Obrolan Vigo: Johor Darul Ta'zim, Wajah Malaysia di Kompetisi Asia

Obrolan Vigo: Johor Darul Ta’zim, Wajah Malaysia di Kompetisi Asia

Heri Susanto - Mei 10, 2022
Dibaca Normal dengan Waktu Menit

JDT dan Ambisinya

Sumber: Hot Fm

Sejak awal didirikan, Tunku Sultan Ibarahim memang berambisi membawa timnya menjadi yang terbaik di Malaysia. Dengan catatan streak elar juara sejak 2014 sampai saat ini, harapan tersebut telah terwujud. Bahkan, sang putra mahkota kerajaan Johor belakangan sempat ingin membeli saham Manchester United guna melebarkan ambisi ke level selanjutnya.

“Saya hanya ingin memiliki klub elite, bukan klub dari divisi dua atau yang lain,” tegas Tunku Ismail terkait rencananya yang ingin memberli saham Manchester United. “Saya tahu ada penawaran dari Manchester United. Tentunya, sebelum melakukan investasi, saya harus membuat perhitungan dan tinjauan terlebih dahulu,” ujarnya.

Ambisi JDT di Asia sejatinya sedikit terwujud dengan menjadi juara AFC Cup pada 2015 lalu. mereka menjadi satu-satunya tim asal Asia Tenggara yang mendulang gelar tersebut. Catatannya hanya kalah dari tim asal Kuwait, Jordania hingga Iraq. Namun asa sesungguhnya yakni dengan mendulang Liga Champions Asia guna sejajar dengan beberapa tim elit dari Jepang, Korea hingga Arab Saudi.

Jalan untuk menjadi juara Asia sejatinya masih terbuka lebar lantaran tim saat ini masih berstatus sebagai salah satu tim elit di kawasan Asia Tenggara. Perjalanan mereka ke fase gugur hanya mampu diikuti tim Asia Tenggara lain yakni BG Pathum dari Thailand. Namun perjalanan JDT terbulang lebih terjal lantaran mereka berada di grup maut bersama dengan Kawasaki Frontale, Ulsan Hyundai hingga Guangzhou Evergrande.


Baca Juga:


Di akhir klasemen fase grup, the Sourthen Tiger ada di posisi pertama dengan koleksi 13 poin hasil dari empat kali menang, sekali seri dan sekali kalah. Keberhasilan mereka melaju ke fase gugur juga membuahkan catatan manis bagi sepakbola Malaysia secara keseluruhan.

“Lolosnya Johor Darul Ta’zim FC ke Babak 16 Besar Liga Champions AFC dan kemenangan atas Ulsan Hyundai membuat Malaysia memperoleh enam poin lagi di Peringkat Kompetisi Klub AFC. Kemenangan tersebut membuat Malaysia naik ke peringkat 10 benua Asia,” tulis akun Twitter @OfficialJohor. “JDT telah menyumbang 24 dari 24,45 poin yang diperoleh Malaysia sejak 2019,” tambah akun tersebut.

Saat ini, Malaysia Super League ada di posisi 10 Asia. Artinya, mereka bakal mendapatkan dua tiket langusung ke fase grup serta dua tiket tambahan untuk mentas di Liga Champions Asia melalui fase playoff pada 2023 mendatang. Artinya, empat tim teratas Liga Malaysia tak perlu lagi mengikuti ajang kelar dua Asia macam AFC Cup.

Direktur Teknik PSSI, Danurwindo pernah berujar jika tim-tim Indonesia seharusnya bisa terlecut dengan kesuksesan JDT yang membawa wajah Malaysia ke pentas Asia.

“Saya pecaya JDT adalah klub terbaik di Asia saat ini, bukan cuma di dalam lapangan, tapi juga di luar lapangan. JDT punya rencana jangka Panjang dan banyak dibicarakan di Asia. Kami behrarap metode JDT bisa diapikasikan di Indonesia” ujar Danurwindo dilansir dari cakapsukan.com.

Ah, rasanya untuk mengaplikasikan apa yang terjadi pada JDT terbilang lumayan sulit direalisasikan saat ini lantaran masih banyak tim asal Indonesia yang menunggak gaji dari para pemainnya sampai hari ini. Jika gaji agak sulit dibayarkan, bicara prestasi apa masih layak diwacanakan?

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com