Tag: Giorgio Chiellini

Bek Veteran Juventus Ini Ingin Terus Bermain Hingga Dua Musim Ke Depan

Vivagoal Serie A – Giorgio Chiellini yang akan berusia 36 tahun pada Agustus nanti mengatakan ingin bermain satu atau bahkan dua musim lagi bersama Juventus, bergantung sejauh mana fisiknya dapat bertahan.

Chiellini sendiri akan habis kontraknya pada Juni 2020 nanti, waktu yang sepertinya pas untuknya gantung sepatu. Terlebih lagi ia mulai akrab dengan cedera seperti cedera ACL yang memaksanya absen begitu lama musim ini.

Akan tetapi Chiellini belum akan menyerah. Ia siap bermain satu musim atau jika fisiknya masih memungkinkan maka ia akan bertahan dua musim lagi di Turin.

“Saya akan bermain satu tahun lagi, maka saya akan melihat bagaimana perasaan saya dan bagaimana kaki saya bertahan. Saya bisa pensiun musim panas mendatang atau memiliki musim lain setelah itu,” katanya kepada Martina Colombari dalam obrolan Instagram Live, via Football Italia.

“Saya ingin melanjutkan di dunia sepak bola, mungkin lebih sebagai peran pengarah daripada manajemen. Akan tetapi Anda tidak pernah tahu dalam hidup,” sambung Chiellini.

Lebih lanjut Chiellini menebar harapan untuk bisa bermain di Piala Euro mendatang. Ia berharap bisa menjadi pengasuh bagi para pemain muda nantinya.

“Saya juga berharap bisa bermain di Euro 2020 yang tertunda, jadi saya juga bisa bertindak sebagai pengasuh bagi pemain muda berbakat dalam skuat. Ini akan menjadi lingkaran penuh,” seru Chiellini.


Baca Juga:


Chiellini juga menjelaskan tentang cedera ACL yang ia derita. Menurutnya pengalaman serta umur membuatnya bisa berdamai dengan keadaan. Situasinya jelas akan berbeda ketika ia masih berusia 10 tahun lebih muda.

“Saya pikir jika itu terjadi 10 tahun yang lalu, saya tidak akan memiliki ketenangan dalam pikiran saya untuk menerimanya,” ungkap Chiellini.

“Di usia 35, dengan semua pengalaman yang saya miliki, saya bisa memahaminya sebagai fase yang berlalu dan Anda mengubahnya menjadi energi untuk pulih. Saya telah meningkatkan mental saya secara keseluruhan, karena ketika saya masih muda, saya akan menggunakan banyak energi dengan menjadi marah. Saya memiliki kehidupan yang beruntung, jadi mengingat bahwa di saat-saat buruk membantu Anda memusatkan kemarahan itu,” tandas Chiellini.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Chiellini; Tiba di Juventus, Higuain Merasa Seperti di Surga

Vivagoal Serie A – Kapten Juventus, Giorgio Chiellini menceritakan pengalaman pertama kala Gonzalo Higuain didatangkan dari Napoli pada 2016 silam.

Transfer Higuain itu sendiri mengundang reaksi keras dari para pendukung Napoli. Mereka menyebut jika striker asal Argentina tersebut merupakan sosok pengkhianat. Bahkan dalam rilis 11 legenda asal Argentina yang pernah bermain di Napoli, Higuain tak masuk dalam daftar tersebut.

Namun Chiellini menyebut jika Higuain tetap memberikan yang terbaik selama berada di Juventus. Tak ada dampak besar dari kritik yang datang dan menurutnya Higuain mampu memberikan semangat tersendiri dalam tim.

“Gonzalo [Higuain] merupakan sosok yang begitu baik. Dia menyenangkan, kerap menuntut tapi menyenangkan, dia selalu ingin mendapat rasa percaya diri dari para pemain di sekitarnya,” ujar Chiellini dalam buku otobiografinya seperti dikutip Football Italia.

