Peter Schmeichel, Si Tangguh dari Skandinavia - Vivagoal.com
Peter Schmeichel, Si Tangguh dari Skandinavia

Peter Schmeichel, Si Tangguh dari Skandinavia

Heri Susanto - November 18, 2021
Dibaca Normal dengan Waktu Menit

Vivagoal Berita Bola Manchester United sempat memiliki kiper tangguh dalam wujud Peter Schmeichel. Kiper asal Denmark memang banyak catatkan tinta emas bersama the Red Devils di medio 90an. Ia juga mampu menjadi salah satu pemain paling disorot dari Skandinavia.

Schmeichel, yang lahir pada 18 November 1963 sempat menghabiskan waktu mudanya dengan mentas bersama tim-tim lokal Denmark macam Gladsaxe-Hero BK dan Hvidovre. Namun karirnya menyeruak ke permukaan kala menerima pinangan salah satu raksasa Denmar, Brondby pada 1987. Ia mendulang kesuksesan di kancah domestik dengan menjuarai empat gelar Liga dan satu Piala Liga dalam lima musim karirnya.

Namanya bahkan sempat hadir di Euro 88 kala pelatih Timnas Troels Rasmussen memanggilnya untuk memperkuat tim dinamit. Sejak saat itu, Schmeichel kerap hadir dan mengawal Timnas di berbagai ajang internasional sejak saat itu.

Pasca Brondby, Schmeichel menyeberang ke Inggris dan bergabung dengan Manchester United dengan mahar 505 ribu paun. Karir manisnya bersama Setan Merah pun dimulai. Kiper asal Denmark langsung mengunci satu tempat di tim utama dan menjadi bagian dari awal kesuksesan klub di bawah Alex Ferguson.

Di musim perdana, ia sempat hantarkan tim menjadi juara Piala Liga dan menjadi runner up Piala Liga untuk kali pertama sepanjang sejarah klub. Ia, bersama beberapa nama terkenal lain macam Brian Laudrup dan Henrik Larsen, mampu hantarkan Denmark menjuarai Euro 92. Sebuah prestasi yang belum bisa diulang oleh tim dinamit sampai saat ini.


Baca Juga:


Setelahnya, ia kembali ke United dan tetap menjadi pilihan utama di bawah mistar. Konsistensi permainan dan kehebatannya dalam mengawal gawang tetap terjaga. Bahkan di musim 1992/93, Schmeichel mampu mencatatkan 22 cleansheet dan mengantar United untuk kali pertama menjuarai Liga dalam 28 tahun terakhir. Catatan tersebut dipermanis dengan gelar individu “The World’s Best Goalkeeper” yang diraihnya untuk kali kedua.

Ia mentas 8 tahun bersama United dan mencatatkan berbagai gelar baik di kancah domestik maupun interkontinental macam Lima Premier Laeague, Tiga Piala FA dan satu Liga Champions. Ia juga menjadi bagian dari treble winners Manchester United di tahun 1998 silam kala mengandaskan Bayern Munich secara tragis di final.