaknya benar untuk mengeksploitasi para pemain ketika mereka sedang berada dalam bentuk terbaiknya,” tegas Maurizio Sarri.

De Ligt memang sempat mendapat kritik keras karena performanya yang jauh dari ekspektasi. Ia kerap melakukan blunder seperti gol bunuh diri atau pelanggaran di kotak penalti di awal kedatangannya.

Kedua pemain itu sendiri sama-sama baru didatangkan musim panas kemarin. Namun Demiral memilih satu tahun adaptasi sebelum didatangkan dari Sassuolo.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Aaron Ramsey Mulai Dipercaya oleh Sarri?

Vivagoal Serie A – Pada beberapa laga sebelumnya, Maurizio Sarri telah mencoba meracik permainan baru dengan formasi 4-3-3. Saat itu Ronaldo, Higuain, dan Dybala bermain bersama.

Memang diketahui bahwa ketiga pemain tersebut adalah pesepakbola yang luar biasa. Bahkan mereka bisa bergerak cukup cair di dalam lapangan. Ini dikarenakan mereka memiliki kemampuan bermain agak melebar.

Pada beberapa laga terakhir, mereka juga tengah berada dalam performa terbaiknya. Akan tetapi, Maurizio Sarri memiliki sudut pandang sendiri. Dia lebih menyukai untuk memainkan Aaron Ramsey dan mencadangkan sementara Higuain di laga kontra Cagliari namun dimainkan pada beberapa menit sebelum laga selesai.

Baca Juga: Terkait Kepergian Aaron Ramsey, Wenger Beberkan Fakta Mengejutkan

“Pada pertandingan itu, Aaron Ramsey melakukan tugasnya dengan baik. Saat ini Ramsey telah konsisten di sesi latihan setelah cukup lama tidak dimainkan. Sekarang ini, kondisinya semakin baik,” jelas Maurizio Sarri dikutip dari Football Italia.

Pada pertandingan kontra Cagliari, Maurizio Sarri mengatakan bahwa pemain asal Wales itu mampu memainkan peran yang terbilang luar biasa. Tugas utama Aaron Ramsey memang menyerang, namun tetap ikut menjaga lini bertahan.

“Saya memiliki pandangan tersendiri, dia melakukannya dengan baik saat bertahan. Ketika menyerang, dia masih bisa melakukan yang lebih baik dari laga sebelumnya. Saat ini, ia memiliki kualitas yang jauh lebih baik dan bisa bermain dengan baik lagi,” ucap Maurizio Sarri.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Kalah dari Lazio, Sarri Tak Kecewa Mainkan Trio HDR

Vivagoal Serie A Juventus kembali alami kekalahan dari rivalnya, Lazio pada musim ini. Dilaporkan kekalahan kedua dari Bianconeri dari klub Lazio terjadi dalam perebutan trofi Piala Super Italia 2019 di Stadion King Saud University, Arab Saudi pada Minggu (22/12).

Si Nyonya Tua harus mengakui kedigdayaan dari Lazio dengan skor telak 1-3. Maurizio Sarri selaku Pelatih Kepala Juventus telah menurunkan skuad terbaiknya dengan memainkan trio HDR yakni Gonzalo Higuain, Paulo Dybala dan Cristiano Ronaldo. Namun, trio pemain andalan Juventus itu justru kesulitan untuk menembus lini belakang Lazio.

Banyak publik memberikan penilaian bahwa trio HDR tidak bisa dimainkan bersama usai Juventus kalah dari Lazio. Namun, Maurizio Sarri tidak setuju dengan pernyataan itu.

Baca Juga: Higuain Marah, Ini Tanggapan Sarri!

Diketahui Sarri tidak menyesal menurunkan trio pemain andalannya itu saat melawan Lazio. Pelatih asal Italia itu lebih menyoroti kekalahan itu dari sisi sebuah tim.

“Saya tidak berpikir kekalahan ini karena kesalahan dari beberapa orang saja. Anda terus menyalahkan tentang trio striker kami, namun ketika kami kebobolan dua gol terakhir, kami sudah memperkenalkan gelandang ekstra,” ucap Sarri, diwartakan dari Football Italia.

“Saya merasa bahwa sebetulnya bek sayap bisa bekerja lebih efektif lagi untuk menyelamatkan bek tengah yang harus bergegas keluar dari posisinya. Kami kalah karena kami kehilangan momentum saat pertandingan sedang berlangsung,” jelasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Higuain Marah, Ini Tanggapan Sarri!