“Saya menyukai dia, saya suka keefektifan khas pemain Latin dari dia. Dia adalah rekan setim saya dan seseorang yang sensitif: hal ini membuatnya sangat memikirkan sesuatu, mungkin terlalu banyak di beberapa laga,” tambahnya.

Chiellini juga mengingat saat Higuain pertama kali tiba di Turin. Dengan jelas eks pemain Real Madrid itu menyebut jika Juventus adalah surga baginya.


Baca Juga:



“Saya ingat hari-hari pertama saat Higuain di Turin. Dia ingin keluar untuk minum dan kami meminta kira-kira hanya dua foto selfie,” ungkap Chiellini.

“Ini surga!’ Gonzalo terus mengulanginya setiap hari, surga yang bisa dibuat dengan fakta bahwa Juventus merupakan keluarga yang sesungguhnya’,” tukas Chiellini.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Chiellini: Kami Kalah Dari Madrid Karena Lelah

Vivagoal – Serie A – Bek kawakan Juventus, Giorgio Chiellini menjelaskan kegagalan Si Nyonya Tua atas Real Madrid di Liga Champions tiga tahun lalu hanya karena kelelahan saja.

Pada musim 2017, Juventus berhasil sampai pada liga final. Bianconeri berhadapan dengan Real Madrid yang dipenuhi pemain bintang. Meski demikian, Juventus berhasil menahan Los Blancos di leg pertama dengan skor 1-1.

Namun sayangnya pada leg kedua skuad Juventus seolah kehilangan tempo. Mereka terpaksa mengakui keunggulan Real Madrid usai tiga gol yang mereka sarangkan pada gawang Buffon tanpa ada gol balasan dari Bianconeri.

Dilansir Football Italia, penampilan yang kurang solid antar penggawa pun membuat mereka terlibat perseteruan panas di ruang ganti. Namun Chiellini mengatakan semua terjadi karena para rekannya mengalami kelelahan.


Baca Juga:


“Ada banyak berita yang tersebar ketika Cardiff kalah dengan Real Madrid di final Liga Champions. Dan menurut saya sudah tidak ada lagi yang aneh. Tidak ada yang mengejutkan pada babak pertama. Kami tidak ada yang benar-benar berjuang.

“Saat itu kekalahan kami dikarenakan, kami dalam keadaan sangat kelelahan. Final selalu terlambat untuk kami. Bahkan kami sangat kelelahan pada babak pertama, Mandzukic dan Pjanic pun sudah tidak dapat melangkahkan kakinya.

“Kala pelatih berbicara kepada kami, kedua lutut mereka mengalami perawatan. Kami kehabisan napas, jadi kami mencoba menguatkan satu sama lain. Kami sudah berhasil menahannya Madrid, tapi kemenangan mereka sangat dramatis,” tutup Chiellini.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Kepindahan Bonucci ke AC Milan Dianggap Tanpa Logika!

Vivagoal Serie AGiorgio Chiellini menyebut jika kepindahan Leonardo Bonucci ke AC Milan 2017 lalu tidak didasari dengan logika. Akan lebih masuk akal jika rekannya itu hengkang ke Real Madrid.

Tiga tahun lalu, Bonucci mengejutkan publik saat berpisah dengan Juventus. Tak tanggung-tanggung, sang bek berlabuh ke kubu salah satu rival yakni AC Milan sebelum akhirnya kembali ke Turin di musim berikutnya.

Chiellini pun mengatakan dirinya sempat menyesal tak bisa meyakinkan Bonucci untuk bertahan. Ia juga menyebut jika rekan satu timnya itu pindah tanpa memakai logika. Situasi akan lebih bisa diterima jika Bonucci hengkang ke klub lain seperti Real Madrid.

“Perjalanannya di Milan berbeda, suatu pilihan yang tentu saja keliru karena ia tidak berdamai dengan dirinya sendiri, oleh karena itu kepergiannya tidak dengan cara yang jelas,” tulis Chiellini, dalam buku otobiografinya ‘Io, Giorgio’ seperti dikutip Corriere dello Sport.


