
Obrolan Vigo: Napoli, Buah Manis dari Penantian Panjang
Terbang Tenggelam

Pasca Maradona, Napoli tak lagi sama. Mereka mengalami kemerosotan performa. Para pemain penting macam Gianfranco Zola, Daniel Fonseca, Ciro Ferrara hingga Careca memutuskan hengkang pada 1994. Hasilnya, I Partenopei goyah dan mereka tak mampu bertahan. Di 1997, mereka sempat terdegradasi ke Serie B.
Napoli sempat kembali ke Serie A dua musim setelahnya. Namun mereka hanya numpang lewat. Mereka kembali tenggelam pada 2004. FIGC pun menyatakan klub bangkrut dan harus memulai dari bawah kembali. Untungnya di tahun yang sama, Aurelio De Laurentiis datang sebagai juru selamat meski tim harus main di Serie C1.
Meski main di kasta bawah, dukungan fans sama sekali tak berkurang. Pernah dalam satu waktu, laga Napoli dihadiri lebih dari 50 ribu fans yang memadati San Paolo. Hal tersebut menjadi sebuah rekor tersendiri. Mereka pun pada akhirnya promosi ke Serie B pada 2006 dan semusim berselang sukses promosi ke Serie A. Sejak saat itu, mereka tak pernah lagi terlempar ke kasta bawah,
1990: Napoli won Serie A for the second time.
1998: Napoli were relegated from Serie A.
2004: Napoli were bankrupt and dropped to Serie C1.
2007: Napoli were promoted back to Serie A.
2011: Napoli qualified to the Champions League.
2023: Napoli win Serie A 👏🏽🏆 pic.twitter.com/RPhs0C79NB
— Anthony (@anthonykyaw) May 4, 2023
Di awal kedatangannya kembali ke kasta tertinggi sepakbola Italia, Napoli mampu menjadi kuda hitam yang menakutkan dan mengacak-acak tatanan papan atas. Beberapa kali mereka mampu melaju ke Eropa di tengah silih bergantinya pemain dan pelatih di sana.
Periode emas pun sempat singgah di Naples. Sejak 2009, kecuali pada 2019, saat mereka finish di urutan ketujuh, tim tak pernah keluar dari enam besar. Bahkan, mereka sempat empat kali mendulang status sebagai runner up pada musim 2012/13, 2015/16, 2017/18 dan 2018/19.
Baca Juga:
- 5 Fakta Pemain Spurs yang Sukses Pasca Tinggalkan Klub
- 5 Fakta Kiprah Timnas Indonesia Sepanjang Sejarah SEA Games
- 5 Fakta Marcelo Bielsa, Si Gila Penemu Pelatih Berbakat
- 5 Fakta Robbie Fowler, Dewa dari Anfield
Mereka juga sempat memenangi tiga Coppa Italia dalam periode kebangkitan masing-masing pada 2011/12, 2013/14 dan 2019/20. Satu gelar Piala Super Italia juga sempat hadir pada 2014. Namun Scudetto yang didambakan belum juga mampu dihadirkan kembali.
Barulah di musim 2022/23, ketika banyak orang pesimis lantaran berbagai aset penting tim macam Brian Ruiz, Kalidou Koulibaly, Dries Metens, David Ospina hingga Arkadiusz Milik hengkang. Konsistensi tim diragukan lantaran mereka mengganti nama-nama tersebut dengan berbagai pemain kurang dikenal seperti Kim Min-Jae, Giovanni Simeone, Frank Anguissa hingga Khvicha Kvaratskhelia.
Hasilnya, Napoli melaju stabil di Serie A musim ini. Mereka terus mendulang kemenangan kala tim-tim rival seperti AS Roma, Juventus, Inter Milan dan AC Milan serta Lazio terjebak dalam inkonsistensi performa mereka terus melaju stabil dan mengumpulkan poin demi poin.
Hasilnya, I Partenopei unggul jauh di papan klasemen. Hal tersebut pun seakan dimanfaatkan di Liga Champions. Mereka yang tak memiliki beban lagi di kancah domestik tampil all out di kompetisi Eropa. Hasilnya, Napoli mampu menembus perempat final sebelum digusur oleh AC Milan di fase tersebut.
Penantian 33 tahun Napoli mendulang gelar pun selesai di musim ini. Berbagai pemain yang awalnya diragukan untuk mengganti para bintang yang hengkang mampu dipoles dengan baik di bawah kendali Luciano Spaletti. Tanpa Maradona, Napoli mampu berjaya dan mereka pun kini siap menyongsong target yang lebih tinggi lagi di tahun-tahun mendatang.
Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com















