Tag: Sekjen PSSI

Orang Penting Persija Kritisi PSSI Terkait Pencarian Sekjen

Vivagoal – Liga Indonesia –  Direktur olahraga Persija Jakarta, Ferry Paulus mengkritisi urgensi PSSI dalam mencari suksesor Ratu Tisha sebagai Sekjen baru. Menurutnya, PSSI seharunya membantu penanganan Corona yang tengah mewabah di Indonesia.


Baca Juga:


“Saya rasa masih terlalu jauh melangkah ke sana [sekjen baru]. Saat ini justru menurut saya yang paling penting adalah bagaimana caranya PSSI juga turut berperan untuk memerangi virus corona, karena rasanya kita belum bisa bergeser dari ini,” kata Ferry kepada Goal Indonesia.

Pasca mundurnya Ratu Tisha, posisi Sekjen memang tengah lowong. Beberapa nama sempat dikaitkan sebelum Plt sekjen ditunjuk untuk mengisi kekosongan. Ferry menilai seharusnya proses pemilihan sekjen harus dilakukan secara terbuka meski pada akhirnya Ketum PSSI yang menentukan posisi tersebut.

“Setelah ini selesai [virus corona] mungkin baru PSSI bisa melakukan hal lainnya yang salah satunya memilih sekjen, dan menjalankan kegiatan lainnya bersama klub atau Asprov,” ujarnya.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Alasan Ketum PSSI Tunjuk Yunus Nusi Gantikan Ratu Tisha

Vivagoal – Liga Indonesia –   Yunus Nusi, salah satu anggota Komite Eksekutif PSSI resmi ditunjuk menjadi pelaksana tugas (Plt) Sekjen PSSI. Ketua Umum, M Iriawan, secara pasti mengumumkannya pada Senin (20/4). 

Bukan tanpa alasan pria yang akrab disapa Iwan Bule itu menunjuk Yunus. Dia beranggapan Yunus layak menggantikan posisi yang ditinggalkan Ratu Tisha Destiria.

Akan menjabat hingga terpilihnya Sekjen baru, Irawan menyebut, Yunus punya kemampuan yang layak untuk menjalankan tugas Sekjen sesuai Statuta. Selain berpengalam di dunia sepak bola, Yunus juga disebut punya kemampuan berorganisasi yang baik.

“Kami memilih Yunus Nusi sebagai pelaksana tugas Sekjen mulai hari Senin 20 April ini. Seluruh Exco PSSI sudah menyetujui penunjukkannya.


Baca Juga:


“Dengan pengalaman dia di sepak bola, organisasi, dan kemampuannya, sangat pantas jika saya memilih Yunus Nusi sebagai Plt Sekjen. Ia akan menjadi Plt Sekjen hingga terpilihnya Sekjen yang definitif nantinya,” kata Iriawan dikutip laman resmi PSSI.

Selain menjadi anggota Exco sejak  2016, Yunus Nusi saat ini tercatat sebagai Ketua Asprov PSSI Kalimantan Timur yang dijabatnya sejak tahun 2013.

Tak hanya itu, Yunus juga banyak malang melintang di cabang olahraga lain. Dia tercatat Sekretaris Umum Taekwondo Indonesia Kaltim tahun 2001-2009, pengurus KONI Kaltim tahun 2006-2014, dan Sekretaris Bidang Pertandingan PB PON Kaltim 2008.

Selalu update berita terbaru seputar  Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

10 Tugas Pengganti Ratu Tisha Berdasar Statuta PSSI

Vivagoal – Liga Indonesia –  Ketua umum PSSI, Mochamad Iriawan menunjuk Yunus Nusi sebagai pengganti Ratu Tisha Destria untuk sementara waktu. Dimana sebelumnya, Tisha resmi megundurkan diri dari jabatan Sekjen PSSI.

Usai ditunjuk, Nusi  yang juga menjabat sebagai ketua Asprov PSSI Kalimantan Timur sejak 2013 silam itu berjanji bakal menjalankan tugas dengan baik.

