Dampak Corona, Serie A Terancam Rugi 11 Triliun

0
17
Serie A Siap Dihentikan Jika Ada Pemain yang Positif Corona

Vivagoal Serie A – Presiden FIGC, Gabriele Gravina, mengatakan Serie A berpotensi merugi lebih dari €700 juta (11 Triliun Rupiah) andai kompetisi sepak bola di Italia gagal bergulir kembali.

Pasalnya, tanpa kompetisi finansial klub menurun drastis. Bahkan Gravina mengatakan Serie A telah kehilangan lebih dari €500 juta (£449 juta/$550 juta) sejauh ini.

Tapi demikian, Gravina menegaskan komitmennya dan pemerintah untuk mencari solusi supaya musim ini bisa kembali digulirkan. Pasalnya kerugian bia semakin membesar jika kompetisi gagal digulirkan kembali.

“Tugas federasi adalah untuk kembali menggelar sepakbola dan mencegah krisis ekonomi yang dapat merusak semangat Italia dalam sektor olahraga.

“Kami bekerja dengan tekad untuk memastikan Italia bangkit kembali sebagai negara yang kuat, termasuk di cabang sepakbola, yang merupakan sektor penting karena itu melibatkan sekitar 100.000 karyawan dan menghasilkan pendapatan besar bagi negara.

“Kami telah bekerja tanpa henti dengan menteri olahraga Vincenzo Spadafora, menteri ekonomi dan keuangan Roberto Gualtieri dan menteri kesehatan Roberto Speranza, untuk menciptakan kondisi aman agar sepakbola profesional dapat dilanjutkan,” kata Gravina kepada Riparte l’Italia.


Baca Juga:


Lebih lanjut, menurut Gravinha, satu-satunya cara untuk meminimalisir tak lain ialah dengan kembali menggulirkan sepak bola. Dengan demikian, klub bakal kembali mendapat pemasukan.

“Itu karena, dengan kembali ke lapangan kita dapat menghentikan jatuhnya pendapatan, yang dalam jangka pendek akan lebih dari €700 juta. Lebih dari €500 juta telah hilang [sejauh ini] karena lockdown pandemi COVID-19,” jelasnya.

Rumor yang beredar, Serie A rencananya akan kembali digelar pada 13 mendatang dengan berbagai persiapan tengah diolah dengan matang.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here