Tag: Paris St. Germain

Di Maria Disanski Larangan Bermain Setelah Ketahuan Meludahi Pemain Marseille

0

Vivagoal Ligue 1 – Angel Di Maria dijatuhi hukuman larangan bertanding sebanyak empat laga. Meski tidak dirinci dihukum karena kesalahan apa, namun winger asal Argentina disebut terlibat dalam keributan di laga Paris Saint-Germain vs Marseille.

Ribut-ribut mewarnai laga Les Classique perdana musim ini. Marseille yang bertandang ke Parc des Princes, markas PSG, 14 September lalu sejatinya sudah berhasil pulang membawa kemenangan tipis 1-0.

Namun di akhir laga, bek Marseille membuat provokasi dengan melanggar Leandro Paredes dengan keras. Alhasil, kubu PSG pun berang dan membuat kedua tim terlibat keributan selama beberapa menit. Wasit yang memimpin pertandingan pada prosesnya harus mengeluarkan 5 kartu merah, dimana dua untuk Marseille dan tiga buat pemain PSG.

Angel Di Maria sendiri berhasil lolos dari hukuman kartu merah di laga itu. Namun, video dirinya meludah kepada Alvaro Gonzalez beredar luas di sosial media. Hal tersebut membuat pihak LFP selaku operator Ligue 1 Prancis turun langsung melakukan investigasi.

Pada hari Rabu (23/9/2020) waktu setempat, LFP pun menjatuhkan skorsing sebanyak empat pertandingan kepada Di Maria. Namun dalam amar keputusannya, LFP tidak menyebut secara rinci kesalahan yang membuat Di Maria dihukum.


Baca Juga:



Hukuman kepada Di Maria ini sedianya akan berlaku mulai Selasa pekan depan. Itu artinya, Di Maria masih bisa membela PSG saat melawat ke markas Reims akhir pekan ini dalam lanjutan pekan kelima Ligue 1. Setelahnya, Di Maria bakal absen di laga PSG melawan Angers, Nimes, Dijon dan Nantes.

Selalu update berita bola terbaru seputar Ligue 1 hanya di Vivagoal.com

Musim Depan, Dua Klub Elite Eropa Siap Bersaing Gaet Mbappe

0

Vivagoal Ligue 1 – Real Madrid dan Liverpool dikabarkan sangat tertarik mendatangkan penyerang Paris Saint-Germain, Kylian Mbappe. Kedua klub top Eropa ini pun diklaim akan bersaing ketat tuk merealisasikan transfer sang pemain pada bursa musim panas 2021 mendatang.

Sebagaimana yang diketahui, Madrid sudah sejak lama mengincar Mbappe untuk dijadikan sebagai pengganti Cristiano Ronaldo sebagai mesin gol anyar mereka. Madrid dilaporkan bahkan sempat memecahkan rekor transfer pemain dunia dengan menggelontorkan dana sebesar 280 juta euro untuk bomber 21 tahun itu.

Tapi, dengan situasi krisis yang dialami klub akibat pandemi virus Corona, Madrid pun dilaporkan memilih menunda merealisasikan transfer Mbappe pada musim panas ini.

Berdasarkan laporan dari L’Equipe, dengan kontrak Mbappe yang tinggal menyisakan dua tahun lagi, dimana sampai saat ini sang pemain juga masih enggan meneken perpanjangan kontrak baru yang telah disodorkan manajemen PSG, Madrid pun berencana memboyong Mbappe ke Bernabeu pada awal musim 2021 mendatang.

Pasalnya, di periode tersebut nilai transfer Mbappe diyakini sudah jauh berkurang mengingat masa baktinya di les Parisiens tinggal menyisakan setahun lagi.


Baca Juga:



Kendati begitu, Madrid tak akan dengan mudah bisa begitu saja merekrut Mbappe. Pasalnya, Liverpool juga diklaim menginginkan pemain internasional Prancis itu. Bahkan Jurgen Kloop sudah mengontak ayah Mbappe tuk mengungkapkan niatnya mendatangkan si pemain ke Anfield.

