Tag: Fakta Liga Inggris

Van Der Sar Tertarik Bekerja di Manchester United

Vivagoal Liga InggrisKabar baik datang bagi kubu Manchester United. Salah satu mantan pemainnya, Edwin Van der Sar mengaku tertarik untuk menjabat di salah satu posisi di klub.

Manchester United disebut kesulitan bersaing di bursa transfer setelah keputusan terkait transfer dan segala hal di balik layar klub dipegang oleh satu orang. Adalah Ed Woodward yang memegang semua kendali yang nyatanya berjalan kurang efisien.

Manajemen kemudian disebut mulai tertarik untuk mempekerjakan seorang Direktur Olahraga dalam klub tersebut. Salah satu nama yang santer dikaitkan dengan posisi tersebut adalah Van der Sar.

Pria yang kini menjabat sebagai CEO Ajax Amsterdam itu sendiri tak menampik jika ada dua klub yang sampai saat ini ia cintai.

“Selain keluarga saya, Istri saya dan anak-anak saya, saya memiliki dua hal yang sangat saya cintai,” buka van der Sar kepada Planet Futbol.

Baca Juga: Van der Sar Syafakat Lihat Manchester United

“Cinta pertama saya adalah Ajax, klub yang memberi kesempatan bagi saya untuk berkembang. Mereka mengamati permainan saya dan memberikan saya kesempatan untuk bersinar di dunia sepakbola.”

“Cinta saya berikutnya adalah klub terakhir saya, Manchester United. Mereka memberikan perhatian, pengakuan dan segalanya bagi saya di fase akhir karir saya.”

Sempat mengatakan penolakannya untuk bekerja di Manchester United pada musim panas kemarin, Van der Sar kemudian menuturkan hal yang berbeda. Kini pria yang dulu berposisi sebagai penjaga gawang itu mengaku siap bekerja di Old Trafford.

“Tentu saja saya tertarik, saya tertarik dengan sebuah posisi di klub tersebut [Manchester United[. Namun saya masih perlu belajar lebih banyak di Ajax, mengembangkan diri saya lebih baik lagi di sini.”

“Kita lihat apa yang akan terjadi di masa depan. United adalah klub yang fantastis yang diikuti banyak orang di seluruh dunia. Semua orang ingin bermain untuk mereka dan juga bekerja bersama mereka.” tegasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Arsenal Diminta Tak Mainkan Lagi Pemain Ini, Kenapa?

Vivagoal Liga InggrisEks pemain the Gunners di era 80′-an, Charlie Nicholas, meminta Unai Emery untuk tak lagi memainkan Granit Xhaka di laga-laga berikutnya karena performanya yang buruk.

Xhaka sendiri selalu menjadi pilihan utama Emery pada gelaran musim lalu. Bahkan sebaik-baiknya penampilan Lucas Torreira dan Matteo Guendouzi, namanya tak pernah lepas dari starting XI Arsenal.

Namun musim ini performa Xhaka terus menjadi sorotan terutama setelah dirinya tampil di bawah standar lawan Tottenham Hotspur. Pada derby London utara tersebut tanpa alasan jelas Xhaka menjatuhkan Son Heung-Min di kotak terlarang.

Xhaka kemudian tampil cukup apik saat Arsenal menjalani laga perdananya di ajang Liga Europa kontra Eintracht Frankfurt, Kamis (19/9/2019). Xhaka bermain selama 90 menit penuh dan berkontribusi dalam kemenangan Arsenal 3-0.

Baca Juga: Xhaka Sebut Arsenal Terlalu Takut Saat Lawan Watford, Benarkah?

Meski demikian Nicholas tak melihat ada alasan lagi untuk menempatkan Xhaka dalam starter Arsenal. Ia melihat ada nama-nama lain yang masih bisa dimainkan oleh Emery selain gelandang asal Swiss tersebut.

“Tidak peduli apakah ada satu atau dua gelandang yang melindungi empat pemain belakang dan saya pikir inilah waktu yang tepat meninggalkan Granit Xhaka di pinggir lapangan,” tutur Nicholas seperti dikutip dari Metro.

