Obrolan Vigo: Pasca Klopp, Era Kegelapan Liverpool [Kembali] Dimulai?

Obrolan Vigo: Pasca Klopp, Era Kegelapan Liverpool [Kembali] Dimulai?

Heri Susanto - Januari 30, 2024
Dibaca Normal dengan Waktu Menit

Vivagoal – Berita Bola – Jurgen Klopp sudah memutuskan bakal meninggalkan Liverpool di akhir musim ini. Kebersamaan 9 tahun yang sudah terjalin antar keduanya bakal rampung. Pertanyaan besar pun menyeruak, ke arah mana kelak the Reds berpijak? Akankah mereka kembali ke era kegelapan lagi?

Ditinggal manajer yang sudah lama mengarsiteki tim merupakan mimpi buruk bagi klub sepakbola. Tak terhitung banyaknya kerugian yang terjadi akibat langkah ini. Manchester United pernah merasakannya. Pasca Sir Alex Ferguson mundur, mereka banyak diarsiteki seabrek nama mulai dari David Moyes hingga Erik ten Hag. Hasilnya? Klub masih belum mampu menjadi juara Liga.

Meski dalam periode transisinya, klub sempat menangi Piala FA, Piala Liga, Europa League hingga menjadi runner up, ada dana besar yang harus dikeluarkan klub entah belanja pemain, kompensasi pemecatan pelatih hingga stabilitas yang berpotensi goyang seiring berjalannya waktu. United pasca Ferguson bukan lagi United yang biasa kita kenal di medio 90an hinnga awal 2010.

Tak hanya United, Arsenal mengalami hal serupa pasca Arsene Wenger. Banyak pemain dan pelatih yang keluar masuk pasca kepergian si Profesor. Kesuksesan yang direngkuh tim, entah siapapun pelatihnya hanya berkutat pada Piala FA dan Community Shield. Bahkan sebelum musim lalu, Gunners seakan sulit menembus zona Liga Champions.


Baca Juga:


Hal serupa berpotensi terjadi pada Liverpool yang bakal ditinggal Jurgen Klopp. Pasca medio 90an, the Reds memiliki sepasang pelatih terbaik yakni Gerald Houllier dan Rafa Benitez. Keduanya sempat hantarkan klub mendulang kejayaan baik di kancah Eropa maupun domestik. Tingkatannya menapak. Mulai dari juara Europa League hingga Liga Champions sukses direngkuh.

Pasca era keduanya, sisi gelap the Reds dimulai. Sosok-sosok macam Roy Hodgson, Kenny Daglish dan Brendan Rodgers datang. Nama pertama dan kedua gagal mengangkat performa tim. Sementara Rodgers mampu memberikan impresi ketika hampir membawa tim mengakhiri puasa gelar pada 2013/14 sebelum asa digagalkan kaptennya sendiri, Steven Gerrard yang terpeleset.

Namun Rodgers meninggakan warisan yang lumayan kokoh dengan berbagai pemain yang ada macam James Milner, Roberto Firmino, Philippe Courtinho, Adam Lallana, Joe Gomez, Dejan Lovren hingga Divock Origi. Sejatinya ada Mario Balotelli namun sosok Italia tak harus dimasukan dalam daftar yang digunakan Klopp.

Obrolan Vigo: Pasca Klopp, Era Kegelapan Liverpool [Kembali] Dimulai?
Sumber: CNN
Di era awal karirnya, ia sempat mengalami penyesuaian dalam dua musim perdananya. The Reds sempat dibawa ke final Europa Laague pada 2016 sebelum akhirnya keok dari Sevilla. Namun setelahnya, berkat transfer jitu yang dilakukannya. Kesuksesan tim perlahan namun pasti terbangun. Mereka mulai reguler main di Liga Champions. Reputasi klub mulai terbangun kembali.

The Reds sukses memenangkan gelar pertama dengan Klopp dalam wujud Liga Champions pada musim 2018/19 lalu. Setelahya, penantian puluhan tahun yakni gelar Premier League sukses dikunci. Klopp juga membantu tim memenangi Piala FA, Pala Liga, Piala Dunia Antar Klub hingga Piala Super Eropa dalam rentang waktu berbeda.


Baca Juga:


Ditinggal Klopp, ekspektasi fans atau siapapun yang melihat Liverpool terbilang tinggi. Harapan menyamai prestas jelas ada. Terlebih, jika menilik komposisi skuat yang kelak ditinggalkan. Masih ada nama Mo Salah, Virgil Van Dijk, Wataru Endo, Trent Alexander-Arnold, Dominik Szoboszlai hingga Luis Diaz dan Darwin Nunez hadir di sana.

Namun jika menilik tim yang tersedia, mereka yang ada di sana merupakan pemain Jurgen Klopp. Komposisi tim lumayan tak berimbang di sektor depan maupun tengah. Pr bagi pelatih berikutnya yakni melanjutkan dengan tim yang tersedia karena FSG, pemilik klub terbilang pelit mengucurkan dana. Tantangan pun hadir bagi siapapun yang kelak mengisi posnya.

Ada dua potensi yang mungkin terjadi, Liverpool mengalami era kegelapan plus opsi turbulensi entah sampai kapan. Butuh waktu lebih dari dua musim, dengan pemain dan pelatih yang sama, guna berjalan stabil di berbagai kompetisi. Terkait siapa yang mengisi posisi di pinggir lapangan masih menjadi misteri. Jika era ini tak bisa dilalui, mari ucapkan selamat datang kepada the Reds yang bakal jadi Tottenham Hotspur 2.0

Di luar turbulensi, mereka bisa langsung melaju meneruskan estafet yang telah ada sebelumnya meski peluang untuk yang kedua terbilang kecil. Lantas Klopp? Ia sudah memutuskan beristirahat sejenak dari sepakbola, seperti layaknya Pep Guardiola ketika rehat dari Barcelona, pada musim depan sebelum menerima tawaran baru dari luar Inggris.

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com