“Alhamdulillah, ketum sudah mengumumkan secara resmi bahwa saya ditunjuk sebagai Plt Sekjen PSSI. Saya berjanji akan melaksanakan tugas ini sesuai dengan kaidah-kaidah keorganisasian. Tugas yang diberikan pak Ketum atas amanah kongres PSSI,” ucap Yunus.

Lebih lanjut, Yunus lalu merinci tugas yang bakal dia pikul selama menjadi Plt Sekjen PSSI, salah satunya adalah membenahi pekerjaan di kesekjenan.


Baca Juga:


“Tugas yang diberikan ketum kepada saya lebih kepada pembenahan dan pengendalian administrasi kesekjenan. Ada pula evaluasi dan pemantapan struktur di kesekjenan.” Yunus mengungkapkan.

Dalam pasal 61 statuta PSSI, setidaknya ada 10 poin yang tercantum sebagai tanggung jawab seorang Sekjen.

Berikut 10 tugas sekjen berdasarkan Statuta:

  • Melaksanakan Keputusan yang disahkan oleh Kongres PSSI dan Komite Eksekutif sesuai dengan arahan dari Ketua Umum.
  • Menghadiri Kongres PSSI dan rapat yang diselenggarakan oleh Komite Eksekutif, Komite Tetap serta Komite Ad-Hoc.
  • Mengatur penyelenggaraan Kongres PSSI dan pertemuan Komite Eksekutif dan Badan-Badan lain.
  • Menyusun Berita Acara Rapat pada Kongres PSSI, Komite Eksekutif, Komite Tetap dan Komite Ad-Hoc.
  • Mengelola dan memelihara rekening bank PSSI dengan sebaik-baiknya.
  • Surat menyurat atau korespondensi resmi PSSI.
  • Menjaga hubungan baik dengan Anggota PSSI, Asosiasi Provinsi PSSI, Asosiasi Kabupaten, Asosiasi Kota, Komite-Komite, FIFA, AFC dan AFF.
  • Mengatur Kesekretariatan Jenderal.
  • Pengangkatan dan pemberhentian staf yang bekerja di Sekretariat Jenderal tanpa campur tangan pihak luar.
  • Mengusulkan staf untuk membantu Ketua Umum kepada Ketua Umum.

Selalu update berita terbaru seputar  Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Sosok Ini Bakal Gantikan Ratu Tisha Sebagai Sekjen PSSI?

Vivagoal – Liga Indonesia –  Pasca mundurnya Ratu Tisha sebagai Sekjen PSSI, posisi tersebut tak akan langsung diisi oleh orang lain. PSSI berencana menggunakan pelaksana tugas (plt) terlebih dahulu untuk posisi tersebut.


Baca Juga:


Sejauh ini, masih belum diketahui alasan Tisha mundur dari posisi Sekjen PSSI pasca mundur dari posisinya, Senin (13/4) kemarin. Semasa menjabat, Tisha melakukan berbagai terobosan seperti mengadakan  kompetisi usia muda dalam wujud Elite Pro Academy (EPA), Liga 1 Putri, lisensi kepelatihan AFC Pro, hingga meloloskan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2021.

Teranyar, sallah satu anggota komite eksekutif (Exco) PSSI Yunus Nusi bakal didaulat sebagai Plt Sejken. Nantinya, penunjukat Plt Sejken bakal dilakukan Exco saat menggelar rapat di akhir April, termasuk mengesahkan pengunduran diri Tisha dari jabatannya.  

“Bisa saja benar [Plt sekjen] karena sesuai jabatan pak Yunus itu bidang sepakbola/keorganisasian. Jadi mungkin ketum [Mochamad Iriawan] ingin lebih memfungsikan Pak Yunus sebagai gugus tugas keorganisasian sampai ada sekjen definitif,” ucap anggota Exco PSSI Haruna Soemitro, dinukil Goal Indonesia.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Exco PSSI Tegaskan Ratu Tisha Masih Sekjen PSSI

Vivagoal – Liga Indonesia – Anggota Exco PSSI, Haruna Soemitro menegaskan bahwa status Ratu Tisha Destria masih sebagai Sekretaris Jendral (Sekjen) PSSI, meski secara pribadi Ratu Tisha sudah mengumumkan pengunduran dirinya pada Senin (13/4/2020).

