Tag: Lukaku

Usai Kalahkan Genoa, Inter Berada di Posisi Ketiga

Vivagoal Serie A – Inter Milan berhasil membawa poin penuh setelah melawan Genoa pada lanjutan Serie A Italia. Tim tamu berhasil bermain dominan sepanjang 90 menit.

Mereka pun berhasil mencatatkan penguasaan bola sebesar 61 persen dibanding tim tuan rumah yang hanya menorehkan 39 persen. Meski demikian, Romelu Lukaku dan kolega belum bisa menciptakan gol pada babak pertama karena lini pertahanan Genoa yang sangat disiplin.

I Nerazzurri baru memecah kebuntuan usai babak pertama. Mereka langsung tancap gas dan membuat gol lewat Romelu Lukaku pada menit ke-64 dan Danilo D’ambrosio pada menit ke-79.

Dengan hasil ini, membuat Inter Milan berhasil berada di posisi ketiga dengan 10 poin. Sedangkan, Genoa harus puas dengan berada di posisi ke-15 dengan hanya mengumpulkan empat poin.


Baca Juga:


Susunan Pemain

Genoa: Mattia Perin; Mattia Bani, Cristian Zapata, Edoardo Goldaniga; Paolo Ghiglione, Valon Behrami (Ivan Radovanovic 60′), Milan Badelj (Miha Zajc 61′), Nicolo Rovella (Filippo Melegoni 84′), Lennart Czyborra (Luca Pellegrini 46′); Goran Pandev, Marko Pjaca (Eldor Shomurodov 65′).

Inter Milan: Samir Handanovic; Danilo D’Ambrosio, Andrea Ranocchia, Alessandro Bastoni; Matteo Darmian (Aleksandar Kolarov 81′), Arturo Vidal (Radja Nainggolan 80′), Marcelo Brozovic, Ivan Perisic (Achraf Hakimi 58′); Christian Erisken (Nicolo Barella 58′); Romelu Lukaku, Lautaro Martinez

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Belum Puas, Lukaku; Inter Milan Harus Lebih Kuat Secara Mental!

Vivagoal – Liga Champions – Romelu Lukaku tampil sebagai bintang saat Inter Milan bertemu Borussia Monchengladbach dalam laga fase grup Liga Champions hari Kamis (22/10/2020). Namun demikian, bomber asal Belgia itu mengaku belum puas dengan performa timnya.

Lukaku berhasil mencetak brace saat Inter bermain imbang 2-2 melawan Monchengladbach. Kendati berhasil mencatatkan rekor tersendiri, namun Lukaku tampak belum puas dengan performa timnya.

Dua gol yang disarangkan tim tamu menjadi bukti belum kuatnya mental para pemain Inter. Oleh karena itu, Lukaku berharap semua pemain berusaha untuk memupuk mental dan percaya dengan kemampuan yang dimiliki.

“Ini bukan hasil yang bagus bagi saya, sebab kami seharusnya bisa tampil lebih baik lagi. Kami harus terus bekerja dan menjadi lebih kuat secara mental, sebab ini bukan momen yang mudah dan kami harus tetap percaya terhadap kualitas yang kami miliki,” keluh Lukaku kepada Sky Sport Italia.

Menurut Lukaku, dengan mental yang kuat maka tim akan berkembang dengan maksimal khususnya saat bertahan. Banyak kesalahan yang menguntungkan lawan, belum lagi beberapa kesempatan gagal membuahkan hasil yang maksimal.

“Sekarang kami harus menjadi lebih kuat, terutama mental, dan menjadi lebih baik di pertahanan, sebab kami kebobolan dua gol karena kesalahan sendiri,” tambah mantan pemain Manchester United tersebut.


Baca Juga:


“Kami membuat terlalu banyak kesalahan dan juga menyia-nyiakan kesempatan di depan. Jika kami tak memanfaatkan itu, kami bisa menanggung akibatnya,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Inter yang sudah memainkan lima laga musim ini belum sekalipun meraih clean sheet. Tercatat mereka sudah kemasukan 10 gol dalam rentan waktu tersebut.