Baca Juga:


“Leo terguncang karena berbagai alasan. Saya menyesal karena semuanya berlangsung selama berpekan-pekan ketika kami tidak saling bertemu satu sama lain.”

“Saya yakin kalau itu berlangsung di waktu lain, saya akan membuatnya berpikir untuk bertahan. Seperti [Antonio] Conte pada Juli 2014, mereka selalu pergi ketika saya tidak ada di sana.”

“Dengan Leo saya berbicara bahwa segalanya sudah mapan [di Juventus]… sesuatu [keputusan pergi ke Milan yang dibuat] tanpa logika dari awal hingga akhir.”

“Saya akan lebih bisa memahami jika ia pergi ke Real Madrid, tapi ke Milan? Untungnya, takdir ingin semuanya kembali seperti semula.”

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Vidal Kesal Chiellini Umbar Keburukannya

Vivagoal Serie A – Arturo Vidal mengaku begitu jengkel setelah mantan rekan setimnya di Juventus, Giorgio Chiellini mengumbar keburukannya ke hadapan publik.

Dalam otobiografinya, Chiellini cukup vokal dalam menceritakan pengalamannya semasa menjadi pesepakbola profesional. Sayang, komentar negatif justru mengalir lebih deras untuk bukunya tersebut.

Hal ini mengingat banyaknya kontroversi di dalamnya. Sebelumnya ia menyinggung Mario Balotelli, rekannya di timnas Italia serta mantan rekan setimnya di Juventus, Felipe Melo.

Terbaru, Chiellini juga memasukkan nama Vidal di dalamnya. Ia menyebut jika Vidal memiliki satu kelemahan yakni kepada alkohol.

“Seorang pesepakbola tidak bisa dikatakan sebagai iblis atau orang suci. Perbedaan yang harus dibuat adalah hal lain. Yaitu, antara mereka yang nyata dan mereka yang palsu,” tulisnya dalam kutipan yang dibocorkan oleh SOS Fanta, seperti dilansir oleh Football Italia.

“Seseorang seperti Vidal kadang keluar dan minum lebih banyak dari yang seharusnya. Semua orang tahu itu. Dapat dikatakan bahwa alkohol sedikit menjadi kelemahan baginya,” ungkapnya.

“Namun, itu tidak mempertanyakan apakah ia seorang juara atau tipe orang seperti apa dirinya,” seru Chiellini.

Vidal kemudian terlihat kesal dengan hal tersebut. Menurutnya ada kode-kode etik yang seharusnya tidak dilakukan oleh para pemain. Penjelasan Chiellini menurutnya tak bisa diterima.


Baca Juga:



“Orang-orang berfokus pada hal-hal terburuk yang dikatakan Chiellini. Saya tidak mengerti mengapa orang harus mengatakan hal-hal itu, itu membuat saya jengkel,” kata Vidal dalam obrolan Instagram Live, via
Goal.

“Tetapi ia juga mengatakan bahwa saya adalah seorang juara. Ia telah menghubungi saya dan menjelaskan kepada saya. Saya tidak melakukan apa pun yang tidak bisa saya lakukan. Saya diizinkan keluar. Saya adalah manusia seperti orang lain. Saya bekerja keras dan jika teman-teman bertemu untuk sebuah Asado [acara sosial] dengan izin klub, saya akan pergi juga,”

“Jika saya harus tetap fokus, saya melakukannya, tetapi ketika giliran saya untuk bersenang-senang saya memanfaatkannya, saya sama seperti yang lain. Ketika saya salah, saya membayarnya dan bangkit.”

“Dalam sepakbola ada kode-kode [etik],” pungkasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Pernah Digigit, Chiellini Malah Puji Luis Suarez

Vivagoal InternasionalLuis Suarez menerima kritik keras usai kedapatan menggigit Giorgio Chiellini. Namun bek Italia itu justru menyebut apa yang dilakukan Suarez pada Piala Dunia 2014 itu sebagai langkah cerdas.h

Insiden tersebut terjadi pada pertandingan penentuan babak grup antara Uruguay dan Italia. Kedua pemain tampak terjatuh di mana Suarez menancapkan giginya ke bahu Chiellini.