“Sekjen sudah mengundurkan diri melalui surat tertulis dan itu hak pribadi. Tapi secara organisasi, masih harus diputuskan apakah pengunduran dirinya diterima atau ditolak.” ungkap Haruna seperti dilansir dari Antara.

“Pemberhentian sekjen harus melalui rapat Exco. Dan sampai saat ini belum ada yang membahas hal itu,” Haruna menambahkan.


Baca Juga:


Lebih lanjut, Haruna mengatakan bahwa rapat Exco soal pengunduran diri Ratu Tisha rencananya bakal digelar paling lambat akhir bulan ini. Adapun calon penggantinya bakal melalui tes kelayakan dan kepatutan serta psikotes.

“Itu semua proses, seperti uji kelayakan dan kepatutan ya semacam fit and proper lah, termasuk ada psikotes juga. Semuanya itu jadi alat buat menilai calon sekjen baru. Tapi itu nanti tergantung kesepakatan dalam rapat,” jelas Haruna.

Seperti yang diketahui, Ratu Tisha sudah memutuskan mundur dari jabatan Sekjen PSSI yang sudah dijabatnya sejak 2017 silam pada Senin (13/4/2020) malam WIB.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Persebaya Tegur Elisa Basna Soal Aksi Injak Perut Pemain PSIS

VivagoalLiga Indonesia – Pemain Persebaya, Elisa Basna mendapat banyak hujatan dari publik sepakbola Indonesia karena tindakan kotornya di laga kontra PSIS Semarang, 30 Mei lalu.

Elisa Basna tertangkap kamera menginjak perut Fredyan Wahyu dengan kaki yang masih dalam keadaan menggunakan sepatu jelang laga berakhir. Di laga yang berkesudahan dengan hasil imbang 1-1 itu Basna hanya mendapat kartu kuning.

Tapi dengan ulahnya itu, Elisa Basna yang baru berusia 22 tahun menuai banyak kecaman di sosial media. Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria sampai berkomentar terkait insiden injak perut ala Basna itu. Menurutnya, harusnya eks pemain Persipura Jayapura itu dihukum berat.

Namun, manajer Persebaya, Candra Wahyudi coba menenangkan situasi dengan mengaku bahwa pihak klub sudah menegur Basna atas tindakan horornya itu.

“Sudah kami beri teguran keras, tak hanya Basna saja, siapapun pemain yang dinilai melakukan tindakan pelanggaran dan indisipliner, pasti akan dapat peringatan keras dari manajemen.” kata Candra.

“PSSI sendiri sudah mengirimkan surat kepada pihak klub agar memberikan klarifikasi soal insiden Basna itu. Dan segera akan kami kirim jawabannya menurut versi kami.” tandas pria 42 tahun itu.

Aksi Basna itu sendiri berbuntut panjang hingga saat ini. Manajemen PSIS sudah mengirim surat kepada PSSI agar memberi hukuman berat kepada sang pemain. Sebabnya, apa yang dilakukan Elisa Basna diklaim sangat bisa berdampak pada cedera parah pemain mereka.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

CEO PSS Sleman Angkat Bicara Usai Sekjen PSSI Jadi Korban Kerusuhan

VivagoalLiga Indonesia – Sekjen PSSI Ratu Tisha, jadi satu di antara korban ketika kerusuhan suporter terjadi pada laga PSS Sleman kontra Arema FC. Bahunya terkena lemparan benda saat memantau situasi di Stadion Maguwoharjo, Rabu (15/5).

PSS melawan Arema merupakan duel pembuka Liga 1 musim ini. Akan tetapi, pertandingan tersebut tercoreng karena adanya kerusuhan antarsuporter di dalam lapangan.

Bahkan, wasit memutuskan partai tersebut dihentikan pada menit 34, ketika skor imbang 1-1. Untungnya, setelah match commissioner melakukan rapat pertandingan kembali dilanjutkan.

“Tidak apa-apa. Dia [Tisha] kena sedikit lemparan saja, ya ini salah satu risiko,” kata Soekeno.

