Site icon Vivagoal.com

Analisa Vigo: ACF Fiorentina Memiliki Nasib yang Sama Seperti ‘The Undertaker’

Analisa Vigo: ACF Fiorentina Memiliki Nasib yang Sama Seperti ‘The Undertaker’

VivagoalBerita BolaACF Fiorentina pernah mengalami kematian di bawah kepemilikan Vittorio Cecchi Gori. Namun, klub yang memiliki warna jersei ungu ini menolak untuk mati dan berjuang untuk hidup kembali di 2002.

Bagi kalian pecinta Serie A di akhir era 90-an, pastinya kalian mengenal begitu mengerikannya Fioretina. Saat itu, La Viola diperkuat oleh tiga pemai yang memiliki julukan three musketeers, yakni Francesco Toldo, Rui Costa, dan tentu saja Gabriel Batistuta. Ketiga pemain tersebut mungkin menghiasi jersei pecinta bola saat itu.

Berkat ketiga pemain tersebut dan instruksi dari sang pelatih, Claudio Ranieri, Fiorentina berhasil meraih gelar Coppa Italia pada musim 1995/96. Keberhasilan tersebut semakin manis usai mereka sukses mengalahkan peraih scudetto di musim sebelumnya, AC Milan, di Supercoppa Italia dengan skor 3-1.

Memang, jika dibandingkan dengan klub-klub Italia lainnya seperti AC Milan, Inter Milan, Juventus FC, AS Roma, atau bahkan AC Parma, Fiorentina tidaklah memiliki prestasi yang besar. Namun, mereka menjadi salah satu tim yang menarik untuk dilihat, terutama karena jerseinya yang sangat cerah yaitu ungu.

Sayangnya, mereka mengalami kehancuran pada 2001/02. Saat itu, di bawah kepemilikan Vittorio Cecchi Gori, La Viola memiliki masalah finansial dan manajerial, dan itu membuat klub kebingungan.


Baca Juga:


Kondisi tersebut semakin diperburuk dengan kepergian beberapa bintangnya, terutama Batistuta pada 1999/00, di mana ia memutuskan pergi ke AS Roma. Puncaknya, mereka dinyatakan bangkrut dan mendapatkan hukuman untuk turun ke kasta keempat sepakbola Italia, Serie C 2.

Nasib buruk tersebut tidak lepas dari peran Cecchi Gori selaku pemilik. Dirinya memang berhasil mendaratkan pemain-pemain paling diingat oleh pendukung La Viola seperti Batistuta, Rui Costa, dan Luis Oliveira. Cecchi Gori juga memberikan gelar Coppa Italia dan Supercoppa untuk Fiorentina.

Sumber: Okezone

Sayangnya, kecintaannya terhadap uang membutakannya. Dilansir dari These Football Times, Cecchi Gori mengalami kerugian yang besar ketika ia menginvestasikan berjuta-juta uangnya untuk salah satu perusaahan televisi kecil di Italia, Telemontecarlo dan Videomusic.

Dirinya berharap dengan investasi tersebut Telemontecarlo dan Videomusic bisa menjadi pemegang hak siar Serie A. Sayangnya, mereka gagal, Telemontecarlo dan Videomusic memiliki rating penyiaran paling kecil di Italia, dan akhirnya bangkrut.

Selain itu, Cecchi Gori juga terlibat perceraian dengan seorang penyanyi dan aktris yang menjadi seorang produser film, Rita Rusic. Kasus perceraiannya dengan Rita Rusic membuat Cecchi Gori rugi lebih dari 100 juta dollar, sehingga membuatnya terlilit utang.

Akibatnya, Fiorentina terpaksa menjual pemain-pemain bintangnya, dan itu membuat klub terpuruk. Tepatnya pada Juli 2002, Fiorentina resmi dinyatakan bangkrut.

Namun, Fiorentina memiliki storyline yang mirip dengan legenda World Wrestling Entertainment (WWE), The Undertaker. Meskipun sudah dikubur hidup-hidup dan dinyatakan ‘mati’, keduanya menolak itu semua dan berjuang untuk bangkit dari kuburnya.

Pada Agustus 2002, seorang pengusaha yang bergerak dibidang fashion, Diego Della Valle, membangun sebuah klub bernama Associazione Calcio Fiorentina e Florentia Viola atau disingkat Florentia Viola. Klub tersebut ditempatkan di Serie C 2, kasta terendah di sepakbola Italia.

Klub tersebut berbeda dengan Fiorentina yang, namun memiliki rasa yang sama. Berdasarkan informasi dari situs resmi klub, laga pertama mereka dihadiri oleh 35 ribu penonton yang menghiasi Artemio Franchi.


Baca Juga:


Kecintaannya terhadap La Viola membuat Dieo Della Valle memutuskan untuk mengakuisisi nama ACF Fiorentina. Setelah menjalani beberapa persidangan, akhirnya pada 2003 Diego Della resmi memenangkan hak nama ACF Fiorentina.

Nasib baik semakin terlihat ketika mereka secara mengejutkan mendapatkan tiket promosi ke Serie B yang saat itu berubah format menjadi 24 tim. Diego Della merekrut beberapa penggawa agar bisa meningkatkan performa Fiorentina di musim 2003/04, dan hasilnya mereka sukses promosi berkat kemenangan di babak play-off.

Sumber: Goal.com

Sejak saat itu, hingga saat ini, Fiorentina tidak pernah lagi menginjakkan kaki di Serie B. Memang, pada 2006/07 Fiorentina tersandung skandal Calciopoli, namun itu semua tidak terbukti dan lolos dari hukuman seperti yang dirasakan Juventus FC.

Pernah berjaya, meraih banyak medali, lalu mati seketika akibat keserakahan pemilik, dan hidup kembali hingga saat ini. Cerita Fiorentina memang sangat menarik, sama seperti The Undertaker yang pernah dikubur hidup-hidup oleh adiknya sendiri, Kane, namun bangkit dari kubur dan meraih banyak gelar.

Selalu update berita bola terbaru seputar sepakbola dunia hanya di Vivagoal.com

Exit mobile version