Bertabur Pemain Bintang Justru Merusak PSG

0
457
Bertabur Pemain Bintang Justru Merusak PSG

Vivagoal Ligue 1 – Paris Saint-Germain adalah tim yang memiliki sederet pemain bintang dengan ego masing-masing. Bahkan, tidak banyak pelatih yang mampu menangani ruang ganti Les Parisiens. Draxler menyebut memang tidak mudah menyatukan ego setiap pemain bintang di PSG.

Ketika pertama kali diambil alih oleh Qatar Investment Authority 2011 silam, PSG seperti punya tradisi memboyong pemain super mahal setiap musimnya. Hal tersebut semakin menjadi-jadi sejak mereka punya ambisi besar meraih gelar di kompetisi Eropa.

Baca juga: Verratti Buka Suara Soal Kepergian Neymar dari PSG

Dengan merealisasikan ambisinya merajai Eropa, presiden PSG, Nasser Al-Khelaifi tak ragu tuk mendatangkan nama-nama tenar macam Zlatan Ibrahimovic, Edinson Cavani, Kylian Mbappe, Angel di Maria, Dani Alves, hingga Neymar.

Sayang, gelontoran dana besar yang dikeluarkan PSG sampai saat ini baru bisa membuat mereka menguasai liga domestik, belum untuk Eropa. Sejak kembali ke Liga Champions pada musim 2012/2013 silam, PSG cuma bisa melaju paling jauh ke babak perempatfinal.

Menurut Julian Draxler, memadukan para pemain bintang Les Parisiens di satu lapangan memang sulit dilakukan. Dasarnya adalah skill individu yang sangat baik ditambah ambisi-ambisi individual para pemain bintang tersebut yang semuanya ingin mencetak gol tapi malah justru menyulitkan tim.

“PSG adalah tim dengan sekumpulan pemain luar biasa. Sulit untuk menemukan pemain-pemain level mereka di dunia. Tapi tentu saja, setiap dari mereka punya ego masing-masing.” ujar Draxler dilansir dari BBC.

Baca juga: Penjegal dari Senegal Segera Jalani Tes Medis dengan PSG

“Semua pemain bintang hidup untuk sepakbola. Mereka mau mencetak gol di setiap pertandingan, jadi ego mereka tinggi, dan terkadang itu jadi tidak mudah untuk keseluruhan tim.” tandasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Ligue 1  hanya di Vivagoal.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here