Tak Main-Main, Pandemi Buat Sepakbola Alami Kerugian Hingga Rp 207 Triliun

0
33
Tak Main-Main, Pandemi Buat Sepakbola Alami Kerugian Hingga Rp 207 Triliun
FIFA Melarang Suporter Menonton Langsung Di Stadion Karena Pandemi Covid-19. Sumber: The Independent

Vivagoal – Otoritas sepakbola dunia (FIFA) menjelaskan jika pandemi Corona yang terjadi saat ini juga berimbas besar kepada sepakbola. Dampak kerugian finansial bahkan diprediksi masih akan terasa hingga tahun depan.

Covid-19 yang melanda dunia membuat berbagai aspek menerima dampak khususnya finansial tak terkecuali sepakbola dunia. Berbagi kompetisi yang sebelumnya sudah dijadwalkan secara rapi harus mengalami berbagi kendala yang mengakibatkan masalah pada perputaran uang.

FIFA sendiri menghitung semua pemasukan dari seluruh pertandingan sepakbola. Hasilnya, Covid-19 membuat mereka telah kehilangan pendapatan sebesar US$14 miliar dolar atau sekitar Rp 207 triliun.

Tidak hanya itu saja, lebih dari 150 asosiasi sepakbola telah mengajukan bantuan keuangan sebesar US$1,5 miliar yang akan dikucurkan oleh FIFA.

“Ini jumlah yang sangat besar, dan mencakup ekonomi sepakbola secara keseluruhan, termasuk akademi muda. Ini akan berdampak hingga tahun depan juga,” ujar ketua komite pengarah untuk dana bantuan FIFA, Olli Rehn, seperti dikutip France 24.

“Itulah mengapa dana bantuan COVID-19 ini tidak terikat waktu,” katanya.


Baca Juga:



Dirinci dari dampak yang terjadi, klub dan anggota asosiasi di Eropa merupakan yang paling terpengaruh. Namun, dilanjutkannya, secara relatif mereka yang berada di luar Eropa malah lebih menderita, khususnya Amerika Selatan.

Rencana bantuan yang mereka lakukan membuat asosiasi nasional dan konfederasi regional untuk mengajukan pinjaman tanpa bunga. Nantinya setiap asosiasi nasional dapat mengajukan hibah sebesar US$1 juta ditambah US$500.000 untuk sepakbola wanita. Sedangkan, konfederasi dapat mengajukan hibah hingga US$2 juta.

Lebih lanjut Rehn memastikan proses peminjaman uang nantinya akan melalui proses ketat. Hal ini diperlukan untuk mencegah adanya korupsi.

“Korupsi tidak punya ruang dalam sepakbola. Tata kelola yang baik adalah inti dari bantuan COVID-19 ini. Kami telah menjelaskan hal ini kepada asosiasi anggota,” tegasnya.

“Saya tahu beberapa asosiasi anggita mengeluh tentang prosedur kepatuhan yang berat, dan saya cukup terbiasa dengan itu. Kami memang memerlukan kepatuhan penuh dan kami teleh bekerja dengan perusahaan audit yang terkenal secara global,” ucap pria yang juga berprofesi sebagai politisi itu.

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here