
Obrolan Vigo: Xavi Hernandez, di Antara Flop dan Top Sebagai Pelatih
Xavi yang Kembali sebagai Pelatih

Seperti layaknya pelatih yang memiliki ambisi, Xavi pun tak ragu untuk lanjutkan karir di Eropa. Barcelona yang membutuhkan jasanya menarik kembali dengan posisi berbeda. Ia menjadi manajer klub dan dikontrak hingga Juni 2024 mendatang.
Ia pun lantas membuat peraturan ketat bagi skuat Barcelona di awal kedatangannya. Ia merasa para pemain agar anak buahnya bisa menuntut lebih dari dirinya sendiri. Menukil laman Football Espana, mantan juru taktik Al Sadd juga menerapkan aturan ketat bagi para pemain agar tak merugikan dirinya sendri dan juga klub. Berikut rinciannya.
- Pemain harus tiba untuk latihan setidaknya satu setengah jam lebih awal.
- Staf harus tiba setidaknya dua jam lebih awal saat latihan.
- Pemain harus makan di Ciutat Esportiva.
- Denda akan diberlakukan untuk keterlambatan dan akan berlipat ganda per pelanggaran.
- Dilarang tiba di rumah setelah jam 12 malam dalam waktu 48 jam menjelang pertandingan.
- Posisi utama di tim diberikan sepenuhnya berdasarkan penampilan dalam latihan. Tidak ada jaminan untuk setiap pemain.
- Kegiatan berisiko (seperti berselancar) dilarang selama musim berlangsung.
- Para pemain harus mewakili Barcelona dengan baik saat mereka berada di sekitar klub atau pergi berlibur.
Untuk target awal di Barcelona, Presiden klub Joan Laporta menargetkan hal yang lumayan ringan bagi Xavi. Manajer 41 tahun “hanya” ditargetkan membawa Barcelona lolos ke Liga Champions musim depan dan kembali bersaing memperebutkan gelar juara enam bulan pasca ia menjabat sebagai juru taktik klub.
“Lolos di antara empat besar dan lolos ke babak 16 besar Liga Champions itu perlu untuk menjaga wibawa kami,” ujar Laporta seperti dilansir Football Espana. “Bukan cuma harus lolos empat besar, kami juga harus bersaing,” katanya menambahkan.
Baca Juga:
- 5 Fakta Mees Hilgers, Calon Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia
- 5 Fakta Kevin Diks, Pemain Berdarah Belanda yang Siap Dinaturalisasi Timnas Indonesia
- 5 Fakta Wonderkid Indonesia yang Siap Bersinar
- 5 Fakta Jordi Amat, Calon Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia
Xavi boleh dibilang masih seumur jagung dalam melatih Barcelona. Jalannya melatih Barca masih panjang. Namun andai tim terus mendukungnya, bukan tak mungkin kesuksesan bakal didapatkan oleh pemenang Piala Dunia 2010 itu. Meski baru dua bulan melatih, Barca sudah memberikan kebebasan penuh bagi Xavi.
Terkait transfer klub misal. Barcelona sempat mengincar Raheem Sterling untuk memberikan juru gedor anyar di lini serang. Namun Xavi justru memilih rekan setim Sterling, Ferran Torres. Pemain 21 tahun sukses didatangkan di bursa musim dingin dengan mahar 55 juta Euro plus bonus di angka 10 juta Euro.
Sejauh ini, intuisi Xavi terbilang tepat. Ferran yang baru sembuh dari cedera retak kaki langsung memberikan impresi bagi Barcelona. Ia sudah memainkan dua laga di lintas kompetisi dan mendulang satu gol. Secara performa, Barca memang masih inkonsisten dalam kemenangan. Mereka sempat keok dari Real Madrid di ajang Piala Super Spanyol. Namun Gerard Pique merasa jika tim sudah berada dalam jalur yang benar.
“Satu-satunya ‘tetapi’ adalah kami belum menang [vs Real Madrid]. Kami bermain sangat baik. Kami mengambil permainan dan mengambil risiko. Pada akhirnya, mereka memenangkan semifinal dengan serangan balik,” ucap Gerard Pique dikutip dari Sport.
“Saya sangat bangga dengan tim ini. Bermain seperti ini kami akan mulai menang dan bersaing untuk trofi.”
Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com















