
5 Fakta Jebolan Terbaik Akademi Borussia Moenchengladbach
- Jupp Heynckes

Jupp Heynckes merupakan legenda Gladbach entah sebagai pemain maupun pelatih. Sosok yang sempat mentas sebagai penyerang merupakan putra daerah yang hanya membela dua tim dalam karir profesionalnya yakni Gladbach dan Hannover 96.
๐ | Bayern coaches since 2011/12:
๐ฉ๐ช Jupp Heynckes: 109 Games, 14 Losses
๐ช๐ธ Pep Guardiola: 161 Games, 21 Losses
๐ฎ๐น Carlo Ancelotti: 60 Games, 9 Losses
๐ฉ๐ช Jupp Hyenckes: 41 Games, 5 Losses
๐ญ๐ท Niko Kovaฤ: 65 Games, 8 Losses
๐ฉ๐ช Hansi Flick: 86 Games, 8 Losses
๐ฉ๐ช Julianโฆ pic.twitter.com/an6AKa3wwe
โ Bayern & Football (@MunichFanpage) February 11, 2024
Pemenang Piala Dunia 1974 dan Euro 1972 sempat mendulang prestasi gemilang di klub. Empat Bundesliga yang hadir di medio 90an merupakan bagian dari kerja kerasnya bersama tim. Selain itu, ia juga sempat persembahkan sepasang gelar lain dalam wujud Piala UEFA dan DFB-Pokal. Kala menjadi asisten pelatih, ia juga sempat persembahkan gelar Piala UEFA.
Namanya juga tercatat penampil terbanyak dan tim dengan 417 laga dan mendulang 123 gol bersama klub di lintas komptisi. Sebagai pelatih, karirnya lumayan berprestasi. Ia sempat memenangi dua Liga Champions bersama Bayern dan Real Madrid. Bahkan, namanya tercatat pernah hantarkan Die ROten mendulang treble winners di musim 2012/13 lalu.
- Gunter Netzer

Gunter Netzer memiliki rekam jejak serupa dengan Heynckes. Keduanya pernah bahu membahu hantarkan tim mendulang kesuksesan di kancah domestik padamedio 70an. Keduanya juga membantu Jerman memenangkan Piala Eropa 1972 dan Piala Dunia 1974 lalu.
Pasca Gladbach, Netzer sempat berpetualang ke Spanyol dan memperkuat Real Madrid pada 1973-1976. Di sana, ia membantu tim menangi dua LaLiga dan sepasang Copa del Rey. Karirnya terasa lumayan spesial ketika sebagai pemain.
Pasca pensiun, ia mendapatkan tugas sebagai General Manager Hamburg dan membantu tim memenangi tiga Bundesliga, satu Liga Champions dalam periode 1977-1985 lalu.
- Stefan Effenberg

Effenberg merupakan sosok yang lumayan melekat dengan Bayern Munich lantaran sempat memberikan rentetan kejayaan bagi Die Roten baik di kacah domestik maupun kontinental. Namun sosok asal Jerman merupakan jebolan dari akademi Glabach.
When Bayern Munich face Gladbach we can’t help but think of Stefan Effenberg.
Where does he rank among the Bundesliga’s greatest midfielders?#FCBBMG pic.twitter.com/8vfhnWCTMB
โ DW Sports (@dw_sports) January 7, 2022
Di Borussia Park, ia sempat memperkuat tim dalam dua periode. Namanya tercatat sempat mainkan 216 laga di lintas kompetisi dna sumbangkan 41 gol serta 38 assist. Statusnya sebagai legenda klub tak terbantakan meski dalam sepasang periode tersebut ia hanya mampu sumbangkan gelar DFB Pokal bagi tim.
Baca Juga:
- Obrolan Vigo: Jose Mourinho yang Bakal Jadi Juru Selamat Manchester United?
- Obrolan Vigo: Nostalgia Joan Laporta yang Bakal Merepotkan Barcelona
- What If: Shin Tae-yong Bisa Jadi Walter Mazzarri Versi Timnas Indonesia Jika Dilepas Erick Thohir
- Obrolan Vigo: Pasca Klopp, Era Kegelapan Liverpool [Kembali] Dimulai?
- Marc Andre ter Stegen

Jerman memiliki status sebagai penghasil kiper jempolan. Di masa lampau, kita mungkin mengenal Jens Lehmann atau Olier Kahn di bawah mistar. Di era modern, nama Manuel Neuer dan Marc Andre ter Stegen kerap menjadi andalan Die Mannschaft di berbagai turnamen besar.
Nama terakhir merupakan jebolan akademi Gladbach. Sejak memulai debut pada 2010, namanya mulai mencuri perhatian lewat aksi-aksi heroiknya di bawah mistar. Empat tahun karirnya di Borrusia, ter Stegen tak sempat memberikan prestasi apapun. Namun namanya tercatat sebagai salah satu penampil terbanyak dengan 127 laga di lintas kompetisi. Dalam periode tersebut, ia sukses menjaga gawangnya nirbobol selama 45 kali.
Catatan gemilang tersebut membuat Barcelona kepincut dan membawanya ke Camp Nou pada 2014. Iangsung menghantarkan tim menangi treble winners di musim debutnya dan membantu Blaugrana meraih berbagai prestasi lain di kancah domestik.
- Patrick Hermann

Jika bicara soal loyalitas, nama Patrick Hermann jelas tak bisa ditepikan. Jebolan akademi klub sudah mulai mentas di tim utama pada 2010 sampai hari ini bersama Die Fohlen meski perannya belakangan lumayan tereduksi di klub.
Hermann belum pernah hantarkan tim mendulang prestasi bergengsi apapun. Namun namanya tercatat sebagai salah satu penampil terbanyak klub. Ia sudah mentas dalam 414 laga di lintas kompetisi dalam 13 tahun karirnya di klub. Dalam periode serupa, namanya sudah membukukan 56 gol serta 65 assist.
Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com
ย