“Saya menyukai Mateo Guendouzi namun dia masih begitu muda, naif dan terlalu mudah tertarik ke bola. Mereka harus menyelesaikan masalah di sektor pertahanan dan bila mereka tidak cukup bagus, tinggalkan saja. Taruh Lucas Torreira di depan lini tengah,” lanjutnya

Tidak berhenti di sana, Nicholas juga meminta rekrutan anyar Arsenal, Nicolas Pepe, untuk segera memberi bukti kualitasnya di lapangan. Pemain 57 tahun tersebut belum melihat adanya kontribusi maksimal dari pemain asal Pantai Gading tersebut.

“Mereka harus mendapatkan yang lebih dari Nicolas Pepe dan dia seharusnya sudah harus fit sekarang,” tambahnya.

“Pepe harus menggunakan muslihat serta kecepatannya untuk membantu Pierre-Emerick Aubameyang. Unai Emery juga harus memainkan Reiss Nelson atau Joe Willock. Dani Ceballos harus bermain begitu juga Mesut Ozil. Mereka bergerak dengan baik pada pekan lalu,” tandasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Pemain Muda Barcelona Ini Diincar oleh The Gunners

VivagoalLiga Inggris – The Gunners julukan Arsenal sedang melakukan negosiasi dengan perwakilan dari pemain muda Barcelona, Malcolm terkait mendatangkan ke Emirates Stadium musim ini. Akan tetapi, ada dua hal yang menghalangi kepindahannya tersebut.

Unai Emery selaku manajer Arsenal sedang memprioritaskan bursa transfer kepada Malcolm pada musim panas ini. Sebenarnya, ada beberapa nama yang telah dikaitkan Arsenal, namun masih belum jelas kebenarannya.

Setelah ditinggal pergi Danny Welbeck, pelatih Arsenal tersebut hanya memiliki Henrikh Mkhitaryan dan Alex Iwobi di posisi penyerang sayap. Dalam hal ini pasti Arsenal masih butuh pemain baru untuk mengisi kekosongan lini depan.

Baca Juga: Gara-gara Ozil, Arsenal Sulit Daratkan Bintang Lyon

Ada beberapa nama top sudah pernah dihubungkan dengan Arsenal. Mulai dari Yannick Carrasco, Nicolas Pepe, sampai Lucas Vazquez,. Sayangnya, dana belanjat minim Arsenal jadi kendala utama.

Sekarang ini, The Sun memberitakan bahwa Arsenal tengah mencari celah untuk merekrut Malcolm ke Emirates dengan harga yang pantas. Untuk Malcolm sendiri, menurut pihak Arsenal tidak akan menolak. Namun Arsenal sulit membuktikan kepada pihak Barcelona

Perlu diketahui, Malcolm telah bersama dengan Barcelona satu musim, namun hanya diberikan waktu tampil 24 kali sepanjang musim. Malcolm nampak sulit bermain di Barcelona untuk saat ini.

Tidak cukup sampai disitu, sekarang Barcelona sudah memiliki pemain bintang anyarnya, Antoine Griezmann di lini depan. Penyerang 22 tahun ini bakal kesulitan untuk bermain lagi di Barcelona. Pergi dari Barcelona adalah pilihan terbaik bagi Malcolm.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Soares Dikaitkan Untuk Mengisi Kekosongan Lini Serang Arsenal

VivagoalLiga Inggris – Edu selaku Direktur Olahraga Arsenal mengungkapkan keinginannya untuk menghadirkan Everton Soares. Dikabarkan Edu sedang melakukan komunikasi dengan Gremio terkait pemain muda Brasil tersebut.

Perlu diketahui, Everton Soares adalah pemain andalan Brasil dan termasuk salah satu pemain yang bersinar pada laga Copa America 2019 silam. Pemain muda Brasil tersebut membantu timnas meraih trofi yang telah lama dimimpikannya.

Tak hanya itu, pemain yang berusia 23 tahun tersebut juga mendapatkan penghargaan usai Copa America 2019. Penghargaan tersebut berupa trofi Golden Boot. Ia juga dinobatkan menjadi pemain “Man of The Match” karena performa apiknya di laga finall lawan Peru.

Baca Juga: Arsenal Masuk dalam Perburuan Wonderkid Brazil!

Diwartakan dari UOL dan GloboEsporte, Arsenal sudah mulai bergerak lebih cepat dan memulai negosiasi untuk Everton ketika pertandingan Copa America masih berlangsung. Direktur Olahraga Arsenal menyempatkan hadir pada ajang tersebut, dan memberikan informasi pada pihak klub.