Uruguay kemudian berhasil menang 1-0 dan Suarez terbebas dari sanksi pada laga tersebut. Namun bomber Barcelona itu kemudian menerima sanksi larangan bermain selama empat bulan akibat tindakannya.

Namun Chiellini tak melihat aksi Suarez adalah hal yang berlebihan. Menurutnya apa yang dilakukan Suarez adalah sebuah strategi dalam sebuah pertandingan.

“Sejujurnya, saya kagum dengan kenakalannya, karena jika Suarez kalah di partai itu, dia akan masuk kategori pemain yang biasa saja.

“Tidak ada hal aneh yang terjadi hari itu di Piala Dunia 2014. Saya mengawasi dengan ketat Edinson Cavani untuk sebagian besar pertandingan, pemain hebat lain yang harus ditangani, dan kami tidak menahan apa pun.

“Tiba-tiba, saya menyadari bahwa saya telah digigit tepat di bahu. Itu terjadi, hanya itu yang ada di sana, tetapi itulah strateginya ketika beradu fisik dan, jika boleh saya katakan, itu juga bisa saya lakukan,” ungkap Chiellini dalam otobiografinya yang baru-baru ini dirilis, In Giorgio.

Lebih lanjut Chiellini tak berhasrat mendapat permintaan maaf dari Suarez. Apa yang terjadi hari itu baginya murni sebagai  bagian dari sepakbola.

“Suarez dan saya mirip dan saya suka menghadapi striker seperti dia. Saya menelponnya beberapa hari setelah pertandingan, tetapi dia tidak perlu meminta maaf kepada saya. Saya juga pria berengsek di lapangan dan saya bangga akan hal itu.

“Perbuatan jahat dan sedikit maksud jahat adalah bagian dari permainan, saya tidak akan menyebut itu adalah hal yang curang. Anda harus cerdas untuk mengatasi sainganmu,” tutup Chiellini.

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com

Chiellini: Mbappe Lebih Baik Daripada Neymar!

Vivagoal Ligue 1 – Kapten Juventus, Giorgio Chiellini menyebut jika Kylian Mbappe lebih baik dibandingkan Neymar. Bahkan menurutnya, pemenang Piala Dunia 2018 bisa mendominasi layaknya Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.


Baca Juga:


Chiellini menilai Mbappe merupakan sosok yang cukup hebat. Hal tersebut jelas bukan isapan jempol mengigat palang pintu Juventus ini kerap bertemu dengan pemain lain yang memiliki kemampuan penyerangan tinggi. Bahkan Chiellini tak ragu jika eks AS Monaco bisa tampil lebih baik di masa mendatang.

“Saya pikir Mbappe lebih baik daripada Neymar karena ia lebih konsisten,” tulis Chiellini dalam buku autobiografinya berjudul ‘Io Giorgio’, yang dinukil RMC. “Masa depan [sepakbola] miliknya.”

“Ia pemain yang benar-benar unik. Pertama kali saya melihatnya bermain di televisi adalah saat Liga Champions 2016/17, ketika Manchester City versus AS Monaco. Ia sangat mengesankan.”

Tak hanya dirinya, Direktur Si Nyonya Tua, Fabio Paratici juga mengamini hal yang sama. Menurutnya, Mbappe sudah menampilkan performa impresif sejak muda dan tak kekurangan apapun dalam menjelajah daerah pertahanan lawan. Sejauh ini. Sang pemain sukses mengemas 20 laga dan mengoreksi 18 gol bersama PSG musim ini.

Selalu update berita bola terbaru seputar Ligue 1 hanya di Vivagoal.com

Kesan Pertama Chiellini Lihat Mbappe: Dia Dari Planet Mana?