Tapi sama seperti Madrid, Liverpool juga terkendala dengan harga mahal Mbappe yang dipatok PSG.Alhasil, menurut L’Equipe, kedua raksasa Eropa ini diberitakan akan berusaha bersaing mendapatkan Mbappe pada bursa transfer musim panas tahun depan.

Selalu update berita bola terbaru seputar Ligue 1 hanya di Vivagoal.com

PSG Menang Dengan 9 Pemain, Tuchel: Ini Sejarah!

0

Vivagoal Ligue 1 – Paris Saint-Germain meraih kemenangan pertamanya di Ligue 1 Prancis dengan cara yang dramatis. Bermain dengan hanya sembilan pemain, PSG bisa menang 1-0 saat menjamu Metz.

Bermain melawan Metz di Parc des Princes, Kamis (17/9/2020) dinihari WIB dalam lanjutan pekan ketiga Ligue 1 Prancis, PSG kesulitan untuk membobol gawang tim tamu. Meski tampil dominan dengan penguasaan bola hingga 72 persen dan membukukan 20 shots dengan 8 diantaranya on target, tapi ketiadaan Neymar dan Mbappe bikin penyelesaian akhir PSG terbilang buruk.

Sial bagi PSG, di saat sedang berambisi mencetak gol, mereka harus kehilangan dua pemainnya, yakni Abdou Diallo yang mendapat kartu merah di menit ke-65 dan Juan Bernat yang menderita cedera lutut di menit ke-85. Kondisi ini mau tak mau membuat PSG harus bermain dengan 9 orang karena jatah pergantian pemain sudah habis.

Namun, meski bermain melawan 11 orang, PSG pantang menyerah dan akhirnya mereka bisa memecahkan kebuntuan pada masa injury time setelah Julian Draxler bisa mencetak gol memanfaatkan umpan silang Angel Di Maria.

Pelatih PSG, Thomas Tuchel pun girang bukan kepalang dengan hasil yang didapat anak asuhnya. Menurutnya, ini adalah sejarah dimana belum pernah ada tim yang bisa menang usai bermain hanya 9 pemain.

“Saat pertandingan 9 lawan 11.. saya tidak tahu apakah ini adalah dalam sejarah sepakbola, sebuah tim bisa menang dengan kondisi 9 lawan 11. Tapi kami layak mendapatkannya. Saya bangga, saya sangat senang.” ucap Tuchel dilansir dari L’Equipe.


Baca Juga:



“Kami sebenarnya memiliki beberapa peluang untuk mencetak beberapa gol di babak pertama, tapi kami gagal dan situasinya semakin sulit. Dan kemenangan dengan 9 orang ini, kami harus bilang luar biasa, dengan mental yang luar biasa pula.” puji Tuchel lagi.

“Jika anda menganalisa starting XI kami, sudah pasti sejak awal laga kami hanya mengandalkan Angel Di Maria. Dia adalah bosnya, dia pemain berpengalaman dan menjadi pemain kunci kami. Itulah kami bangga dia merupakan pemain kami.” pungkas Tuchel.

Selalu update berita bola terbaru seputar Ligue 1 hanya di Vivagoal.com

Gol Injury Time dan Main Dengan 9 Orang, PSG Petik Kemenangan Perdana

0

Vivagoal Ligue 1 – Paris Saint-Germain akhirnya bisa meraih kemenangan perdananya di ajang Ligue 1 Prancis musim 2020/2021. Tak main-main, PSG mengalahkan Metz 1-0 saat hanya bermain dengan sembilan orang.

PSG melakoni laga pekan ketiga Ligue 1 2020/2021 dengan menjamu Metz di Parc des Princes, Kamis (17/9/2020) dinihari WIB. Di laga ini, PSG tak bisa diperkuat oleh dua penyerang andalannya, Neymar dan Kylian Mbappe.

Metz lebih dulu mengancam pertahanan PSG lewat tembakan jarak dekat Habib Diallo. Beruntung, bola masih melenceng di sebelah kiri gawang Keylor Navas. PSG gantian mengancam di menit ketiga melalui sepakan terukur Angel Di Maria namun masih mampu ditepis kiper Metz, termasuk tembakan Mauro Icardi yang masih bisa diblok.