Tak hanya itu, Edu dikabarkan telah bertemu dengan agen Everton, Gilnar Veloz pada pekan lalu. Sekarang ini, Arsenal sedang memberikan tawaran resmi kepada sang agen untuk merekrut ke Emirates.

Namun sayang, kabarnya Arsenal mendapatkan saingan baru yakni klub raksasa La Liga, Atletico Madrid. Bahkan Atletico Madrid siap menyodorkan 35 juta euro untuk penyerang 23 tahun tersebut. Siapa yang akan mendapatkan Everton Suarez? Atletico Madrid ataukah Arsenal?

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Manajemen Manchester United Berikan Dukungan Penuh Kepada Solskjaer

VivagoalLiga Inggris – Executive Chairman Manchester United, Ed Woodward menegaskan jika klub siap menyambut kebangkitan mereka bersama dengan Ole Gunnar Solskjaer.

Salah satu langkah sebagai dukungan mereka nanti adalah janji dana melimpah untuk belanja sang pelatih.

Perjalanan Manchester United di musim ini bisa dikatakan sangatlah mengecewakan. Sempat digadang-gadang sebagai calon penantang juara Premier League, mereka hanya mampu bersaing untuk posisi empat besar. Bahkan, di akhir musim mereka hanya mampu finis di peringkat enam dan dipastikan gagal mentas di Liga Champions musim depan.

Situasi tersebut tentu membuat Manchester United menjadi sorotan. Tidak hanya pemain dan juga pelatih, kini manajemen klub disebut enggan memberikan dukungan seratus persen untuk perkembangan tim.

Mereka disebut tak rela menggelontorkan dana besar untuk membantu pelatih memperbaiki setiap celah dalam skuat. Banyak yang mengatakan mereka juga akan melakukan hal yang sama pada era Solskjaer. Mudahnya, jika pelatih sekelas Jose Mourinho saja tak mendapat dukungan penuh apalagi pria Norwegia tersebut.

Akan tetapi Es Woodward menegaskan jika pihak klub akan memberikan dukungan penuh bagi sang pelatih untuk bisa kembali membawa tim ke jalurnya. Ia berjanji memberikan dana melimpah bagi Solskjaer untuk bisa membangun tim yang lebih solid musim depan.

“Setelah musim yang bergejolak, semua orang di Manchester United fokus membangun kesuksesan yang diharapkan klub hebat ini dan penggemar kami,” kata Ed Woodward dilansir ESPN.

“Musim ini jelas tidak berakhir seperti yang kami harapkan, finis di tempat keenam dan dengan perubahan manajerial yang mengganggu. Persiapan untuk musim baru sedang berlangsung dan kekuatan yang mendasari bisnis kami akan memungkinkan kami untuk mendukung manajer dan tim.

“Kekuatan bisnis kami berarti kami memiliki sumber daya keuangan untuk terus memberikan dasar yang kuat guna mendukung manajer dan menciptakan kesuksesan di lapangan. Ini, seperti biasa, tetap menjadi tujuan nomor satu kami.”

Diperkirakan untuk bisa mendukung sang pelatih dalam memperbaiki sekuatnya, Manchester United harus menyiapkan dana tidak kurang dari 200 juta poundsterling pada musim panas mendatang.

Selalu update berita bola terkini seputar sepakbola dunia hanya di vivagoal.com

Brighton Dinilai Tak Akan Jadi Penghalang City Juara

VivagoalLiga Inggris – Misi juara Manchester City musim ini kemungkinan akan berjalan lebih mudah. Hal ini mengingat catatan Pep Guardiola lawan Brighton & Hove Albion terbilang cukup apik.

Musim ini gelar juara Premier League baru akan dipastikan di laga terakhir yang serentak digelar pada Minggu (12/5) malam nanti. Liverpool akan menjamu Wolverhampton di Anfield sedang City akan berkunjung ke markas Brighton & Hove Albion di Amex Stadium.

Kendati bermain tandang, namun statistik pertemuan kedua tim cukup menguntungkan bagi kubu City.

 

Selama ditukangi oleh Guardiola, Man City sudah empat kali berhadapan dengan Brighton. Semuanya berakhir dengan kemenangan, tidak hanya itu saja mereka tercatat cukup apik dalam statistik memasukkan dan kemasukan gol.