Pernyataan senada juga disampaikan Tisha. Menurutnya, kondisi bahu baik-baik saja. “Ya tidak apa-apa, cuma sedikit terkena lemparan tadi [kemarin],” ujarnya.

Selain Tisha, ada sejumlah suporter dari PSS dan Arema FC yang mengalami luka yang langsung mendapatkan perawatan dari medis. Namun tidak ada korban meninggal dari kerusuhan tersebut.

Selalu update berita bola terkini seputar sepakbola dunia hanya di vivagoal.com

Liga 1 Sebagai Big Five Asia Pada 2022: Mengejar Harapan ataukah Pepesan Kosong?

VivagoalLiga Indonesia Badan tertinggi sepak bola Indonesia, PSSI memiliki dua rencana jangka pendek. Pertama, PSSI berharap agar Liga 1 bisa menjadi lima liga terbaik di Asia. Kedua, Timnas Indonesia Bisa berpartisipasi di Olimpiade 2024 di Paris. Menilik dua target tersebut, rasanya keseriusan federasi untuk meningkatkan mutu sepak bola terlihat jelas.

“PSSI memiliki dua target dalam waktu dekat. Tahun 2022 kami berambisi menjadikan Liga 1 sebagai salah satu top five league di Asia dan kedua, kami menargetkan timnas Indonesia bisa bermain di Olimpiade 2024,” ungkap Sekjen PSSI, Ratu Tisha Saat ditemui di launching Shopee Liga 1 2019 di SCTV Tower, Senin (13/5) kemarin.

Ia pun mengaku optimis pihaknya mampu merealisasilan hal tersebut. Pasalnya PSSI masih memiliki waktu hingga 5 tahun kedepan untuk membuat atmosfer serta iklim sepak bola Indonesia berbeda dari sebelumnya. Mesti terkesan mudah direalisasikan, namun kenyataan berkata lain. Bedasarkan nilai koefisien liga yang dirilis AFC beberapa waktu lalu, Liga 1 Indonesia sendiri ada pada posisi ke-26 Asia.

 

Peringat Liga 1 sendiri jelas tertinggal jauh dari negara-negara tetangga. Dibanding Malaysia misalnya. Liga 1 jelas tertinggal 8 strip di bawah Malaysia Premier League, yang bertengger di urutan 17 Asia.

Untuk merealisasikan menjadi lima terbaik di Asia, per tahun ini, Tisha mengungkapkan pihaknya siap merapihkan salah satu elemen penting klub profesional yakni Club Lisencing Regulation (CLR) AFC yang selama ini memang kurang diperhatikan.

Merujuk pada edaran FIFA pada 2016 lalu, CLR disebutkan sebagai. “Dokumen kerja dasar untuk sistem perizinan kesebelasan, di mana para anggota yang berbeda dari keluarga sepakbola bertujuan untuk mempromosikan prinsip-prinsip umum dalam dunia sepakbola seperti nilai-nilai olahraga, transparansi dalam keuangan, kepemilikan dan kontrol dari kesebelasan, dan kredibilitas dan integritas dari kompetisi kesebelasan.”

Sementara itu, di Indonesia sendiri banyak klub yang kerap berbenturan dengan persoalan ini. Langkah PSSI yang coba serius mengurus persoalan CLR sendiri di tahun 2019  dianggap sudah lumayan telat. Pasalnya dibandingkan FAM (Federasi sebak bola Malaysia) langkah PSSI mendapatkan lisensi untuk klub-klubnya terbilang telat. Sampai hari ini, tercatat hanya 10 nama yang berhasil merengkuh lisensi. Mereka adalah Persib Bandung, Persija Jakarta, Arema FC, PSM Makassar, Madura United, dan Barito Putera Bali United, Persipura Jayapura, Borneo FC, dan Bhayangkara FC.

PR Besar jelas tersaji di depan mata. Hingga tahun ini, mampukah PSSI membereskan lisensi tim-tim, yang minimal berlaga di Liga 1? Jika club Lisencing masih belum terverivikasi dengan baik, rasanya angan tuk menjadi Big 5 League Asia hanya pepesan kosong semata

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

 

LATEST NEWS

- Advertisement -

HOT NEWS