Vivagoal Serie A – Maurizio Sarri selaku pelatih Juventus menilai bahwa dirinya tidak peduli ketika Gonzalo Higuain menunjukkan kemarahannya ketika digantikan dalam kemenangan 2-1 atas Sampdoria pada Kamis lalu.

Saat ini, Juventus berhasil bertengger di puncak klasemen sementara serie A usai menumbangkan Sampdoria lewat gol yang dicetak oleh Paulo Dybala dan Cristiano Ronaldo.

Yang menjadi perbincangan para media adalah salah satu striker Juventus yang gagal mencetak gol dalam pertandingan tersebut yakni Gonzalo Higuain. Usai belum bisa membuahkan gol akhirnya Maurizio Sarri menggantikannya pada menit ke-70 dengan Aaron Ramsey.

Baca Juga: Alasan Sarri Tak Mainkan Ronaldo, Higuain dan Dybala Bersamaan

Usai digantikan pemain bintang asal Argentina tersebut terlihat sangat marah. Terkait hal itu Mourinho Sari tidak mau menanggapi yang berlebihan.

“Saya tidak memperdulikan kemarahan pemain. Memang sudah sewajarnya pemain selalu marah bila diganti namun saya tidak memperdulikan hal tersebut,” kata Sarri kepada wartawan.

“Akhir-akhir ini, Saya telah memainkan Gonzalo Higuain dengan porsi yang cukup banyak. Untuk itu, saya berinisiatif menggantikannya karena dirinya telah tampak sangat lelah di pertandingan babak kedua,” lanjutnya.

“Saya marah? Saya akan berbicara ketika seseorang akan berada ada di bangku cadangan, bisa diartikan bahwa fisik yang mereka jalani saat pertandingan sangat terkuras. Sangat normal, bila pemain tersebut harus diganti,” tegasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Masalah Ronaldo-Sarri, Ini Kata Bonucci!

Vivagoal Serie A – Bek Juventus, Leonardo Bonucci dengan tegas mengatakan jika tidak ada lagi masalah antara Cristiano Ronaldo dengan klub maupun sang pelatih, Maurizio Sarri.

Seperti diketahui, Ronaldo tampak kesal setelah ditarik keluar oleh Maurizio Sarri pada laga melawan AC Milan. Megabintang asal Portugal itu bahkan meninggalkan stadion sebelum laga berakhir.

Situasi disebut belum membaik antara kedua belah pihak. Para pemain juga tak senang dengan sikap Ronaldo tersebut. Namun Bonucci menegaskan bahwa tak ada lagi masalah dengan CR7.

Baca Juga: Alasan Sarri Tak Mainkan Dybala, Higuain dan Ronaldo Bebarengan

“Semua sudah diklarifikasi dengan Ronaldo, kami sudah membicarakannya. Yang penting adalah ketika seseorang tak berada dalam performa terbaiknya, akan selalu ada orang lainnya yang siap menggantikan dia,” ujar Bonucci seperti dikutip Goal International.

“Kami memiliki lebih dari satu pemain yang sudah membuktikan dirinya berada di level teratas. Kami adalah sebuah tim, kami harus kompetitif hingga akhir. Ambisi kami adalah untuk berada di puncak pada musim semi [penghujung musim],” tambahnya.

Berbicara tentang tim yang kompetitif, Bonucci memberikan pujian terhadap rekannya di lini belakang Juventus, Matthijs de Ligt. Ia mengatakan jika bek muda asal Belanda itu terus mengalami perkembangan.

“Setiap hari Anda bisa melihat perkembangan dan kualitas dari seorang pemain seperti dirinya,” puji Bonucci kepada De Ligt.

“Dia pemuda yang sangat rendah hati dan masih bisa berkembang pesat dan dengan kualitas yang dimilikinya, dia pasti akan menjadi salah satu pemain terbaik di dunia,” tegasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Menang Tipis, Sarri Belum Puas dengan Performa Timnya

Vivagoal Serie A – Juventus berhasil mengamankan tiga poin penting saat berjumpa AC Milan. Namun demikian sang pelatih, Maurizio Sarri, mengaku belum puas dengan performa anak asuhnya.

Bermain di hadapan publik sendiri, Juventus baru bisa mencetak gol di menit 77 melalui Paulo Dybala. Tambahan tiga poin sendiri membuat mereka bisa kembali menempati puncak klasemen sementera Serie A musim 2019/20.

