Demi Timnas Indonesia, I League Undur Pekan ke-8 Super League ke Desember
Pertandingan Timnas Indonesia vs Timnas China pada Kualifikasi Piala Dunia 2026 putaran ketiga di Stadion Utama GBK, Kamis (5/6) malam WIB.Foto: VIVAGOAL/Amirul Mukmin

Timnas Indonesia Bisa Manfaatkan Kelemahan yang ada di Irak Untuk Ronde 4, Apa Itu?

Muhammad Ilham - September 19, 2025
Dibaca Normal dengan Waktu Menit

Vivagoal – Liga Indonesia – Timnas Indonesia bisa memanfaatkan kelemahan yang tengah dirasakan oleh Timnas Irak untuk ronde keempat kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Timnas Indonesia akan menjalani dua laga penting di ronde keempat kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Mereka akan menghadapi Timnas Arab Saudi dan Irak pada 8 serta 11 Oktober 2025.

Di atas kertas, hal ini tentu tidak akan mudah bagi Indonesia yang memiliki rekam jejak kurang memuaskan ketika melawan tim-tim dari Timur Tengah. Terakhir, mereka ditahan imbang Timnas Lebanon pada laga uji coba.

Demi Timnas Indonesia, I League Undur Pekan ke-8 Super League ke Desember
Pertandingan Timnas Indonesia vs Timnas China pada Kualifikasi Piala Dunia 2026 putaran ketiga di Stadion Utama GBK, Kamis (5/6) malam WIB.
Foto: VIVAGOAL/Amirul Mukmin

Berdasarkan catatan dari 11v11, Indonesia memiliki rekam jejak yang buruk ketika menghadapi Arab Saudi dan Irak. Mereka hanya menang sekali dari Arab Saudi, itu terjadi pada putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia November 2024. Sementara itu, Indonesia tidak pernah menang atas Irak dari sembilan pertemuan terakhir mereka.

Tapi, Timnas Indonesia bisa mengubah catatan buruknya ketika berjumpa Irak di ronde keempat nanti. Kesempatan untuk meraih kemenangan perdananya kontra Singa Mesopotamia dengan memanfaatkan kelemahan mereka.

Hal itu diungkapkan langsung oleh pelatih asal Irak, Nather Al-Khatib. Dilansir dari media Irak, Winwin, Jumat (19/9), Nather Al-Khatib menilai bahwa Graham Arnold selaku pelatih Irak memiliki banyak masalah, terutama di lini belakang.

Demi Timnas Indonesia, I League Undur Pekan ke-8 Super League ke Desember
Pertandingan Timnas Indonesia vs Timnas China pada Kualifikasi Piala Dunia 2026 putaran ketiga di Stadion Utama GBK, Kamis (5/6) malam WIB.
Foto: VIVAGOAL/Amirul Mukmin

“Hal yang mengkhawatirkan di Timnas Irak adalah berlanjutnya masalah lama yang belum terselesaikan. Terutama ketiadaan bek tengah yang benar-benar mumpuni dan minimnya stok pemain di posisi bek kanan,” ujar Nather Al-Khatib.

Di posisi bek, salah satu pemain Persib Bandung yaitu Frans Putros mendapatkan kepercayaan dari Graham Arnold. Sayangnya, Frans Putros mendapatkan kartu merah saat melawan Timnas Thailand di final King’s Cup.

Selain lini belakang, lini tengah juga menjadi kekhawatiran Nasher Al-Khatib yang dinilai kurang solid dalam membangun serangan. Apalagi, Graham Arnold masih terus bereksperimen dan membawa filosofi sepakbolanya di empat pertandingan pertamanya.


Baca Juga:


Sehingga, Nasher Al-Khatib meyakini pertandingan melawan Timnas Arab Saudi dan Indonesia tidak akan muda untuk Irak.

“Lini tengah Timnas Irak butuh organisasi yang lebih baik. Walau sektor ini dianggap sebagai sumber kekuatan, tetap saja masih kurang padu dan belum ada kesinambungan permainan di antara pemain inti.”

“Terlebih, pelatih (Graham Arnold) masih terus bereksperimen dan belum menemukan susunan yang bisa memberinya kunci kemenangan pada laga-laga sulit di play-off. Ketika Irak akan menghadapi dua sepakbola Asia yang berbeda,” jelasnya.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Vivagoal (@vivagoal)

Lebih lanjut, Nasher Al-Khatib meyakini Graham Arnold membutuhkan waktu lama untuk bisa menyelesaikan permasalaan ini.

“Saya rasa pelatih Timnas tidak akan bisa menyelesaikan masalah ini dalam waktu singkat. Ia mungkin butuh waktu bertahun-tahun dan pemantauan lebih cermat terhadap kompetisi Liga Irak untuk menemukan pemain berbakat yang mampu menutup celah besar itu,” pungkasnya.

Di sisi lain, Timnas Indonesia pun masih belum terlihat solid di bawah pelatih Patrick Kluivert. Terlihat, ketika melawan Lebanon dan Chinese Taipei di FIFA Matchday September, Kluivert menerapkan taktik yang berbeda.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com