
Analisa Vigo: Kylian Mbappe Bisa Hentikan Kerusuhan yang Terjadi di Prancis
Satu hari pasca tragedi, Mbappe langsung berbicara di akun Twitter pribadinya, @KMbappe. Ia melayangkan ucapkan belasungkawa atas tragedi yang menimpa Nahel dan keluarganya.
“Saya merasa kasihan kepada Prancis saya, sebuah situasi yang tidak bisa diterima. Semua pikiran saya tertuju pada keluarga dan orang-orang terkasih Nahel, malaikat kecil yang pergi terlalu cepat,” ucap Mbappe.
Setelahnya, ia memposting sebuah foto yang berisikan tulisan panjang mengenai situasi yang terjadi di Prancis. Ia turut sedih atas kematian Nahel, namun ia tidak bisa menerima amukan massa yang menghancurkan kota Paris yang indah tersebut atas dasar protes kepada pemerintah.

“Sejak peristiwa tragis ini, kita telah menyaksikan ekspresi kemarahan rakyat yang substansinya kita pahami, tetapi bentuknya tidak dapat kita dukung. Karena banyak dari kita berasal dari lingkungan kelas pekerja, perasaan sakit dan kesedihan ini, kita juga ikut merasakannya.”
“Ada cara-cara lain yang damai dan konstruktif untuk mengekspresikan diri Anda. Dalam hal inilah energi dan refleksi kita harus dipusatkan. Masa kekerasan harus diakhiri untuk membuka jalan bagi masa berkabung, dialog dan rekonstruksi,” kata Mbappe.
Meskipun konteksnya sama dengan apa yang dilakukan oleh Tchouameni, Kounde, atau Maignan, namun Mbappe memiliki dampak yang lebih kuat. Sosiolog olahraga, Patrick Mignon, mengatakan ucapan Mbappe akan didengar oleh banyak orang karena mayoritas orang Prancis atau Paris terinspirasi olehnya.
“(Mbappe) adalah prototipe model pesepakbola yang telah menjadi pemimpin opini. Orang-orang sekarang mengharapkan dia untuk mengambil posisi pada subjek-subjek seperti itu dan dia mengekspresikan dirinya dengan baik. Ini merupakan perubahan dari klise pesepak bola yang tidak mampu menyatukan dua kata,” tegas Mignon yang dilansir dari DW.
Baca Juga:
- Analisa Vigo: Frenkie De Jong yang Tak Bakal Dijual Barcelona
- 5 Fakta Pelatih Jerman Tersukses
- Analisa Vigo: Tiga Jalan David De Gea
- Analisa Vigo: Euro 2004, Saat Yunani Dilindungi Dewi Keberuntungan
Untuk mengetahui seberapa besar dampak Mbappe di Prancis, kita akan kembali ketika sang pemain dirumorkan hengkang dari PSG pada musim panas ini. Dilansir dari Goal International, Presiden Prancis, Emmanuel Macron, mengatakan langsung bahwa ia akan turun tangan untuk menghalau Mbappe pergi dari PSG.
“Saya tidak memiliki kualitas di situ, tetapi saya akan mencoba dan memperjuangkannya,” kata Macron.
Mbappe memang masih tergolong muda, namun performanya di dunia sepakbola tidak perlu diragukan lagi. Mulai dari AS Monaco hingga PSG, Mbappe selalu menjadi pemain yang mengerikan di lini depan.

Berkatnya, Prancis berhasil menjuarai Piala Dunia 2018, dan hampir back-to-back di Piala Dunia 2022. Sayangnya, torehan tiga gol di partai final kontra Timnas Argentina tak cukup membawa Les Blues mempertahankan juaranya.
Banyak orang yang mencintainya, banyak anak-anak muda yang ingin menjadinya, dan hampir semua masyarakat Paris atau Prancis ingin bertemu dengannya. Mbappe bahkan sudah cukup bisa dikatakan sebagai ikon dari Prancis, khususnya dalam sepakbola.
Dengan banyaknya orang yang mengidolakannya, ucapan Mbappe pasti banyak didengar orang. Mungkin saja, ucapan Mbappe terkait tragedi yang terjadi di Prancis bisa meredakan masyarakat.
Selalu update berita bola terbaru seputar sepakbola dunia hanya di Vivagoal.com















