
Obrolan Vigo: Jordon Ibe, Mantan Wonderkid Liverpool yang Harus Terasing ke Bulgaria
Vivagoal–Berita Bola– Banyak pemain asal Inggris yang dicap bakal bersinar namun gagal lantaran berbagai faktor. Berbagai sosok bahkan disematkan statusnnya sebagai wonderkid. Jordon Ibe termasuk salah satu di antaranya. Seperti yang sudah-sudah, ia gagal membuktikan ekspektasi.
Sejak era Championship Manager hingga Football Manager merebak di awal 2000an, gim ini bisa mensimulasikan siapa yang siap menjadi bintang besar di masa mendatang melalui berbagai pengamatan serta analisa yang mereka berikan untuk para pemain muda. Tak jarang, banyak pemadat gim ini yang sudah lebih tau siapa yang akan berkembang di kemudian hari.
Khusus untuk Inggris, gim FM pernah memprediksi berbagai nama yang siap merekah mulai dari Cherno Samba, Wayne Rooney, Jack Rodwell hingga Jude Bellingham. Nama-nama yang disebut pada urutan genap mampu merekah dan memegang peranan penting baik untuk klub maupun negara sementara nama di urutan ganjil gagal membuktikan ekspektasi.

Ada satu nama lain yang sempat digadang siap berkembang namun level permainannya tak segemilang harapan yang disematkan. Sosok tersebut adalah Jordon Ibe. Ia memiliki karir layaknya Cinderella. Mentas untuk tim tier bawah Wycombe Wanderers pada 2011, ia mampu membukukan rekor sebagai debutan termuda dengan tampil di usia 15 tahun 311 hari pada ajang Piala Liga.
Baca Juga:
- 5 Fakta Rekor Transfer yang Terjadi di MLS
- 5 Fakta Kekeliruan Transfer di Era Sepakbola Modern
- 5 Pemain Frankfurt yang Siap Menjadi Komoditi tim Eropa
- 5 Fakta Pemain Asing Paling Loyal di Liga 1
Kala memperkuat the Chairboys, ia sempat mentas dalam 11 laga dan mengepak satu gol serta satu assist. Pada musim panas 2011, Liverpool mengangkutnya dengan mahar 600 ribu paun. Ada harapan the Reds bisa menempa sang pemain guna mentas di tim utama. Sebelum hal itu terjadi, ia banyak dimasukan di tim usia muda.
Bersama the Reds junior, sang pemain mampu tampil gemilang di sisi sayap entah di sisi kanan maupun kiri penyerangan. Punya kecepatan mumpuni hingga kemampuan dribel dan kecepatan luar biasa. Developer gim Football Manager bahkan mengklaim sang pemain memiliki kemiripan dengan Raheem Sterling yang sudah debut di tim utama pada 2012 lalu.
Ibe sempat menjadi cameo the Reds di berbagai kesempatan pada 2013 lalu. Namanya pernah mentas di Premier League, Piala Liga dan sempat bermain kala tim bersua Arsenal. Ibe juga semapt dipinjamkan ke tim lain guna menambah jam terbang. Birmingham City dan Derby County pernah menjadi destinasi.
Pada 2015, ia sempat meneken kontrak jangka panjang berdurasi 5 tahun. Di momen bersamaan, Raheem Sterling pergi dari tim guna merapat ke Manchester City. Ada indikasi Ibe akan menjadi perpanjangan tangan Razza di Liverpool. Namun Brendan Rodgers yang kala itu menjadi pelatih tim menempatkannya sebagai gelandang sayap yang membuatnya harus memiliki aspek defensive lebih mengingat tim kerap mengguanakn tiga bek dalam periode tersebut.
Baca Juga:
- Obrolan Vigo: Dell, Haaland Brasil yang Bakal Dipanen Manchester City
- Obrolan Vigo: Menilik Manuver Ugal-Ugalan Manchester City Saat Membidik Messi
- Obrolan Vigo: Karl Etta Eyong, Permata Levante yang Mencuri Perhatian Tim Elit Eropa
- Obrolan Vigo: Prancis, Tanah yang Cocok untuk Florian Thauvin
Mantan punggawa the Reds, John Aldridge menyebut sang pemian bisa memberi dimensi baru saat Sterling pergi. Namun yang terjadi, Ibe gagal membuktikan diri dan Liverpool bermain buruk. Brendan Rodgers pun dipecat dan digantikan Jurgen Klopp. Manajer Jerman lantas hanya menempatkan dirinya mentas di Europa League alih-alih mentas reguler.
Setahun berselang, Ibe harus dipaketkan ke Bournemouth dengan mahar 15 juta paun. Bersama the Cherrys, ia mendapatkan menit bermian reguler, bermain lebih offensif dan statistiknya terbilang medioker. Dari 92 laga yang dimainkan, sang pemian hanya mampu mendulang 5 gol bagi tim dan menit bermainnya tereduksi jjauh sebelum akhirnya dilepas pada 2020 ke Derby County. Bersama the Ramps, performanya juga tak jauh lebih membaik, ia tak mampu membuktikan diri dan kesulita menemukan performa terbaik yang sempat ditunjukan di masa mudanya.

Pasca Derby, ia sempat berkelana ke Turki bersama Adanasport dna memperkuat berbagai tim-tim tier bawah Inggris. Namanya benar-benar tenggelam dan kenangan tentangnya hanya sebagai wonderkid yang gagal. Ada faktor lain yang membuat karirnya seakan sirna begitu saja, masalah Kesehatan mental menjadi penyebab utamanya.
Pada 2021 melalui laman instagramnya, ia mengklaim jika dirinya tengah dalam perjuangan panjang mengatasi masalah Kesehatan mentalnya. Ia merasa benar-benar kesulitan dan depresi hingga mencoba bangkit dan berkomitmen guna kembali ke level terbaik. Pasca pengelanaan ke tim tier bawah, November 2025 tim asal Bulgaria, Loko Sofia mengontraknya.
Sang pemain harus terbang ke timur jauh Eropa guna brmain sepakbola. Namun ia masih belum bisa debut sampai hari ini lantaran visanya tertahan. Izin kerjanya tertahan dan ia masih harus menunggu hingga bisa benar-benar bermain kembali. Kontraknya masih akan berlaku hingga Juni 2027 mendatang.
Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com















