
Jual Leao, Lalu Datangkan Amorim Adalah Keputusan Terbaik AC Milan
Vivagoal – Serie A – Legenda AC Milan, Ricardo Kaka, menilai Rossoneri tengah mengalami perubahan identitas permainan setelah kepergian Rafael Leao pada bursa transfer musim panas 2026, diiringi oleh kehadiran seorang Ruben Amorim sebagai juru latih baru mereka.
Ricardo Kaka mengaku bisa melihat perubahan cukup besar yang diusung manajemen AC Milan sebagai bagian dari proses pembangunan tim, termasuk ketika melepas Rafael Leao. Selama tujuh tahun, Leao menjadi salah satu figur sentral dalam permainan AC Milan baik di ajang domestik maupun Eropa.
Namun, setelah kepergiannya, tanggung jawab kini mulai terbagi kepada sejumlah pemain dengan karakter dan kualitas berbeda. Kaka merasa keputusan melepas Leao merupakan langkah yang tepat bagi Milan, karena disertai oleh kedatangan Ruben Amorim dibalik kemudi tim.
Kepergiannya, menurut Kaka, menandai berakhirnya sebuah era sekaligus membuka ruang bagi Amorim untuk membangun komposisi dan pendekatan permainan yang berbeda. Di bawah arahan Amorim, Milan mulai membangun kekuatan sebagai sebuah tim kolektif, bukan lagi bergantung pada satu pemain sebagai pusat permainan.

Kaka lalu menilai Milan kini memiliki sejumlah figur penting yang dapat membentuk keseimbangan permainan. Ia secara khusus menyebut Luka Modric dan Adrien Rabiot sebagai sosok berpengalaman yang memiliki pengaruh besar dalam mengatur permainan.
“Ini masih merupakan proyek yang sedang dibangun. Selama tujuh tahun, Milan adalah timnya Leao. Dia pemain hebat yang selama ini sangat diandalkan klub. Sekarang situasinya berbeda,” ujar Kaka dilansir Football Italia.
Baca Juga:
- Liverpool vs Arsenal: Hati-Hati Arteta! Iraola Adalah Momok The Gunners
- Juventus vs Napoli: Pertarungan Taktik Tingkat Tinggi di Allianz Stadium
- Napoli Enggan Tertipu oleh Juventus yang Dalam Performa Menurun
- Andai Endrick Gagal, AS Roma Bidik Pilar Club Brugge
“Tim ini sekarang bermain sebagai sebuah kolektif dengan sejumlah wajah baru dan dua maestro. Modric masih menjadi otak permainan, kemudian ada Rabiot. Sementara itu, Ramos adalah seorang pencetak gol,” lanjut mantan pemain Timnas Brasil tersebut.
Meski melihat potensi dari komposisi skuad saat ini, Kaka mengingatkan bahwa proses menyatukan para pemain baru membutuhkan waktu. Perubahan identitas permainan tidak bisa terjadi secara instan, terlebih setelah Milan kehilangan pemain yang selama bertahun-tahun menjadi salah satu tumpuan utama mereka.
“Masih dibutuhkan waktu untuk menyatukan semuanya. Hal terpenting adalah kami harus selalu memasang target tinggi, termasuk ketika bermain di Liga Europa,” tegasnya.
Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Italia hanya di Vivagoal.com















