
Analisa Vigo: Treble Winners Manchester City yang (Bakal) Berbuah Rekonstruksi
Vivagoal β Berita Bola β Manchester City sukses membukukan sejarah dengan menjadi tim kedua asal Manchester yang sukses mendulang treble winners. Namun di balik romantisme tersebut, ada kenyataan skut mereka bakal terekonstruksi cepat atau lambat.
Mendulang treble winners jelas merupakan capaian yang jarang terjadi. Momen seperti ini belum tentu hadir setiap musim. Ada saja penghalang dan jalan panjang yang harus dilalui sebuah tim guna kukuhkan status tersebut.
Sejauh ini, hanya beberapa tim yang mampu bukukan hal tersebut seperti Barcelona, Manchester United, Inter Milan, Glasgow Celtic, Ajax Amsterdam, PSV Eindhoven serta Bayern Munich. City menjadi tim terakhir yang mendulang prestasi tersebut dan resmi masuk dalam klub.
TREBLE WINNERS!!! πππ pic.twitter.com/K4fhk5VhjC
β Manchester City (@ManCity) June 12, 2023
Memenangkan tiga gelar di kancah domestik dan Eropa jelas menjadi hal spesial bagi semua orang di klub. Pelatih, staff, pemilik hingga para pemain pun turut terjun dalam Euforia. Pencapaian treble jelas menjadi yang tertinggi dan tak semua pemain pernah merasakan momen serupa.
Baca Juga:
- Analisa Vigo: Seven Nation Army, Sebuah Lagu Amerika yang Dicintai Suporter Sepakbola Dunia
- Analisa Vigo: Karier Marco van Basten Terbang dan Hancur di Munich
- Analisa Vigo: 12 Pemain Leicester, Leeds, dan Southampton yang Bisa Jadi Target Tim Liga Inggris
- What If: Dua Tugas Mourinho, Latih PSG dan Bayern!
Di Manchester City, ada beberapa nama yang terbilang mendulang prestasi spesial. Julian Alvarez misal. DI usia 23 tahun, ia hampir memenangi segalanya. El Arana sudah mengepak Piala Dunia 2022 bersama Timnas Argentina, Copa Libertadores dan seabrek gelar prestis di Amerika Selatan bersama River Plate serta treble bersama City. Capaiannya jelas melebihi catatan siapapun yang berada di klub.
Selain Alvarez, Scott Carson juga menjadi sosok yang lumayan beruntung. Berstatus sebagai kiper cadangan, pemain Inggris nyatanya sudah dua kali memenangi Liga Champions bersama dua tim berbeda. Sebelum bersama City, ia sudah memenangi gelar serupa bersama Liverpool.
Spesialnya, Carson sama sekali tak bermain dalam dua laga final dan uniknya, di dua laga tersebut, ia sukses mengalahkan duo Inzaghi. Filippo sebagai pemain dan Simeone sebagai pelatih. Tak berhenti sampai di sana, gelar serupa diraih di Stadion yang sama, AtatΓΌrk Olympic Stadium.