Di musim lalu, City berhasil memetik kemenangan kandang serta tandang atas Brighton. Skor saat itu adalah 2-0 dan 3-1. Pada musim ini, City juga sudah membukukan dua kemenangan atas sang lawan.

Saat bermain pada putaran pertama Premier League di Etihad Stadium pada 29 September lalu, City memetik kemenangan 2-0. Sementara pada pertandingan semifinal Piala FA, City menang tipis atas Brighton dengan skor akhir 1-0.

Secara keseluruhan di bawah asuhan pelatih asal Spanyol itu, City sudah membukukan 8 gol dan baru kebobolan satu gol saat berhadapan dengan Brighton.

Ada satu pemain yang juga mempunyai rekor positif saat bertemu Brighton. Adalah Sergio Aguero yang selalu mencetak gol saat dua kali dipercaya bermain saat melawan Brighton. Total dua gol yang sudah dibukukan striker Argentina itu.

Kemenangan tentu akan menjadi target utama City. Tambahan tiga poin nantinya akan membuat mereka tetap unggul poin dari Liverpool meski mereka berhasil menang dengan skor berapapun atas The Wolves.

Selalu update berita bola terkini seputar sepakbola dunia hanya di vivagoal.com

Ini Saran Cech Bagi Para Pemain Yang Sering Dicadangkan

VivagoalLiga Inggris – Kiper senior Arsenal, Petr Cech memberikan saran kepada para pemain yang lebih sering duduk di bangku cadangan.

Menurutnya para pemain tersebut tetap memiliki peran penting bagi tim, hanya saja mereka harus terus menjaga level permainan mereka.

Cech sendiri musim ini harus puas menjadi pelapis semenjak kedatangan Bernd Leno di Arsenal. Kendati demikian Cech masih memiliki kesempatan menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam ajang-ajang tak kalah krusial seperti Piala FA dan Liga Europa.

 

Pengalaman dan kerja keras Cech memiliki dampak signifikan. Arsenal kini telah berada di babak semifinal Liga Europa di mana kans untuk lolos ke final terbuka lebar usai mereka mengantongi modal kemenangan 3-1 atas Valencia di leg pertama.

Namun mentalitas Cech belum tentu dimiliki oleh para pemain penghangat bangku cadangan yang lain. Kerap dicadangkan banyak dari mereka yang menurun terutama dalam segi mentalitas.

Tidak hanya itu menjadi pemain pelapis bisa merusak performa pemain. Pemain-pemain pelapis bisa kehilangan ritme permainan mereka dan bakal kesulitan setiap kali bermain dengan tim inti.

Cech pun meminta mereka untuk tidak berkecil hati. Menjadi pemain cadangan memang menyakitkan namun mereka harus tetap memberi yang terbaik saat diturunkan oleh sang pelatih, Unai Emery.

“Saya kira kuncinya adalah terus berlatih. Anda terus berlatih sebaik mungkin, dan dipadu dengan pengalaman saya, anda terus mempersiapkan diri setiap pekan. Meski anda bermain reguler, kuncinya tetap pada latihan,” tutur Cech di Arsenal.com.

“Jika anda mempersiapkan diri dengan baik dan dengan pengalaman anda, anda tidak akan merasakan perbedaan yang terlalu besar [saat dimainkan]. Saya merasa siap untuk setiap pertandingan.”

Cech sendiri sudah dipastikan bakal pensiun dari dunia sepak bola di akhir musim ini. Dia berharap bisa mempersembahkan satu trofi lagi sebelum pergi dari dunia yang sudah membesarkan namanya tersebut.

Selalu update berita bola terkini seputar sepakbola dunia hanya di vivagoal.com

Usai Imbang, Ini Tanggapan Pedas Legenda MU ke Solskjaer!

Vivagoal Liga Inggris – Setelah menerima rentetan hasil buruk pada beberapa pertandingan terakhir, nama Ole Gunnar Solskjaer kembali menjadi polemik di tubuh Manchester United.

Setelah memulai debut dengan manis, performa anak asuhnya justru menurun drastis ketika ia diresmikan menjadi pelatih tetap Setan Merah beberapa waktu yang lalu.

