Tag: Sekjen PSSI

Persebaya Tegur Elisa Basna Soal Aksi Injak Perut Pemain PSIS

VivagoalLiga Indonesia – Pemain Persebaya, Elisa Basna mendapat banyak hujatan dari publik sepakbola Indonesia karena tindakan kotornya di laga kontra PSIS Semarang, 30 Mei lalu.

Elisa Basna tertangkap kamera menginjak perut Fredyan Wahyu dengan kaki yang masih dalam keadaan menggunakan sepatu jelang laga berakhir. Di laga yang berkesudahan dengan hasil imbang 1-1 itu Basna hanya mendapat kartu kuning.

Tapi dengan ulahnya itu, Elisa Basna yang baru berusia 22 tahun menuai banyak kecaman di sosial media. Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria sampai berkomentar terkait insiden injak perut ala Basna itu. Menurutnya, harusnya eks pemain Persipura Jayapura itu dihukum berat.

Namun, manajer Persebaya, Candra Wahyudi coba menenangkan situasi dengan mengaku bahwa pihak klub sudah menegur Basna atas tindakan horornya itu.

“Sudah kami beri teguran keras, tak hanya Basna saja, siapapun pemain yang dinilai melakukan tindakan pelanggaran dan indisipliner, pasti akan dapat peringatan keras dari manajemen.” kata Candra.

“PSSI sendiri sudah mengirimkan surat kepada pihak klub agar memberikan klarifikasi soal insiden Basna itu. Dan segera akan kami kirim jawabannya menurut versi kami.” tandas pria 42 tahun itu.

Aksi Basna itu sendiri berbuntut panjang hingga saat ini. Manajemen PSIS sudah mengirim surat kepada PSSI agar memberi hukuman berat kepada sang pemain. Sebabnya, apa yang dilakukan Elisa Basna diklaim sangat bisa berdampak pada cedera parah pemain mereka.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

CEO PSS Sleman Angkat Bicara Usai Sekjen PSSI Jadi Korban Kerusuhan

VivagoalLiga Indonesia – Sekjen PSSI Ratu Tisha, jadi satu di antara korban ketika kerusuhan suporter terjadi pada laga PSS Sleman kontra Arema FC. Bahunya terkena lemparan benda saat memantau situasi di Stadion Maguwoharjo, Rabu (15/5).

PSS melawan Arema merupakan duel pembuka Liga 1 musim ini. Akan tetapi, pertandingan tersebut tercoreng karena adanya kerusuhan antarsuporter di dalam lapangan.

Bahkan, wasit memutuskan partai tersebut dihentikan pada menit 34, ketika skor imbang 1-1. Untungnya, setelah match commissioner melakukan rapat pertandingan kembali dilanjutkan.

“Tidak apa-apa. Dia [Tisha] kena sedikit lemparan saja, ya ini salah satu risiko,” kata Soekeno.

Pernyataan senada juga disampaikan Tisha. Menurutnya, kondisi bahu baik-baik saja. “Ya tidak apa-apa, cuma sedikit terkena lemparan tadi [kemarin],” ujarnya.

Selain Tisha, ada sejumlah suporter dari PSS dan Arema FC yang mengalami luka yang langsung mendapatkan perawatan dari medis. Namun tidak ada korban meninggal dari kerusuhan tersebut.

Selalu update berita bola terkini seputar sepakbola dunia hanya di vivagoal.com

Liga 1 Sebagai Big Five Asia Pada 2022: Mengejar Harapan ataukah Pepesan Kosong?

VivagoalLiga Indonesia Badan tertinggi sepak bola Indonesia, PSSI memiliki dua rencana jangka pendek. Pertama, PSSI berharap agar Liga 1 bisa menjadi lima liga terbaik di Asia. Kedua, Timnas Indonesia Bisa berpartisipasi di Olimpiade 2024 di Paris. Menilik dua target tersebut, rasanya keseriusan federasi untuk meningkatkan mutu sepak bola terlihat jelas.

“PSSI memiliki dua target dalam waktu dekat. Tahun 2022 kami berambisi menjadikan Liga 1 sebagai salah satu top five league di Asia dan kedua, kami menargetkan timnas Indonesia bisa bermain di Olimpiade 2024,” ungkap Sekjen PSSI, Ratu Tisha Saat ditemui di launching Shopee Liga 1 2019 di SCTV Tower, Senin (13/5) kemarin.

Ia pun mengaku optimis pihaknya mampu merealisasilan hal tersebut. Pasalnya PSSI masih memiliki waktu hingga 5 tahun kedepan untuk membuat atmosfer serta iklim sepak bola Indonesia berbeda dari sebelumnya. Mesti terkesan mudah direalisasikan, namun kenyataan berkata lain. Bedasarkan nilai koefisien liga yang dirilis AFC beberapa waktu lalu, Liga 1 Indonesia sendiri ada pada posisi ke-26 Asia.

 

Peringat Liga 1 sendiri jelas tertinggal jauh dari negara-negara tetangga. Dibanding Malaysia misalnya. Liga 1 jelas tertinggal 8 strip di bawah Malaysia Premier League, yang bertengger di urutan 17 Asia.

Untuk merealisasikan menjadi lima terbaik di Asia, per tahun ini, Tisha mengungkapkan pihaknya siap merapihkan salah satu elemen penting klub profesional yakni Club Lisencing Regulation (CLR) AFC yang selama ini memang kurang diperhatikan.

Merujuk pada edaran FIFA pada 2016 lalu, CLR disebutkan sebagai. “Dokumen kerja dasar untuk sistem perizinan kesebelasan, di mana para anggota yang berbeda dari keluarga sepakbola bertujuan untuk mempromosikan prinsip-prinsip umum dalam dunia sepakbola seperti nilai-nilai olahraga, transparansi dalam keuangan, kepemilikan dan kontrol dari kesebelasan, dan kredibilitas dan integritas dari kompetisi kesebelasan.”

Sementara itu, di Indonesia sendiri banyak klub yang kerap berbenturan dengan persoalan ini. Langkah PSSI yang coba serius mengurus persoalan CLR sendiri di tahun 2019  dianggap sudah lumayan telat. Pasalnya dibandingkan FAM (Federasi sebak bola Malaysia) langkah PSSI mendapatkan lisensi untuk klub-klubnya terbilang telat. Sampai hari ini, tercatat hanya 10 nama yang berhasil merengkuh lisensi. Mereka adalah Persib Bandung, Persija Jakarta, Arema FC, PSM Makassar, Madura United, dan Barito Putera Bali United, Persipura Jayapura, Borneo FC, dan Bhayangkara FC.

PR Besar jelas tersaji di depan mata. Hingga tahun ini, mampukah PSSI membereskan lisensi tim-tim, yang minimal berlaga di Liga 1? Jika club Lisencing masih belum terverivikasi dengan baik, rasanya angan tuk menjadi Big 5 League Asia hanya pepesan kosong semata

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

 

LATEST NEWS

- Advertisement -

HOT NEWS