Pablo Sarabia gantian menebar ancaman ke tim tamu tapi kiper Metz, Alexandre Oukidja tampil gemilang dengan menepis bola keluar lapangan. PSG nyaris kecolongan di menit ke-24 melalui sebuah skema serangan balik. Beruntung, bola tendangan Farid Boulaya masih lemah dan dengan mudah diamankan oleh Keylor Navas.

Hingga paruh pertama tuntas, tak ada gol yang tercipta dari kedua tim. Memasuki babak kedua, PSG makin kesulitan menghadapi Metz di babak kedua. Beberapa upaya mereka untuk masuk ke kotak penalti sangat sering gagal.


Baca Juga:



Bahkan, alih-alih mencetak gol, PSG malah harus bermain dengan 10 orang ketika Abdou Diallo diganjar kartu kuning kedua setelah menjatuhkan Ibrahima Niane. Sebelumnya, Abdou Diallo sudah mendapat kartu kuning pertama saat laga baru berjalan semenit.

PSG kembali bernasib sial di laga itu pasca Juan Bernat mengalami cedera lutut dan mengharuskan mereka bermain dengan sembilan orang sedari menit ke-85 karena stok pergantian pemain PSG sudah habis. Sayangnya, keunggulan jumlah pemain yang begitu mencolok gagal dimanfaatkan oleh Metz.

PSG justru yang bisa membuat gol saat laga sudah memasuki masa injury time. Julian Draxler yang menerima umpan silang Di Maria, dengan mudah mengirim bola masuk ke gawang setelah gagal diantisipasi dengan sempurna oleh kiper Metz. PSG pun bisa memetik kemenangan pertama di Ligue 1 musim ini usai kalah di dua laga awal.

Selalu update berita bola terbaru seputar Ligue 1 hanya di Vivagoal.com

Belum Merasa Aman, Inter Dekati Cavani Andai Lautaro Pergi

0

Vivagoal Serie A – Inter Milan sepertinya masih merasa aman dengan masa depan Lautaro Martinez. Untuk itu mereka disebut melakukan tindakan preventif salah satunya dengan mendekati Edinson Cavani.

Penampilan gemilang Lautaro Martinez sejak musim lalu membuat namanya menjadi aset panas di bursa transfer. Barcelona menjadi salah satu peminat bomber asal Argentina tersebut.

Belakangan muncul kabar jika pihak klub dan agen si pemain menegaskan jika Lautaro akan tetap bertahan di Inter musim depan. Namun kabar tersebut sepertinya belum bisa membuat I Nerazzurri merasa aman. 

Barcelona atau klub-klub kaya Eropa lainnya kemungkinan masih akan bergerak untuk pemain 22 tahun tersebut. Kans Lautaro untuk pergi memang masih terbuka. Ada klausul 111 juta euro yang bisa ditebus semua klub peminat jika ingin mendapatkannya musim panas ini.

Dilansir dari Tuttosport via Football Italia, Inter kini mulai mencari calon pengganti andai Lautaro benar-benar pergi. Satu nama yang tengah menarik perhatian mereka adalah Edinson Cavani.


Baca Juga:



Dalam laporan tersebut bahkan dikatakan jika direktur Inter Milan, Piero Ausilio, telah menemui perwakilan Cavani dua pekan lalu. Pertemuan tersebut membahas ambisi sang pemain jelang bergulirnya musim baru.

Cavani sendiri saat ini tidak memiliki klub setelah memutuskan berpisah dengan Paris Saint-Germain akhir musim kemarin. Kendati tak lagi muda, namun Cavani dinilai memiliki pengalaman yang bisa dimanfaatkan oleh Antonio Conte di Inter nantinya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Pulang Liburan, Neymar dan Di Maria Positif Corona

0

Vivagoal Ligue 1 – Kabar buruk menimpa Paris Saint-Germain setelah Neymar dan Covid-19 bersama beberapa rekan setimnya seperti angel di maria dan leandro paredes.

Laga final Liga Champions menjadi laga terakhir PSG musim 2019/20. Dan di masa jeda kompetisi, para pemain diberikan kesempatan untuk menjauhkan diri dari dunia sepakbola alias jatah berlibur.