Terbaru, Solskjaer bersama Manchester United gagal memenangkan pertandingan setelah ditahan imbang Chelsea 1-1, Minggu (28/04/19) malam WIB. Bermain di Old Trafford, Paul Pogba dan kolega yang sempat unggul kembali gagal meraup poin penuh, setelah tim tamu mampu menyamakan kedudukan lewat Marcos Alonso jelang akhir babak pertama.

 

Pada laga sebelumnya, Manchester United dipermalukan Manchester City 0-2 di tempat yang sama. Legenda Manchester United, Lee Sharpe, merasa tidak yakin bahwa Solskjaer adalah sosok yang tepat yang bisa mengembalikan kejayaan mantan klubnya

“Saya tidak terlalu percaya jika Solskjaer mampu membawa kembali Manchester United ke posisi semula menjadi salah satu kekuatan di Liga Inggris,” ujar Sharpe seperti dilansir dari Manchester Evening News.

“Performa klub saat ini sangat mengerikan, menderita delapan kekalahan dari sepuluh pertandingan, saya pikir manajemen akan berpikir ulang tentang penunjukan Solskjaer,” tambah pemain yang dulu berposisi sebagai sayap tersebut.

Awalnya, Solskjaer ditunjuk sebagai pelatih sementara Manchester United menggantikan Jose Mourinho yang dipecat Desember 2018 lalu. Peforma Manchester United yang terus meningkat, membuat manajemen Setan Merah mematenkankan kontrak manajer asal Norwegia itu pada akhir Maret.

Namun Sharp memperingatkan Solskjaer agar bisa membenahi klub di bursa transfer awal musim panas mendatang. Jika gagal, bukan tidak mungkin pelatih berusia 46 tahun ini akan bernasib sama dengan Mourinho.

“Solskjaer punya kesempatan membenahi tim di pasar transfer. Tapi, jika performa masih seperti sekarang, manajemen Manchester United mungkin bakal menekan tombol panik,” bebernya.

Kini, Solskjaer tengah berjuang keras bersama skuat anak asuhnya untuk bisa finis di posisi empat besar demi mengamankan tempat di Liga Champions musim depan. Manchester United akan menghadapi Huddersfield Town dan Cardiff City di dua pertandingan sisa Premier League musim ini.

 

3 Kelemahan yang Bikin Manchester United Tumbang Kontra Everton

VivagoalLiga Inggris – Manchester United harus merasakan pahitnya kekalahan dan terbantai, oleh Everton di laga lanjutan Liga Primer Inggris pekan ke-34, Minggu (22/04/19) malam WIB.

Tampil di Stadion Goodison Park, The Red Devils takluk dengan skor 0-4. Masing-masing gol diciptakan oleh Richarlison, Gylfi Sigurdsson, Lucas Digne dan Theo Walcott.

Kekalahan ini pun membuat pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer sampai harus meminta maaf kepada para pendukungnya.

 

“Kami kalah di semua aspek hari ini. Satu-satunya keunggulan kami atas Everton adalah dukungan luar biasa yang kami miliki dari penggemar, meski kami tahu itu tidak akan membuat kami bisa mengalahkan mereka,” kata Solskjaer.

Selain itu, kekalahan ini membuat peluang Manchester United untuk finis di empat besar atau zona Liga Champiions menipis. Saat ini, mereka tertahan di posisi keenam dengan koleksi 64 poin.

Manchester United berselisih dua poin dari Arsenal (4) dan Chelsea (5) yang mempunyai jumlah poin sama yakni 66 poin. Lantas, inilah 3 hal di balik hasil buruk Manchester United ini?

1. Buruknya Kinerja Lini Belakang

Rapuhnya lini belakang jadi salah satu faktor kekalahan telak Manchester United dari Everton. Tiga bek yang dimainkan, Chris Smalling, Phill Jones dan Victor Lindelof tidak bisa berbuat banyak.

Mereka tampil buruk dalam menahan serangan balik cepat, serta tidak berjalannya saling kerja sama melakukan cover untuk menutup ruang tembak para pemain lawan.

Alhasil, para pemain Everton dengan mudah melepaskan tembakan dari luar kotak penalti, bahkan dua diantaranya berhasil menjadi gol.

Kelemahan lini belakang United dalam menutup ruang tembak juga sudah terjadi, saat mereka berhadapan dengan Barcelona di leg kedua perempaftinal Liga Champions.