Selalu update berita terbaru seputar Liga Champions hanya di Vivagoal.com

Lukaku: Conte Membuat Saya Menjadi Pemain Yang Lebih Baik

Vivagoal – Serie A – Bomber Inter Milan, Romelu Lukaku menyebut jika Antonio Conte telah membuatnya menjadi pemain yang lebih baik. Lukaku juga berharap bisa membalas budi dengan meraih gelar juara bersama Conte.

Lukaku sendiri bergabung ke Inter Milan pada musim panas 2019 kemarin. Ia didatangkan dari Manchester United dengan mahar mencapai 75 juta euro. Sebuah nilai yang sangat besar untuk sepak bola Italia.

Namun Lukaku berhasil membayar kontan uang yang dikeluarkan oleh Inter. Dirinya berhasil menjadi salah satu pemain penting bagi I Nerazzurri dengan torehan 34 gol dan 6 assist dari 51 penampilan di semua kompetisi musim lalu.

Mantan pemain Manchester United itu sendiri berterimakasih atas peran Conte dalam membantunya berkembang menjadi pemain yang lebih baik. Menurutnya saat ini ia bisa lebih menghargai nilai atas dirinya sendiri.

“Conte telah meningkatkan saya dalam segala hal. Berkat pelatih, saya memahami siapa saya, itu hal pertama yang perlu dipahami,” kata Lukaku kepada jurnalis Italia Luigi Garlando di Festival dello Sport.

Lebih lanjut Lukaku mengatakan jika dirinya ingin memberikan yang terbaik bagi tim serta Conte. Menurutnya hal tersebut bisa dilakukan dengan meraih berbagai trofi bergengsi secara bersama-sama.


Baca Juga:


“Saya tahu bahwa dia (Conte) dan Inter adalah pilihan terbaik sejak sesi latihan pertama dan saya memberikan 100% sejak awal. Kami ingin memenangkan sesuatu.”

“Kami bermain dengan sangat baik musim lalu, tetapi kami perlu menunjukkan itu di lapangan, yang lainnya tidak penting,” tandasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Barcelona Maunya Lautaro, Koeman Ngotot Inginkan Bintang Inter Milan Ini

Vivagoal La Liga – Dua sosok penting di Barcelona, yakni entrenador anyar Ronald Koeman dan Presiden Josep Maria Bartomeu dikabarkan punya perbedaan pendapat soal siapa penyerang yang paling pas untuk mereka incar pada bursa transfer musim panas ini jika sekiranya Luis Suarez hengkang ke Juventus.

Sebelumnya, Barcelona memang kencang diberitakan bakal sangat aktif di jendela transfer musim 2020/2021 ini untuk melakukan perombakan skuad di beberapa posisi, salah satunya adalah di sektor penyerang tengah. Hal itu merujuk hasil buruk yang mereka dapat musim kemarin.

Ronald Koeman yang butuh penyegaran dalam skuad Blaugrana sudah menegaskan tidak akan memakai lagi jasa Luis Suarez musim ini. Untuk itu ia berencana menggaet penyerang tengah baru tuk mengantisipasi kepergian pemain asal Uruguay tersebut pada bursa musim panas ini.

Tapi berdasarkan laporan dari Sportskeeda, Koeman dan Bartomeu diklaim tidak satu suara soal siapa penyerang yang harus direkrut. Menurut Sportskeeda, Koeman lebih ingin Barca merekrut Romelu Lukaku di Inter Milan.


Baca Juga:


Sementara, Bartomeu lebih mau agar klub membajak Lautaro Martinez mengingat usia si pemain baru menginjak 22 tahun dan sangat mungkin jadi investasi jangka panjang buat Blaugrana. Bartomeu bahkan dilaporkan sudah berencana menggunakan uang penjualan Luis Suarez andai si pemain benar-benar direkrut Juventus untuk memboyong Lautaro ke Camp Nou.

Di sisi lain, Koeman beralasan bahwa dirinya tertarik dengan Lukaku karena sudah sangat memahami kualitas pemain internasional Belgia tersebut karena sudah pernah bekerjasama di Everton pada musim 2016/2017.

Selama kurun waktu semusim di Everton, performa Lukaku dibawah asuhan Koeman memang sangat memukau. Pemain berusia 27 tahun itu bisa melesakkan 26 gol dan 7 assist di semua ajang.