Vivagoal Serie A – Giorgio Chiellini menjagokan Kylian Mbappe sebagai penguasa Ballon d’Or selanjutnya setelah era Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi berakhir. Mbappe disebutnya sebagai pemain yang tak bisa dihentikan.

Nama Mbappe mulai banyak dikenal orang setelah ia menjadi fenomenal di AS Monaco pada musim 2016/2017. Ia sukses membantu klubnya tersebut meraih trofi Ligue 1 Prancis sekaligus merusak dominasi Paris Saint-Germain. Semusim setelahnya, ia lantas dibeli PSG dengan banderol sebesar 180 juta euro yang menjadikannya sebagai pemain kedua termahal di dunia saat usianya baru 18 tahun.

Harga mahal yang ditebus Les Parisiens dibayar lunas oleh Mbappe. Penyerang international Prancis itu kini sudah mengoleksi 90 gol dan 49 assist hanya dari 120 penampilan di seluruh ajang kompetisi. Untuk musim ini saja, Mbappe jadi top scorer klub dengan torehan 30 gol dari 33 laga kompetitif.

Giorgio Chiellini dalam buku otobiografinya sempat menceritakan kesan pertamanya ketika melihat Mbappe bermain. Ia sungguh takjub dengan kualitas permainan yang dipertontonkan Mbappe dan mempertanyakan, penyerang 21 tahun itu berasal dari planet mana.

“Siapa yang ditakdirkan untuk menjadi kolektor Ballon d’Or ketika Cristiano dan Messi pensiun? Tak diragukan lagi, dialah si orang Prancis, Kylian Mbappe, pemain yang sungguh unik.” kata Chiellini seperti dilansir dari Football Italia.


Baca Juga:



“Pertama kali melihatnya di TV saat Manchester City menghadapi AS Monaco. Dia sangat impresif. Saat jeda babak pertama, saya tanya ke direktur Juventus, Fabio Paratici, siapa pemain itu? Dia dari planet mana? Fabio berkata. ‘Ya saya tahu dia, kami sudah tahu dia sejak lama. Dia penyerang yang tak bisa dihentikan. Dia baru 18 tahun.” jelas Chiellini lagi.

“Sekarang Mbappe sudah 21 tahun, dan telah punya juara dunia. Kecepatan, teknik, insting golnya tidak berkurang sama sekali. Dia pemain yang bisa memberikan kesan ‘wah’ dan sebuah mahakarya yang agung. Saya merasa Mbappe lebih bagus dari Neymar, lebih konsisten. Masa depan sepenuhnya ada di tangannya.” Chiellini menegaskan.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Chiellini Tak Bisa Membayangkan Icardi Masuk dalam Lini Serang Inter

Vivagoal Serie A – Sebagai bek Juventus, Giorgio Chiellini mengatakan jika timnya akan sangat kesulitan ketika Mauro Icardi bermain bersama Romelu Lukaku dan Lautaro Martinez di kubu sang rival, Inter Milan.

Icardi dikenal sebagai salah satu bomber menakutkan. Bersama Inter, Icardi sudah mengemas 124 gol dari 219 kali penampilan.

Namun sayang penampilan tersebut tak membuat Antonio Conte terkesima. Ia mendepak Icardi ke Paris Saint-Germain musim panas kemarin. Conte kemudian mendatangkan Lukaku dari Manchester United sebagai pengganti.

Lukaku kemudian menjalani duet bersama Lautaro Martinez. Hasilnya, Lukaku mengemas 23 gol dari 35 laga di semua ajang musim ini. Sedang Lautaro tampil oke dengan koleksi 11 gol musim ini.

Melihat situasi tersebut, Chiellini tak membayangkan jika Icardi bermain bersama dua striker Inter tersebut. Mimpi buruk jelas bagi para pemain bertahan termasuk dirinya.

“Di antara lawan hebat yang saya hadapi, saya sangat menaruh hormat kepada Icardi, dia berbahaya di dalam kotak penalti,” kata Chiellini dalam autobiografinya, yang dikutip dari Football Italia.

