Howe Tetap Senang dengan Performa Newcastle Walau Gagal Kalahkan PSG
Vivagoal – Liga Champions – Manajer Newcastle United, Eddie Howe tampak cukup puas walau anak asuhnya itu tak bisa meraih tiga angka penuh dari Paris Saint-Germain, sekaligus gagal mendapatkan slot langsung menuju babak 16 Besar Liga Champions.
Newcastle United harus menutup fase grup Liga Champions 2025/26 dengan hasil kurang maksimal. The Magpies, yang bertandang ke Parc des Princes, bermain imbang 1-1 melawan Paris Saint-Germain dini hari tadi WIB.
Hasil itu membuat kedua tim sama-sama gagal mendapatkan satu slot langsung menuju babak 16 Besar Liga Champions musim ini. Newcastle berada di posisi ke-11 dan PSG satu strip di atas mereka, dengan sama-sama meraih 14 poin dari delapan laga.
Baca Juga:
- Bungkam Dortmund, Chivu Puas Inter Lolos Playoff Liga Champions
- Guardiola Puas, Man City Tak Perlu Lagi Ikut Playoff Liga Champions
- Ditahan AS Monaco, Juventus Lemas dan Tanpa Kualitas
- Obrolan Vigo: Jonjo Shelvey, Sepakbola dan Keluarga
Pasca laga usai, Eddie Howe tetap melancarkan pujian bagi anak asuhnya, mengingat lawan yang mereka hadapi adalah sang juara bertahan. Ia mengaku The Toon Army memang terlambat panas, tapi bisa mengimbangi seiring berjalannya waktu.
Howe kemudian sedikit mempertanyakan tentang kepemimpinan pihak pengadil, yang tidak memberikan penalti pada mereka. Tapi hal tersebut bisa tertutupi dengan performa mengensankan dari para pemain Newcastle sepanjang pertandingan.
“Ada banyak hal yang terjadi dalam pertandingan itu yang harus kami hadapi. Tidak hanya lawan yang merupakan tim yang luar biasa, tetapi juga keputusan-keputusan yang merugikan kami, terutama pelanggaran tangan. Rasanya seperti deja vu bagi kami, dua tahun kemudian. Saya tidak percaya itu terjadi,” ujar Howe dilansir Sky Sports.

“Saya tahu Nick menyelamatkan penalti, tapi itu menciptakan suasana yang berkontribusi pada awal pertandingan, di mana kami berada di bawah tekanan. Aku pikir para pemain melakukan pekerjaan yang sangat baik untuk melewati itu. Kami mulai menemukan ritme permainan. Membutuhkan 25 menit, setengah jam, untuk benar-benar menemukan ritme kami. Setelah itu, sepertinya kami bermain sangat baik untuk sisa pertandingan.
“Saya pikir tim menunjukkan kaki yang kuat dan kebugaran baik karena perlu memberikan ancaman balik kepada mereka. Kami semakin kuat seiring berjalannya pertandingan, dalam hal itu. Peluang Harvey di akhir pertandingan mungkin adalah peluang terbaik untuk memenangkan pertandingan. Sangat memuaskan melihat kami bermain dari ujung ke ujung, secara kebugaran, setelah jadwal yang sangat padat.”
Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Champions hanya di Vivagoal.com
