Analisa Vigo: ACF Fiorentina Memiliki Nasib yang Sama Seperti ‘The Undertaker’

Analisa Vigo: ACF Fiorentina Memiliki Nasib yang Sama Seperti ‘The Undertaker’

Muhammad Ilham - September 5, 2023
Dibaca Normal dengan Waktu Menit

VivagoalBerita BolaACF Fiorentina pernah mengalami kematian di bawah kepemilikan Vittorio Cecchi Gori. Namun, klub yang memiliki warna jersei ungu ini menolak untuk mati dan berjuang untuk hidup kembali di 2002.

Bagi kalian pecinta Serie A di akhir era 90-an, pastinya kalian mengenal begitu mengerikannya Fioretina. Saat itu, La Viola diperkuat oleh tiga pemai yang memiliki julukan three musketeers, yakni Francesco Toldo, Rui Costa, dan tentu saja Gabriel Batistuta. Ketiga pemain tersebut mungkin menghiasi jersei pecinta bola saat itu.

Berkat ketiga pemain tersebut dan instruksi dari sang pelatih, Claudio Ranieri, Fiorentina berhasil meraih gelar Coppa Italia pada musim 1995/96. Keberhasilan tersebut semakin manis usai mereka sukses mengalahkan peraih scudetto di musim sebelumnya, AC Milan, di Supercoppa Italia dengan skor 3-1.

Memang, jika dibandingkan dengan klub-klub Italia lainnya seperti AC Milan, Inter Milan, Juventus FC, AS Roma, atau bahkan AC Parma, Fiorentina tidaklah memiliki prestasi yang besar. Namun, mereka menjadi salah satu tim yang menarik untuk dilihat, terutama karena jerseinya yang sangat cerah yaitu ungu.

Sayangnya, mereka mengalami kehancuran pada 2001/02. Saat itu, di bawah kepemilikan Vittorio Cecchi Gori, La Viola memiliki masalah finansial dan manajerial, dan itu membuat klub kebingungan.


Baca Juga:


Kondisi tersebut semakin diperburuk dengan kepergian beberapa bintangnya, terutama Batistuta pada 1999/00, di mana ia memutuskan pergi ke AS Roma. Puncaknya, mereka dinyatakan bangkrut dan mendapatkan hukuman untuk turun ke kasta keempat sepakbola Italia, Serie C 2.

Nasib buruk tersebut tidak lepas dari peran Cecchi Gori selaku pemilik. Dirinya memang berhasil mendaratkan pemain-pemain paling diingat oleh pendukung La Viola seperti Batistuta, Rui Costa, dan Luis Oliveira. Cecchi Gori juga memberikan gelar Coppa Italia dan Supercoppa untuk Fiorentina.

Analisa Vigo: ACF Fiorentina Memiliki Nasib yang Sama Seperti ‘The Undertaker’
Sumber: Okezone

Sayangnya, kecintaannya terhadap uang membutakannya. Dilansir dari These Football Times, Cecchi Gori mengalami kerugian yang besar ketika ia menginvestasikan berjuta-juta uangnya untuk salah satu perusaahan televisi kecil di Italia, Telemontecarlo dan Videomusic.

Dirinya berharap dengan investasi tersebut Telemontecarlo dan Videomusic bisa menjadi pemegang hak siar Serie A. Sayangnya, mereka gagal, Telemontecarlo dan Videomusic memiliki rating penyiaran paling kecil di Italia, dan akhirnya bangkrut.