
5 Fakta Federasi Sepakbola Terpopuler di Dunia
- Deutscher Fußball-Bund (DFB)

DFB sejatinya sempat tak terlalu memikirkan regenerasi pemain bagi Timnas Senior Jerman. Namun, pemikiran mereka berubah kala Tim Panser hancur lebur di EURO 2000. Berstatus sebagai juara Euro 1996, Jerman hanya menempati posisi sebagai juru kunci pada ajang yang dihelat di Belanda dan Belgia. Saat itulah, federasi tertinggi sepakbola Jerman mulai memikirkan pentingnya pembinaan usia muda.
Berbagai pembinaan usia muda dari akar rumput mulai digalakkan. Setiap klub wajib memiliki tim muda mereka masing-masing. Selain itu, DFB juga sempat mendirikan Stutzpunkt yakni pusat pendidikan sepakbola regional di berbagai wilayah. Hasilnya, hampor 600 ribu talenta muda bisa dipantau langsung oleh pelatih binaan DFB.
Hasil dari pembinaan panjang tersebut pun mulai memberikan prestasi bagi Timnas Jerman di berbagai golongan usia. Level Timnas Senior selalu menjadi spesialis turnamen. Mereka sukses menjadi runner up di Euro 2008 dan menjadi juara Piala Dunia 2014 serta menjadi juara Piala konfederasi di tahun 2017 lalu.
Sementara Timnas usia muda merkeka juga sering meraih prestasi di berbagai kompetisi. Di luar Timnas, Bundesliga yang ada di bawah naungan DFB juga menjadi kompetisi yang sangat ramah kepada pemain muda. Berbagai talenta muda terbaik macam Erling Braut Haaland, Jadon Sancho, Dayot Upemecano hingga Jamal Mursala masih aktif bermain untuk berbagai tim besar Negeri Panser.
- the Football Association (FA)

Inggris memang baru menjuarai satu kali Piala Dunia pada 1966 lalu. Setelah itu, mereka kerap menjadi olok-olok di berbagai turmanen berskala Internasional lantaran tak mampu berbuat banyak.
Inggris juga mulai memikirkan pembinaan usia muda pasca mereka keok di fase gugur Piala Dunia 2010 lalu. mereka mambuat program bernama The Future Game. Bahkan di awal program, tersemat sebuah statement yang menarik dalam buku panduan tersebut.
“Kita harus memastikan bahwa kita sedang memproduksi pemain Timnas Inggris yang mempunyai kemampuan teknis yang sama layaknya banyak negara besar.”
Baca Juga:
- 5 Pemain Bintang yang Akan Jadi Aset Panas di Bursa Transfer
- 5 Fakta Dibalik Kemenangan PSG Atas MU di UEFA Champions League
- 5 Fakta ‘Maradona in Mexico’, Dokumenter Emosional Diego Maradona
- 5 Fakta Si Tangan Tuhan, Diego Armando Maradona
Dalam pembinaan yang dilakukan Inggris, mereka mulai membangun pembinaan dari berbagai kelompok usia muda seperti 8-11 tahun, 12-16 tahun, bahkan sampai kelompok usia 17-21 tahun. Mereka pun mulai mengikuti berbagai rangkaian taktik mulai dri pengorganisasian pertahanan, cara membongkar pertahanan hingga memainkan bola dengan umpan pendek. Hal ini jelas bertolak belakang dengan kebiasaan Inggris yang memainkan Kick and Rush dalam skema permainannya.
Selain itu, Inggris juga mulai membuat anggaran untuk membangun 1.000 lapangan latihan dengan berbagai fasilitas modern. hasilnya pun mulai nampak terlihat. Berbagai tim mulai concern membangun akademi dan memainkan mereka di tim utama. United, Liverpool, City hingga Liverpool sudah melakukan hal tersebut dan hasilnya lumayan sukses.
Piala Dunia 2018 lalu. Saat itu, Timnas asuhan Gareth Southgate sempat berbicara banyak dala ajang yang dihelat di Russia. Tim Tiga Singa mampu menjadi semifinalis Piala Dunia dan saat ini skuat mereka tengah dibanjiri pemain muda potensial yang berasal dari berbagai klub yang mentas di berbagai tim Premier League