Koeman tentu melihat, Lukaku lebih pas mengisi pos penyerang tengah yang bakal ditinggal Suarez ketimbang Lautaro yang kerap bermain melebar.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Torehkan Hasil Gemilang, Lukaku: Semua Untuk Tim!

Vivagoal – Liga Europa – Penyerang andalan Inter Milan, Romelu Lukaku berhasil mencatatkan dirinya sebagai penyerang tersubur Nerazzurri di Liga Eropa usai memetik kemenangan dari Bayer Leverkusen dengan skor 2-1 pada (11/8) dini hari tadi. 

Inter sukses mengamankan poin atas Leverkusen. Pasukan Conte unggul terlebih dahulu melalui gol Nicolo Barella di menit ke-15 dan Lukaku di menit 21. Leverkusen kemudian membalas satu gol lewat pemain muda mereka, Kai Havertz di menit ke-24.

Kemenangan Inter sendiri digadang-gadang berkat kontribusi besar yang dilakukan mantan pemain Manchester United, Romelu Lukaku. Lukaku dipandang pantas menjadi bintang di laga tampil memukau dini hari tadi.

Namun, Tidak hanya itu, ia juga berhasil mencatatkan rekor gemilang sebagai pemain Inter pertama yang mencetak sembilan gol beruntun di Eropa. Lukaku pun tak ingin terlalu fokus dengan rekor yang ia raih.

Sebab, menurut mantan pemain The Red Devils ini yang terpenting adalah kemenangan dan kekompakan tim di lapangan, bukan karier atau rekor ia seorang diri.

“Rekor tetap rekor, tapi yang lebih penting adalah kemenangan ini. Leverkusen merupakan tim berkualitas dan punya pelatih hebat,” ujar Lukaku pada Football Italia.

“Kami membuat banyak kesalahan di depan, dan kami tidak menuntaskan peluang-peluang kami, padahal seharusnya kami bisa menang lebih besar.”

“Pertahanan tampil sangat baik dan menurut saya Man of The Match-nya adalah Barella, beberapa pekan terakhir dia tampil fantastis, dia ada di mana-mana,” imbuhnya.

Lebih lanjut Lukaku mengatakan jika Inter harus bisa memanfaatkan setiap peluang yang mereka miliki untuk bisa mengunci kemenangan lebih awal. Striker asal Belgia itu pun berharap tim bisa tampil lebih baik di babak semifinal.


Baca Juga:


“Kami tentu sudah berkembang baru-baru ini, kami hanya perlu memaksimalkan lebih banyak peluang kami dan menuntaskan pertandingan lebih cepat,” lanjut Lukaku.

“Sekarang kami punya sepekan untuk bersiap menyambut semifinal. Itu bakal jadi pertandingan sulit lainnya dan kami harus siap,” tandasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Europa hanya di Vivagoal.com

Striker Veteran PSG Bisa Jadi Partner Sempurna Tuk Lukaku

Vivagoal Serie A – Eks pelatih Palermo, Fiorentina dan Lazio Delio Rossi memberikan dukungan penuh atas rencana Inter Milan untuk mendatangkan Edinson Cavani dari Paris Saint-Germain.

Top skorer sepanjang masa PSG tersebut dikabarkan akan meninggalkan Paris pada musim panas mendatang. Pasalnya, kontrak Cavani yang akan habis pada akhir musim tidak kunjung mendapatkan pembaruan.

Sederet klub Eropa kemudian dikaitkan dengan bomber asal Uruguay tersebut. Sebut saja Atletico Madrid serta Manchester United tengah mengintip peluang untuk mendatangkannya.

Namun langkah cepat justru dilakukan Inter Milan. Raksasa Serie A tersebut dilaporkan sudah mengajukan tawaran kepada Cavani.

Rossi mendukung penuh rencana Inter tersebut. Dengan pengalaman melatih Cavani, tak mengejutkan jika ia akan cocok untuk lini serang I Nerazzurri.

“Secara fisik dia adalah pemain terkuat yang pernah saya latih. Setelah satu pertandingan dia bisa kembali bermain di pertandingan lain,” kata Delio Rossi kepada TuttoMercatoWeb.