Neymar beserta Di Maria dan Leandro Paredes kemudian memanfaatkan jatah berlibur untuk berkunjung ke Ibiza, Spanyol. Tempat tersebut memang dikenal sebagai destinasi liburan utama pemain sepakbola Eropa.

Begitu kembali ke Prancis, para pemain tersebut kemudian menjalani tes untuk mengetahui apakah terdapat virus Corona dalam tubuh mereka. Dilansir dari Marca, hasil tes ketiganya menunjukkan positif terjangkit virus Covid-19.

Ketiga pemain tersebut kemudian harus menjalani protokol kesehatan yang telah ditetapkan otoritas kesehatan. Oleh karena itu, mereka pun harus mengikuti proses karantina mandiri selama 14 hari.


Baca Juga:



Awalnya, PSG bisa saja tidak melakoni liburan mengingat mereka sudah harus bertemu Lens di tanggal 29 Agustus untuk jadwal Ligue 1 2020/21. Namun demi memberikan waktu beristirahat kepada para pemain, pertandingan tersebut pun diundur hingga tanggal 11 September.

Melihat kasus tersebut, bisa jadi pemain PSG yang terpapar Covid-19 bisa bertambah. Hal ini mengingat belum semua pemain mereka kembali dari liburan khususnya di luar Prancis.

Selalu update berita bola terbaru seputar Ligue 1 hanya di Vivagoal.com

Agen Thiago Silva Sebut Unai Emery Biang Keladi Klientnya Gagal Angkat Trofi Liga Champions

0

Vivagoal Ligue 1 – Thiago Silva gagal memberikan kado perpisahan yang manis berupa trofi Liga Champions untuk Paris Saint-Germain. Agen si pemain, Paulo Tonietto menyalahkan PSG karena kans kliennya mengangkat si Kuping Besar pupus akibat lebih lama menghabiskan waktu dengan pelatih medioker semacam Unai Emery.

Kekalahan dari Bayern Munchen di final Liga Champions jadi penutup perjalanan Thiago Silva di PSG. Les Parisiens takluk 0-1 dari Bayern di partai puncak yang digelar pada 24 Agustus kemarin di Estadio Da Luz, Lisbon, Portugal.

Laga final itu sendiri sebenarnya jadi kans terakhir Silva membantu PSG meraih gelar Liga Champions pertamanya dalam sejarah klub setelah kontraknya tak diperpanjang manajemen akhir musim ini. Allhasil, Silva pun musti mengakhiri pengabdiannya selama 8 musim di PSG tanpa raihan satupun trofi Liga Champions.

Agen Silva, Paulo Tonietto menganggap andai empat tahun lalu ada pelatih kaliber lain bukan Unai Emery yang ditunjuk membesut PSG, bisa saja kliennya sudah merengkuh gelar juara Liga Champions. Ia pun menyayangkan Silva kehilangan kesempatan memenangkan si Kuping Besar karena ditangani Unai Emery.

“PSG sudah kehilangan dua tahun ketika mereka menunjuk Unai Emery. Masalah dia itu adalah kesulitan mengatur pemain-pemain bintang.” ketus Tonietto dilansir dari L’Equipe.


Baca Juga:



“Di PSG, para pemain yang kerap menyelesaikan situasinya seperti Neymar dan Cavani yang berselisih karena sebuah penalti. Ketika Emery pergi ke Arsenal, dia malah membuat marah Mesut Oezil.” jelasnya.

“Menurut saya, Unai Emery itu pelatih yang cocoknya di Liga Europa, bukan Liga Champions. PSG terlalu besar untuk dia. Buat saya, dia pelatih terburuk untuk PSG. Kalau saja dulu bukan dia yang melatih, PSG pasti sudah juara Liga Champions.” sengatnya.

Tuk diketahui, Unai Emery yang saat ini melatih Villarreal pernah dua musim menangani PSG periode 2016 hingga 2018. Selama periode itu, Emery bisa menyumbangkan tujuh trofi domestik namun di Liga Champions, PSG selalu kandas sedari babak 16 besar.

