Performa Buruk Juventus: Dua Kepala yang Tak Bisa Disatukan

0
83
Maurizio Sarri Ronaldo
Maurizio Sarri memberi selamat pada Cristiano Ronaldo (Sumber: AFP/MIGUEL MEDINA)

Vivagoal Serie A – Cristiano Ronaldo pemain yang saat ini berusia 35 tahun merupakan salah satu bintang Juventus pada dua musim terakhir ini.

Memiliki gaya bermain khusus, maka ya manajemen Juventus harus bisa memaksimalkan potensi Ronaldo. Pemain asal Portugal tersebut harus menjadi titik pusat serangan dan tidak boleh kelelahan dalam pergerakan dengan tanpa bola.

Menghadapi masalah tersebut, Zinedine Zidane seolah-olah menjadi ‘pawang’ dari sosok Cristiano Ronaldo. Ia sukses mengatasi si masalah dengan gaya bermain Ronaldo sehingga membuat dia menjadi di bintang dalam beberapa tahun terakhir bersama Real Madrid.

Berbeda dengan Zidane, Maurizio Sarri terbukti gagal melakukannya. Masalah Sarri selalu tidak berubah. Mantan pelatih Chelsea ini terlalu kaku untuk memegang teguh prinsip sepak bolanya, Sarri Ball.

Ia tidak mau mengubah sedikit strateginya untuk menyesuaikan dengan keinginan dan potensi ciamik dari Cristiano Ronaldo. Bila mau utak-atik strategi, Ronaldo bukan tidak mungkin akan membantu Juventus dan Sarri bisa merengkuh trofi Liga Champions.


Baca Juga:


Sementara itu, Cristiano Ronaldo telah mendapatkan banyak trofi. Jelas, hal ini tidak akan diubah oleh Cristiano Ronaldo terkait gaya permainannya. Maka, yang harus menyesuaikan yaitu sang pelatih. Apalagi, Sarri hanya pernah meraih trofi Liga Eropa. Berbeda jauh dengan prestasi Ronaldo.

Ini merupakan salah satu alasan di balik performa buruk Juventus pada musim 2019-2020. Ada dua kepala yang memiliki masing-masing keinginan khusus namun tidak bisa disatukan sehingga membuatnya menjadi kesusahan.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here