
Obrolan Vigo: Menilik Manuver Ugal-Ugalan Manchester City Saat Membidik Messi
Vivagoal–Berita Bola– Di awal kedatangan Sheikh Mansour, Manchester City lumayan ugal-ugalan dalam melakukan manuver transfer. Pada momen tersebut, the Sky Blues sempat memebuka penawaran untuk membawa Lionel Messi ke Manchester. Namun uniknya, belum ada kesepakatan akan hal tersebut.
City sempat mengalami dua era berbeda kala mendapatkan proses akuisisi. Sebelumnya, mantan perdana Menteri Thailand, Thaksin Shinawatra. Namun nama yang disebut terakhir harus meninggalkan posisinya lantaran masalah hukum yang mendera di Negaranya. Pada 2008, Abu Dhabi United Group (ADUG) di bawah kepemimpinan Mansour pun mulai bermanuver.
Jika di musim sebelumnya, mereka mampu mengamankan Elano, Jo hingga Vincent Kompany, maka target lain dengan reputasi yang lebih besar coba untuk dihadirkan dalam tim. Beberapa hari pasca proses akuisisi, nama-nama besar mulai dihubungkan. Waktu City untuk bermanuver terbilang lumayan mepet lantaran mendekati akhir musim panas.

Mark Hughes yang kala itu menjadi juru taktik tim sempat ditelepon terkait kemungkinan timnya mengamankan pemain baru berstatus bintang dalam waktu singkat. Meski menjadi tim yang punya banyak dana, namun sulit untuk meyakinkan para pemain mau merapat ke City mengingat reputasi tim kala itu terbilang lumayan minim.
Baca Juga:
- Obrolan Vigo: Karl Etta Eyong, Permata Levante yang Mencuri Perhatian Tim Elit Eropa
- Obrolan Vigo: Prancis, Tanah yang Cocok untuk Florian Thauvin
- Obrolan Vigo Youssofa Moukoko: Wonderkid Jerman yang Mencari Kesunyian di Denmark
- Obrolan Vigo: Mempertanyakan Jalur Karir Kalvin Phillips di Manchester City
“Mereka banyak mengajukan tawaran dan tak ada yang terjadi. Muncul Robinho dari Reaol Madrid dan ada tawaran yang dikirim untuk Lionel Messi. Namun kita mengamankan Robinho dan sisanya adalah sejarah,“urainya kepada No Tippyh Tappy Football.
Nama Messi yang muncul ke permukaan jelas merupakan hal yang sangat ikonik. Pasalnya, City hanya berstatus sebagai tim papan tengah. Tawaran sebesar 70 juta paun dibuka beberapa hari sebelum sang pemain memenangkan Ballon d’Or 2008. Angka itu lebih besar 20 juta saat Madrid memecahkan rekor transfer atas Zinedine Zidane pada 2001 lalu.

Hal ini menjadi pemberitaaan hangat baik di Inggris maupun Spanyol. Namun masalah kemudian terjadi. Ada kecanggungan antara Barcelona dan Manchester City lantaran belum mencapai kata sepakat COO City kala itu, Paul Aldaridge bicara dengan tangan kanan Thaksin, Pairoj Piempongsant yang terlibat dengan negoisasi transfer City.
Ada kesalahan tasfir kala menterjemahkan maksud dari Pairoj. Sosok asal Thailand sempat diminta membereskan kekacauan yang terjadi lantaran kepemilikan baru dan rumor liar yang beredar. Aksen Inggrisnya yang berantakan membuat kata “Messy (berantakan) terdengar seperti Messi (Pemain Barcelona). Aldaridge pun mendengar “Kita harus mendapatkan Messi!”
Baca Juga:
- 5 Pemain Frankfurt yang Siap Menjadi Komoditi tim Eropa
- 5 Fakta Pemain Asing Paling Loyal di Liga 1
- 5 Fakta Nama Besar yang Sempat Mentas di Liga Iran
- 5 Fakta Pemain yang Pernah Memperkuat Persib dan PSM
Paul Cook yang kala itu bertugas sebagai CEO City pun mendapatkan pertanyaan terkait manuver timnya yang mau mengamankan Messi di angka 70 juta paun. Di momen Ballon d’Or, La Pulga ada di belakang, Kaka dan Cristiano Ronaldo dalam perebutan bola emas. Namun versi berbeda diberikan Mark Bowen, mantan asisten Hughes kala itu. Dalam podcast Business of Sports, ia mengklaim tawaran yang dibuka City sama ketika mereka ingin mengangkut Robinho dari Real Madrid yakni di angka 30-35 juta pan.
“Joan Laporta berkata, anda kira siapa anda? Anda pikir anda bisa membeli Messi dari kami. Tak mungkin, tolong mundur,” urainya. Hal tersebut dinilai sebagai langkah tim amatir yang baru mendapatkan uang dan ingin bergaya. Tak lama kemudian, City di bawah Sheikh Mansour masih bermanuver. Pasca gagal mengamankan Messi, ada target lain yang dibidik yakni Kaka.
Di Januari 2009, tawaran di angka 91 juta paun kepada AC Milan plus gaji 500 rubu paun per pekan untuk Kaka dibuat. Kaka menolak asa untuk mentas di Inggris. Posisi Cook kemudian digantu dua tahun kemudian oleh Ferran Soriano yang berduet dengan Txiki bergiristain dan sukses membawa City berprestasi entah di era Roberto Mancini, Manuel Pellegrini hingga Pep Guardiola.
Bersama nama yang disebut terakhir, mereka sempat melakukan manuver yang lebih kompleks pada 2021, mengamankan Messi kembali dengan cara yang lebih layak dari sebelumya. Namun hasrat membawa La Pulga tak terlalu diseriusi mengingat di momen yang sama, mereka sudah mengangkut Jack Grealish dari Aston Villa pada 2021 kemarin.
Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com