Selalu update berita bola terbaru seputar Ligue 1 hanya di Vivagoal.com

Trio Messi-Neymar-Mbappe Menggiurkan PSG, Tapi…

Vivagoal Ligue 1 – PSG menjadi salah satu dari sedikit klub yang bisa menampung Lionel Messi. Namun banyak pertimbangan yang harus mereka lakukan sebelum mengambil langkah tersebut.

Paris Saint-Germain menjelma sebagai salah satu raksasa Eropa setelah diakuisisi oleh Nasser Al-Khelaifi atas nama Qatar Sports Investment. Kucuran dana melimpah membuat mereka bisa dengan nyaman membangun skuad penuh bintang dari musim ke musim.

Langkah fenomenal terjadi ketika mereka merekrut Neymar dari Barcelona. Tidak tanggung-tanggung, PSG sanggup menebus klausul pembeliannya senilai 222 juta euro pada tahun 2017 lalu.

Pada tahun yang sama, PSG juga mendatangkan Kylian Mbappe senilai 180 juta euro walaupun dengan skema yang berbeda. Raksasa Ligue 1 tersebut mendatangkan Mbappe dengan status pinjaman berikut opsi pembelian.

Duet keduanya menjadi senjata ampuh PSG musim kemarin. Sebut saja mereka berhasil membantu Les Parisiens menembus final Liga Champions untuk kali pertama meski akhirnya harus kalah dari Bayern Munchen.

Lini serang dirasa belum maksimal. Trio ujung tombak yang dimiliki belum memiliki formula terbaik.

Nama Messi kemudian menjadi opsi terbaik untuk menyempurnakan sektor tersebut. Terlebih pemain asal Argentina itu santer dikabarkan ingin hengkang dari Barcelona musim panas ini.


Baca Juga:



Manajemen PSG pun dikabarkan tengah mempelajari transfer Messi. Sekarang, mereka dikabarkan sedang mendiskusikan cara membawa Messi ke Parc des Princes tanpa harus tersandung regulasi Financial Fair Play (FFP).

Cukup sulit untuk klub-klub kaya raya seperti PSG untuk bergerak. Mereka memang memiliki modal yang bisa dengan mudah merekrut Messi. Namun pengeluaran berlebih bisa membuat PSG dalam masalah mulai dari denda hingga larangan tampil di kompetisi Eropa.

Messi sendiri tengah mengupayakan untuk mengaktifkan klausul khusus dalam kontraknya di Barcelona. Klausul tersebut membolehkan Messi meninggalkan Barcelona secara gratis saat berusia lebih dari 32 tahun. Masalahnya, klausul tersebut sudah usang pada Juni kemarin.

PSG pun dihadapkan dengan klausul normal di mana Messi baru akan dilepas dengan banderol hingga 700 juta euro. PSG bisa saja menunggu hingga kontrak Messi berakhir pada 2021 nanti, namun dengan pesaing yang jauh lebih banyak tentunya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Ligue 1 hanya di Vivagoal.com

Carvajal Akui Pemain PSG Satu Ini Paling Sulit Dijaga

VivagoalLa Liga – Bek kanan Real Madrid, Dani Carvajal mengungkapkan bahwa bukan Lionel Messi yang paling sulit dihadapinya selama ini. Tapi penyerang Paris Saint-Germain Neymar. Menurutnya, Neymar punya kemampuan ofensif yang tiada duanya.

Sejak memutuskan pindah ke Real Madrid pada musim panas 2013 silam, Dani Carvajal mampu bertransformasi menjadi sosok yang tangguh di lini pertahanan Real Madrid. Bersama Casemiro, Carvajal termasuk salah satu pemain yang hampir tidak tergantikan di skuad Los Blancos.

Carvajal yang saat ini sudah berusia 28 tahun dianggap sebagai salah satu bek kanan terbaik di Eropa dengan telah menorehkan 279 penampilan bersama Madrid di semua kompetisi dan berhasil memenangkan 14 titel juara, termasuk dua gelar LaLiga dan empat Liga Champions.

Merujuk pada catatan individualnya sepanjang musim 2019/2020 kemarin, dari aspek bertahan, menurut Whoscored, Carvajal mengemas rata-rata 2.5 tekel per laga, 1.1 intersepsi, 3.8 clearances dan 1.5 blok per game. Carvajal juga sangat baik dalam hal passing, terbukti dengan jumlah assistnya yang mencapai 8.

