
Keras! Asosisasi Pemain di Belanda Anggap FC Twente Bully Mees Hilgers
Vivagoal – Liga Indonesia – Asosisasi Pesepakbola Profesional Belanda (VVCS) menganggap jika FC Twente mem-bully bek Timnas Indonesia, Mees Hilgers.
Perseteruan antara FC Twente dengan Mees Hilgers hingga detik ini belum menemui titik terang. Bek Timnas Indonesia tersebut sampai sekarang belum dimainkan, bahkan dimasukkan ke dalam skuad Twente.
Masalah ini berawal dari keinginan Mees Hilgers untuk meninggalkan klub yang bermarkas di Enscehede tersebut pada bursa transfer musim panas yang lalu. Sayangnya, ia menemui kegagalan hingga sebagian besar bursa transfer Eropa ditutup.
View this post on Instagram
Akibatnya, Twente menutup kesempatan Mees Hilgers untuk bermain bersama mereka. Bahkan, manajemen klub memberikan ultimatum kepada Hilgers yaitu perbarui kontrak yang akan habis pada 2026 atau tidak main sama sekali.
Situasi ini menyedot perhatian VVCS. Direktur VVCS, Louis Everard, mengecam tindakan Twente yang menyebutkan perlakuan mereka kepada Hilgers adalah bentuk perundungan atau bullying dengan menyalahgunakan wewenang mereka setelah mencoret namanya di tiap pertandingan.
Baca Juga:
- VG ART COMPETITION: Syarat, Mekanisme, dan Total Hadiah Puluhan Juta Rupiah
- Federico Barba: Terima Kasih Bobotoh
- Alasan Erick Thohir Ngotot Tak Lepas Jabatan Ketum PSSI Usai Dilantik Jadi Menpora
- Perkuat Koneksi di Eropa, Offside Corp Hadiri Ballon d’Or Ceremony
“Sepertinya klub menyalahgunakan wewenangnya. Fakta dia tidak akan bermain kecuali kontraknya diperbarui telah diakui secara terbuka,” ucap Everard dilansir Goal International yang mengutip Voetbal International.
“Ini pada dasarnya perundungan. Ini tidak sesuai dengan praktik ketenagakerjaan yang baik, dan saya pikir ada dasar hukum untuk berbisnis di sini,” tambahnya.

Foto: VIVAGOAL/Amirul Mukmin
Everard merujuk situasi yang pernah terjadi di Ajax Amsterdam musim panas lalu. Beberapa pemain yang diperbolehkan pergi dari klub dilarang menginjakkan kaki di lapangan latihan dan melakukan semuanya secara terpisah.
“Kami sangat kesal dengan hal ini, dan menyampaikannya kepada Ajax, karena ini jelas bukan cara yang pantas untuk memperlakukan pekerja. Ini sama saja dengan mengintimidasi pemain. Ironisnya, cara ini justru berhasil,” pungkasnya.
Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com















