
5 Fakta Legenda Sepakbola yang Namanya Diabadikan Menjadi Nama Stadion
- Satiago Bernabeu

Jarang ada yang menyangka nama Santiago Bernabeu yang ikonik diambil dari nama legenda Real Madrid. Santiago Bernabeu Yeste. Sosok tersebut sangat penting dalam kesuksesan Los Blancos di Eropa maupun domestik.
Bernabeu awalnya merupakan seorang pemain penting di Real madrid. Dalam masa baktinya, ia sempat memainkan 51 laga untuk klub dan mencetak 46 gol dalam dua periode. Setelah pensiun, ia sempat menjadi asisten pelatih, pelatih dan menjadi presiden klub hingga 35 tahun. ia pun mangkat di tahun 1978.
Pasca kematiannya, Bernabeu diberi kehormatan. Nnamanya diabadikan menjadi Stadion Real Madrid. Dalam karirnya, ia hanya bermain untuk dua tim ibu kota Atletico dan Real Madrid.
- Diego Armando Maradona Stadium

Diego Maradona merupakan salah satu talenta terbaik di dunia sepakbola. Kerap kali, dirinya menjadi sosok penentu untuk tim yang dibelanya. Gol tangan tuhan serta aksi mengacak-acak Inggris di Piala Dunia 1986 menjadi bukti.
Di level klub, nama Maradona begitu lekat dengan Boca Juniors dan Napoli. Di tim yang disebut kedua, ia sukses menghentikan dominasi tim-tim besar Italia dan mampu persembahkan gelar Piala UEFA bagi I Partenopei. Pasca kepergian dirinya, Napoli pun mempensiunkan nomor 10 yang sangat identik dengan dirinya.
Pasca Maradona meninggal Desember 2020 lalu, Napoli langsung memberikan tribut pada dirinya dengan mengubah nama San Paolo menjadi Diego Armando Maradona Stadium. Stadion tersebut menjadi yang kedua yang memakai nama Maradona setelah sebelumnya, tim pertama El Diego, Argentinos Juniors menamai stadion tersebut Estadio Diego Armando Maradona.
- Farenc Puskas Stadium

Sosok Farenc Puskas sangat identik dengan Hungaria. Boleh dibilang, sampai hari ini, tak ada satu pun pemain Hungaria yang mampu memecahkan rekor golnya yakni 84 gol dala 85 pertandingan. Ia pernah hantarkan negaranya menjadi runner up Piala Dunia di tahun 1954.
Di level klub, Puskas tampil lumayan impresif bersama Real madrid. Ia mampu mencetak 156 gol dari 180 pertandingan. Selain itu, dirinya juga sukses persembahkan lima gelar Lgia Champions dan tiga gelar Piala Eropa bagi Los Blancos.
Namanya d iabadikan menjadi Stadion Nasional pada 1953. Stadion tersebut sempat menampung 104 ribu penonton dan sempat direduksi hingga 39 ribu. Stadion ini resmi ditutup pada 2016 lalu dan kini digantikan oleh Puskas Arena.
Baca Juga:
- Obrolan Vigo: Gary Lineker, Penyerang Inggris Paling Bersih
- Obrolan Vigo: Pedri, Jendral Baru Barcelona
- Radja Nainggolan yang Mempersetankan Bahaya Merokok Bagi Pesepakbola
- Peter Schmeichel, Si Tangguh dari Skandinavia
- Giuseppe Meazza

Inter dan AC Milan sempat memiliki dua legenda yang mentas bagi kedua klub dalam periode waktu yang berbeda yakni Giuessepe Meazza. Sang pemain pernah meraih berbagai gelar domestik bagi Inter dengan tiga gelar Serie A dan satu Coppa Italia.
El Peppino juga sempat hantarkan Italia menjadi back to back juara Piala Dunia pada 1934 dan 1938. Pasca pensiun sebagai pemain, Meazza pernah menjadi pelatih Timnas Italia untuk gelaran Olimpiade 1952 silam. Namanya juga tercatat pernah membesut Inter. Pasca dirinya mangkat, namanya diabadikan menjadi Stadion pda 1980 silam
Lantaran nama Meazza identik dengan Inter Milan, AC Milan kerap menggunakan nama San Siro sebagai stadion mereka.
- Johan Cruyff Stadium

Tak ada yang meragukan Johan Cruyff sebagai maestro sepakbola Belanda. Ia merupakan penerjemah sempurna Total Voetball arahan Rinus Michels. Cruyff sempat hantarkan Belanda ke final Piala Dunia 1975 lalu. Dirinya juga pernah memenangi 3 ballon d’or.
Pasca Total Voetball, Cruyff mampu membuat blueprint sempurna bagi Barcelona dengan kehadiran La Masia, katedral yang sukses lahirkan berbagai pemain besar macam Xavi dan Andres Iniesta. Ia juga mampu merepresentasikan permainan tiki-taka yang sampai hari ini menjadi dasar bagi filosofi klub asal Catalan itu.
Cruyff sempat memberikan berbagai gelar prestis bagi Ajax di kancah domestik maupun Eropa. Meski sempat akhiri karir di Feyenoord, yang notabene merupakan rival berat Ajax, namanya tetap diabadikan menjadi nama Stadion pada April 2017 silam.
Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com