Namun meski kerap bisa membuat para penyerang lawan kesulitan melewatinya, Carvajal ternyata tetap punya nama satu orang striker yang dianggapnya paling sulit dijaganya. Tak banyak yang mengira jika bomber tersebut adalah Neymar, bukan Messi yang notabene bermain bersama di LaLiga Spanyol.

“Neymar itu striker yang paling sulit dijaga. Dia sangat sulit ditebak, secara teknik sangat bagus. Dia banyak menyerang celah, dan bisa mencetak gol.” ucap Carvajal dilansir dari Marca.


Baca Juga:



“Sulit untuk para bek bertahan jika melawan dia. Neymar hanya memainkan bola di sekitar anda tapi anda tidak bisa mendekati dia. Sebuah bentuk sepakbola yang tidak normal, berbeda dari apapun yang pernah saya hadapi.” tandas Carvajal.

Untuk diketahui, Carvajal pernah berduel dengan Neymar semasa pemain asal Brasil itu berkostum Barcelona maupun di PSG, Kali terakhir keduanya bersua di fase grup Liga Champions musim 2019/2020 dimana Madrid kala itu ditahan imbang 2-2 oleh PSG.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Bakal Dipecat PSG, Tuchel: Saya Masih Punya Kontrak

Vivagoal Ligue 1 – Kegagalan Paris Saint-Germain di ajang Liga Champions membuat nasib pelatih Thomas Tuchel disorot. Pria asal Jerman itu menegaskan dirinya masih memiliki kontrak bersama Les Parisiens.

Dibawah arahan Tuchel, PSG sejauh ini memang masih tampil sangat baik dengan menggondol dua titel juara Ligue 1 Prancis, dua piala Super Prancis, sekali Piala Prancis dan sekali French League Cup. Bisa dibilang, Tuchel sukses membawa PSG merajai kompetisi level domestik.

Sayang, skuad besutan Tuchel masih belum bisa bertaji di kompetisi antar klub Eropa. Pencapaian terbaik mereka sejak diambil alih oleh Taipan asal Dubai, Nasser Al-Khelaifi tahun 2011 silam adalah laga final Liga Champions musim ini. Sebelumnya, PSG hanya bisa sampai di babak 16 besar dalam tiga musim terakhir dan perempatfinal tahun 2013 hingga 2016.

Dengan belanja besar yang sudah dilakukan termasuk mendatangkan Neymar dan Mbappe, fans PSG tentu berharap lebih dari PSG. Bos-bos Les Parisiens juga diklaim masih belum puas dengan cara bermain yang dipertontonkan pasukan Tuchel sehingga mereka dikabarkan menginginkan ada perubahan musim depan.

Menurut Foot Mercato, Direktur olahraga PSG, Leonardo merupakan pengagum berat Massimiliano Allegri semasa melatih di AC Milan dan Juventus. Pria asal Brasil itu pun dilaporkan berniat mengganti Tuchel dengan Allegri musim 2020/2021 mendatang.


Baca Juga:



Allegri sendiri hingga saat ini masih belum terikat dengan klub manapun usai kontraknya habis di Juventus pada akhir musim kemarin. Allenatore kelahiran Livorno, Italia itu saat ini digadang-gadang bakal jadi suksesor Antonio Conte di Inter Milan.

Tapi belakangan, rumor yang mengaitkan Allegri dengan PSG semakin kencang. Namun sampai saat ini belum ada pernyataan resmi dari Leonardo sendiri, dan Tuchel sendiri menegaskan bahwa dirinya saat ini masih memiliki kontrak setahun lagi di PSG.

“Saya masih punya kontrak, saya tidak peduli hal lain.” semburnya dilansir dari Metro.

“Kami sudah bekerja sangat keras untuk mendapatkan musim yang bagus, tapi pada akhirnya kami pantas mendapat hasil seperti ini. Artinya, begini nilai kami saat ini.” tegas Tuchel.

Selalu update berita bola terbaru seputar Ligue 1 hanya di Vivagoal.com

LATEST NEWS

HOT NEWS