Analisa Vigo: Ajax Amsterdam adalah Contoh Nyata Pentingnya Direktur Olahraga
Sumber: Twitter @AFCAjax

Analisa Vigo: Ajax Amsterdam adalah Contoh Nyata Pentingnya Direktur Olahraga

Muhammad Ilham - Oktober 31, 2023
Dibaca Normal dengan Waktu Menit

Meskipun gagal memberikan gelar Liga Champions, Ajax era Erik ten Hag meraih banyak gelar di domestik. Tiga gelar Eredivisie, dua gelar KNVB Cup, dan satu gelar Johan Cruyff Cup menjadi buktinya.

Prestasi itu semua tidak lepas dari peran Direktur Olahraga mereka, Marc Overmars. Dirinya yang ditunjuk sebagai Direktur Olahraga Ajax pda 2012 langsung memberikan dampak yang besar perihal transfer pemain hingga pelatih.

Berkatnya, Erik ten Hag bisa hadir di klub, lalu Antony, Mohammed Kudus, Lisandro Martinez, Sebastien Haller, Hakim Ziyech, van de Beek, dan masih banyak lagi. Tanpa kepiawaiannya melihat talenta, maka nama-nama tersebut tidak akan hadir di Johan Cruyff Arena.

Analisa Vigo: Ajax Amsterdam adalah Contoh Nyata Pentingnya Direktur Olahraga
Sumber: Twitter @AFCAjax

Sayangnya, Overmars memutuskan untuk hengkang dari jabatan tersebut dan pergi ke Belgia untuk menjadi Direktur Olahraga Royal Antwerp. Momen Overmars pergi, itu juga yang menjadi titik awal kehancuran Ajax di musim ini.

Ajax Amsterdam merekrut Sven Mislintat pada 19 Mei 2023 sebagai Direktur Olahraga mereka yang terbaru. Mislintat direkrut oleh de Godenzonen dengan harapan bisa menggantikan peran Overmars atau van der Sar yang sebelumnya menjabat posisi tersebut.

Dirinya juga punya track record yang bagus di beberapa klub ternama di Jerman seperti VfB Stuttgart, Borussia Dortmund, dan raksasa London, Arsenal FC. Tugas pertamanya yaitu melakukan penjualan secara besar-besaran dan mengurangi pengeluaran gaji.


Baca Juga:


Tugas tersebut berhasil ia lakukan dengan menjual Kudus, Jurrien Timber, Edson Alvarez, Calvin Bassey, dan Mohamed Daramy. Dari hasil penjualan tersebut, Ajax mendapatkan uang sebesar 156,4 juta euro.

Sayangnya, dirinya tidak pandai untuk membeli pemain. Ia justru membeli 12 pemain yang hampir tidak pernah main di level tertinggi. Bahkan, Mislintat juga mendatangkan Maurice Steijn sebagai pelatih yang tidak memiliki pengalaman menangani klub besar.

Benar saja, Ajax saat ini hancur berantakan. Di Eredivisie musim 2023/24, de Godenzonen hanya meraih lima poin dari delapan pertandingan (satu kemenangan, dua imbang, dan lima kekalahan) dan duduk di dasar klasemen. Terparah, mereka dibantai oleh rival abadinya, Feyenoord, dengan skor 0-4.

Akhirnya, Ajax memutuskan untuk memecat Mislintat pada 24 September 2023. Sayangnya, de Godenzonen masih belum bisa untuk keluar dari dasar klasemen Eredivisie, sama seperti nasibnya di Liga Eropa musim ini.

Kasus Ajax menjadi bukti bahwa peran Direktur Olahraga sangatlah penting di klub. Dirinya menjadi motor dari transfer yang dilakukan klub.

Memang, semuanya pasti akan diputuskan oleh manajemen atau pelatih. Namun, yang merekomendasikan pemain dan pelatih terlebih dahulu adalah Direktur Olahraga, dan Ajax hancur akibat itu.

Selalu update berita bola terbaru seputar sepakbola dunia hanya di Vivagoal.com