“Saya akan mendefinisikannya sebagai striker yang mengesankan. Mauro sering mencetak gol melawan Juventus, ini menyakitkan bagi saya. Saya yakin dia anak yang baik. Pasti ada sesuatu yang terjadi di Inter, saya katakan itu sebagai seorang kakak,” bek Juventus itu menambahkan.


Baca Juga:



“Mungkin dia terlalu memaksakan kehendaknya, tetapi dari sudut pandang olahraga, saya bertanya-tanya bagaimana seorang juara seperti dia tidak bisa bertahan di Inter selama 15 tahun dan mencetak 200 gol lagi.”

“Lalu, sebagai pemain Juventus, saya akan mengatakan bahwa itu untungnya tidak terjadi. Tetapi, bisakah Anda membayangkan Icardi bermain bersama Romelu Lukaku dan Lautaro Martinez?” tegasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Chiellini Sebut Keputusan Ramos ‘Ciderai’ Salah Tindakan Cerdas, Kok Bisa?

Vivagoal Serie A – Bek Juventus, Giorgio Chiellini berbeda pendapat terkait kiprah Sergio Ramos. Menurutnya bek Real Madrid itu adalah bek dengan teknik tinggi seperti saat dirinya mencederai Mohamed Salah.

Kritik tajam dilayangkan kepada Ramos setelah dirinya mencederai Mo Salah pada final Liga Champions 2017/18 silam. Ia terlihat dengan sengaja menjatuhkan Salah sembari menjepit tangannya. 

Madrid kemudian menjadi raja Eropa setelah menang 3-1 dalam laga yang lebih dikenang karena blunder fatal kiper The Reds Loris Karius.

Namun Chiellini tak sejalan dengan pemikiran kebanyakan orang. Bermain di posisi yang sama, ia justru menyebut Ramos adalah sosok bek yang sangat cerdas.

“Para pengkritik mengatakan bahwa dia bertindak secara impulsif, tidak taktis, dan membuat timnya sering kebobolan lebih banyak gol,” kata Chiellini dalam otobiografinya ‘I Giorgio’ seperti dinukil AS.

Chiellini menjelaskan bahwa begitu sedikit bek yang memiliki kecerdasan dan pengaruh seperti Ramos. Aksinya kepada Salah penuh perhitungan dan tidak semua orang menyadarinya bahkan sekedar untuk memikirkannya.

“Dia adalah bek yang memiliki teknik tinggi dan mungkin bisa jadi striker. Namun, dia memiliki dua karakter yang dimiliki oleh sedikit pemain.”

“Pertama, dia tahu caranya untuk bisa jadi pemain yang menentukan dalam laga-laga penting. Dia mampu membuat intervensi yang tidak masuk akal, bahkan sampai membuat lawan cedera sehingga membuatnya seperti orang licik dan jahat.”

“Insidennya dengan Salah sungguh keputusan yang sangat cerdas. Dia selalu mengatakan bahwa dia tidak bermaksud untuk mencederainya, tapi dia tahu bahwa menjatuhkan lawan dengan cara seperti itu 90 persen akan membuat mereka cedera.”


Baca Juga:



“Kedua, dia mampu memberikan pengaruh besar hanya lewat kehadirannya. Tanpa dirinya, pemain seperti Raphael Varane, Dani Carvajal, dan Marcelo akan terlihat seperti kumpulan pemain bocah dari tim Primavera. Tanpa dirinya, Madrid seperti tak punya pertahanan.”

Chiellini juga menyebut kekalahan Madrid 4-1 dari Ajax Amsterdam musik lalu salah satunya karena absennya Ramos karena akumulasi kartu. Jika tidak, mungkin hasilnya akan berbeda.

“Andai dia bermain di Bernabeu [lawan Ajax], Madrid pasti tidak akan kebobolan dengan margin tiga gol. Saya berani bertaruh untuk itu,” imbuhnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

LATEST NEWS

- Advertisement -

HOT NEWS