Dua dari tiga gol yang tercipta itu hasil bola placing dari luar kotak penalti oleh Lionel Messi dan Philippe Coutinho. Bahkan gawang David De Gea sejauh musim ini, sudah kebobolan 48 gol. Jadi yang terbanyak dalam sejarah, sejak musim 1978/79.

2. Kurang Gairah

Performa seluruh pemain Manchester United yang tampil melawan Everton mendapat banyak kritik, lantaran jauh panggang dari api.

Mereka terlihat malas-malasan, bermain tanpa gairah, tidak bisa mengatur tempo dan kerap kehilangan bola. Hal ini lah yang membuat Ole Gunnar Solskjaer kecewa. Ia mengeluhkan profesionalitas para pemainnya usai laga.

“Saya tidak tahu, coba Anda tanyakan kepada mereka (pemain). Saya sudah melakukannya, tapi tidak akan saya kasih tahu jawabannya kepada Anda.”

“Yang pasti, jika Anda ingin bermain di klub ini, maka harus jadi sosok yang lebih berarti,” kata Solskjaer saat ditanya apakah para pemainnya peduli terhadap performa klub.

3. Tumpulnya Lini Depan

Biang kerok terakhir yang patut bertanggung jawab atas hasil negatif ini adalah lini serang Manchester United yang tumpul.

Buktinya, sepanjang 90 menit tim yang bermarkas di Old Trafford itu hanya mampu menciptakan 1 shots on target dari total 7 tembakan ke arah gawang Everton. Itu pun terjadi di penghujung laga, tepatnya menit ke-86 dari tembakan Anthony Martial.

Hal ini berbanding terbalik dari performa agresif Everton, yang mampu menciptakan 15 tembakan ke gawang, 8 diantaranya tepat sasaran dan 50 persen berbuah gol, meski kalah dalam penguasaan bola (48%-51%).

Pemain MU Ini Ingin Klubnya Segera Bisa Bangkit

VivagoalLiga Inggris – Gelandang Manchester United Jesse Lingard meminta rekan-rekannya agar segera fokus ke semua pertandingan yang tersisa di liga jika mereka ingin mendapat tiket masuk ke Liga Champions musim depan.

Setan Merah tampil apik sejak ditangani oleh Ole Gunnar Solskjaer. Sebagai imbasnya, mereka mampu bersaing merebut satu tiket ke Liga Champions musim depan.

Selain itu mereka juga mampu melaju jauh di Liga Champions. Mereka sukses menapak ke babak perempat final.

 

Sayangnya di babak itu, mereka ditekuk oleh Barcelona. Dari dua pertemuan, Blaugrana unggul dengan agregat 4-0.

MU belakangan ini menuai hasil-hasil buruk. Mereka kalah lima kali dari tujuh laga di semua ajang kompetisi.

Hasil ini membuat kepercayaan diri mereka menurun. Padahal sebentar lagi mereka harus berduel lawan Everton, Manchester City dan Chelsea, plus Huddersfield.

Kekalahan di liga juga membuat MU sekarang turun ke posisi keenam dengan raihan 64 poin dari 33 laga. Mereka terpaut dua angka dari Chelsea dan Arsenal yang ada di posisi lima dan empat.

MU pun harus bisa segera bangkit dan meraih kemenangan lagi, dimulai dari laga kontra Everton. Sebab jika tidak kans mereka finis di zona empat besar bakal tertutup.

“Saya pikir itu akan menjadi pertandingan yang sulit. Kedua tim berjuang untuk sesuatu di akhir musim. Sama pentingnya bagi mereka seperti bagi kami, jadi kami harus berada di performa terbaik,” serunya pada MUTV.

“Kami tahu apa yang dipertaruhkan dan apa yang harus dimiliki. Empat besar, jelas bermain di Liga Champions musim depan. Ini kompetisi besar dan United selalu layak berada di sana,” serunya lagi.

“Kekalahan bisa cenderung terasa dalam waktu yang lama tetapi kami tahu kami memiliki pekan yang besar di depan, jadi Ole telah mencoba mengalihkan perhatian kami dan berkonsentrasi pada Everton, City dan Chelsea. Mereka adalah tiga pertandingan besar yang perlu kami menangi. Kami harus 100 persen dalam setiap pertandingan dengan pola pikir untuk menang dan mendapatkan tiga poin, yang merupakan hal terpenting,” tutupnya.

LATEST NEWS

- Advertisement -

HOT NEWS