Tag: Aleksander Ceferin

Apapun Kondisinya, Presiden UEFA Yakin Liverpool Bakal Tetap Juara di Musim Ini

Vivagoal Liga Inggris – Presiden UEFA, Alexander Ceferin menilai Liverpool bakal tetap juara musim ini meski liga dinyatakan tidak selesai. Mengapa demikian?

Sebelumnya, Liverpool memang tinggal selangkah lagi menyudahi streak tak juara liga selama 30 tahun. Mereka hanya membutuhkan dua kemenangan guna mengunci Premier League yang sudah lama dinantikan. Posisi mereka bahkan mustahil dikejar oleh Manchester City di peringkat kedua lantaran perbedaan poin yang cukup signifikan. Keduanya berselisih 25 angka!

Namun, penantian Liverpool harus sedikit tertunda lantaran pandemi corona yang menyelimuti Inggris dalam satu bulan terakhir. Hal ini menimbulkan pro dan kontra lantaran ada yang meminta Liga dihentikan karena situasi sudah tak kondusif. Di sisi lain, ada yang berharap liga tetap ditentukan dengan klasemen yang ada saat ini. Terkait hal tersebut, Ceferin pun buka suara.

“Saya tak melihat adanya kemungkinan Liverpool tidak meraih titel. Jika liga dilanjutkan, mereka nyaris pasti akan memenanginya. Secara teoretis memang belum pasti, tapi praktis sudah dekat,” kata Ceferin kepada media Slovenia Ekipa, dinukil Goal International.


Baca Juga:


“Namun, jika liga tidak bisa dimainkan, tetap perlu untuk mengumumkan hasilnya dalam suatu cara dan menemukan kunci terkait cara menentukan juara. Dan, tentu saja, sekali lagi saya tak melihat skenario yang berarti juaranya bukan Liverpool.”

Ceferin bahkan menyebut banyak fans Liverpool yang akan kecewa andai tim kesayangannya btal juara. Namun ia yakin, Liverpool akan tetap menjuarai liga dengan dilanjutkan atau tidaknya Premier League

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Tegas! UEFA Siap Sanksi Berat Mereka Yang Berani Hentikan Musim Lebih Cepat

0

VivagoalBerita Bola – Di tengah pandemi Corona saat ini, pilihan untuk mengakhiri kompetisi lebih awal muncul. Namun opsi tersebut tidak bisa diterima oleh UEFA yang bahkan siap memberi sanksi tegas kepada mereka yang bertindak semaunya.

Di tengah semua kompetisi Eropa yang belum jelas arahnya, Jupiler Pro League, pentas sepak bola tertinggi di Belgia, dikabarkan akan mengambil langkah dini. Pihak penyelenggara dikabarkan siap menyudahi kompetisi di titik ini akibat pandemi Corona.

Namun presiden UEFA, Aleksander Ceferin, tidak sepakat dengan langkah tersebut. Menurutnya penghentian kompetisi lebih dini bukanlah langkah yang bijak.

“Saya tidak yakin itu adalah keputusan yang tepat. Solidaritas bukanlah jalan satu arah. Anda tidak bisa meminta bantuan lalu membuat keputusan sendiri [mengakhiri musim],” ujar Ceferin kepada ZDF.

Ceferin bahkan sudah menyiapkan sanksi berat kepada mereka yang berani mengakhiri musim lebih dini. Ia mengatakan akan mencabut hak klub untuk bermain di pentas Eropa musim depan.

“Orang Belgia beserta federasinya yang mungkin sedang mempertimbangkan hal yang sama membuat partisipasinya di kompetisi Eropa musim depan dalam terancam,” lanjutnya.


Baca Juga:



Caferin menambahkan jika keinginan UEFA adalah tetap melanjutkan musim ini. Meski laga nanti tanpa penonton serta jadwal menjadi padat, namun kompetisi seharusnya tetap kembali berjalan.

“Niat UEFA adalah menyelesaikan semua musim liga, walau waktu pelaksanaannya akan menjadi sangat panjang serta memainkan sisa pertandingan tanpa penonton,” tambahnya.

“Sepak bola memang tidak sama tanpa kehadiran fans, namun sudah pasti lebih baik untuk bermain dan menyaksikannya lewat TV, daripada tidak ada sama sekali,” pungkasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com

Kompetisi Sulit Dilanjutkan Jika Ditunda Hingga Juli

0

Vivagoal Berita Bola – Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, berencana untuk menggelar kompetisi sebelum Juli. Jika itu gagal, maka suit untuk melanjutkan kompetisi musim ini.

Di Tengah merebaknya virus Corona, sebagian kompetisi di Eropa terpaksa ditunda. Kondisi tersebut jelas berimbas pada jadwal kompetisi yang ada. Selain itu klub-klub peserta dipastikan akan kesulitan mempersiapkan kompetisi untuk musim depan.

Dalam situasi pelik yang terjadi saat ini, Caferin mengharapkan kompetisi dilanjutkan sebelum Juli. Jika hal tersebut urung dilakukan, maka Caferin pesimis musim ini bisa dilanjutkan kembali.

Hanya UEFA tak ingin terburu-buru mengambil keputusan. Mereka masih terus berkomunikasi dengan pihak klub dan liga untuk mencapai solusi yang terbaik untuk masalah ini.

“Tidak ada yang tahu kapan pandemi ini akan berakhir. Kami memiliki rencana A, B atau C: untuk bisa memulai kembali pada pertengahan Mei, pada Juni atau pada akhir Juni,” ujar Ceferin dikutip dari NBC Sport.