“Dia pemain yang murah hati, cerdas, dan saya rasa dia bisa bermain dengan Lukaku. Dia pemain yang bisa beradaptasi dengan siapa pun.”

Kebutuhan akan penyerang menghantui Inter. Pasalnya Lautaro Martinez yang kini menjadi rekan duet Lukaku terus dikaitkan dengan kepindahannya ke Barcelona.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

UEFA 1998 Buat Lukaku Ingin Pindah ke Inter Milan

Vivagoal Serie A – Sebelum ke Inter Milan, Romelu Lukaku memiliki banyak pilihan. Bintang Belgi itu bisa saja bertahan di Premier League atau menjajal pengalaman baru dalam ajang La Liga. Akan tetapi, ia merasa lebih penasaran dengan bagaimana iklim sepakbola di Italia.

Lukaku menjelaskan bahwa salah satu alasan dirinya ingin bermain di Serie A dan menjajal bergabung dengan Inter Milan adalah karena melihat UEFA Cup 1998.

“Saya sangat ingin ke Inter Milan setelah bermain di Inggris, karena saya penasaran dengan pengalaman sepak bola dan suasana di Italia,” ujar Lukaku dilansir dari Football Italia.

“Saya sabga kagum dalam Final Eropa pertama yang saya saksikan adalah UEFA Cup 1998, performa Ronaldo yang luar biasa itu. Bahkan, saya selalu memikirkan, jika saya pindah ke Italia, saya akan bermain untuk Inter,” imbuh pria yang juga pernah memperkuat Everton tersebut.


Baca Juga:


Pertandingan final yang dimaksud oleh Lukaku adalah saat mempertemukan raksasa Italia, Inter Milan dengan Lazio. Kala itu, Nerazzurri berhasil meraih kemenangan dengan skor meyakinkan 3-0 berkat gol dari Ivan Zamorano, Javier Zanetti dan Ronaldo.

Di sisi lain, Romelu Lukaku sudah terlanjur cinta dengan klub Italia itu. Ia merasa sangat bangga karena Inter Milan telah memenangkan gelar juara.

“Ketika diberi kesempatan untuk pindah ke Italia , saya hanya memikirkan untuk pindah ke Inter. Saya telah mencintai tim yang memenangkan semua kejuaraan itu dengan para penyerangnya yang hebat,” jelas Lukaku.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Apakah Rasisme Perlu Ditangani dengan Serius?

Vivagoal Serie A – Romelu Lukaku telah mengulangi seruannya agar lebih banyak yang harus dilakukan untuk memerangi rasisme dalam sepak bola.

Romelu Lukaku sempat menggunakan media sosial untuk meminta pihak berwajib dan pemain sepakbola untuk “menyatukan” dalam melawan rasisme. 

Tak hanya Lukaku, banyak insiden serupa yang melibatkan pemain seperti Blaise Matuidi dan Moise Kean pada beberapa tahun terakhir.

Rasisme juga menjadi masalah pada beberapa waktu lalu di Liga Premier yang berdampak pada Paul Pogba, Kurt Zouma dan Marcus Rashford. Di antara mereka ada yang menjadi sasaran pelecehan di media sosial.

Baca Juga: 5 Fakta Uli Hoeness, Legenda Bayern Munchen

Ditanya apakah pemain harus meninggalkan lapangan jika ditargetkan rasisme oleh penggemar, Lukaku mengatakan kepada Rolling Stone: “Tidak. Tapi saya pikir dia harus mengambil sikap, ya.

“Karena rasisme adalah sesuatu yang harus dijawab. Lihat di Inggris, dimana beberapa hal telah terjadi pada pemain dari Manchester United dan Chelsea dalam beberapa pekan terakhir: pertanyaan itu harus diatasi,” jelasnya.

“Sepak bola adalah sesuatu yang mendunia dan multikultural. Jika Anda benar-benar ingin menarik pemain terbaik di dunia, Anda harus menyambut mereka dengan tangan terbuka, karena pada gilirannya para atlet harus beradaptasi dengan budaya di mana mereka tiba. Oleh karena itu sangat penting untuk tidak membeda-bedakan, dan menghargai sesama.

