
5 Fakta Pemain Spurs yang Sukses Pasca Tinggalkan Klub
- Gareth Bale

Gareth Bale datang ke Tottenham dengan status sebagai wonderkid dari Southampton. Spurs dinilai melakukan transfer brilian kala mendaratkan the Wales Wizard ke tim utama mereka pada 2007 lalu. Sejak didaratkan, Bale langsung mengunci satu tempat di tim utama.
Semusim berseragam the Lilywhites, ia sempat hantarkan tim memenangi Piala Liga sekaligus menjadi gelar terakhir Tottenham di era millennium. Bersama Spurs, Bale sukses menjadi idola baru jauh sebelum Harry Kane muncul ke permukaan. Di Spurs, ia sempat mendulang 237 laga dan mendulang 72 gol serta 58 assist dalam dua periodenya di London Utara.
The last time Real Madrid won the Copa del Rey, Gareth Bale scored THAT goal in the final…😮💨
— Mikael Madridista (@MikaelMadridsta) May 6, 2023
Bale dilego ke Real Madrid pada 2013/14 dengan mahar 101 juta Euro. Angka tersebut sukses menjadi rekor penjualan klub. Di Madrid, sosok asal Wales sukses memenangkan hampir semua gelar yang tersedia termasuk 5 Liga Champions dalam 9 musim karirnya di klub.
- Luka Modric

Modric datang ke Spurs dengan status sebagai wonderkid Kroasia yang tengah merekah. Sosok asal Balkan hadir ke White Hart Lane pada 2008 guna menggantikan peran Rafael van der Vaart yang hengkang ke Real Madrid.
Modric, yang datang dengan mahar 16 juta paun langsung menjadi pembeda di lini tengah Spurs. Ia memiliki passing yang menawan dan mempermudah kinerja para striker macam Robbie Keane, Darrent Bent hingga Jermaine Dafoe di lini depan.
Spurs kemudian melegonya ke Real Madrid pasca lima musim bermain untuk klub. Dana tak kurang dari 35 juta Euro membuatnya menjadi salah satu pelepasan termahal klub. Namun angka tersebut terbilang kecil bagi Madrid lantaran peran mantan punggawa Dinamo Zagreb bersama klub terbilang besar. Ia sudah memenangi semua gelar yang tersedia kala berseragam Real Madrid sampai hari ini.
- Kyle Walker

Kyle Walker datang ke Tottenham di usia yang masih sangat muda 19 tahun. Spurs mendaratkannya dari Sheffield United dengan mahar 9 juta paun. Mahar tersebut tak hanya berasal dari dirinya lantaran ia hadir dipaketkan dengan Kyle Naughton.
Selayaknya pemian muda yang baru didatangkan, Walker tak serta merta langsung menembus tim utama. Ia harus rela disekolahkan ke berbagai tim guna mendapatkan jam terbang. Barulah pada 2011 ia suskes mengunci status di tim utama hingga 2016.
Di bursa musim panas 2016/17, Spurs resmi melego Walker ke Manchester City. City yang tengah membutuhkan bek kanan anyar pasca Pablo Zabaleta harus merogoh kocek tak kurang dari 50 juta Euro sekaligus menjadikannya rekor penjualan klub pasca Gareth Bale.
Di City, Walker sudah memenangi semua gelar domestik yang tersedia termasuk Formidables, empat gelar yang direngkuh the Sky Blues pada musim 2018/19 lalu.
Baca Juga:
- Obrolan Vigo: Membedah Penyebab Arsenal Kehabisan Bensin
- Obrolan Vigo: Menguak Alasan Serie A Makin Kompetitif
- Obrolan Vigo: Sadar Diri Jadi Alasan Liverpool Enggan Rekrut Bellingham
- Obrolan Vigo: Kesetiaan Wiljan Pluim Bersama PSM
- Sol Campbell

Sol Campbell mendulang status sebagai legenda Spurs lantaran namanya lumayan sering hadir sebagai pemain utama sejak medio 90an hingga awal milenium. Sosok asal Inggris tercatat sudah memainkan 295 laga di lintas kompetisi dan mendulang 12 gol serta 8 assist bagi kub.
Dalam periode 1992 hingga 2001, jebolan akademi Spurs sukses mempersembahkan gelar Piala Liga pada 1999 lalu. Ia pun kemudian membuat kontroversi dengan membelot ke Arsenal yang notabene merupakan rival abadi Spurs pada musim panas 2001 pasca kontraknya berakhir.
📸| Sol Campbell was at the Arsenal training session at London Colney! #afc pic.twitter.com/lgUt6O8ylU
— Arsenal Buzz (@ArsenalBuzzCom) April 19, 2023
Bersama Arsenal, Campbell sempat hantarkan tim memenangi sepasang Premier League, tiga Piala FA, Satu Community Shield dan membawa Arsenal lolos ke final Liga Champions tahun 2006 lalu. Bahkan, salah satu dari dua gelar yang direngkuh pada ajang Premier League bersama Gunners berstatus sebagai invicibles dan belum ada tim yang mampu menyamai catatan tersebut.
- Dimitar Berbatov

Dimitar Berbatov datang ke Tottenham di musim 2006/07 dengan mahar 10,6 juta paun. Mahar tersebut membuantya resmi menjadi pemain Bulgaria termahal kala itu. Sosok yang dikenal lumayan malas ini pun menjadi ujung tombak tim.
Dua musim bermain di Spurs, Berba sukses membukukan 46 gol serta 29 assist dari 102 laga di lintas kompetisi. Ia sempat mempersembahkan gelar Piala Liga bersama Spurs. Setelahnya, sang pemain hengkang ke Manchester United pada 2008 dengan mahar 30 juta paun.
Di United, ia menggantikan posisi Carlos Tevez yang hengkang ke Manchester City. Bersama Setan Merah, Berba mendulang dua Premier League, satu Piala Liga, Satu Piala Dunia Antar Klub dan tiga Community Shield.
Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com















