5 Fakta Legenda Sepakbola yang Pensiun Terlalu Cepat

5 Fakta Legenda Sepakbola yang Pensiun Terlalu Cepat

Heri Susanto - Agustus 17, 2021
Dibaca Normal dengan Waktu Menit
  1. George Best

Di medio 60an, Manchester United memiliki seorang bintang besar dalam diri George Best. Pemain asal Irlandia Utara memang menjadi mesin gol United di United. Sejak masuk di tahun 1963, Best menjadi juru gedor utama tim dan mampu catatkan 470 laga dan 179 gol bersama Setan Merah dalam rentang 1963-1974.

Best sukses mempersembahkan berbagai gelar bergegsi bagi United macam sepsang gelar Division One, dua Community Shield dan Europa Cup di tahun 1968. Di akhir 1974, ia sempat putuskan pensiun dari lapangan hijau sebelum usianya mencapai 28 tahun. Namun keputusan tersebut sempat diralat, Best kembali bermain sepakbola bersama tim Afrika Selatan,  Jewish Guild dan berbagai tim gurem lain sebelum putuskan benar-benar pensiun pada 1984.

  1. Hidetoshi Nakata

Nakata mungkin bukan pemain Jepang pertama yang mentas di Eropa. Namun ia seakan menajdi gerbang pembuka bagi para pemain Jepang yang mentas di Eropa di medio 90an. Nakata banyak habiskan karir di Italia. Perugia, AS Roma, Parma dan Bologna pernah ia perkuat. Namanya bahkan sempat menjadi bagian Roma kala mendulang Scudetto terakhirnya di musim 2000/01 lalu.

Ia pernah bemrian dalam tiga Piala Dunia bersama Timnas Jepang pada 1998, 2002 dan 2006. Total, ia mengepak 77 caps dan menetak 11 gol bagi Samurai Blue. Namun pasca Piala Dunia terakhirnya, Nakata secara memutuskan pensiun di usia 29 tahun. Usia yang masih amat produktif bagi seorang pesepakbola.


Baca Juga:

 


Pasca gantung sepatu, ia banyak berkutat dengan dunia modeling dan gelaran fesyen di bebragai Negara. Bahkan pada 2015, ia sempat melebakan sayap dengan memproduksi Sake buatannya untuk dijual di salah satu restoran kenamaan Hong Kong, Kee Club.

  1. Eric Cantona

Sebagai pesepakbola, Cantona memiliki karir yang terbilang fantastis. Ia sukses memenangi berbagai gelar di Prancis bersama Marseille dan Montpellier. Pengelanaannya ke Inggris juga berbuah manis kala sukses persembahkan berbagai gelar domestik bagi Leeds United dan Man United di medio 90an.

Namun pada 1996, kala usianya baru 30 tahun, secara mengejutkan Cantona memutuskan pensiun dari lapangan hijau, 24 jam pasca United keok dari Dortmund di babak semifinal Liga Champions. Ia pun buka suara terkait keputusannya untuk pensiun dini. Namun passion saya terhadap sepakbola sudah hilang. Saya tak

“Ketika kamu memutuskan keluar dari sepakbola, hidupmu akan terasa sulit. Aku pensiun terlalu dini. Aku suka permainan itu namun passionku sudah hilang. Aku harus bangun terlalu pagi, tak bisa pergi dengan teman, minum-minum dan melakukan berbagai hal lain,” ungkapnya kepada the Independent.