“Saya pikir itu hal yang hebat bagi klub untuk meluncurkan kampanye seperti BUU – Brothers Universally United. Dan jika mereka menginginkan kontribusi saya, saya akan memberikannya kepada mereka. Jika saya mendengar nyanyian rasis, saya akan menjawab. Tetapi pikiran saya hari ini di lapangan sepak bola, untuk membantu rekan setim saya menang. “

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Agen Icardi Sindir Lukaku Hanya Akan Tonton Liga Champions di TV

Vivagoal Liga Champions – Istri sekaligus agen Mauro Icardi, Wanda Nara, tampak puas ketika Inter Milan tak lagi tampil di Liga Champions. Ia menyebut Romelu Lukaku hanya akan menyaksikan tv saat Icardi masih bermain.

Nama Icardi terlempar dari skuad Inter Milan setelah kedatangan Antonio Conte. Namanya kemudian digantikan oleh penyerang idaman Conte, Romelu LUkaku.

Lukaku tampil gemilang musim ini terutama di Serie A. Namun sayang kontribusinya tak cukup mampu membawa Inter lolos dari fase grup. Wanda Nara kemudian tampak puas dengan hal tersebut.

Baca Juga: Persaingan Lukaku dengan Ibrahimovic di Era Jose Mourinho

“Akan sangat menyenangkan melihat dia (Lukaku) juga terlihat di pertandingan besar,” ujar Wanda Nara kepada Tiki Taka.

“Di Liga Champions dia tidak akan lagi mencetak gol dan sekarang dia harus menontonnya dari TV. Nomor 9 terakhir Inter [Icardi] mencetak 150 gol,” tambahnya.

Kendati demikian, Wanda Nara yang juga merupakan agen Icardi menyebut jika Conte membawa perubahan besar bagi Inter.

“Nilai tambah nyata bagi Inter adalah kedatangan Conte. Dia benar-benar membuat perbedaan di sana. Dia hanya memainkan tiga laga dengan gelandang ya ia minta di awal musim,” tutur Wanda.

“Namun, orang selalu berubah pikiran. Lukaku dikritik setelah tersingkir dari Liga Champions tetapi sekarang dia diperlakukan seperti sebuah fenomena,” tukasnya.

Selalu update berita terbaru seputar Liga Champions hanya di Vivagoal.com

Sepakat dengan Ronaldo, Lukaku: Serie A Lebih Sulit Dari Premier League

Vivagoal Serie ARomelu Lukaku mengatakan jika dirinya sudah mendapat peringatan akan sulitnya Serie A dari Cristiano Ronaldo. Dan benar saja bomber Inter Milan itu mengakuinya.

Kedua nama di atas pernah bermain di Premier League yakni untuk Manchester United. Ronaldo yang lebih dulu hijrah ke Serie A bersama Juventus kemudian memberi masukan kepada Lukaku yang baru hijrah ke Inter Milan satu musim lebih lama darinya.

Lukaku menyebut jika Ronaldo mengatakan padanya jika Serie A jauh lebih sulit dibandingkan dengan Premier League. Lukaku pun sangat menghargai masukan pemain asal Portugal tersebut.

Baca Juga: Inter Tak Lolos, Mantan Rekan Sindir Lukaku

“Dia [Ronaldo] bilang pada saya bahwa ini adalah liga defensif paling sulit di dunia,” buka Lukaku dalam sebuah wawancara dengan New York Times dikutip dari Football Italia.

“Dia bilang kalau dia bisa mencetak gol-gol dimana pun, tapi ini adalah tempat paling sulit untuk melakukannya.”

“Jika Cristiano Ronaldo saja merasa kalau ini sulit, maka ini pasti benar-benar sulit.”

Ronaldo pun mengalami penurunan rasio jumlah gol. Musim lalu saja pemain terbaik dunia lima kali itu hanya mampu mencetak 26 gol.

“Di sini lebih sulit daripada di Inggris,” ujar Lukaku.

“Sepak bola di sana lebih intens. Namun, di sini semua itu tentang pola permainan.

Lukaku juga mengatakan jika dirinya beruntung bisa dengan cepat beradaptasi dengan Italia, baik kompetisi maupun bahasa.

“Sudah tak ada lagi yang bicara bahasa Inggris pada saya,” pungkas penyerang asal Belgia tersebut.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

LATEST NEWS

HOT NEWS