Baca Juga:



“Jika kemudian kita tidak dapat melakukan semua ini, musim mungkin harus dihentikan. Ada juga kemungkinan mengakhiri musim ini dengan menggeser jadwal di musim depan.”

“Kami telah berkomunikasi dengan pihak liga, klub, dan beberapa organisasi. Kami akan melihat solusi apa yang terbaik untuk semua dan kami masih harus harus menunggu kepastian terbaik,” jelasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com

Presiden UEFA Desak Sistem VAR Soal Offside Diubah

0

Vivagoal Internasional – Presiden Federasi Sepakbola Eropa, UEFA, Aleksander Ceferin menyerukan agar sistem Video Assistant Referee (VAR) diubah. Menurut Ceferin, alat bantu wasit itu masih punya kekurangan, khususnya dalam penentuan garis offside.

Teknologi Video Assistant Referee (VAR) yang dihadirkan dalam dunia sepakbola modern saat ini nyatanya masih menimbulkan sejumlah kontroversi. Meski sebagian pihak merasa puas dengan kehadiran VAR, tapi tidak sedikit yang mengkritik sistem penggunaannya.

Baca JugaVivagoal Bagi-Bagi Hadiah, Mainkan Kuisnya Di Sini!

Ceferin sendiri menganggap VAR sudah mendatangkan kekacauan di dunia sepakbola Eropa saat ini, utamanya terkait posisi offside harus direvisi ulang.

“VAR buat semua berantakan. Saya tidak berpikir soal satu atau dua centimeter untuk offside. Saya pikir aturan dari UEFA sebelumnya sudah cukup.” kata Ceferin seperti dilansir dari BBC.

“Sayangnya, UEFA tidak memiliki banyak intervensi dalam kompetisi sepakbola di tiap-tiap liga mengenai aturan VAR ini. Ini jelas kesalahan jika terus dibiarkan.” kesalnya.

Ceferin sendiri mulai ragu bahwa VAR bisa membantu banyak tim. Pasalnya, dalam beberapa situasi yang meragukan di lapangan, VAR di saat yang bersamaan malah memiliki efek jangka panjang.

Baca juga: Jika Bukan Pemain Madrid, Mustahil Bisa Patahkan Dominasi Messi

“Jika anda adalah wasit di lapangan, meskipun ada ribuan orang yang menekan anda, keputusan tetap ada di diri anda, bukan dari orang yang bersembunyi di suatu tempat dan menatap layar.” jelas Ceferin.

“Sekali lagi, saya sangat skeptis bahwa VAR ini bisa berjalan baik. Faktanya hingga saat ini, semua berantakan dan banyak menimbulkan kontroversi.” tutupnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com

UEFA Akui Aturan FFP Masih Miliki Kelemahan

0

Vivagoal – Presiden UEFA, Aleksander Ceferin tidak menyangkal jika peraturan terkait Financial Fair Play (FFP) yang dibuat oleh UEFA masih memiliki beberapa kelemahan.

Tiga media ternama Eropa Der Spiegel dan Mediapart bersama dengan Football Leaks dengan kompak melayangkan tudingan pelanggaran FFP yang dilakukan oleh dua klub raksasa yakni Paris Saint-Germain dan Manchester City.

Dalam laporannya mereka menyebutkan jika masing-masing pemilik klub tersebut dengan sengaja memasukkan uang kepada sponsor-sponsor mereka sebagai media untuk menyuntikkan dana segar kepada klub. Tuduhan itu juga disertai dengan berbagai bukti termasuk email antara pemilik dan juga pihak sponsor.

Hal senada juga sempat diutarakan oleh presiden La Liga, Javier Tebas. Ia meminta kepada pihak UEFA untuk melakukan penyelidikan ketat kepada kedua klub di atas terkait tudingan tersebut.

Menanggapi hal tersebut Caferin sendiri mengaku enggan bicara terlalu banyak. Ia hanya mengatakan jika FFP memang masih memiliki kelemahan dan pihaknya akan terus melakukan pengembangan.

“Saya tidak ingin hanya membahas tentang Manchester City atau PSG, tapi juga semua klub bahwa aturan harus dibuat kuat dan jelas. Yang jelas kami bertindak sesuai aturan dan regulasi yang ada,” buka Ceferin kepad BBC Sport.

“[Tuduhan] Itu adalah penyebab perdebatan. Terlalu dini untuk mengatakan hal tersebut berpotensi hukuman, namun kami tahu bahwa aturan yang ada mungkin punya titik lemah pada poin tertentu. Terlebih peraturan di beberapa negara kerap berubah dan beradaptasi dengan era modern.”

Lebih lanjut ia menegaskan jika UEFA akan terus memperbaharui dan memperkuat semua peraturan yang ada terutama berkaitan dengan pergerakan uang yang ada bersama klub-klub saat ini.

“Kami akan melakukan modernisasi, melihat ulang aturan dan regulasi yang ada setiap saat terkait situasi pasar sepakbola yang selalu berubah.”

“Itu akan menjadi poin utama kami tentang masa depan. Apakah kami harus melakukan sesuatu agar aturan menjadi lebih tegas? Ya, tentu saja.”

Terkait tuduhan itu sendiri kedua klub telah menyatakan penolakannya. City merasa reputasi klub tengah terancaman, sementara PSG menekankan mereka selalu mematuhi aturan yang ditetapkan UEFA.

Selalu update berita bola terkini seputar sepakbola dunia hanya di vivagoal.com

LATEST NEWS

- Advertisement -

HOT NEWS