Namun banyak yang melihat jika penampilan Juventus masih jauh dari harapan. Mereka tak bisa menghukum dan mengunci kemenangan dari tim lawan secepat yang bisa mereka lakukan. Pada laga itu, mereka harus menunggu hingga akhir pertandingan babak kedua untuk mencetak gol penentu kemenangan.

Sarri sendiri mengaku penampilan anak asuhnya masih jauh dari harapan. Banyak kesalahan yang mereka lakukan kendati mental juara masih terus mereka perlihatkan.

Baca Juga: Dipeluk Mantan Pacar, Calon Istri Ronaldo Marah

“Saya suka dengan semangat tim, namun kami harus meningkatkan kualitas, karena kami membuat kesalahan terlalu banyak, membiarkan bola lepas dengan mudah, dan membuka ruang untuk Milan,” ujar Sarri kepada Sky Sport Italia.

Di sisi lain, Sarri turut memuji performa AC Milan yang dirasanya tampil dengan impresif kendati bermain di hadapan pendukung lawan. “Mereka punya kualitas operan yang impresif, bermain di atas performa rata-ratanya pada musim ini serta memiliki teknik yang berkualitas,” lanjutnya.

Kritik lain datang dari minimnya kontribusi gol dari penyerang Juve terutama Gonzalo Higuain. Penyerang asal Argentina itu tak bisa berdalih lantaran lebih bugar dibandingkan dengan Cristiano Ronaldo.

“Gonzalo Higuain memang tidak mencetak gol sebanyak dulu, namun dia bekerja keras untuk membantu pertahanan, membuat kombinasi yang baik bersama rekan setimnya, dan selalu siap memberikan assist,” tutup mantan pelatih Chelsea tersebut.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Rebut Puncak Klasemen Bukan Hal Besar Bagi Sarri

Vivagoal Serie AKendati Juventus berhasil mengkudeta Inter Milan dari puncak klasemen sementara Serie A, namun Maurizio Sarri melihat jika hal tersebut bukan hal besar. Masih ada hal lain yang harus menjadi fokus tim.

Juventus sendiri berhasil keluar sebagai pemenang dalam laga bertajuk Derby D’Italia di pekan ketujuh Serie A, Senin (7/10/2019) dini hari tadi. Bermain di Giuseppe Meazza, Juve berhasil membungkam tuan rumah dengan skor 2-1 melalui Paulo Dybala dan Gonzalo Higuain yang hanya mampu sekali dibalas oleh Lautaro Martinez.

Berkat hasil tersebut, Juventus kini berhasil menggusur posisi puncak yang pada enam pekan sebelumnya ditempati oleh Inter Milan. Si Nyonya Tua kini berada di puncak dengan 19 poin atau unggul satu angka dari Inter.

Hanya saja Sarri tak mau jemawa dengan capaian mereka saat ini. Menurutnya posisi puncak yang mereka raih di awal musim seperti ini belum memberi pengaruh besar.

Baca Juga: Meski Menangi Derby D’Italia, Sarri Ball Versi Juve Belum Sempurna

“Mengambil alih posisi puncak masih berarti kecil sekarang. Poin yang paling signifikan adalah kami bermain apik, dengan karakter serta determinasi melawan sebuah tim yang telah memenangkan setiap laga sejauh ini,” ujar Sarri kepada Sky Sport Italia.

“Kami memulai dengan baik dan tepat dalam menggunakan pendekatan di momen panas, jadi itu adalah sebuah pertanda yang bagus,” lanjut mantan pelatih Chelsea tersebut.

Yang menarik perhatian adalah permainan Juventus yang tiba-tiba bisa mengalirkan bola begitu cepat sebelum terciptanya gol Higuain. Tercatat sedikitnya ada 24 operan yang terjadi selama proses gol striker berumur 31 tahun itu.

“Tim berkualitas mampu melakukan itu. Saat operan terasa lancar, sebuah gol dan peluang mencetak gol akan tiba sebagai konsekuensi langsung. Saya pikir tim ini telah membuat langkah maju dalam segi operannya,” tambahnya.

“Apa yang kami harus latih adalah dominasi permainan, mempunyai kemampuan menguasai teritorial, menekan lebih baik, merebut inisiatif menyerang dari lawan agar kami bisa menghabiskan keseluruhan waktu kami di wilayah lawan,” tandasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

LATEST NEWS

- Advertisement -

HOT NEWS